
Semilir angin menyapu juntaian rambut Reva yang sedang duduk di bangku taman , udara pagi begitu menyejukkan, ditelinganya terpasang headset yang tersambung di ponselnya, lagu hampa by ari lasso menemani kesendiriannya saat ini. Perutnya mulai membuncit, dia memutuskan cuti dalam kuliahnya, satu bulan lagi Reva akan melahirkan. Dia akan menjadi seorang ibu, dirabanya perut itu, tiba-tiba perasaan hampa itu dirasakannya, entah bagaimana perasaannya, yang jelas dia benar- benar dihinggapi rasa rindu, rindu seseorang yang mungkin telah melupakannya.
" Pulang ! hari mulai gelap, angin malam tidak baik buatmu dan calon anakmu ! " Reva menengadahkan wajahnya melihat sosok yang berdiri di depannya, tanpa dapat mendengar perkataan lelaki yang menegurnya. Reva melepas headset ditelinganya.
" Bagaimana kamu bisa menemukanku disini ? " Reva bertanya pelan, lelaki yang tidak lain adalah Zacky tersenyum tipis.
" Hampir satu jam aku duduk disana , menunggumu disana , aku tahu kamu ingin sendiri dan aku tidak ingin mengganggu kesenanganmu. " Zacky menujuk tempat dia duduk dan memperhatikan Reva.
" Terima kasih , kurasa perkataanmu benar, hari mulai gelap, aku akan pulang. " Reva mulai beranjak dari duduknya.
" Tidak perlu , aku bisa berjalan sendiri ! " Ujar Reva saat Zacky ingin memapahnya.
" Aku akan mengantarmu pulang dan kamu tidak bisa menolaknya. "Zacky meminta.
" Tidak seharusnya kamu mengurusiku, bukankah kamu orang yang sangat sibuk. " Kata Reva yang mulai melangkahkan kakinya diiringi Zacky disebelahnya.
" Kesibukkanku sekarang, mengawasimu dan menjagamu sampai aman. " Kata Zacky ringan.
" Is kamu, carilah pacar, apakah kamu akan melajang terus ? " Reva sedikit cemberut.
" Ini pacarku , maka dari itu aku sangat memperdulikannya, sudah kubilang, cintaku tidak berubah, meski kamu mengkhianatiku. " Kata Zacky sambil membukakan pintu mobil untuk Reva.
" Jangan menjadi orang bodoh, kamu terlalu terobsesi denganku, berhantilah mengejar obsesi yang tidak akan pernah kamu dapat. " Reva duduk disamping kemudi, sementara Zacky mulai melajukan mobilnya, bergabung dengan kendaraan yang lain.
" Apakah kamu masih mengharapkan si bangsat itu ? " Zacky betanya dingin.
" Untuk apa mengharapkan suami orang , aku cukup bahagia hidup seperti ini. " Balas Reva datar.
" Ingin sekali aku membunuh lelaki itu, jika kamu mengijinkannya. " Zacky mulai gusar.
" Kamu bukan Tuhan, jangan berbuat konyol, berpikirlah logis, dengan membunuhnya, apakah akan menyelesaikan masalah, lagipula dia tidak bersalah. Aku yang bersalah, aku tidak bisa mengendalikan nafsuku. "Reva berucap dingin, suasana beku.
" Aku tidak habis pikir kamu bisa tergila-gila dengan lelaki brengsek itu, Reva, lihatlah hanya aku yang tulus mencintaimu, bahkan aku tidak berani menyentuhmu sedikitpun, karena aku ingin menjagamu hingga di pelaminan. " Zacky terlihat menahan emosi. Reva menoleh kesamping untuk melihat reaksi Zacky.
" Kamu dan dia adalah pribadi yang sama, akan mengejar sampai dapat dan setelah mendapatkan apa yang kamu inginkan, kamu akan cepat melepaskannya, hentikan Zacky, berhentilah mengharapkanku. " Papar Reva tenang.
" Kamu berbicara seperti orang frustasi, yang kamu pikiran semua tidak berdasar, aku sangat berbeda dengan dia, aku tidak pernah memaksamu, bagaimana kamu menyamakanku dengan dia. " Bantah Zacky datar.
" Di planet ini, bukan aku saja wanita, jangan terlalu bodoh, membuang waktu saja. " Kata Reva dingin.
" Jika banyak yang sepertimu, aku tidak akan pusing seperti ini, kenapa orang sepertimu hanya satu. " Timpal Zacky pelan.
" Hah, manusia aneh. " Gerutu Reva. Zacky hanya tertawa pelan.
" Ayolah Reva, kamu harus banyak tertawa agar bayi yang kamu kandung tidak merasa kesedihan. "
" Aku lebih tahu kondisi bayiku, dia akan tumbuh dengan sehat dan kuat. " Reva menyangkal.
