
Setelah Nisita duduk di meja makan, Bisma langsung berkata, "Nanti setelah makan, kamu ke kamarku"
"Hah! Untuk apa, Tuan?"
Ray langung mendelik ke Nisita sebagai kode, diamlah! Jangan banyak nanya! Dan Nisita langsung berkata, "Maaf!"
"Jangan berpikiran aneh-aneh. Kamu masih kecil udah punya pikiran aneh-aneh. Aku hanya mau kasih kamu salep luka. Aku nggak ingin pas Chelsea pulang nanti dia menyalahkan aku karena tidak bisa menjaga kamu dengan baik dan membiarkan kamu terluka. Ingat! Kamu adalah boneka pilihannya Chelsea. Kamu nggak boleh ceroboh lagi dan terluka!"
"Baik, Tuan"
Ray bergumam di dalam hatinya, baru kali ini Tuan memberikan perhatian spontan pada seorang wanita setelah Nona Chelsea. Ada apa dengan Anda, Tuan?
Bisma tersentak kaget dan langsung manggut-manggut saat ia mencicipi sup iga sapi. Lalu, Bisma menoleh ke Ray dan Ray menoleh ke tuannya sambil berkata, "Ini sangat enak, Tuan. Bahkan lebih enak dari restoran yang sering kita kunjungi pas meeting"
"Benar. Kamu benar" Bisma lalu menoleh ke Nisita, "Kamu yang masak ini?"
Nisita hanya menganggukkan kepalanya.
"Jawab! Aku, kan, udah bilang tadi kalau aku nanya, kamu wajib menjawabnya"
Nisita langsung menundukkan wajahnya dan berkata, "Iya, Tuan"
"Angkat wajah kamu! Jangan menunduk!"
Nisita mengangkat wajahnya.
"Masakan kamu enak. Kamu boleh masak terus di rumah ini kalau Chelsea pergi"
"Terima kasih, Tuan"
"Udang asam manisnya juga enak banget. Aku suka udang asam manis. Darimana kamu tahu makanan kesukaanku?"
Ray menoleh ke tuannya dengan kaget dan langsung bergumam di dalam hatinya, Tuan tidak pernah memberitahukan. ke siapa pun makanan kesukaannya. Bahkan Nona Chelsea tidak tahu makanan kesukaannya Tuan. Nona Chelsea hanya tahu kalau Tuan suka semua makanan tanpa pilih-pilih.
"Saya hanya berinisiatif memasak udang asam manis, Tuan. Saya tidak tahu apa makanan kesukaan Anda"
"Besok, tolong masak udang asam manis yang kayak ini lagi dan sayur asem lengkap dengan teman-temannya, seperti tempe goreng, ikan asin, dan sambal tomat. Kamu bisa masak itu, kan? Aku sudah lama banget nggak makan sayur asem dan teman-temannya"
"Saya bisa memasaknya. Saya akan masak sesuai permintaan Anda, Tuan"
"Terima kasih"
__ADS_1
Ray refleks ternganga dan langsung bergumam di dalam hatinya, Tuan bahkan tidak pernah curhat soal makanan ke Nina Chelsea kenapa malah curhat makanan ke Istri yang baru dinikahinya kemarin? Bahkan Tuan mengucapkan kata terima kasih.
Setelah makan, Nisita mengekor langkah tuannya dan memilih menunggu di depan pintu saat tuannya masuk ke dalam kamar. Bisma lalu memberikan salep ke Nisita dan berkata, "Oleskan sendiri dan pergilah ke kamar kamu"
Bisma kembali ke ruang kerjanya dan kembali dikejutkan dengan kemunculannya Mawar di ruang kerjanya yang berada di lantai satu.
"Ada apa?" Tanya Ray.
"Nona Nisita ingin berenang. Apakah boleh? Dan Nona ingin membaca buku untuk mengisi waktu apakah ada buku yang bisa Nona baca?"
"Boleh. Katakan ke dia kalau dia boleh berenang dan pergi ke ruang baca untuk membaca buku yang ia sukai"
"Baik, Tuan" Mawar kemudian pergi dan menghadap Nisita kembali untuk berkata, "Anda boleh melakukan apa pun Nona"
Nisita langsung memekik senang.
"Saya akan bantu Anda ke ruang ganti. Baju untuk Anda sudah disiapkan. Baju berenang dan baju tidur juga sudah disiapkan"
Setelah memakai baju berenang one piece, Nisita membuka pintu kaca di kamarnya dan langsung melompat ke kolam renang dan saking girangnya ia lupa melakukan olahraga terlebih dahulu.
