Terlilit Takdir Cinta

Terlilit Takdir Cinta
Kejutan Lagi


__ADS_3

Dua jam kemudian, Nisita memarkirkan mobil mewahnya Bisma Mahesa yang dia pinjam untuk menjalankan misi balas dendamnya pada Chelsea Maheswari Mahesa itu, di tempat yang tersembunyi. Kemudian ia berjalan kaki menuju ke sebuah rumah yang sangat besar dengan benteng yang tinggi dan Kokoh.


Dengan lengan bersedekap dan pundak bersandar di dinding luar gedung perkantoran tinggi dan megah yang terletak di tikungan.


Wanita berparas manis dengan rambut keriting bergelombang itu bersandar di tembok dengan mempertimbangkan pilihan-pilihannya.


Ada tiga pilihan yang bercokol di otaknya yakni, masuk dan langsung memuntahkan seluruh peluru di pistolnya ke tubuhnya Chelsea, atau masuk secara diam-diam lalu memithing Chelsea dari arah belakang sampai pingsan dan membawa Chelsea ke tempat sepi untuk ia aniaya sampai puas, dan pilihan terakhir mengajak Chelsea berduel sampai Chelsea menghembuskan napas terakhirnya barulah ia memanggil Letnan Cantika dan timnya.


Nisita sudah tahu semua kebusukan Chelsea Maheswari Mahesa. Chelsea Maheswari Mahesa memiliki prostitusi anak di bawah umur yang terselubung di klub malam. Chelsea juga memiliki bisnis narkiba. Cuma Nisita masih belum bisa mengetahui si Mister X, pria yang selama ini mendukung Chelsea Maheswari Mahesa di balik layar.


"Apakah Mister X itu juga si pembunuh bertopeng yang selama ini aku cari?" Gumam Nisita sambil melangkah ke gerbang depan istananya Chelsea Maheswari Mahesa, mungkin. Karena wanita itu sendiri juga belum tahu secara pasti siapa pemilik rumah megah bak istana itu.


Nisita kemudian berbalik badan dan berjalan cepat ke mobil sambil bergumam, "Aku cari sesuatu di dalam bagasi mobil saja untuk masuk ke istana ini lewat tembok belakang"


Nisita tersenyum lebar saat ia menemukan tali dadung yang cukup panjang. Lalu, ia bergumam, "Kenapa ada tali dadung sepanjang ini di mobilnya Mas Bisma? Untuk apa seorang CEO yang selalu berkerja di kantor menaruh tali dadung di mobilnya? Dia bukan tukang kebun atau kuli bangunan, kan? Ah! Bodo amat! Yang penting aku bisa pakai tali untuk masuk ke istana itu"


Setengah jam kemudian, Nisita telah menapakkan kedua telapak kakinya di atas rumput istana megah yang belum ia ketahui istana siapa ini. Namun, yang pasti Chelsea Maheswari Mahesa ada di dalam dan tengah menunggu kedatangannya Bisma Mahesa di dalam.


Namun, langkah Nisita dihadang seorang laki-laki yang berkata, "Anda telah nekat masuk ke rumah ini lewat belakang dengan tidak sopan. Apa niat Anda masuk ke sini?"


Sial! Tetap saja aku ketahuan. Batin Nisita dengan kesal.


Lalu, wanita berparas manis itu tersenyum dan berkata, "Chelsea Maheswari Mahesa mengundangku ke sini dan dia tidak ingin aku masuk dengan cara yang biasa. Dia ingin melihat aku masuk dengan cara yang tidak biasa"

__ADS_1


"Anda sangat mengenal Nona muda kami. Nona muda kami memang menyukai hal yang ekstrem"


Paham dong. Aku udah meretas akun Chelsea. Jadi, aku kenal betul siapa nona muda kamu, itu. Dasar brengsek. Batin Nisita.


"Kalau begitu mari ikut saya. Tapi, maaf sebelumnya, saya harus menggeledah Anda di private room dulu" Pria itu menyusuri ujung kepala Nisita sampai ke ujung sepatunya Nisita dengan seringai penuh arti.


Sial! Dia pasti ingin melecehkan aku di private room itu dengan dalih menggeledah aku. Dan sialnya lagi, ada pistol di tas pinggang. Batin Nisita.


