Terjerat Pesona Mantan Istri

Terjerat Pesona Mantan Istri
Kembali


__ADS_3

Dua minggu berlalu, Davin tak juga muncul dihadapannya, membuat Alsha benar-benar merasa jika perhatian Davin diwaktu lalu adalah sebuah permainan semata pria tersebut untuk menambah luka dihatinya.


Davin benar-benar hilang bagai ditelan bumi, tanpa pamit juga tanpa kabar darinya.


Inara tak pernah membahas soal kemana Davin pergi, Alsha sendiri memilih diam tanpa berniat untuk bertanya, membiarkan kesalahpahaman dihatinya terus berlanjut.


Tak hanya Davin yang tak pernah datang, akan tetapi sama halnya dengan Evan, diwaktu yang sama pemuda tersebut tak pernah pulang kerumah atau bahkan sekedar menjahilinya seperti biasa.


"Ini untuk Alsha, jangan lupa nanti gaunnya dipakai ya!" ujar Inara sembari meletakkan sebuah paper bag berwarna coklat disamping Alsha.


"Gaun apa ma?" tanyanya, sembari menyentuh ujung paper bag tersebut.


"Menurut mama sih gaunnya sangat cantik, pokoknya Alsha harus pakai ya."


"Tapi untuk apa ma?"


"Begini lho sayang, nanti malam ada acara makan malam di restoran GitaRizkia, bareng papa sama mama juga."


"Begitu ya ma?"


"Iya, pokoknya dandan yang cantik ya."


Meski bingung Alsha memilih mengangguk mengiyakan.


*


"Bagaimana sayang sudah siap?" tanya Inara saat melihat Alsha yang sudah keluar dari kamarnya, gadis itu tampak cantik dengan gaun berwarna gold tanpa lengan dengan panjang diatas mata kaki.

__ADS_1


"Sudah ma."


"Cantik sekali, anak itu benar-benar pintar memilihkannya."


"Maksud mama siapa yang memilihkan ma?"


Inara tak menjawab, wanita itu hanya tersenyum sembari merangkul pundak Alsha dan membawanya menuju mobil.


Sesampainya di Resto GitaRizkia, Inara menyuruh Alsha untuk menunggu disalah satu meja yang ternyata sudah tersedia berbagai macam menu makanan yang ia sukai tak lupa ada beberapa lilin yang menyala ditengah-tengah meja tersebut yang terkesan hangat dan romantis.


Sesaat Alsha terpaku, hingga tanpa ia sadari Inara dan juga Adnan tak lagi bersamanya, berganti dengan sosok pria tampan dengan setelan jas yang senada dengan gaun yang saat ini ia pakai.


"K-kak Davin?" ucapnya lirih, yang masih dapat didengar oleh pria tersebut.


Pria itu berjongkok dihadapan Alsha, kemudian mengeluarkan sebuah kotak beludru berwarna merah yang berisi sebuah cincin berlian yang begitu cantik.


Deg!


Alsha menutup mulutnya dengan kedua mata yang berkaca-kaca, ia seperti sedang bermimpi diwaktu sore tanpa sempat tidur terlebih dahulu.


"Aku mohon Alsha, kembalilah padaku! aku sangat mencintaimu, aku berjanji akan menghapus semua kenangan menyakitkan dimasa lalu dengan cinta yang aku miliki saat ini."


"Aku_ kemana saja kak Davin selama dua minggu ini?" diluar dugaan Alsha justru malah membahas hal lain, membuat ketegangan diwajah Davin sedikit berkurang, lalu pria itu menunduk dan beringsut agar lebih dekat dengan Alsha.


Davin mendongak, sembari menyentuh kedua tangan Alsha yang kemudian ia bawa kedalam genggamannya.


"Maaf untuk beberapa hari ini, ada begitu banyak masalah dikantor, dan aku tidak bisa meninggalkannya."

__ADS_1


"Bukan karena sibuk bertemu kak Sera kan?"


Sesaat Davin tertegun, namun detik kemudian ia mengulas senyum membuat Alsha tampak kesal.


"Kamu cemburu dengan Sera?"


"Aku tidak mengatakannya."


"Aku suka dicemburui begini, itu tandanya kamu peduli padaku."


"Aku tidak_"


"Aku mencintaimu Alsha, sangat mencintaimu! aku ingin pergi dari masalalu dan hidup bahagia denganmu dimasa sekarang dan juga masa depan."


"Kak, apakah semua kata-kata kak Davin bisa dipercaya?"


"Kamu boleh meninggalkanku jika aku bermain-main dengan kata-kataku barusan, aku hanya meminta satu kali kesempatan, karena aku tidak akan menyia-nyiakanmu lagi."


"Alsha dengar! dihatiku saat ini sudah terisi penuh olehmu, tidak akan ada celah untuk wanita lain, percayalah!"


"Aku mohon kembalilah kesisiku Alsha.?"


"Bagaimana?" lanjut Davin saat Alsha hanya diam menatapnya.


"Baiklah." jawaban Alsha pada akhirnya, membuat Davin tertawa, tawa yang dipenuhi air mata, sebagai tanda bahwa saat ini ia begitu bahagia yang tak bisa digambarkan oleh apapun.


*

__ADS_1


*


__ADS_2