" Ya ..ya...aku lupa bahwa kamu adalah calon seorang dokter, tetapi dengan kondisimu yang banyak merenung dan melamun akan mempengaruhi kejiwaan janinmu. " Reva tersenyum masam.
" Terima kasih, masih peduli denganku, karena bagiku kamu tidak sebanding denganku, Zacky. Kamu berhak mendapatkan wanita yang sepadan denganmu. "
" Hanya kamu yang sepadan denganku, tidak ada wanita lain. " Zacky memberikan keyakinan.
" Jangan membuatku menangis, jika waktu bisa diputar, aku tidak akan menolakmu waktu itu. Beri aku waktu, untuk saat ini, aku ingin sendiri. "
" Aku akan menunggumu seperti musim hujan di bulan desember, deras dan membanjiri hati. Aku tidak akan memaksamu, aku hanya berharap, pelan-pelan ada cinta untukku. " Hembusan angin malam, begitu menusuk di kulit Reva saat Reva turun dari mobil Zacky, sementara Zacky melajukan mobil sport metaliknya dengan perlahan meninggalkan rumah Reva, Zacky sengaja tidak bertandang ke rumah Reva untuk membiarkan wanita itu beristirahat saat sampai di rumahnya. Reva memasuki rumahnya, dan hanya menjumpai bibi pelayannya, orang tua Reva pergi keluar negeri untuk tugas negara.
" Non, bibi sudah menyiapkan air hangat untuk mandinya . " Sapa pelayan saat mendatangi kamar Reva.
__ADS_1
" Terima kasih , bibi. " Jawab Reva singkat, sambil dia beranjak dari sofa. Reva berjalan menuju kamar mandi, dia memang lebih suka mandi air hangat untuk menghilangkan lelah ditubuhnya, tubuh polosnya memasuki bathup yang beraroma bunga mawar. Dia akan berendam didalam sana untuk beberapa menit. Matanya terpejam dan sedikit tersentak ketika mendengar ponsel didekatnya.
" Siapa ini ? " Tanya Reva saat mengangkat telepon dari nomer yang tidak dikenalnya.
" Bagaimana kabarmu, sekarang aku berada di depan jendela kamarmu ! " Ucap seseorang , Reva sedikit terperanjat tetapi sedetik kemudian menguasai emosinya.
" Untuk apa kamu datang, terakhir kali bukankah kamu berjanji tidak akan pernah untuk menemuiku lagi. " Reva mengatur nafasnya supaya tidak terlalu gugup.
" Maaf karena tidak menepati janji, sebenarnya pikiranku sudah melarangnya tetapi kakiku tidak bisa menahannya untuk menemuimu, Kaki ini sungguh ingin mendatangimu ! " Ucapnya santai.
" Pulanglah, aku sedang tidak ingin ditemui seseorang, aku lelah , aku ingin istirahat ! " Reva tegas.
" Sayang sekali aku sudah berada dalam kamarmu, dan sepertinya lebih enak jika kita bisa berendam bersama. " Deg, Reva seketika membeku, ketika menjumpai seseorang yang mulai berdiri di depan pintu kamar mandi yang terbuka, lelaki itu menatap Reva tajam.
" Aku akan memberikan pijitan lembut di bahumu , tenang saja aku akan melakukannya dengan profesional. " Kata lelaki yang tidak lain adalah dr. Pram yang mulai mendekati Reva, Reva hanya tertegun.
" Kau seperti siluman, menjengkelkan ! " Geram Reva, Sementara dr. Pram terkekeh, dan tanpa memperdulikan Reva, Dia memasuki bathup itu dengan pakaian masih lengkap.
" Dasar kau orang gila ! " Reva berusaha menjauh. Dengan santai dr. Pram melucuti semua bajunya yang basah dan dilemparkan di lantai kamar mandi.
" Ssshh...Diamlah, aku juga lelah, perjalananku sangat melelahkan, aku sengaja datang kemari setelah sampai ke bandara. " Kata dr. Pram mulai dengan pijitan di bahu Reva. Reva selalu tidak bisa menolak keinginan dr. Pram dan akhirnya membiarkan lelaki itu memijit bahunya dengan sedikit tekanan dan pijitan itu membuat rileks otot-otot Reva yang sejak tadi menegang.
" Jangan tegang sayang, kita belum mulai dengan pemanasan. " dr. Pram terkekeh pelan.
" Otakmu selalu diisi dengan kemesuman . " Sungut Reva , semenjak hamil Reva memang mudah tersulut emosi.
" Ya kau memang benar, aku sangat mesum hari ini, kau bisa merasakan bukan , kerasnya peluruku ini. " Kata dr. Pram santai dan membuat rona merah di wajah Reva, saat merasakan ada yang keras menegang tengah menyentuh tubuh bawahnya dari belakang.
" Dasar kau...menjauhlah setan ! " Maki Reva, tetapi justru dr. Pram memeluknya dari belakang. Reva meronta.