"Lalu, setelah penggeledahan selesai, saya akan membawa Anda menemui Mister X terlebih dahulu sebelum mempertemukan Anda dengan Nona muda kami" Sahut pria gagah dan kekar itu. Badan pria itu mirip dengan Bisma Mahesa, namun Bisma Mahesa jauh lebih tampan dari pria itu.


Nisita bergeming dan menatap pria di depannya dengan wajah datar.


"Anda tidak keberatan, kan, Nona, emm, siapa nama Anda?"


Pria itu berkata, "Saya, Hugo. Saya rasa saya perlu memperkenalkan nama saya sebelum saya menggeledah Anda, Nona Sita"


"Ide bagus" Sahut Nisita dengan senyum lebar yang dipaksakan.


Yeeaahh! Sebelum balas dendamnya terwujud, ia memang harus menghadapi beragam bentuk dan jenis manusia brengsek dan hina semacam ini. Karena Chelsea Maheswari Mahesa bergelut di dunia hitam. Batin Nisita sambil mengekor langkah pria yang dari belakang mirip dengan Bisma Mahesa itu.


Sesampainya di sebuah kamar yang tidak begitu luas, lelaki itu memperhatikan Nisita kembali dengan sangat saksama, mulai dari rambut keriting bergelombang, hingga ke jaket denim, lalu ke celana panjang jins yang robek di bagian lutut, kemudian ke sepatu sneaker Nisita.


Lelaki itu kemudian bersedekap dan berkata, "Kau manis Nona. Kau juga memiliki tumbuh ramping yang sangat bagus. Aku menjadi sangat antusias mengeledah kamu. Aku harus memulainya darimana" Pria itu menyeringai penuh arti dan dhuag! Nisita langsung menendang dagu pria itu hingga kepala pria itu terhempas ke belakang, menghantam tembok dengan sangat keras hingga pada akhirnya, pria itu jatuh pingsan tak berdaya di atas lantai kamar yang tidak begitu luas itu.

__ADS_1


Kemudian Nisita keluar dan mengunci pintu kamar itu dari arah luar dan memilih belok kanan menyusuri lorong yang bisa dipakai berjalan dua orang secara beriringan.


Di ujung lorong, Nisita menemukan sebuah pintu dan wanita itu sontak mengumpat kesal karena lorong yang ia pilih ternyata lorong buntu. Di saat ia hendak berbalik badan, ia melihat pintu terbuka dan seorang pria tersenyum di depannya, "Selamat datang Nona Nisita. Silakan masuk! Bos kami sudah lama menunggu kedatangan Anda"


Nisita mengumpat kesal, sial! Bos yang dari maksud apakah itu Chelsea?


Bisma membuka kedua matanya dengan panik saat tangannya menemukan ranjangnya kosong. Pria tampan itu kemudian melompat turun dari ranjang untuk memakai kembali semua bajunya dan melesat keluar dari kamar saat ia melihat pintu kamar mandi terbuka lebar.


Sesampainya ia di kamarnya, dia juga tidak menemukan Nisita di sana.


Bisma kembali berlari ke kamarnya Nisita saya ia mendengar suara tangisannya Mikha yang sangat kencang.


Saat Bisma merengkuh bayinya ke dalam pelukannya, ia menemukan secarik kertas yang terlipat rapi.


Bisma membuka secarik kertas dengan tangan kanannya sambil menimang-nimang bayinya yang sudah reda tangisannya.


Bisma kemudian berlari turun sambil mendekap Mikha dan meremas kertas yang ia temukan.


Nisita terhenyak kaget di kursi saat ia bersitatap dengan papa kandungnya.


Kenapa Papa masih hidup? Harusnya aku senang, kan? Tapi, kenapa saat ini aku justru bergidik ngeri menatap Papa. Pria ini pria yang kebetulan sangat mirip dengan Papa atau pria ini memang Papaku? Kenapa harus ada kejutan lagi di hidupku? Kejutan yang sangat tidak mengenakkan hati. Batin Nisita.


Dia papa kamu. Bisik peri baik hati di telinganya Nisita.

__ADS_1


Nisita sontak membeku di tempat ia duduk. Dia tidak berani menoleh ke kanan di mana bisa dipastikan ada peri baik hati di samping kanannya.


__ADS_2