Terjerat Cinta Abnormal

Terjerat Cinta Abnormal
Part 16


__ADS_3

Jesica , gadis belia yang berpenampilan tomboy, sedang asik dengan belanjaanya, di counter makanan, berbagai jenis snack dan minuman memenuhi keranjang belanjaannya, sambil bersenandung riang menyanyikan lagu bruno mars it will rain.. if you ever leave me baby


leave morphine at my door...Hingga saking fokus dengan belanjaanya, keranjangnya menabrak seseorang yang ada di depannya.


" Braak...klonteng...Semua belanjaannya tumpah. Jesica terkejut dan baru menyadari adanya accident kecil.


" Kalau punya mata itu untuk melihat...maki Jesica setelah mengetahui belanjaannya tumpah ruah, jika meruntut kejadian yang benar , sebenarnya yang salah adalah Jesica karena menabrak seseorang.


" Astaga...kamu...Paijo garuk-garuk kepala setelah mengetahui siapa yang menabrak dan memakinya. Jesica langsung berbinar-binar matanya, melihat sang pujaan hati yang tanpa sengaja bertemu dengannya.


" Ya Alloh, berarti , abang adalah jodohku, ga nyangka loh kita bisa ketemu lagi. " Cengir Jesica.


" Ngarang, baru ketemu dua kali, belum tentu berjodoh . " Sahut Paijo santai.


" Tapi kok kayak disengaja gitu, Tuhan mempertemukan kita disaat Ica lagi kangen sama abang. "


" Kebanyakkan baca novel nih bocah, selalu di hubung-hubungkan semua peristiwa yang berlangsung. "


" Abang ngrasa ada yang aneh ga ? "


" Aneh gimana maksudmu ? "


" Aneh aja kalo abang ga bisa ngrasaain dicintai gadis secantik aku." Jesica cekikikan.


" Salah minum obat demam nih bocil,sampai masih ngigau di siang bolong. "


" Bukan demam tapi meriang. "


" Stop, abang ga mau jadi sasaranmu."


" Maksud abang apaan sih, kok jadi sasaran Ica. "


" Udahlah kalo ga ngerti, memang susah nyambungnya kalo dengan bocil."


" Bocil-bocil gini tapi sudah bisa bikin bocil yang lucu loh bang, bisa di coba ? " Ica sambil mengedipkan satu matanya.


" Iya, bisa bikin doang, ngurusnya ga bisa, buat apa. Apalagi model yang kek gini, laki bukan wanita jauh dari peradaban. " Paijo tertawa lepas melihat Ica cemberut.


" Yeah, tapi bh ukuran 36 B loh . " Kata Jesica sombong.


" Trus apa yang musti dibanggakan, besar itunya doang, otak oon. Maaf yah, abang tidak menyukai seorang cewek karena melihat ukuran bh nya. "


" Jadi abang nganggep aku oon , gitu ? "


" Bagus dech kalo ngrasa, belajar yang pinter, dapat juara umum, baru datangi abang yah...da Ica. " Paijo berlalu, sementara Ica semakin kesal. Paijo tidak lagi mood untuk membeli bahan makanan ringan karena berjumpa dengan Ica. Sudah hampir seminggu Paijo berada di Rusia mengurus bisnis senjata kimianya, dan baru hari ini tiba di jakarta, Paijo sebenarnya tidak sengaja untuk datang ke supermarket , tetapi entah mengapa kakinya tiba-tiba melangkah ke Supermarket.


" Maaf , mbak dompet saya ketinggalan, bukan saya tidak mau membayar . " Teriak Ica saat petugas kasir meremehkannya.


" Banyak yang beralasan seperti itu, saya ga mau tahu ya, bayar minuman yang sudah kamu minum, totalnya 70 ribu. " Bentak sang kasir.


" Tapi saya lagi tidak memegang uang mbak, dompet saya ketinggalan. " kata Ica menahan kekesalan.


" Pak satpan tolong , seret gelandangan ini keluar, ga punya uang tapi belanjaannya beberapa troli. " Kata kasir itu judes.


" Biar saya yang membayar semua tagihan, dia, mbak. " Paijo datang disaat yang tepat, Paijo terpaksa berbalik setelah mendengar kegaduhan di depan kasir karena ulah seseorang yang tidak mau membayar tagihan.


