
Di sebuah vila puncak bogor, terdapat dua insan yang sedang saling menghangatkan badan , saling memeluk erat diatas pembaringan. Reva meringkuk dalam dekapan dokter Pram yang tidur di belakangnya. Reva terbangun di malam hari, matanya mulai mengerjap-ngerjap, perutnya mulai berbunyi tanda kelaparan, tetapi cuaca sangat dingin, itu sebabnya dia malas beranjak.
" Hey...Kamu lapar ya , kamu belum sempat makan malam tadi ." Kata dokter Pram masih dalam dekapannya.
" Maaf, aku tadi benar-benar mengantuk dokter, aku biasa tidur cepat jika tidak sedang belajar atau mengerjakan tugas . " Balas Reva masih dalam dekapan dokter Pram.
" Sekarang kamu mau makan apa ? Aku akan membuatkannya untukmu . " Tawar dokter Pram
" Tidak usah, jadi ngrepotin dokter. "
" Kau mengira aku tidak bisa memasak ya, tenang saja, aku sering memasak buat mommyku . "
" Memang tidak ada cheaf di rumah anda ? "
" Untuk makanan kami membuat sendiri terlebih mommy, mommy koki terbaik dan bakatnya menurun padaku."
" Berbalik sepertiku, aku tidak terbiasa memasak, aku kurang suka memasak, aku lebih suka bebenah rumah, sampai aku mikir, gimana nanti aku bisa mengurus makanan untuk keluarga kecilku. "
" Kamu akan belajar memasak dengan sendirinya nanti, jangan terlalu risau dengan itu, lagipula tidak semua lelaki menginginkan wanita yang hanya pinter memasak, yang terpenting pinter melayaninya diranjang. " Kata dokter Pram membuat rona wajah Reva tersipu malu.
" Aku mo makan spagetti . " Reva secepat kilat bangkit dari tidurnya. Dokter Pram tertawa.
__ADS_1
" Tapi makananku tidak gratis . "
" Lebih baik kelaparan . " Jawab Reva kesal. Dokter Pram tersenyum.
" Ya sudah, siap-siap menahan lapar, nona cantik. " Dokter Pram beranjak dari tidurnya , turun dari ranjang dan keluar kamar meninggalkan Reva yang masih terdiam di ranjangnya. Rasa lapar mulai menyerangnya, cuma ada minuman mineral di atas meja . Reva turun dari ranjang dan mengambil minuman itu kemudian meneguknya, paling tidak dengan minum tidak akan mati bukan pikirnya konyol. Perut Reva semakin kelaparan ketika mencium aroma spagetti kesukaannya menyebul kuat dalam kamar. Diliriknya dokter Pram yang membawa semangkuk besar spagetti dan segelas jumbo jus mangga. Dasar dokter kurang ajar batun Reva semakin dongkol, Reva lebih baik kamu lapar daripada kamu berbuat dosa dengan calon suami orang batin Reva.
" Sudah lama tidak makan menu seperti ini, ternyata lezat juga . " Kata dokter Pram memakan spagetti dengan supit tanpa menawarkan ke Reva. Reva semakin kesal, diteguknya sebotol air mineral itu sampai habis tanpa menoleh kearah dokter Pram.
" Apalagi udang ...uh manis sekali . " Dokter Pram sengaja memanas-manasi.
" Orang yang suka pamer tapi tidak mau berbagi, hidupnya tidak akan bahagia selamanya. " Kata Reva ketus, dokter Pram cuma tersenyum. Gadis sombong batin dokter Pram.
" Aduh...sambal saus be...s, pedes banget tapi bikin nagih, badan jadi hangat ga dingin lagi, minum jus nya ah. " sruput dokter Pram sengaja menyeruput jus mangga dengan pipet. Tanpa melihat dokter Pram , Reva naik keranjang kemudian menutup badan dan kepalanya pake selimut tebal. Dokter Pram menahan tawanya. Spagetii sebenarnya masih utuh, dokter Pram hanya menyicipinya sedikit. Diletakkannya spagetii di atas meja. Dia berjalan menuju ranjang, dokter Pram naik keranjang kemudian menarik selimut yang menutupi kepala Reva, Reva terkejut.
" Aku mo makai selimutnya juga, berbagi saja . " Kata dokter Pram tenang. Terpaksa Reva membaginya, dokter Pram langsung berbalik badan membelakangi Reva.
