Terlilit Takdir Cinta

Terlilit Takdir Cinta
Cemburu


__ADS_3

"Aku cuma ingin kasih tahu ke kamu, jangan terlalu percaya sama Istri kamu" Joseph menyeringai di depan Bisma. Joseph berkata seperti itu karena ia tiba-tiba merasa cemburu melihat siangan cintanya ternyata sangat tampan, gagah, sangat berkuasa dan kaya raya.


"Apa maksud kamu?" Bisma mendelik ke pria yang bernama Joseph itu.


"Joseph, Sayang, kau........" Chelsea sontak menghentikan langkahnya di tengah pintu saat ia melihat punggung suaminya.


Bisma sontak bangkit berdiri dan menoleh ke belakang, saat ia mendengar suara yang sangat ia kenal, "Chelsea? Untuk apa kau ke sini? Kau panggil pria ini apa? Sayang?"


Chelsea seketika membeku di depan Bisma.


Bisma langung berjalan melintasi Chelsea dengan wajah marah.


Chelsea mendelik ke Joseph, "Kamu ngomong apa ke suamiku, hah?! Aku bahkan udah gagal mengambil sahamnya dan sekarang kau semakin mengacaukannya"


"Aku tidak mengatakan apa-apa. Kau yang mengacaukannya sendiri" Joseph mendelik kesal ke Chelsea dengan sorot mata penuh dengan kecemburuan.


Chelsea mendengus kesal, lalu berbalik badan meninggalkan Joseph, dan berlari kencang menyusul Bisma.


"Sayang! Tunggu!" Chelsea berhasil meraih lengan Bisma dan menahan langkah lebarnya Bisma.


"Aku tadi berlari ke sini saat tahu kamu ke sini"


"Untuk apa?" Bisma menatap lekat wajah Chelsea.


"Untuk menyelamatkan kamu"


"Menyelamatkan aku?"


"Iya, Sayang. Chelsea memeluk pinggang Bisma dan menempelkan pipinya di dada Bisma lalu berkata, "Hacker itu berbahaya. Aku tidak ingin dia mencelakai kamu, Sayang"


Kapan aku bilang ke Chelsea kalau aku ke sini dan kapan aku bilang ke Chelsea kalau pria itu seorang hacker? Kenapa Nisita mengirimi pesan text ke aku menyuruh aku mewaspadai Chelsea beberapa jam yang lalu. Apa ini yang dimaksud oleh Nisita? Chelsea selingkuh dengan hacker itu? Sial! Itu berarti Chelsea bekerjasama dengan hacker itu untuk mencuri saham dan semua kontrak penting di akunku.Oke! Aku akan diam saja dan bersikap seolah-olah aku bodoh dan memercayai omongannya. Aku akan ikuti permainan kamu, Chelsea. Batin Bisma.


Melihat suaminya diam mematung dan membisu. Chelsea tersenyum senang. Wanita itu berpikir kalau suaminya memercayai dirinya. Chelsea kemudian melepas pelukannya untuk berkata sembari menatap tajam wajah suaminya, "Kita pulang, yuk! Lebih baik kita serahkan semuanya ke pengacara kita dan pihak kepolisian. Kamu jangan menemui hacker itu lagi"


"Hmm" Sahut Bisma.


Bisma memutar badan dan melihat tangan Chelsea yang melekat di lengannya sambil bertanya, "Ada hubungan apa kamu dengan pria tadi? Aku dengar kamu memanggilnya Sayang, tadi"


"Sayang, yang aku panggil Sayang tadi adalah kamu" Chelsea mengusap dada Bisma.

__ADS_1


Bisma menunduk melihat tangan Chelsea yang mengusap dadanya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Sesampainya di rumah, Chelsea langsung menarik Bisma ke kamar sambil mengajak Bisma berciuman.


Nisita yang keluar dari dapur sambil membawa segelas air minum sontak menghentikan langkahnya dan hatinya seketika terasa sesak dan sakit saat ia melihat Bisma berciuman dengan Chelsea.


Tanpa Nisita sadari, langkahnya mengikuti langkah Bisma dan Chelsea.


Nisita menghentikan langkahnya di belakang pintu kamar Bisma yang terbuka sedikit dan dari tempatnya berdiri, Nisita bisa mendengar suara erangan sensual dari Bisma dan Chelsea.


"Astaga! Kenapa hatiku terasa sakit sekali saat ini" Gumam Nisita lirih sembari bergegas pergi menuju ke kamarnya Mikha.


Nisita langsung masuk ke dalam kamar dan menenggak habis minuman yang sedari tadi ia pegang. Wanita itu tersentak kaget saat ia mendengar telepon genggam yang ada di dalam saku dressnya bergetar.


Nisita langsung menerima telepon dari Cantika, "Ya?"


"Bravo! Kamu udah temukan wanita yang membayar pembunuh bertopeng dan bertudung yang membunuh Papa kamu" Sahut Cantika dengan cepat.


"Benarkah?" Nisita kebingungan sendiri karena di sendiri tidak tahu kapan dia berhasil menemukan wanita yang membayar pembunuh yang ia cari selama ini.


"Kok malah nanya benarkah? Buruan kamu ke alamat yang kamu kirim ke aku kemarin. Aku akan menyusulmu. Kalau kita berhasil menangkap wanita itu maka kita pun bisa menemukan siapa pembunuh bertopeng itu" Sahut Cantika.