Benak Bisma tanpa ia minta berfantasi liar membayangkan Nisita berenang. Kemarin malam dia bisa melihat tubuh indahnya Nisita.
Mendadak Bisma bangkit berdiri dan melangkah pergi meninggalkan Ray begitu saja.
"Mau menghirup udara sebentar dan merokok. Kamu di sini saja!"
"Baik, Tuan"
Belum jauh Bisma melangkah keluar dari ruang kerjanya, Mawar berlari dan berteriak, "Tolong Nona, Tuan! Nona kakinya keram dan hampir tenggelam"
Bisma langsung berlari ke kamarnya Nisita dan langsung melesat ke kolam renang sambil melepas kemeja dan celana lainnya dengan cepat.
Tanpa pikir panjang, Bisma langsung masuk ke kolam renang dan menolong Nisita tempat di saat kepala Nisita masuk ke dalam air.
Bisma membaringkan Nisita di tepi kolam dan langsung memberikan napas buatan. Kelembutan bibir Nisita kembali ia rasakan dan entah kenapa jantungnya berdegup kencang.
Ray bergumam lirih, "Apa Tuan sudah mulai tertarik pada Nona Nisita? Ah! Tapi, mereka, kan, baru menikah kemarin. Masak secepat ieu Tuan tertarik. Tapi, kalau dilihat-lihat Nona Nisita manis juga. Cuma sayang rambutnya pendek bergelombang. Dan Nona Nisita jauh lebih muda dari Nona Chelsea. Jarak umur Nona Chelsea dan Nona Nisita delapan tahun. Begitu juga jarak umur Nona Nisita dan Tuan Bisma karena umur Tuan Bisma dan Nona Chelsea sama. Nona Nisita juga jago memasak Apa karena itu Tuan mulai tertarik. Ah! Entahlah"
Bisma menangkup wajah Nisita dan merapikan rambut yang menutupi wajah Nisita sambil bertanya panik, "Kamu nggak apa-apa?"
Nisita terbatuk-batuk lalu mencoba untuk bangun dan Bisma spontan memeluknya saat wanita berwajah manis itu jatuh pingsan.
__ADS_1
Bisma lalu menoleh ke Mawar, "Bawakan baju ganti dan bawa ke sini!"
"Baik Tuan"
Beberapa detik kemudian Mawar memberikan baju gantinya Nisita ke Bisma, "Ini, Tuan"
"Letakkan di lantai dan keluarlah!"
"Baik, Tuan"
Bisma membuka baju basahnya Nisita dan hatinya berdesir hebat saat ia melihat lekuk indah tubuhnya Nisita.
Manisnya kulit Nisita yang kemarin ia cicipi kembali terbayang-bayang di benaknya. Dan Bisma spontan mengumpat, "Sial!" Lalu segera memakaikan baju kering ke tubuhnya Nisita, kemudian ia membopong Nisita dan merebahkan Nisita di atas kasur.
Bisma menyelimuti Nisita dan merapikan rambut Nisita sambil bergumam di dalam hatinya, dia manis. Sangat manis. Rambutnya membuatnya mirip boneka kalau aku lihat-lihat. Dia juga jago memasak" Bisma lalu menyusuri tubuh Nisita dan langsung bergumam, "Sial! Dia punya lekuk tubuh yang indah"
Bisma sontak bangkit berdiri dan berputar badan lalu berlari keluar dari kamarnya Nisita. sambil memunguti kemeja dan celana kainnya dan ia pakai kembali sambil berjalan.
Di depan pintu kamar, Bisma mengelus dadanya dan bergumam sambil menggelengkan kepalanya, "Nggak! Aku nggak tertarik padanya"
Lalu, Bisma melangkah lebar kembali ke ruang kerjanya.
Ray menatap tuannya, "Kenapa rambut Anda basah, Tuan?"
"Diamlah! Kita lanjutkan pekerjaan kita!"
Ray langsung diam membisu.
Tiba-tiba telepon genggamnya Bisma berdering.
"Halo?"
"Sayang, apa semuanya baik-baik saja?"
"Iya. Semua baik-baik saja"
"Apa kau merindukan aku?" Chelsea berkata dengan nada yang terdengar riang.
"Iya" Sahut Bisma singkat.
"Ada kabar baik. Besok jam enam petang aku sudah sampai rumah. Kau senang"
__ADS_1
"Iya" Bisma kembali menyahut dengan singkat dan setelah Chelsea menyudahi percakapan mereka lewat telepon, Bisma langsung menyandarkan kepalanya di kursi dan bergumam di dalam hatinya, aku merindukan Chelsea, tapi kenapa benakku dipenuhi bayangannya Nisita?