" Aku lebih senang kau bergerak seperti ini, nafsuku semakin meningkat. " Kekeh dr. Pram kembali. Secepat kilat dr Pram membalik tubuh Reva kearahnya dan menempatkan tubuh Reva dalam pangkuannya, Mata Reva melebar dan mulutnya mulai berdesis, saat sesuatu telah memasukinya dengan cepat tanpa aba- aba, dr. Pram terpejam merasakan kenikmatan yang tidak bisa dilukiskan. Selanjutnya mereka melewati percintaan yang panas, saling meremas , mencakar dan bersentuhan. Nafas mereka mulai teratur, saat terjadi pelepasan.
" Tubuhmu bahkan masih ringan seperti kapas. " Ucap dr. Pram yang masih memangku Reva dengan posisi berhadapan.
__ADS_1
" Aku sendiri yang akan membantumu melahirkan, tidak akan kubiarkan dokter lain menikmati tubuhmu yang sexy ini. " Reva hanya terdiam , saat dr. Pram membopongnya keluar dari bathup, mereka mandi menggunakan shower untuk menghilangkan busa sabun dari tubuh mereka. Diraihnya bathrobe dan handuk untuk menutupi tubuh mereka.
" Kau bahkan telah menyiapkan handuk untukku. " Kata dr. Pram sambil tersenyum.
" Aku memang menyiapkan untuk diriku sendiri, jadi jangan geer tuan. " Bantah Reva dan langsung pergi lebih dulu dari kamar mandi.
" Kau tidak akan membiarkanku seperti ini bukan ! " Kata dr. Pram yang masih terekspose dada telanjangnya. Reva melirik sesaat.
" Sangat menyusahkan, seharusnya kau berpikir dan tidak membasahi baju itu. " Sahut Reva.
" Karena malam ini aku tidak membutuhkan baju, aku hanya membutuhkan selimut. " Timpal dr. Pram dan langsung melompat di kasur Reva. Reva melotot melihat senyum jahil dr. Pram.
" Kemarilah, aku kedinginan, ruangan ini akan membuatku hipertermia, lihatlah jari- jari tanganku mulai keriput. " dr. Pram mulai dengan dramanya. Reva melemparkan piyama kearah dr. Pram.
" Kau masih menyimpan piyamaku rupanya. " Kata dr. Pram sambil memakai piyamanya.
" Jangan geer, itu punya gilang adikku . " Jawab Reva dingin.
" Si tolol itu masih saja mengikutimu, aku hampir saja menembaknya waktu di taman tadi, untungnya dia tidak berbuat macam-macam padamu. " Perkataan dr. Pram membuatnya terperanjat.
" Jadi kau...astaga, bagaimana aku tidak sadar bahwa kau juga berada disana. "
" Aku mendengarkan percakapan kalian, dan aku pulang lebih dahulu menuju kesini. Aku baru menghubungimu setelah kutahu kamu berada dalam kamar mandi. " Kata dr. Pram datar.
" Dasar penguntit, aku juga tidak percaya kau baru saja datang . "
" Serius aku baru sampai, bahkan aku belum menemui mommyku, maaf karena mengabaikanmu berbulan- bulan, aku sangat sibuk , ada proyek baru yang harus kuhandle sendiri, tetapi aku selalu memantaumu , menjagamu dari jauh. " Kata dr Pram jujur.
" Bagaimana nona Gisella ? " Reva mengalihkan pertanyaan.
" Sebentar lagi aku akan menceraikannya, dia terlibat asmara dengan bule disana. Itu lebih baik , dia berhak bahagia , mendapatkan lelaki yang mencintainya. " Cerita dr. Pram.
" Apakah kau akan tinggal disini lama ? " Tanya Reva
" Aku ingin mendampingimu melahirkan , aku tidak tahu berapa lama aku bisa tinggal, setelah bayi itu lahir , dia akan mendapatkan haknya, sebenarnya aku sudah menikahimu lama, setelah kau berani meninggalkan seminarku, aku menyuruh orang untuk mengurus pernikahan kita di pencatatan sipil. " Penuturan dr. Pram membuat Reva shock.
" Bagaimana bisa, kita tidak pernah melakukan ijab qobul. " Sanggah Reva.
" Dengan kekuasaan dan uang, semua akan mudah. " Jawab dr. Pram santai.
" Astaga, aku pusing kepala, aku tidak mengerti jalan pikiranmu, kau mempermainkan pernikahan. " Reva memijit pelipisnya.
__ADS_1
" Ya, aku terbiasa mendapatkan semua yang kuinginkan, tujuanku menikahimu awalnya untuk bermain-main saja denganmu, tetapi aku terjebak dalam permainanku sendiri, aku tidak bisa lepas darimu. " Jujur dr. Pram.
" Marilah kita tidur istriku ! " Pinta dr. Pram dengan mata pandanya, sepertinya lelaki itu telah dikuasai kantuk yang sangat. Reva menurut dan tidur disamping dr. Pram yang mulai memejamkan matanya .