
Sebelum pria di depannya melesat keluar dari persembunyian mereka, Nisita meminta jaket Hoodie yang dikenakan oleh pria bertopeng yang sudah tidak memakai topengnya lagi. Wanita manis berambut keriting bergelombang itu kemudian melipat jaket itu menjadi empat bagian dengan satu tangan karena tangan yang satunya ia pakai untuk mendekap bayi perempuan yang beberapa saat yang lalu telah dibunuh oleh Chelsea dan dihidupkan kembali oleh Nisita dengan memakai lonceng pemberian peri baik hati.
Setelah ia meletakkan lipatan jaket itu di atas lantai lalu ia rebahkan bayi perempuan malang yang sudah tertidur lelap di atas lipatan jaket. Kemudian Nisita mendorongnya masuk di bawah kolong meja sambil berbisik, "Tante tinggal sebentar, ya?! Tante akan balik lagi untuk membawamu pulang, merawat, dan membesarkan kamu"
Nisita bangkit berdiri tanpa mengeluarkan suara dan ia berjalan pelan keluar dari balik meja besar.
Nisita melihat Pria tampan dan Chelsea berduel dengan sangat sengit.
"Sial! Chelsea ternyata pandai bela diri juga" Gumam Nisita sambil melesat maju dan Nisita sontak mengerem langkahnya saat terdengar bunyi cukup keras, Dooooorrrr!!!!!
Nisita sontak berteriak, "Tidakkkkkk!!!" Sambil menendang pistol di tangan Chelsea. Pistol terlepas darii tangan Chrlsea dan terlempar cukup jauh. Dan Nisita bersalto ke belakang untuk menendang dagu Chelsea. Chelsea terjengkang ke belakang dan langsung pingsan.
Nisita kemudian menoleh ke Kanan dan bergegas berlari ke pria tampan yang sudah tergeletak di atas lantai dengan bersimbah darah dan tengah meregang nyawa.
Nisita langsung berkata, "Aku akan hidupkan kamu kembali dan pakailah kehidupan kamu yang baru kali ini untuk kebaikan dan lupakan aku! Jangan terobsesi padaku lagi! Karena menjalani pernikahan dengan cinta sepihak saja tidak akan membawa kebaikan"
Pria tampan itu mengelus pipi Nisita dan menganggukkan kepala lalu kepala pria itu terkulai di saat raganya sudah tak bertuan lagi.
Dengan cepat Nisita membunyikan lonceng pemberian dari ibu peri baik hati dan di bunyi lonceng yang ketiga, pria tampan itu membuka mata kembali dan bangun dengan gelagapan.
"Terima kasih sudah menyelamtakan aku. Aku akan tepati janjiku. Aku tidak akan mengikatmu lagi. Pergilah! Aku akan urus Chelsea"
Nisita bangkit berdiri dan dia langsung bersitatap dengan Bisma Mahesa.
Cantika langung memeluk Nisita dan berkata, "Syukurlah suara tembakan tadi bukan untukmu. Syukurlah kamu masih hidup"
Nisita tersentak kaget saat ia melihat kilatan moncong pistol mengarah ke Bisma. Tanpa berpikir panjang, Nisita mendorong Cantika dan langsung berlari secepat kilat untuk memeluk Bisma dan memutar badan kemudian terdengar suara, Dooooorrrr!!!!!!
Bisma berteriak, "Tidakkkkkk!" Saat ia melihat Nisita terkulai lemas di dalam pelukannya.
__ADS_1
Peluru dari pistolnya Chelsea bersarang di punggung atas sisi kanan yang membuat Nisita terkulai lemas dan pingsan seketika.
Dua tahun kemudian. Akibat dari tembakan peluru yang dimuntahkan dari pistolnya Chelsea, Nisita mengalami kelumpuhan di tangan kanannya dan harus menjalani terapi setiap hari. Bisma dengan sabar dan penuh cinta selalu mendampingi Nisita terapi sampai wanita yang sangat ia cintai itu sembuh total.
Ceklek
"Bisma menoleh kaget ke arah pintu, saat ia mendengar seseorang masuk tanpa permisi ke dalam ruangannya.
Pria gagah nan tampan itu langsung semringah dan sontak bangkit berdiri dari kursi kerjanya untuk berlari kecil mengitari mejanya lalu memeluk Nisita. Kemudian pria tampan itu menuntun istrinya untuk duduk di atas sofa.
Nisita menatap wajah takkan suaminya dengan senyuman sambil menaruh bingkisan yang dia bawa di atas meja.
"Apa itu ?" tanya Bisma sambil membelai rambut keriting bergelombang.
