Terlilit Takdir Cinta

Terlilit Takdir Cinta
Siapa Wanita Ini?


__ADS_3

Jam dua belas malam, Bisma terbangun dan refleks meraba kasur. Pria itu membuka mata dan memicingkannya saat ia tidak melihat siapa pun berbaring di sampingnya. Bisma kemudian mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan bergumam, "Aku ada di galeri lukisnya Chelsea ternyata. Sial! Di mana Nisita?" Bisma sontak bangun dan tertegun saat ia melihat ada bercak darah di sprei.


"Kenapa ada bercak darah di seprei? Kenapa aku tidak menemukan bercak darah seperti ini saat aku bersama dua wanita sebelum Nisita dan kalau Chelsea, ia memang sudah tidak perawan saat menikah denganku dan aku menerima Chelsea apa adanya. Sial! Apa ini artinya Sita benar-benar masih suci? Pantas saja ia terasa beda dan sangat luar biasa. Sial! Di mana dia sekarang?" Bisma langsung bangkit dan memakai kembali kaos dan celana kolornya dengan tergesa-gesa.


Bisma celingukan saat dirinya sudah keluar dari galeri ruang seni istri cantiknya. "Kenapa sepi? Apa Nisita udah balik ke kamarnya?"


Bisma seketika melupakan istri pertamanya. Yang ada di benaknya saat ini adalah istri keduanya yang baru saja ia nikahi kemarin lusa.


Bisma masuk ke dalam kamarnya Nista tepat di saat jam dinding di kamar itu berdetak sebanyak satu kali, teng!


Bisma tersentak kaget dan seketika itu ia teringat akan istri pertamanya, "Sial! Kenapa aku bisa ketiduran di galeri seni? Chelsea pasti marah saat ini" Pria super tampan itu langsung berputar badan dan berlari ke kamarnya. Dia menemukan istri cantiknya telah tidur meringkuk di dalam selimut.


Chelsea belum tidur. Bagaimana bisa seroang wanita tidur nyenyak setelah ia menyaksikan sendiri suaminya menikmati wanita lain dengan penuh antusias. Wanita cantik itu hanya pura-pura tidur karena dia masih malas melihat wajah suaminya yang bisa-bisanya ketiduran dan melupakan dirinya.


Saat Bisma naik ke atas ranjang, Chelsea bisa mencium bau sabun dan rempah yang menempel di tubuh Nisita. Chelsea hapal bau sabun dan rempah itu karena dia sendiri yang memilih dan menyiapkannya. Seketika Chelsea membuka mata, mendorong Bisma yang memeluknya sambil berteriak, "Mandi dulu sana! Kamu bau, Mas!"


"Mana ada bau, aku wangi. Mana pernah aku bau"


"Keringat wanita breng.....emm, maksudku wanita itu menempel di badan kamu. Bersihkan diri kamu sana!"


Bisma bangkit dan melangkah untuk masuk ke kamar mandi. Di bawah guyuran air hangat, Bisma terus memikirkan Nisita, tapi dia tidak berani bertanya ke Chelsea. Dia takut membuat Chelsea sedih kalau tahu ia menanyakan Nisita.


"Aku rasa Sita baik-baik saja. Dia baru sekali tidur denganku dan belum hamil, jadi Chelsea nggak akan ngapa-ngapain dia dan nggak akan memulangkannya. Aku masih bisa bertemu Sita nanti" Gumam Bisma lirih di bawah guyuran air hangat yang keluar dari shower.

__ADS_1


Namun, Bisma.salah besar. Kecemburuan Chelsea membuat wajah Nisita lebam terkena tamparan anak buahnya Chelsea.


"Kenapa saya ditampar terus seperti ini?!" Nisita mendelik ke pria yang menyeringai di depannya.


"Karena kamu sudah lancang membuat Tuan Bisma ketiduran di samping kamu. Itu membuat Nona kami marah besar. Jangan kau ulangi lagi! Lusa kau harus melayani Tuan Bisma lagi dan jangan membuat Tuan Bisma ketiduran lagi seperti malam ini!" Lalu pria mengerikan itu pergi meninggalkan Nisita di ruang itu dan menguncinya dari luar.


Nisita duduk bersimpuh di lantai dan sambil mendesis kesakitan ia meraba pelan kedua pipinya sambil bergumam, "Kenapa aku yang harus disalahkan kalau Tuan Bisma ketiduran di sebelahku?"


Saat Bisma melangkah keluar dari dalam kama mandi, Chelsea mencium wangi sabun dan shampo favoritnya. Dia yang memilihkan wangi sabun dan shampo untuk suaminya, jadi dia hapal wanginya dan wangi itu membuat dirinya bergairah.


