
Paijo melajukan kendaraan roda duanya ke jalan raya yang terlihat mulai padat, waktu menunjukkan pukul 06.30 wib, Motor maticnya berhenti di traffic light yang berwarna merah, tiba-tiba ada seorang gadis belia yang memakai seragam abu-abu duduk di jok belakang motornya. Paijo sedikit terkejut, dari kaca spion Paijo melihat sosok gadis belia itu, cantik, berwajah oriental, berkulit putih bersih dan memiliki rambut sedikit ikal pendek sebahu.
" Bang, anter aku ke SMA 16 ya . " Kata gadis belia itu datar. Tidak lama lampu rambu-rambu lalu lintas menyala warna hijau, Paijo melajukan motornya dengan kecepatan sedang, Motor menuju ke arah SMA 16. Paijo menghentikan motornya tepat di depan pintu pagar SMA 16. Gadis belia itu turun dari motornya, kemudian menyerahkan uang pecahan dua puluh ribuan kearah Paijo.
" Ini ongkosnya bang, tunggu sebentar ya, aku ingin menemui temanku dulu . " Gadis itu masih menyodorkan uangnya ke arah Paijo.
" Tidak perlu dik, simpan saja uangnya, abang hanya sengaja membantumu, kok. Lagipula arah kita sama. " Kata Paijo ingin bersiap-siap meninggalkan sekolah, namun tiba-tiba gadis itu mengarahkan pisau ukuran kecil ke leher Paijo.
" Sudah aku bilang , tunggu dulu disini bang , abang harus mengantarku ke rumah tanteku. " Ancam gadis itu. Paijo otomatis terkejut, dia tidak menyangka dengan tindakan gadis belia itu, Paijo tersenyum getir, bisa-bisanya ada preman kecil menghadangnya. Paijo menyerah, Dia melepas helm nya, sehingga terlihatlah wajah tampannya. Sementara gadis belia itu terpana melihat ketampanan Paijo.
" Rupanya ada ya tukang ojek sekeren abang. " Kata gadis itu kemudian. Sementara pandangan matanya masih tertuju pada Paijo.
" Yah ...nambah ngrayu lagi...ck..ck.."Kata Paijo sambil geleng kepala.
" Aku menyukai pria dewasa seperti abang, tunggu ya bang, aku hanya bertemu dengan temanku, setelah itu anter aku ke tempat tanteku, plis. " Gadis itu memohon.
" Ini kan jam mau masuk adik, nanti kamu terlambat." Paijo mengingatkan.Gadis belia itu cuma nyengir.
" Aku malas masuk kelas hari ini , bang. Aku ingin bolos. " Kata gadis belia itu jujur.
" ck..ck.. Astaga bolos, nanti kamu mau jadi apa, dik ? " Paijo menegaskan.
" Jadi istri abang..he..he. " Jawab gadis belia itu diikuti cengiran.
" Astaga, pasti kamu terbiasa bilang seperti itu pada setiap orang , kan ? "
" Baru sama abang, mungkin inilah yang dinamakan cinta pada pandangan pertama. "
" Ngawur kamu, dah sono sekolah yang rajin, jangan mengecewakan orang tuamu yang dengansudah susah payah telah membiayaimu. " Hardik Paijo.
" Orang tuaku bukan orang yang susah, bang, berlebih malah. " Balas gadis itu .
" Yah...maksud aku, orang tuamu ingin kamu itu sekolah yang pinter. "
" Darimana abang tahu ? "
" Darimana abang tahu...semua orang tua itu sama, ingin anaknya rajin sekolah dan nurut. " Jawab Paijo kesal, nasib-nasib pagi-pagi sudah ketemu ama cabe-cabean yang narsis.
" Aku ga perlu sekolah yang pinter, abang. Aku ga perlu kuliah, perusahan papi banyak, ica tinggal jadi pengawas karyawan aja, beres. " Paijo hanya geleng kepala.
" Kamu sebenarnya anak siapa sih ? "
" Anak orang tua, ica. " Dia cekikikan.