"Hmm. Buruan! Aku susul kamu sebentar lagi" Sahut Cantika.


Nisita mencium Mikha dan berbisik pelan, "Mama menjalankan misi dulu Jika misi Nama udah selesai, Mama sepenuhnya akan menjadi milik kamu, Sayang" Lalu, Nisita bergegas menemui Mawar untuk berkata, "Saya keluar sebentar membeli obat. Tuan muda sudah tidur. Saya nitip sebentar"


"Baik, Nona" Sahut Mawar.


Nisita keluar dari rumah itu dengan mobilnya. Dia sendiri masih heran kenapa dia tiba-tiba bisa menyetir mobil.


Sesampainya di alamat rumah yang ada di dalam telepon genggamnya, Nisita bertemu dengan Cantika. Kedua wanita tangguh dan hebat itu kemudian masuk ke dalam rumah itu, namun mereka seketika tertegun. Mereka menemukan wanita yang mereka harapkan bisa memberikan mereka informasi tentang pembunuh bertopeng itu, telah terkapar di atas lantai dengan tubuh bersimbah darah.


"Kau pulanglah! Aku akan urus semua ini" Cantika menepuk pundak Nisita sambil memanggil rekan-rekanya yang berjaga di depan, lalu ia menelpon ambulans.


Nisita meluncurkan mobilnya menuju ke kediamannya Bisma Mahesa, namun di tengah jalan ia melihat sebuah mobil mewah dihadang puluhan pria berbadan kekar.


Nisita memekik kaget, "Mas Bisma!" Saya ia melihat pria yang keluar dari mobil mewah itu adalah Bisma Mahesa.


Nisita langsung meminggirkan mobilnya dan bergegas keluar dari dalam mobilnya, menyeberang jalan sepi itu sambil berlari kencang untuk menolong Bisma yang tampak semakin kewalahan menghadapi puluhan pria berbadan kekar sendirian.

__ADS_1


Nisita langsung meluncurkan pukulan ke samping, pukulan ke atas, pukulan ke bawah sambil bergumam, "Gila! Aku benar-benar bisa bela diri sekarang?"


Nisita dengan tanpa jeda langsung mengarahkan pukulan ke tengah lalu memberikan pukulan yang mengait ke lawannya hingga lawannya menggelepar tak berdaya dan jatuh ke tanah.


Bisma yang tengah melawan lima orang pria kekar yang mengepungnya melirik Nisita dan seketika pria itu mengagumi Nisita saat Nisita dengan kerennya melakukan teknik menendang ke belakang, teknik menendang ke depan, teknik menendang ke samping, dan terakhir teknik menendang ke depan sambil melompat, dengan cepat, tangkas dan tanpa jeda"


Nisita berhasil menjatuhkan lima belas pria kekar dan Bisma hanya menjatuhkan lima orang pria kekar.


"Kenapa kamu ada di sini?" Bisma dan Nisita bertanya secara bersamaan.


"Aku mau pulang" Sahut Nisita dan Bisma secara bersamaan lagi.


Nisita dan Bisma kemudian terkekeh geli. Bisma kemudian berkata, "Terima kasih sudah menolongku"


"Sama-sama, Tuan"


"Aku senang kamu bisa ber-aku dan ber-kamu denganku saat ini" Bisma tersenyum ke Nisita dan Nisita langung membuang muka untuk menyembunyikan wajah memerah malunya.


"Kau hebat! Dan terima kasih kau sudah memperingatkan aku soal Chelsea lewat pesan text tadi" Ucap Bisma kemudian.


Nisita menatap Bisma dan tersenyum canggung.


Bisma langsung menarik Nisita masuk ke jok belakang mobilnya.


"Ke....kenapa Anda menarik saya masuk ke mobil Anda?" Nisita sontak berputar badan ingin keluar dari dalam mobil mewahnya Bisma, namun Bisma dengan sigap memeluk Nisita sambil berkata, "Aku menginginkanmu saat ini"


"Anda punya Istri dan anak. Bahkan saya lihat Anda berciuman dengan Istri Anda beberapa jam yang lalu"


"Kau pakai bahasa formal lagi. Apa kau marah saat ini? Kenapa kau marah? Kau cemburu sama Chelsea?"


"Tidak!" Nisita berkata dengan nada tegas.


"Aku akan membayarmu" Bisma meraba dada Nisita hingga sampai ke perut ratanya Nisita Bisma kembali berbisik di telinga Nisita, "Bantu aku melupakan semua masalah di hidupku sampai aku bahkan melupakan namaku sendiri" Bisma berbisik sambil mengangkat tangannya untuk membuka satu persatu kancing blusnya Nisita. Lalu pria tampan itu memutar badan Nisita hingga ia dan Nisita duduk berhadapan.


Nisita membeliak kaget dan napasnya tercekat saat tangan Bisma sampai di lembah terlarang dan pria itu kembali berbisik, "Bibir kamu menolakku, tapi tubuh kamu menginginkan aku"


"A.......aku bukan wanita seperti yang ada di pikiran kamu. Aku bukan ..... hmpppthhhh!"


Bisma langsung memagut bibir Nisita

__ADS_1


__ADS_2