
Paijo membawaku bersama motor maticnya menelusuri jalan ibukota yang terlihat padat merayap, Aku sibuk dengan pikiranku, dan Paijo tetap fokus dengan menyetir motornya. Motor berhenti di sebuah taman, aku dan Paijo menempati sebuah bangku di taman itu. Hari ini hujan tidak turun, sinar matahari mulai bergeser ke barat, waktu menunjukkan jam 16.00 tepat.
" Wajahmu selalu tegang, kamu butuh liburan, yank. " Kata Paijo membuka pembicaraan.
" Benarkah ? Apakah wajahku sangat menakutkan ? " Tanyaku penasaran
" Bukan menakutkan, bikin gemes tambah. " Kata Paijo diiringi cengiran.
" Ga lucu ." Balasku ketus
" Tambah bikin gemes, boleh nyubit ? " Canda Paijo.
" Kamu sebenarnya tinggal dimana ? " Tanyaku mengalihkan pembicaraan.
" Sesukaku ajah yank, dimana ajah aku bisa tidur, pernah tidur dengan gelandangan, maling , preman , bahkan pernah tidur di emperan rumah orang." Terangnya santai.
" Serius Paijo. " Aku jengah mendengarnya.
" Ya Alloh yank, aku selalu serius loh, kamunya yang susah banget diajak serius, nikah yuk ! " Mataku melotot kesal.
" Katanya mo diseriusin, kok tambah marah, ini serius loh ngajak nikah kamu . " Jawabnya enteng.
" Rumahmu Paijo, jangan mengalihkan pembicaraan . " Aku masih melotot.
" Oh ...rumah yah..ada , pokoknya kamu ga bakalan kena hujan dan banjir, buat tidur kamu nyaman, dan banyak makanan. " Dia nyengir
" Iyah..dimana ? "
" Kamu maunya tinggal dimana, di dalam negri atau keluar negri, mo ditempat ramai atau terpencil. "
" Malas, ya udah kalo ga mau ngasih tahu. " Aku akhirnya pasrah.
" Di deket taman ini, ada rumah Paijo, kalo kamu mo main . " Katanya pelan.
" Ga minat . " Jawabku jutek.
" Dih marah...he he. Dia meledekku.
" Pulang nih..Aku semakin kesal
" Eh..eh jangan...susah aku bawanya loh, sekarang kamu pingin es krim ga ? rasa coklat yah, biar kamu ga gampang marah. " Katanya sambil berjalan menuju abang penjual es krim, aku tersenyum geli. Bersama Paijo ternyata menyenangkan, selain ramah , orangnya suka nglucu. Paijo membawa tiga buah es krim, dua es krim rasa vanila dan coklat diserahkan padaku, sementara dia makan rasa stroberi. Sudah lama aku tidak makan es krim, bener juga kata Paijo, aku sedikit rileks ketika menghabiskan es krim rasa coklat.
" Kamu sering beliin es krim, mantan-mantanmu yah ? " Tanyaku.
__ADS_1
" Em..Paijo ga pernah punya pacar tapi banyak kalo yang ngantri pingin jadi pacar Paijo, suka delema kadang. " Jawabanya meninggi.
" Wlek...model kek kamu banyak yang ngantri, yang ada kabur semua. " Balasku sekenanya.
" Tanya noh ama bu kantin di kampus, seabrek yang nitip salam. " Timpalnya.
" Nitip salam bukan berarti suka dodol. "
" Ada yang pingin minta dikawinin tambah. " Dia cekikikan
" Anak mak markonah maksudmu ? Tuduhku, anak mak markonah yang dandanannya sexy sejagad, suka godain anak cowok di kampus.
" Iyah...Dia tertawa terpingkal pingkal. Aku ikutan tertawa.
" Mantep tuh jo, sexy, bohay, cuma dikit otaknya. " Aku cekikikan.
" Alhamdullilah ya Alloh. " Kata Paijo, aku menghentikan tawaku.
" Kenapa ? " Tanyaku bingung.
" Yank Reva bisa ketawa, artinya kamu ga sedih lagih. " Otomatis aku diem.
" Terima kasih. " Kataku pelan.
" What for ? " Tanya Paijo
" Justru aku yang senang, kamu mau kuajak jalan. Mungkin untuk saat ini, kamu belum bisa menerima cintaku, aku harap seiring berjalannya waktu, ada ruang kosong di hatimu untukku. " Katanya penuh kesungguhan. Aku tidak bisa berkata- kata, aku juga ragu dengan perasaanku.
