
"Bagus, jadi begini kelakuanmu yang sebenarnya, CK benar-benar gadis murah."
Deg!
Alsha tertegun diambang pintu, saat mendengar ucapan Davin yang begitu menusuk hati.
Hari ini merupakan hari pertama Alsha bekerja, dan di hari pertamanya bekerja Alsha sudah disuguhkan dengan setumpuk pekerjaan, dan mengharuskannya pulang melewati jam yang seharusnya.
"Maaf."
"Cih, maaf kau bilang." Davin berdecih tak suka.
"Saya_"
"Keluar!"
"T-tapi kak_" Alsha tampak panik, ia tidak mungkin tidur diluar malam ini, membayangkan nya saja ia sudah begitu ketakutan, terlebih keadaan diluar sangat tak mendukung, karena selain hujan deras, kilatan petir tampak menggelegar menyambar bumi.
Tanpa mempedulikan Alsha yang memohon, Davin menyeret gadis itu dan mendorongnya keluar gerbang rumahnya.
"Jangan coba-coba masuk, tanpa seijin saya." ujar Davin dengan tanpa perasaan pria itu mengunci pintu, membiarkan Alsha berdiri didepan gerbang dengan tubuh basah kuyup akibat guyuran air hujan yang begitu deras malam itu.
Alsha tak punya pilihan lain, selain tetap berada diluar dan berharap jika Davin sedikit berbaik hati kembali menemuinya dan membiarkan dirinya masuk, namun hingga malam tiba, Davin tak kunjung keluar, hingga pada akhirnya Alsha tergeletak pingsan.
*
Alsha terbangun dengan tubuh yang terasa menggigil, gadis itu menoleh kesekitarnya tak ada siapapun disana, pelan ia mengumpulkan seluruh kesadarannya, hingga ingatannya kembali pada kejadian tadi malam saat Davin dengan tega mengusirnya.
"T-tapi kenapa aku bisa ada disini?" gumamnya pada diri sendiri, dan bergegas menyibak selimut yang menutupi tubuhnya yang berada diatas sofa yang terletak diruang tengah.
"Non sudah bangun?" ujar seorang wanita paruh baya yang membawa sebuah nampan berisi semangkuk bubur dan segelas air putih diatasnya.
__ADS_1
"Euhmz_"
"Kenalkan non, saya Tati, mulai hari ini saya akan bekerja dirumah ini." ujar wanita tersebut.
"Maaf, Semalam saya yang menggantikan baju non Alsha, karena baju non Alsha basah."
"Jadi_ Semalam bibi_"
"Iya non."
"Lalu yang membawa saya kesini siapa bi?"
"Euhmz itu_ itu saya juga non."
Alsha mendesah pelan, dalam hati ia merutuki dirinya sendiri yang telah lancang berpikir bahwa yang membawanya semalam adalah Davin, suaminya.
"Apa kak Davin sudah berangkat bi?" tanyanya mencoba menutupi kesedihannya.
"Dari semalam Tuan belum pulang non."
"Iya, setelah saya sampai disini, dan memberi tahu apa saja tugas saya tuan Davin keluar, dan belum kembali sampai sekarang."
Deg!
"Yasudah bi, terimakasih ya." ujar Alsha pada akhirnya.
"Sama-sama non, kalau non Alsha butuh sesuatu jangan sungkan panggil saya saja ya, saya mau kebelakang dulu non."
"Baik Bi."
Alsha tersenyum getir, menatap kesembarang arah, air matanya jatuh membasahi kedua pipinya.
__ADS_1
Apa sebegitu bencinya kah Davin terhadap dirinya, sehingga ia tega membiarkan dirinya tinggal bersama orang asing yang bahkan belum pernah bertemu dengannya sebelumnya, terlebih saat dirinya dalam keadaan pingsan.
Tidak adakah rasa khawatir sedikit saja mengenai keselamatan dirinya, batin Alsha.
*
"Al, semalam kamu kemana sih, aku telponin kok nggak aktif, aku khawatir tahu." ujar Merry pagi ini.
Ya, pagi ini Alsha memutuskan untuk tetap bekerja, ia tidak ingin jika ia dikeluarkan hanya karena baru satu hari bekerja dia sudah meliburkan diri.
"Euhmz, semalam aku lupa ngabarin kamu Merr, sorry ya kayaknya ponsel aku sedikit eror." bohong Alsha, tidak mungkin ia mengatakan jika ponselnya tertinggal didepan pintu saat Davin mengusirnya semalam.
"Aku pikir kamu kenapa-kenapa, sorry kemarin aku tinggal pulang duluan, soalnya pak Chandra bilang kerjaan kamu masih banyak."
"Iya Merr, semalam aku pulang hampir jam delapan nan."
"Wah, ngeselin juga ya pak Chandra! masa anak baru disuruh langsung lembur, oh iya Al gimana rasanya jadi sekertaris pak Chandra, elah Al secara dia ganteng banget gitu, nggak sih?"
''Biasa aja." jawab Alsha sekenanya, karena pada kenyataannya ia memang sama sekali tidak tertarik dengan Bosnya tersebut.
"Ih Alsha nggak seru deh."
"Ya gimana menurut aku biasa aja kok."
"CK, kalau menurut aku dia itu paling tertampan diantara yang lain Al, masa kamu nggak tertarik sih."
Alsha men desah, seandainya Merry tahu, bahwa Davin suami iblis nya jauh lebih tampan dari Chandra entah apa yang akan gadis itu lakukan, bisa-bisa ia berteriak atau mungkin lebih dari itu, batin Alsha.
"Tuh kan ngelamun, mulai mikirin ucapan aku barusan kan, benar kan kalau pak Chandra itu ganteng pakai banget." goda Merry yang membuat Alsha terkekeh pelan.
"CK, ayok ah masuk, sebenarnya pak Chandra galak lho kalau mau tahu." bisik Merry kemudian keduanya terkekeh bersama.
__ADS_1
*
*