" Serius, jawab yang jujur."
" Dih abang kepo, anter ica kerumah tante dulu, setelah itu nanti kukenalkan dengan papi. "
" Sapa juga yang mo nganter, udah abang mo jalan dulu, abang mo kerja. " Paijo ingin kembali ke motornya.
" Abang ikut, kok ditinggalin sih." Gadis belia itu memegang erat lengan Paijo yang ingin melangkah ke motornya.
" Abang bukan tukang ojek, tapi tukang parkir. " Jawab Paijo tegas.
" Ga peduli, yang penting hati ica udah terparkir manis di hati abang. " Kata gadis belia itu sambil mengedip-edipkan matanya.
" Ada apa dengan matamu, kamu cacingan ? "
" Dih abang, pokoknya ica ikut abang."
" Eh..ini bocah, kamu ga takut abang perkosa , trus abang buang mayatmu ke sungai. Pake ngikut aja dengan orang yang ga dikenal. "Paijo mencoba menakut-nakuti.
" Tambah asik malah diperkosa ama cowok ganteng, ayo bang perkosa adik ." Dia nyengir.
" Astaqfirulloh...ada model cabe-cabean kayak gini, pantesan banyak yang jadi korban seksualitas."
" Yeah, ica ga sembarang juga kali bang, swear cuma ama abang kok,ica sukanya. " gadis belia itu mengacungkan dua jarinya.
__ADS_1
" Sayangnya abang ga nafsu sama yang model kek gini, lepas tangannya, udah telat ini !" Paijo berusaha melepaskan tangan gadis belia itu.
" Ga mau, Ica mo ikut abang pokoknya ! " Ica masih memegang erat lengan Paijo.
" Ica, abang ga mau berususan dengan polisi yah, polisi yang suka razia anak sekolah bolos. "
" Ica ada bawa baju ganti,kok, tenang bang. " Katanya ngeyel.
" pliss deh Ica, jangan bikin repot abang, nanti orang tua Ica menjarain abang karena nyulik anak di bawah umur. "
" Ica yang tanggung jawab soal itu, abang tenang aja ya. Ayo jangan banyak kata, kita jalan yuk ! " Paksa gadis belia, Paijo hanya garuk-garuk kepala sambil mengikuti gadis belia itu untuk menaiki motor maticnya. Paijo terpaksa mengikuti kemauan gadis belia itu, motor matic berjalan menelusuri jalan yang sudah penuh dengan kendaraan. Motor menuju Perumahan elit di pondok indah. Motor berhenti tepat di depan gerbang yang menjulang tinggi.
" Ayo , bang masuk ! " Ajak Ica setelah turun dari motor Paijo.
" Tidak , terima kasih. " Jawab Paijo singkat masih menyalakan mesin motor.
" Abang kok gitu, sebentar ajah, minum kopi. " Tawar Ica.
" Ga suka kopi. " Balas Paijo datar
" Sukanya susu murni yah." Ica nyengir.
" Kamu kecil-kecil sudah mesum. "
" Mesum gimana, susu murni nasional abang. Abang mikirnya kejauhan. " Ica masih dengan tawanya.
Langkah kaki Paijo, menuju tempat parkiran kampus, seperti biasa dia menunggu Reva datang ke kampus. Sudah hampir satu jam , dia menunggu Reva namun gadis pujaannya itu tidak muncul juga.
" Menunggu Reva ya ? " Tanya Selly yang menghentikan mobilnya di depan Paijo. Selly membuka pintu mobilnya sehingga dia bisa melihat Paijo yang celangak celinguk mencari Reva.
" Dimana Reva, kok belum datang ?" Paijo balik bertanya
" Reva tidak kuliah hari ini, katanya sedikit demam. " Terang Selly.
" Serius Reva sakit, gimana keadaannya sekarang ? " Tanya Paijo cemas.
" Ga perlu kawatir, ada kak Dio yang menjaganya. "
" Apakah dia dirawat di rumah sakit ? " Paijo ingin tahu.