" Udah hampir malam yank, maukah kamu mampir kerumahku ? Sekitar sepuluh menit sampai. " Tawar Paijo.
" Up to you..Jawabku singkat.
" Kuy...lah...gas keun..." Wajahnya jenaka, aku tersenyum melihatnya. Kami berdua kembali menaiki sepeda motor matic, Paijo menjalankan motor dengan kecepatan sedang. Motor berhenti di depan pintu gerbang rumah yang sangat mewah.
" Sebentar yank...Katanya . Aku melihatnya berdiri di depan pintu gerbang. Dan tidak lama , satpam membukakan pintu gerbang dengan menunduk hormat.
" Ayo masuk yank !" Ajak Paijo. Aku mengikutinya memasuki halaman yang sangat luas, dihiasi bunga import , ada taman yang nyaman, sebuah kolam renang ukuran sedang. Ketika berdiri di depan pintu, Paijo mengeluarkan kartu pin dan memasukkan ke pintu. Tidak lama pintu terbuka, hawa dingin menyeruak, bersih , rapi dan terkesan nyaman.
" Kamu mo minum atau makan sesuatu ? " Tanyanya sopan.
" Mo tidur boleh ? " Aku tersenyum, Paijo ikut tersenyum.
" Boleh, mo ditemenin ? " Paijo menaik turunkan alis matanya.
__ADS_1
" Mesum...dasar ."
" Ko mesum sih, kali aja kamu butuh teman untuk melayanimu, diambilkan makan ,minum atau terserah. "
" Kamu tinggal dengan siapa ? "
" Ada pembatu 12 orang, tetapi mereka hanya bekerja di siang hari, mereka rata-rata sudah berkeluarga, makanya aku mengijinkan mereka pulang agar bisa berkumpul dengan keluarganya. Lagipula aku tinggal sendiri, aku bisa melakukan sendiri pekerjaanku tanpa mereka bantu di malam hari. " Sangat bijaksana sekali.
" Pembantumu terlalu banyak. "
" Oh itu..rata-rata aku mengambil mereka tanpa sengaja, aku menemukannya di jalan , mereka butuh pekerjaan karena untuk menghidupi keluarganya, kutawarkan pekerjaan itu. Sudah kubilang , aku bisa melakukan pekerjaan rumah sendiri, aku hanya membantu mereka. " Ya Tuhan, aku benar-benar menemukan malaikat. Pantas saja bu ijah ingin menjodohkan dokter jelita dengan Paijo.
" Heh...hello kok bengong ? " Tegurnya ketika melihatku bengong dengan pikiranku.
" Em.. enggak, aku hanya sedikit capek. " Jawabku gugup.
" Kamu perlu tukang pijat ? Aku ada langganan khusus, mereka profesional, ku jamin kamu akan rileks. " Tawar Paijo.
" Tidak usah...aku baik-baik saja. "
" Reva, jangan sungkan-sungkan, aku suka kok melakukan sesuatu untukmu, kamu pantas bahagia. "
" Jangan terlalu baik dengan seorang perempuan , karena mereka selalu berpikiran lebih jika diperlakukan dengan baik. "
" Reva, apakah kamu tidak ingin aku perhatikan ? "
" Aku bukan istri dan pacarmu, jadi perlakukanku seperti yang lainnya. "
" Jika aku ingin yang lebih, apakah kamu keberatan ? " Cecarnya.
" Aku...aku tidak sebaik yang kamu pikirkan Paijo. Jangan menyukaiku lebih, aku...
" Aku mengerti, kamu menyukai bajingan itu, kan ? " Katanya berubah dingin.
" Paijo...hentikan omong kosong ini. Tidak ada sangkut pautnya dengan dokter Pram. "
" Lalu apa Reva ? "
" Untuk saat ini, biarkan aku sendiri, aku ingin fokus dengan kuliahku, aku tidak ingin menjalin hubungan dengan seseorang untuk saat ini. Mengertilah, Paijo ! "
__ADS_1
" I am so sorry, aku tidak akan memaksamu, oke. Kita bisa menjadi teman terlebih dahulu, dan kita pasrahkan dengan takdir, oke. " Aku mengangguk pelan. Sementara Paijo beranjak pergi meninggalkanku di ruang tamu. Maafkan aku paijo, aku sudah kotor, aku tidak pantas untukmu yang terlalu sempurna.