Terjerat Pesona Mantan Istri

Terjerat Pesona Mantan Istri
Tak berguna


__ADS_3

"Dimana orangnya?"


"Didepan tuan."


Samar-samar Alsha mendengar suara dari dua orang yang tengah berbicara didalam sana, sementara tangannya merasakan genggaman kuat Jessy yang terasa basah karena keringat yang berasal dari telapak tangannya.


Alsha jadi berpikir jika saat ini Jessy sama gelisahnya seperti dirinya, bagaimana tidak! Jessy mengatakan jika ia hanya bertemu ayah sebanyak dua kali, saat ia kecil dan saat ia sudah dewasa.


Begitu orang yang dinantikannya muncul didepan mata, mendadak tubuh Alsha membeku, bingung entah harus seperti apa ia bereaksi! haruskah ia menunjukkan betapa bahagianya karena impiannya untuk bertemu sang ayah telah terwujud, atau justru memilih diam seperti sekarang.


Sementara itu Jessy melengos memalingkan wajahnya kearah lain.


"Siapa kalian?" ucapan yang terdengar dingin dan menusuk, membuat kaki Alsha yang hampir terangkat itu seketika melemah.


"A-ayah??!" panggil Alsha, membuat pria paruh baya dihadapannya memicing, dengan dahi berkerut.


"Apa yang kau bicarakan, siapa yang kau panggil ayah?"


"Aku_ aku Alsha, putri Ayah!" Alsha menjawab kaku.


Pria dihadapannya mendengus, menatap Alsha tak suka, "Siapa yang sudah memberitahumu, dan siapa yang sudah menyuruhmu untuk datang kemari,?"


"Aku_" Alsha tergagap, melirik Jessy yang sejak tadi memalingkan wajahnya kearah lain.


"Katakan siapa yang menyuruhmu untuk kemari?" sentak Jodi dengan tangan menggantung menunjuk Alsha.

__ADS_1


"Aku yang membawanya, kenapa memangnya, ada yang salah?" Akhirnya Jessy angkat bicara.


"Kau_"


"Kenapa,? anda kaget karena aku muncul lagi dihadapan anda?"


"Anak sialan! pergi, pergi kamu dari sini." tangannya kembali terangkat, dan terarah menuju pintu keluar, "Keluar, sekarang juga."


"Anda dengar tuan Yanuar Jodi Armansyah, tanpa anda suruhpun aku pasti keluar dari sini, lagi pula siapa yang sudi berlama-lama menginjakkan kakinya ditempat ini, tapi sebelumnya ijinkan gadis ini." memegangi kedua bahu Alsha. "Untuk menghilangkan rasa penasarannya terhadap seorang manusia berkedok binatang seperti anda."


''Kau_"


"Kenapa Anda tidak terima?" Jessy tertawa mengejek, "lucu sekali anda?"


"Keluar!"


"Sebenarnya apa yang terjadi kak, kenapa begini?" tanyanya dengan raut wajah sendu, membuat Jessy ikut menatapnya dengan tatapan iba.


"Dek dengar! laki-laki dihadapan kita ini tidak pernah menginginkan kehadiran kita, jadi kakak harap ini untuk pertama dan terakhir kalinya kamu menginginkan untuk bertemu dengan dia."


"Tapi kenapa, apa alasannya?"


Jessy menunduk kemudian gadis itu menghela napas pelan dan melirik Jodi yang kini memalingkan wajahnya kearah lain.


"Karena kita anak perempuan, dia tidak menginginkan anak perempuan."

__ADS_1


"Memangnya apa yang salah dengan anak perempuan?"


"Sebaiknya pertanyaan itu kamu tanyakan langsung pada orangnya Sha."


Alsha terdiam, namun detik berikutnya gadis itu menoleh untuk kembali menatap Jodi.


"A-ayah memangnya apa yang salah dengan kami, bukankah kami ini sama-sama anak ayah, lalu_"


"Keluar!" sentak jodi, dengan tatapan nyalang, membuat Alsha membeku.


"Apa karena aku anak perempuan, sehingga Ayah tidak pernah menemuiku sejak kecil?" ujar Alsha yang berusaha menahan air matanya yang hampir tumpah.


"Memangnya apa bedanya, bukankah kita sama-sama anak ayah?"


"Tentu saja beda, kalian berdua tidak berguna."


Deg!


"Ayah?"


"Berhenti memanggilku dengan sebutan ayah, dan pergilah dari sini sekarang juga sebelum kesabaranku habis."


"Ayok Sha kita pulang, jangan biarkan dirimu semakin dipermalukan oleh dia." ucap Jessy yang kemudian menarik lengan Alsha meninggalkan tempat tersebut.


*

__ADS_1


*


__ADS_2