" Ada di rumahnya, aku baru saja menjenguknya dari sana. "
__ADS_1
" Oke , thanks atas informasinya , ya. " Dengan cepat Paijo menuju motornya. Selly masih terpaku, beruntung Reva, banyak yang peduli dengannya, sementara aku, miris, tidak ada yang peduli denganku. Batin Selly.
" Buka pintu mobilnya , nona. Cepat ! " Kata seseorang yang membuyarkan lamunan Selly. Seorang cowok memakai topi hitam, sedang terlihat panik.
" Eh...apa- apaan ini. " Kata Selly terkejut , dan mendapati cowok bertopi itu dengan paksa mulai mendorongnya ke jok samping kemudi.
" Diam, jika tidak , aku bisa melukaimu ! aku tidak ingin mencuri atau menculikmu ,aku hanya butuh sedikit bantuanmu." Kata cowok bertopi itu.
" Kenapa harus aku, aku ada kuliah hari ini. " Sangkal Selly.
" Sudah diam . " Sekali tarik gas mobil Selly berbelok kearah jalan raya. Dengan kecepatan tinggi, cowok tidak dikenal itu melaju ke jalan raya, Selly sempat menjerit.
" Heh..kalo pingin mati ga usah ngajak aku, pelankan mobilnya ! " Bentak Selly. Cowok itu tidak menghiraukan ocehan Selly, dia hanya fokus menyetir, Selly hingga merasakan mual luar biasa. Mobil memasuki halaman rumah yang terpencil di luar kota Jakarta. Selly semakin takut.
" Turunlah, atau kamu akan tinggal di dalam mobil hingga besok ! " Dengan cuek cowok asing itu keluar dari mobil Selly.
" Heh...mana bisa seperti itu, aku akan kembali ke jakarta sendiri. " Kata Selly
" Turunlah, besok kita akan pergi bersama. Cepat !" Bentak cowok bertopi itu. Dengan sedikit gemeteran Selly turun dari mobil dan mengikuti cowok itu memasuki sebuah rumah mewah.
" Kamarmu ada di sebelah kiri, dekat pantry. " Kata cowok itu dingin. Dia melangkah pergi meninggalkan Selly yang sendiri di ruang tamu.
" Ya..Tuhan, dia siapa? Bagaimana jika dia penjahat dan akan mengambil organku. " Lirih Selly semakin ketakutan.
" Kenapa bengong, ayo masuk ke kamarmu ! " Perintah cowok yang kini telah bertelanjang dada, ada beberapa tato di lengannya, dadanya bidang dan memperlihatkan otot-otot kotak di bagian dadanya. Wajahnya ternyata tampan . gumam Selly.
" Aku belum mau tidur, ini masih pagi." Kata Selly kemudian.
" Siapa yang menyuruhmu tidur, letakkan tasmu di dalam kamar. "
" Kamu siapa sebenarnya ? " Tanya Selly pelan.
" Aku baru saja membunuh orang. " Katanya tenang, Selly terperanjat, jantungnya berdetak hebat.
" Jangan membunuhku, dagingku tidak enak, pait, pasti kamu tidak suka." Kata Selly konyol. Lelaki itu tersenyum sinis.
" Aku hanya membunuh pengkhianat, tenang saja aku tidak akan melukai wanita. " Jawabnya membuat Selly lega.
" Kenapa harus dibunuh, apakah tidak ada cara lain ? " Tanya Selly penuh hati-hati.
" Jika tidak kubunuh, dia yang akan membunuhku. "
" Dan kamu lari setelah membunuhnya ? "
" Ada temannya yang mengejarku, dan kebetulan kamu ada disitu, teima kasih, aku tidak akan melupakan balas budimu. "
__ADS_1
" Aku terpaksa membantumu, kamu tidak perlu balas budi padaku. "
" Suatu saat jika kamu ada masalah kamu bisa menghubungiku, namaku David dan ini kartu namaku. " Kata Lelaki itu sambil menyerahkan kartu namanya. Selly sedikit terperanjat, disitu ditulis bahwa dia adalah seorang Ceo perusahaan ternama di ibu kota.