" Totalnya lumayan banyak, mas, serius mas mau membayarnya ? " Kasir itu bertanya ulang. Sementara Ica hanya terpana melihat Paijo yang tidak disangka datang untuk menyelamatkannya.


" Iya, mbak, dia adik sepupu saya, orangnya memang sedikit ceroboh, terkadang sekolah saja lupa bawa tas. " Terang Paijo, sang kasir tersenyum simpul dan terpana melihat ketampanan Paijo.

__ADS_1


" Hallo, mbak, jadi saya harus membayar berapa ? " Tegur Paijo yang tahu bahwa kasir itu terlalu terpesona dengannya.


" Eh...iyah...totalnya 10.500.000. " kata kasir itu gugup.


" Pake kartu ini yah. " Paijo menyerahkan black card. Setelah pembayaran selesai , Paijo melangkah meninggalkan kasir.


" Abang sepupu, tunggu ! " Kejar Ica sambil membawa banyak belanjaan.


" Apalagi, itu hadiah, karena hari ink aku lagi baik hati . " Kata Paijo terus melaju.


" Abang, tolong anter aku pulang yah, aku ga punya uang. " Kata Ica. Paijo menghentikan langkahnya. Paijo mengeluarkan dompet dalam kantong celananya, membuka dompetnya dan mengeluarkan uang pecahan seratus ribuan lima lembar dan menyerahkan kearah Ica.


" Aku takut pulang sendiri, abang anter pulang Ica yah ! "


" Ck..ck..abang ga bawa motor, abang naik bus umum, kamu mau naik bus umum. "


" Asalkan bersama abang, jalan kakipun, kuy lah. " Kata Ica nyengir, sembari tangannya berpegangan di lengan Paijo.


" Ica...tangannya. " Paijo sedikit risih. Ica tidak memperdulikannya, dan di sepanjang perjalanan, Ica memegang erat lengan Paijo. Mereka menaiki Bus way, beruntung mereka menempati bangku yang kosong. Bus way mulai melaju, tanpa sadar Ica tertidur dan bersandar di lengan Paijo. Paijo hanya bisa menarik nafas saat melihat Ica dengan pulas bersandar di bahunya. Astaga, sejak pertama jumpa dengan anak ini , dia selalu membuat masalah, entah masalah apa lagi yang akan di perbuat gadis ini..gumam Paijo.


" Ica, bangun, kita sudah hampir sampai ! " Kata Paijo membangunkan tidur Ica. Ica tersenyum.


" Maaf bang, ketiduran, habisnya capek banget. " Kata Ica pelan


" Capek ? Memang kamu kerja apa ? " Tanya Paijo penasaran


" Ngejar cinta abang ga dapet-dapet..he..he. "


" Mulai dech...


" Ga tahu kenapa pingin ngrasain tiduran di bahu abang, ternyata nyaman banget. "


" Astaga Ica, ternyata kamu sengaja yah. "


" Kok kamu ikut turun, memang rumahmu daerah sini ? " Tanya Paijo bingung.


" Iyah, ayo bang jalan. " Ica menarik tangan Paijo.


" Sebelah mana , kok aku baru tahu.? " Paijo semakin bingung.


" Ica, mo ketemu camer dulu..he..he."


" Maksudmu gimana ? "


" Rumahku ya rumah abang, aku kan calon istri abang. "


" Ica ini serius ? "


" Rumahku udah lewat tadi bang, jadi aku ke rumah abang ajah yah. " Kata Ica memohon.


" Ga boleh, nanti kamu bikin ulah dirumahku. "


" 087xxyyyyyyx itu nomer ponselku , bang. " Kata Ica santai. Paijo tidak menghiraukan ocehan Ica. Mereka memasuki kawasan ramai penduduk. Paijo dan Ica berhenti di sebuah rumah petak yang berukuran 4 X 10, Paijo membuka pintu rumah itu , kemudian mereka masuk ke dalam rumah petakkan itu. Ica duduk di salah satu kursi kayu. Paijo terus masuk ke dalam rumah. Paijo membawa air mineral dan menyerahkan kepada Ica.


" Abang tinggal sendiri disini ? " Tanya Ica sambil meminum air mineralnya. Paijo mengangguk.


