
It will Rain lagu bruno mars mengalun merdu ,mengiringi hujan yang turun dengan derasnya. Aku menyukai hujan, aroma bau tanahnya menyeruak menembus indra penciumanku, bulir- bulir beningnya telah melompat lompat indah diatas genting, sudah sebulan aku tidak menemuinya, dokter dingin itu menepati janjinya , menghilang tanpa kabar. Dia juga memblokir kontak ponselku, bukankah itu yang kamu harapkan Reva. Kamu tidak membutuhkan dia. Tidak dokter Pramudya saja yang menghilang, Paijo alias Zacky Pamungkas juga menghilang. Sementara hanya kak Dio yang menemaniku, itupun kami jarang bertemu. Aku mulai fokus dengan kuliahku, tinggal satu semester lagi aku lulus.
" Reva, ada Selly mencarimu ,nak ! " Suara mama berhasil membuyarkan diriku menikmati hujan.
" Selly, dimana dia ma ? " Tanyaku bingung.
" Dia ada dibawah, bajunya basah semua, ajak dia keatas, kasihan dia Reva. " Kata mama yang masih berada di tangga rumah.
" Suruh dia naik, ma ! Aku akan menyiapkan baju ganti untuknya. " Mama menuruni tangga, sementara aku mencari baju untuk Selly. Ada apa hujan-hujan begini Selly mencariku.
" Reva...Pangil Selly yang sudah di depan pintu kamarku. Mata Selly memerah, sepertinya dia habis menangis.
" Apa yang terjadi, hey are you, okey?" Tanyaku bingung, Selly mengelengkan kepalanya.
" Aku kacau Reva...sangat kacau.." Selly tidak bisa menahan tangisnya.
" Ganti bajumu dulu, Sell, baru kamu cerita. " Selly mengangguk kemudian mengambil baju ditanganku. Dia mengganti bajunya di kamar mandi. Aku menunggu dengan perasaan cemas. Selly keluar dari kamar mandi dan memakai bajuku yang sedikit kesempitan.
" Tenanglah, ceritakan secara berurut, oke. " Kuajak Selly duduk di ranjangku.
" Dua minggu yang lalu, aku bertemu dokter Pramudya. Dia sedang menikmati brandynya. Kami tidak sengaja bertemu di sebuah club malam. Aku menegurnya dan menyebutkan identitasku, Dia hanya manggut-mangut antara sadar dan tidak sadar. Kami berjoget bersama , menyanyi bersama seperti orang gila. " Selly menghentikan ceritanya.
" Terus... Aku semakin penasaran padanya, aku ingin mengenalnya lebih dekat dan tiba-tiba ada rasa ngilu di hatiku, entah mengapa pada saat itu hatiku tiba- tiba tidak enak." Pandangan mata Selly masih sendu. Aku menarik nafas untuk mendengarkan kelanjutan cerita Selly.
" Kami sama-sama mabuk dan hampir saja kami melakukan hubungan suami istri, tetapi kemudian dia tersadar ,dokter Pramudya membentakku, memakiku, dan menuduhku bahwa aku yang telah menjebaknya. " Selly semakin keras menangis. Sementara aku semakin sesak mendengarnya.
" Dan selanjutnya ? " Kata Selly mengganyung.
" Dia mengusirku dari kamarnya, melemparkan cek senilai 1 milyar ke mukaku. Dan saat itu aku tidak bisa melupakannya , Reva. Aku menyukai dokter itu, Reva. " Tangis Selly semakin pecah .
" Bagaimana dengan perasaanmu terhadap kak Dio ? " Tanyaku penuh kehati-hatian.
" Kak Dio menyukaimu , Reva. " Kata Selly pelan.
" Menyukaiku bagaimana? Kami hanya berteman, lagipula aku hanya menganggapnya sebagai kakak, ga lebih. " Kataku jujur.
__ADS_1
" Reva, kamu masih menyimpan nomer ponsel dokter Pram, kan ? " Tanya Selly penuh harap.
" A...aku..apa maksudmu ? " Tanyaku bingung, Aku tidak pernah mengatakan pada seorangpun tentang hubunganku dengan dokter Pram, kecuali kak Dio.
" Aku melihat kalian pulang bareng saat selesai materi kuliah dokter Pram. Aku melihatmu di tarik paksa dengan dokter Pram. " Aku sedikit terkejut dengan pengakuan Selly.
" Tetapi bukan berarti aku memiliki nomer ponselnya ,kan . " Balasku berbohong.
" Sayang sekali...padahal aku berharap kamu memiliki nomer ponselnya. "
" Lupakan dia Selly, lebih baik dicintai daripada mencintai. " Aku memberi semangat padanya.
" Dia terlalu sempurna untuk dilupakan, Aku hampir tiap malam sering susah tidur. Aku merindukan dokter Pram. Dan kamu tahu, aku mengejar mobil dokter Pram, sehingga bajuku basah seperti ini. " Aku sangat terkejut mendengar penuturan Selly.
" Dimana kamu melihatnya ? " Tanyaku penasaran.
" Dia memarkir mobilnya tidak jauh dari rumahmu, dia membuka pintu mobilnya, Aku melihatnya saat aku ingin mampir kerumahmu. Spontan aku memanggilnya, dia sedikit terkejut dan langsung menjalankan mobilnya. Aku berlari mengejarnya, dasar aku memang bodoh. " Tutur Selly membuatku terkejut, benarkah dokter Pramudya sengaja memarkirkan mobilnya di dekat rumahku.