" Gud night...Kata dokter Pram. Reva masih cemberut. Dasar dokter gila, sudah kenyang tidur dia. Reva masih belum bisa memejamkan matanya , perutnya yang lapar membuatnya sangat tersisa. Perlahan Reva mendekati dokter Pram untuk melihat apakah dia sudah tidur nyenyak, karena telah terdengar dengkuran halusnya, tangan melambai-lambaikan ke arah wajah dokter Pram yang sepertinya mulai terlelap . Dengan cepat Reva turun dari ranjang, dengan perlahan mengendap-endap bagai pencuri menuju meja makan. Reva membuka tudung saji dan dia sedikit terperanggah setelah melihat spagetii masih utuh, jus mangga hanya sedikit yang diminum. Reva melihat dokter Pram masih tertidur. Dengan sedikit gemetar, tanpa berpikir panjang dia duduk di kursi dan menyantap spagetii lezat itu hingga separuh. Kini perutnya sudah kenyang, Dia juga meminum jus mangganya hingga separuh gelas. Rasanya lega sekali batin Reva. Setelah selesai makan Reva berjalan ke arah kamar mandi, Reva berjalan menuju Bathup, Reva mengisi air hangat, Dia ingin berendam di air hangat untuk membuat tubuhnya rileks. Diambilnya sabun cair dengan harum bunga rosemery dan dituangkan sabun cair itu dalam air di bathup. Reva melepas semua pakaiannya hingga polos, kemudian mulai berendam, matanya dia pejamkan untuk menikmati kehangatan air dengan aroma bunga rose kesukaannya. Hingga Dia tidak menyadari ada sosok yang telah memasuki kamar mandi dengan bertelanjang dada sedang bersedekap mengawasi Reva berendam. Ingin rasanya Dokter Pram ikut berendam dalam bathup itu tetapi niatnya urung. Reva mulai bersenandung merdu dengan masih mata terpejam. Sudah hampir setengah jam dia berendam, Dia mulai membuka matanya dan Dia sangat terkejut melihat dokter Pram yang masih mengawasinya.
" Ini...hantu apa orang ? " Pertanyaan konyol Reva muncul. Dokter Pram hanya diam.
" Ya Alloh, jadi benaran hantu...lirih Reva sedikit ketakutan. Reva termasuk gadis yang tidak takut melihat mahluk halus. Dokter Pram mendekati bathup.
__ADS_1
" Hantu, kamu mo apa ? "
" Mo mandi...dengan cepat dokter Pram masuk ke dalam bathup, Reva hanya bengong .
" Eh..ah...kok ...Dokter Pram mencium bibir Reva yang terbuka. Tangan dokter Pram sembari menggosok punggung Reva dengan busa mandi. Ciuman itu semakin panas hingga membuat gairah keduanya hampir tidak terbendung.
" Dokter...ah...Reva mendesah saat dokter Pram berhasil bermain-main di bagian sensitip Reva, bagian yang terlihat sangat menonjol. Reva semakin menikmati sentuhan itu dan membiarkan dokter Pram mengeksplore seluruh tubuhnya.
" Reva aku menginginkanmu...bisiknya serak sambil menahan hasrat yang masih bisa tertahan. Reva berhasil mencapai kenikmatannya. Reva masih menahan nafasnya yang terengah-engah.
" Revaaaaa....ah...Dokter Pram mencapai kenikmatannya. Mereka keluar dari bathup, dan mulai sibuk sendiri-sendiri untuk membilas busa-busa sabun yang masih menempel di badan mereka tanpa saling bertegur sapa. Dengan cepat Reva mengambil bathrobe yang hanya satu buah dan melangkah meninggalkan kamar mandi. sementara dokter Pram keluar kamar mandi memakai boxer basah. Reva sudah naik ke atas ranjang dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Tanpa ada rasa malu dokter Pram melepas boxernya kemudian melangkah ke lemari untuk mengambil kimono dan memakainya.
" Reva, gantilah bathrobe mu dengan baju tidur di dalam lemari dulu, baru tidur ! " Perintah dokter Pram.
" Aku ngantuk, malas ganti bathrobe, biarlah besok pagi saja kuganti. " Reva menguap berulang kali.
" Kamu memang pengertian, ya sudahlah . " Kata dokter Pram pasrah.
__ADS_1
" gud night dokter...Reva sudah memejamkan matanya. Dokter Pram hanya geleng-geleng kepala kemudian berjalan menuju ranjang. Dia memasuki selimut yang dipakai Reva dan melingkarkan tubuh atletisnya ke tubuh Reva yang meringkuk. Malam mulai bergulir semakin larut, Mereka tidur dengan nyenyak hingga pagi menjelang.