" Kejutan makan siang, Sayang, aku pengen makan siang sama kamu karena aku merindukanmu." sahut Nisita.
"Kamu,kan,seharusnya kontrol hari ini ke rumah sakit?kok malah ke sini? Sama siapa ke sini?"Nggak nyetir sendiri, kan?" tanya Bisma tanpa jeda.
"Terus apa kata dokter ?" tanya Bisma.
"Kata Dokter aku sudah boleh melakukan aktivitas seperti sediakala." jawab Nisita sambil menyuapi Bisma
"Lalu untuk aktivitas proyek kita bikin adiknya Mikha gimana? Sudah kamu tanyakan belum ke dokter belum?" Tanya Bisma dengan penuh antusias.
"Aaaa, soal itu, ya? Emm aku, kok, lupa." sahut Nisita sambil menepuk keningnya sendiri.
Bisma sontak menarik tangan Nisita lalu ia mencium kening Nisita dan berkata di sana, "Sayang, jangan suka nepok kening dong! Nggak rela aku kalau sampai kening kamu memerah nanti"
Nisita menatap suaminya dengan senyum penuh cinta lalu ia mencium pipi Bisma.
__ADS_1
"Hufft! Sayang, kok, kamu lupa nanya soal itu sih, kamu, kan, tahu kalau itu penting banget buat aku" Bisma mulai manyun.
Nisita menangkup kedua pipi Bisma dan sambil memberikan kecupan--kecupan kecil di bibir Bisma, wanita berparas manis itu tersenyum geli dan berkata, "Hahahaha, aku merindukan ekspresi kamu yang seperti ini sayang"
Bisma meraih kedua tangan Lila lalu menggenggamnya dan bertanya lagi "Lalu gimana? Kamu lupa beneran nggak sih?"
"Hahaha tentu saja nggak lupa dong." sahut Nisita dengan melepas tawa gelinya.
"Lalu apa kata dokter ?" tanya Bisma dengan masih menggenggam kedua tangan Nisita
"Kata dokter sudah boleh ." sahut Nisita sambil mengedipkan matanya.
Klik!
Bisma langsung mengunci pintu ruangannya dengan memakai remote.
Kemudian tanpa dikomando, salah satu tangan Bisma menarik tengkuk Nisita dan mulai memagut bibir Nisita dengan penuh gairah yang menggebu dan tanpa kelembutan seperti biasanya.
"Emmm aahhh ugghh emmm, Sayang! Nanti aja ya di rumah" Nisita berucap sambil berusaha melepaskan diri dari dekapan dan ciumannya Bisma
Bisma kemudian menarik istri manisnya ke atas pangkuannya lalu menatap mata Nisita yang dibingkai bulu mata lentik dengan penuh mata menggelap penuh gairah dan pria itu kemudian berkata "Kesempatan yang ada tidak boleh dilewatkan begitu saja sayang, aku, kan, seorang pebisnis"
Nisita terkekeh geli dan spontan ia menepuk pelan dada bidang suaminya Bisma menyeringai nakal sambil menciumi tangan Nisita dan tidak menunggu lama, pria tampan itu memulai kembali aksinya dengan diawali mendaratkan ciuman lembut di kening Nisita, lalu ke kedua mata Nisita, kemudian menuju ke kedua pipi Nisita, sambil tangannya menyibukkan diri membuka satu persatu kancing blus yang dikenakan oleh Nista di siang itu. Pria tampan itu mengakhiri aksi hujan ciumannya dengan menyusupkan wajah tampannya ke leher Nista untuk meninggalkan beberapa tanda kepemilikan di sana.
Nisita melenguh dan merintih pelan yang membuat Bisma semakin liar dan menggila. Pria tampan itu kemudian mencari bibir Istrinya dan langsung memagutnya tanpa ampun. Beberapa detik kemudian, terjadilah pergulatan panjang yang dipenuhi dengan peluh, gairah dan cinta.
Nisita merasa bahagia dia terlilit takdir cinta yang mengerikan, namun lilitan itu berakhir membawa kenyamanan dan kebahagiaan di kehidupannya Nisita.
...❤️❤️❤️❤️Tamat❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1
Terima kasih banyak atas dukungan pembaca dan sahabat-sahabatku semua sehingga saya mampu menyelesaikan kisah ini dengan lancar. GBU all🙏🤗
Kisah, Mikha, putrinya Cantika, dan bayi perempuan yang diselamatkan oleh Nisita akan saya buat setelah ini🙏 Tapi, belum tahu kapan waktu tayangnya 🙏