Chelsea bangkit dan duduk di atas pangkuan suaminya saat suaminya telah duduk di tepi ranjang. Chelsea langsung mengajak suaminya untuk berciuman. Saat Chelsea memainkan tangannya di bawah, Bisma menggenggam tangan Chelsea dan berkata dengan meringis, Jangan malam ini, Sayang. Aku capek banget"


Chelsea langsung memukuli dada Bisma sambil memekik kesal, "Kau penuh antusias bermain dengan Nisita, Tapi kau menolak aku?"


Chelsea menepis kedua tangan Bisma dan berkata, "Apa kamu mencintainya Nisita, Mas?"


"Astaga! Kenapa kamu berpikiran seperti itu? Aku hanya mencintai kamu, Sayang" Bisma kembali menangkup wajah Chelsea yang sangat cantik bak bidadari kahyangan yang ada di buku dongeng.


Chelsea mendelik ke Bisma dan menepis kedua tangan Bisma, lalu berkata, "Tapi, kenapa kau sangat antusias tadi. Bahkan kau memekik sebanyak tiga kali. Kau bermain sebanyak itu dengan Nisita. Kau tidak pernah seperti itu dengan Anisa dan Catur. Kau bahkan tidak bermain sebanyak itu denganku akhir-akhir ini. Kau tidak pernah......... hmpppthhhh" Bisma dengan terpaksa membungkam bibir Chelsea yang terus nyerocos tanpa henti dengan bibirnya dan dengan terpaksa pula akhirnya dia meladeni permainan Chelsea di atas ranjang. Lebih gelap gilanya lagi, Chelsea menuntut permainan yang sama saat Bisma bermain dengan Nisita. Stamina yang sama dan antusias yang sama.


Bisma langsung ambruk di atas dada Chelsea di ronde ketiga dan berasa pingsan. Namun, Bisma sempat mendengar gumaman-gumaman lirihnya Chelsea, "Aku masukkan Sita ke paviliun belakang dan aku nggak akan kasih tahu kamu. Aku yakin kamu nggak bakalan berani nanya ke aku di mana Sita dan sebelum jadwal kalian berdua tiba, aku nggak akan pertemukan kalian berdua. Aku percaya sama kamu, Mas, tapi aku nggak percaya sama keadaan"


Bisma berkata di dalam hatinya di sisa-sisa kesadarannya, siapa Chelsea sebenarnya? Kenapa aku tiba-tiba merasa kalau ada yang disembunyikan oleh Chelsea selama ini. Apa aku salah mencintai dia selama ini? Apa aku salah menikahi dia terlepas dia ternyata mandul atau tidak.

__ADS_1


Keesokan harinya, Bisma bangun dan langsung mandi, kemudian membangunkan Chelsea dengan kecupan di kening, hidung dan bibir Chelsea, seperti biasanya. Chelsea membuka mata dengan senyum cerah dan langsung berkata, "Selamat pagi, Bisma. Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu"


Bisma yang mulai ada keanehan di diri Chelsea hanya bisa menjawab, "Hmm dan berkata cepat mandi dan sarapan. Aku menunggumu. Kalau tidak aku akan telat pergi ke kantor dan kamu telat ke galeri lukis kamu"


"Nanti, temani aku pesan kue tart,ya?!"


"Kue tart? Untuk apa?"


"Besok, kan ulang tahunku. Aku berencana menggelar pesta di sini. Kamu lupa, ya, sama rencana kita"


Astaga! Aku lupa soal ini. Batin Bisma.


Lalu, pria itu meringis, memeluk pinggang Chelsea dan berkata, "Aku nggak lupa. Tentu saja aku nggak lupa. Aku cuma ngetes kamu aja tadi" Lalu Bisma mengecup bibir Chelsea dan menepuk pantat Chelsea sambil berkata, "Cepat mandi!"


Chelsea terkikik geli dan berlari ke kamar mandi dengan tawa riang.


Bisma mengirim pesan text ke Ray, "Nisita ada di paviliun belakang. Tolong cari tahu keadaannya"


Setengah jam kemudian di meja makan, Bisma berkata, "Kita ke kantor polisi dulu..Polisi mengundang kira untuk meminta keterangan dari kira"


"Soal dua istri kedua kamu sebelumnya yang ditemukan mati, ya?"


"Darimana kamu tahu? Aku belum kasih tahu ke kamu soal ini" Bisma menautkan kedua alisnya di depan Chelsea.

__ADS_1


__ADS_2