Terjerat Pesona Mantan Istri

Terjerat Pesona Mantan Istri
Plin-plan


__ADS_3

"Lho Alsha kamu kemana saja, saya dari tadi nyariin kamu lho, mana saya telponin ponsel kamu tidak aktif lagi."


"Maaf pak, ponsel saya mati! tadi saya lihat-lihat kebelakang gedung, tempatnya indah, jadi saya malah keenakan berlama-lama disana." balas Alsha yang terpaksa berbohong.


"Begitu rupanya, saya pikir kamu kemana! tapi sekarang saya lega karena kamu sudah disini, eh tapi wajah kamu kok kayak yang ketakutan begitu, Alsha apakah ada yang menyakitimu?"


"Tidak pak sama sekali tidak ada."


"Kamu yakin.?"


"Iya pak."


"Oh iya, cuaca malam ini cukup dingin, jadi kita langsung pulang saja ya, saya khawatir kamu sakit."


"Baik pak."


"Tapi sebelumnya saya mau berpamitan dulu pada pak Dimar, kurang sopan rasanya jika tiba-tiba pergi."


"Yasudah kalau begitu ayok pak, saya juga mau sekalian berpamitan."


Chandra mengalihkan pandangannya kekiri dan kekanan mencari sosok Dimar yang ternyata sedang mengobrol dengan seseorang yang tengah duduk dengan posisi membelakanginya.


"Itu dia pak Dimar, ayok Sha."


Alsha mengikuti langkah Chandra menghampiri meja keberadaan Dimar.

__ADS_1


"Kenapa Ndra?" Dimar yang melihat Chandra mendekatpun lebih dulu bertanya, membuat seorang pria yang duduk dihadapannya menoleh hingga pandangan mereka bertemu.


Bukan hanya Alsha yang kaget, tetapi Chandra pun demikian, pria itu bahkan tanpa sadar mundur satu langkah membuat Dimar yang memperhatikannya merasa kebingungan sendiri.


"Kalian saling kenal kan, Rima bilang waktu SMA kalian teman satu kelas dulunya."


"Ah itu_ iya om, om benar! kami memang satu kelas." Chandra menjawab dengan santai, membuat Davin melengos muak.


"Oh iya om, kami pamit pulang dulu, kasihan Alsha sepertinya sudah kedinginan."


"Yasudah silahkan, kamu benar! sepertinya gadis cantik ini memang kedinginan, lihat saja wajahnya sedikit pucat."


"Kami pamit pak." kini Alsha yang berucap.


*


Alsha yang terlihat jauh lebih berisi, Alsha yang tampak semakin cantik, lalu Alsha yang semakin berani, membuatnya tiba-tiba didera perasaan ingin memaksanya kembali ke sisinya.


Dan rasa tak rela saat Alsha banyak diperhatikan oleh pria lain, ia benci semua pria yang mendekati Alsha terutama Chandra, teman yang kini menjadi musuhnya.


"Lihatlah sibrengsek ini! dia memanggil kita jauh-jauh yang bahkan sedang sibuk-sibuknya bekerja hanya untuk menemaninya memandangi bangunan itu, CK dia pikir kita sekurang pekerjaan itu apa?" gerutu Tommy sembari menendang kaki meja yang berada didekatnya.


"Minumlah, aku tahu kau kesal! karena akupun merasakan hal yang sama denganmu." ujar Liam sembari menyodorkan minuman dinginnya didepan wajah Tommy.


"Kelak jika kalian bercerai dan masih mengharapkan mantan istimu kembali kejarlah dia dengan layak, jangan seperti orang itu, yang memilih diam memandanginya dari kejauhan, dan sangat merepotkan." Tommy kembali meluapkan kekesalannya.

__ADS_1


Sementara disampingnya Miko hanya terkekeh sembari menepuk-nepuk pundak Tommy yang terlihat semakin kesal, bagaimana tidak! disaat mereka sedang sibuk-sibuknya beberapa menit yang lalu Davin menelpon dan meminta ketiga sahabatnya untuk segera datang kesebuah Cafe yang berada didepan perusahaan AM'group.


Mereka pikir telah terjadi sesuatu dengan Davin hingga rela meninggalkan pekerjaannya begitu saja, nyatanya saat tiba disana, mereka hanya disuruh makan dan menemaninya untuk duduk.


"Jadi bagaimana Dav, kau itu sebenarnya mau pilih siapa, Alsha atau Sera! CK plin-plan sekali kau ini." ucap Miko.


"Iya Dav, tentukan pilihanmu." Liam menimpali.


Sementara itu Davin tak menjawab, fokusnya masih tertuju pada gedung dihadapannya.


"Percuma saja berbicara dengan dia, tidak akan direspon! agak lain memang!"


"CK, kalian berdua memang berisik! asal kalian tahu, ibuku dilarang menemuinya sebelum bisa membawa dia kembali."


"Kau serius Dav?" seru Miko hanya yang hanya dijawab dengusan kasar oleh Davin.


"Ini bukan hanya akal-akalan kau saja kan,?" Tommy kembali berucap.


"Apa maksudmu?"


"Ya, kau berakting dengan mengatasnamakan ibumu untuk menjerat Alsha lagi, padahal sebenarnya kau sendiri yang menginginkannya."


"Omong kosong!"


"CK, biarkanlah sibodoh ini mengatakan apa yang menurutnya benar saja." sambung Tommy yang kemudian beranjak dari kursinya.

__ADS_1


*


*


__ADS_2