" Kamu serius melihat dokter Pramudya ? " Kejarku penasaran, Selly hanya mengangguk.
" Apakah dia ingin menemuimu?, atau tanpa sengaja lewat disini. Dan lagipula dokter Pram kan tidak tahu rumahmu. " Analisa Selly.
" Aku hanya ingin menanyakan tugas dari dokter Haris, aku sedikit bingung , aku ingin diskusikan ini denganmu. " Kata Selly pelan. Hujan mulai reda, kami berdua membahas tugas dari dokter Haris.
Sementara ditempat lain, duduklah seseorang yang memandang luas ke arah lalu lalang ibu kota melalui jendela yang terbuka, sambil menikmat kopi hitam.
" Bagaimana persiapannya, aku tidak ingin yang mewah, cukup undang kolega yang ada. " Katanya dingin
" Sudah hampir 99 % , Tuan. Nona Gisella seminggu lagi tiba ke indonesia." Ucap sekertaris Tuan Pramudya.
" Bawa dia ke apartemt ku yang di daerah kapuk. Aku tidak ingin gadis itu memasuki rumah pribadiku. " Katanya dingin.
" Ini demi kebaikan mommy anda Tuan, ingat mommy anda sakit jantung, jika anda menggagalkan pernikahan
ini, nyonya besar akan anfaal jantungnya." Sang sekertaris menginggatkan.
__ADS_1
" Aku tahu , Dirga. Aku akan membuat gadis itu tidak betah dengan perkawinan ini. " Ujarnya pelan
" Apakah anda akan pergi ke kampus hari ini, Tuan ? " Tanya Dirga pelan, dokter Pram sedikit berfikir.
" Ada jadwal meeting besok jam 14.00 , pagi anda free, anda bisa pergi ke kampus. " Kata sekertaris Tuan Pramudya.
" Oke, Dirga , aku akan bersiap-siap , aku pergi dulu, untuk semuanya kamu handle saja, jika ada masalah hubungi aku segera. " Kata dokter Pram, kemudian beranjak meninggalkan kantornya. Dokter Pram menuju mobilnya. Dia ingin pulang ke rumah mommynya. Mobil berjalan dengan kecepatan sedang. Perlu perjalanan setengah jam untuk sampai ke rumah ibu dokter Pram. Terlihat rumah megah dikawasan menteng jaksel. Setelah memarkirkan mobilnya di halaman rumah mommynya, dokter Pramudya melangkahkan kakinya memasuki rumah super mewah itu.
" Hello mom, sorry Pram baru menemui mommy, sibuk mom. " Kata dokter Pram sambil memeluk mommynya yang cemberut.
" Sesibuk apa sih Pram, sampai kamu ga ada waktu buat mommy. Mommy bosen sendiri di rumah, capek keliling eropa. Mommy ingin rumah ini banyak cucu , makanya mommy nyuruh kamu cepet-cepet nikah dengan Gisella. " Kata Mommy dokter Pram terus terang.
" Demi mommy, Pram akan lakukan asal mommy bahagia, karena kebahagian mommy yang paling utama. Pram janji akan memberikan 10 orang cucu, lewat kloning. " Tawa dokter Pram meledak. Sementara mommynya semakin cemberut.
" Canda mommy,senyum dong mom, kalo ga, Pram pergi nih !" Pram mencoba ingin melangkah pergi.
" Jika kamu berjalan selangkah saja, mommy ga mau ketemu kamu lagi. " Ancam sang mommy.
" Heh..ga kok. Pram cuma ingin ambil minum, haus, tuan rumahnya pelit, ga ngasih minum. " Pram melangkah ke dapur untuk mencari bubuk kopi dan gula. Dokter Pram lebih suka membuat adonan kopi sendiri . Aroma kopi mulai tercium , sesaat dokter Pram menghirupnya. Kemudian membawa secangkir kopi hitam itu ke ruang tamu.
" Pram, apakah kamu bahagia dengan pernikahan ini ? " Tanya sang mommy.
" Mo jawaban yang jujur apa yang pura-pura ? " Kata dokter Pram pelan.
" Pram, plis serius . " Mama dr. Pram menyadari bahwa anaknya ini ingin menikah karena terpaksa menurutinya.
" Pram serius, mom. Pram selalu serius orangnya. " Jawabnya berbohong.
" Maafkan mommy jika kamu tidak bahagia, mommy egois, tetapi gimana lagi, kamu tuh harus dipaksa, umurmu sudah hampir 30 tahun , Pram. " Kata Mommy dr. Pram berusaha membuat pengertian.
" Iya mommy, yang penting mommy suka dan bahagia, Pram akan kabulkan permintaan mommy, ini bentuk bakti Pram sama mommy. " Jawab dr. Pram santai .
" Pram, kamu seperti mendiang papy, mommy ga bisa mencintai orang lain selain papymu. " Jujur mommy dr. Pram.
" Masih gantengan Pram tapi. " Senyum dokter Pram terkembang.
__ADS_1
" I love you, Pram. Kamu pasti bahagia hidup bersama gisella. Dia gadis yang cantik dan baik. " Pram memeluk mommynya, maafkan Pram mom, Pram tidak bisa mencintai seseorang, tak terkecuali gisella batin dokter Pram.
.