" Orang tua abang dan saudara-saudara abang tinggal dimana ? "


" Orang tua abang sudah lama meninggal, saudara-saudara abang ikut kerabat abang bekerja. "

__ADS_1


" Maaf yah bang . "


" Maaf ? "


" Karena pertanyaan Ica, abang jadi teringat kematian orang tua. "


" Iya, ga apa-apa. "


" Saya akan mengganti duit abang tadi, saya tahu itu tabungan abang bertahun-tahun. Darimana abang mendapatkan black card itu ? " Ica penasaran.


" Ada wanita kaya yang memberikannya pada abang . "


" Hah...kok bisa ? "


" Dia wanita kesepian trus abang nemenin dia, karena servis abang memuaskan, dia kasih abang black card itu. " Bohong Paijo.


" Jadi abang seorang gigolo juga ? " Ica mendelik kaget. Paijo mengangguk, Paijo melakukan trik ini untuk menghindari wanita yang tidak disukainya.


" Mulai sekarang berhentilah dari pekerjaan yang menjijikkan itu, abang bisa bekerja di salah satu perusahaan Papi, terserah abang mo jadi jabatan apa . " Kata Ica


" Terima kasih atas tawarannya tetapi abang ga berminat, abang lebih suka bekerja tanpa terikat. " Jawab Paijo.


" Baiklah, mulai sekarang abang kukontrak sebagai gigoloku, aku akan membayar lebih mahal dari wanita tua itu. " Kata Ica serius membuat Paijo terkejut.


" Heh...bocil, sembarangan aja, fokusmu itu belajar, bukan nyari gigolo." Paijo garuk-garuk kepala.


" Ga fokus lagi belajar, maunya cepat nikah ama abang. " Jawab Ica jujur.


" Astaga, nih bocah. "


" Abang jangan panggil bocil lagi dong, aku ini dah gede. " kata Ica sewot.


" Gede darimana, bongsor doang badannya tapi mikirnya masih kayak bocah. " Satu kecupan melayang di bibir Paijo secara mendadak, mata Paijo mendelik kaget.


" Kamu...Ica mengulanginya, ciuman itu berubah jadi *******. Awalnya Paijo hanya diam tetapi akhirnya dia membalas ciuman Ica , mereka sama-sama terdiam hanya bibir mereka yang saling beradu , menyesap dan mengulum. Setelah beberapa menit mereka menghentikan aksinya.


" Kamu dah sering melakukannya ? " Tanya Paijo dingin.


" Jujur , ini ciuman pertama Ica. "


" Ga mungkin, kamu profesional banget. "


" Aku sering lihat drakor, dan aku sering memperhatikan cara mereka berciuman, aku cepat belajar bukan ? " Kata Ica sombong.


" Jujur Ica, kamu pasti sering melakukannya dengan pacarmu dulu." Paijo masih tidak percaya.


" Iya, Ica ga pernah punya pacar, ga pernah jatuh cinta, eh pas ketemu abang, hati Ica bergetar. Ica ga tahu itu perasaan apa, sama abang Ica kangen mulu, Ica sempat sedih ga tahu harus mencari abang kemana lagi, ternyata takdir yang mempertemukan kita. " Celoteh Ica. Paijo menarik nafas.


" Itu namanya bukan cinta, sekedar kagum Ica. " Timpal Paijo.


" Nafsu...kali...Ica cekikikan.


" Ya, Tuhan...oh...


" Bang, latihan kiss lagi yuk, biar Ica cepat pinter. " Paijo menutup bibir Ica dengan jarinya.


" Sudah cukup belajarnya, jangan dilakukan dengan sembarang lelaki, jika lelaki itu ga bisa nahan diri, bisa diperkosa kamu, inget ! " Paijo mengingatkan.


" Sekali lagi yah...yah yuk bang...Bibir Ica sudah monyong minta dicium.

__ADS_1


" Sudah Ica...kamu ga takut abang khilaf. "


" Malah suka abang khilaf, habis itu minta kawin...eh nikah. " Ica cengengesan. Paijo hanya geleng-geleng kepala, gara-gara gadis itu juga Paijo terbawa gairahnya dan melakukan ciuman untuk pertama kalinya . Maaf yank Reva, Paijo khilaf batin Paijo merasa bersalah.


__ADS_2