Terjerat Pesona Mantan Istri

Terjerat Pesona Mantan Istri
Hukuman


__ADS_3

Didepan jendela kaca yang terhubung langsung dengan taman belakang, Davin berdiri angkuh dengan kedua tangan yang berada disaku celananya menatap Alsha dari dalam.


Tersenyum penuh kepuasan saat melihat gadis yang ia anggap paling dibencinya itu beberapa kali mengusap peluh didahinya dibawah sorot lampu yang menyala.


Hari mulai semakin gelap, sudah dua jam lamanya Alsha berada disana, bahkan gadis itu tampak sudah sangat kelelahan, terlihat dari wajahnya yang mulai pucat dan gerakan tangan yang mencabuti rumput itu mulai melemah.


"Kita lihat sejauh mana kau kuat bertahan menjadi istriku, Alsha Zanita Batari." gumam Davin lalu berjalan menuju kamarnya untuk mandi dan beristirahat.


Sementara itu entah sudah berapa lama yang Alsha rasakan berada disana, namun Alsha merasa malam sudah semakin larut, bahkan ia sudah kedinginan dan perutnya terus berbunyi meminta diisi.


Beberapa kali ia menoleh, berharap jika Davin sedikit bermurah hati menghentikan hukumannya dan menyuruhnya untuk masuk dan beristirahat, namun sepertinya harapan hanyalah harapan, karena sampai kini Davin tak juga menunjukkan batang hidungnya membuat Alsha nekat untuk masuk, karena lututnya sudah tak mampu lagi berjongkok karena terasa kebas akibat kesemutan.


Alsha menghela napas lega saat tak menemukan keberadaan Davin didalam rumah, wajar saja pikirnya karena saat ini jam sudah menunjukkan pukul 22:01 malam, mungkin Davin berada dikamarnya atau mungkin saja sudah terlelap, pikir Alsha.


Setelah mandi dan mengganti pakaiannya Alsha merebahkan tubuhnya diatas satu-satunya karpet yang berada dikamar tersebut.


Berulang kali ia mencoba memejamkan kedua matanya, namun nampaknya tak berhasil, rasa lapar dan haus membuatnya gelisah dan sulit untuk tidur.


Dan satu-satunya pilihan adalah ia harus bangun lalu pergi kedapur untuk mencari sesuatu yang dapat dimakan.


Dengan langkah gontai Alsha berjalan menuju dapur, namun sialnya tak ada makanan apapun disana, begitupun didalam kulkas, selain hanya satu buah mie instan miliknya yang ia beli beberapa hari yang lalu.

__ADS_1


Tak ada pilihan lain, akhirnya Alsha pun memutuskan untuk memasaknya dan membawanya ke meja makan, tanpa ia sadari seseorang terus memperhatikannya sampai ia selesai makan.


Selesai makan Alsha beranjak untuk membersihkan peralatan dapur yang baru saja ia pakai untuk merebus mie, lalu membuang bungkus mie tersebut kedalam tong sampah.


Namun gerakan tangan Alsha terhenti saat melihat ada begitu banyak makanan yang dibuang ke tong sampah.


Melihat semua itu Alsha hanya bisa menghela napas berat, saat menyadari jika mungkin hal itu adalah perbuatan suaminya.


Sebegitu bencinyakah Davin terhadap dirinya, pikir Alsha dengan perasaan sedih, lalu gadis itu berbalik hendak kembali kekamar.


Brukkk!


"Kak_ ma-maaf kak, saya nggak sengaja." lirih Alsha saat mengetahui siapa yang telah ia tabrak barusan.


"Berani sekali kau mengabaikan hukuman dariku, katakan! kenapa kau meninggalkan taman?" sentak Davin dengan tatapan nyalang.


"M-maaf kak, sa-saya lapar!"


"Kalau begitu sekarang kau ikut denganku, akan kuganti hukumanmu." menarik paksa tangan Alsha membuat gadis itu meringis dengan tubuh yang terseok-seok saat mengimbangi langkah Davin yang cukup lebar.


"Kak, kita mau kemana?" pekik Alsha saat Davin membawanya menuju kamarnya.

__ADS_1


Davin menoleh dan menghempaskan tangan Alsha dengan kasar hingga membuat tubuh gadis itu terhuyung kebelakang.


"Menurutmu mau kemana?" ujar Davin sembari mendorong tubuh Alsha hingga merapat ke daun pintu kamar lalu mengungkung tubuh mungil itu dengan kedua tangannya yang ia letakkan dikedua sisi tubuh Alsha.


"S-saya,_" tenggorokan Alsha tercekat saat merasakan hembusan hangat napas Davin yang menerpa wajahnya karena posisi mereka saat ini begitu dekat.


Davin sendiri kini memalingkan wajahnya saat menyadari posisi mereka yang terlalu intiim, lalu tangannya bergerak membuka handle pintu dan mendorong gadis itu kedalam kamarnya.


Deg!


Alsha melebarkan matanya, saat melihat Davin yang dengan santainya membuka pakaian bagian atasnya lalu naik ketempat tidur dengan posisi tengkurap.


"Gadis Bodoh! apa yang kau tunggu?" sentak Davin saat melihat Alsha masih terbengong-bengong ditempatnya.


"S-saya_" gadis itu mengerjap bingung.


"Pijat aku sampai aku tertidur." ucap Davin tegas, seolah tak ingin dibantah.


*


*

__ADS_1


__ADS_2