Terlilit Takdir Cinta

Terlilit Takdir Cinta
Berhadapan


__ADS_3

Tahun 2003


Percintaan Bisma dan Nisita berjalan lancar. Mereka secara sembunyi-sembunyi melakukan pertemuan. Bisma benar-benar menepati janjinya. Dia menemui Nisita yang masih dikurung di paviliun belakang di hari kedua setelah pertemuan terakhir mereka.


Bisma langsung menggendong Nisita dan mengajak Nisita berciuman sambil bertanya, "Apa kamu merindukan aku, Sayang?"


Nisita mendorong dada Bisma dan merosot turun dari gendongannya Bisma lalu menatap Bisma untuk bertanya, "Mas memanggilku apa?"


Bisma tersenyum lalu mengusap lembut pipi istri keduanya itu dan berkata, "Aku akan memanggilmu sayang setiap kali kita bertemu. Apa kau suka?"


Nisita menganggukan kepala lalu menunduk malu.


Bisma tersenyum gemas menatap sikap malu-malu istri keduanya. Lalu, pria tampan itu mencubit mesra dagu Nisita, mengangkat wajah wanita itu. Bisma memandangi wajah Nisita dengan sorot mata penuh kekaguman kemudian berkata, "Ditatap dengan jarak dekat ini kamu sangat manis, Sayang. Wajah kamu tidak membosankan. Aku baru menyadarinya sekarang kalau wajah manis itu tidak membayangkan untuk ditatap sedangkan wajah cantik justru membosankan untuk ditatap*


Nisita merona malu dan hendak menundukkan kepalanya lagi, namun Bisma menahan dagu istri manisnya itu lalu ia pahit bibir Istrinya dengan pelan. Bisma berkata di sela aktivitasnya menciumi bibir istri manisnya, "Aku ingin berciuman denganmu selama mungkin. Bibir kamu semanis wajah kamu, Sayang. Membuatku kecanduan setengah mati"


Nisita mendorong pelan dada Bisma untuk bertanya sambil menatap wajah tampannya Bisma untuk bertanya, "Lalu, bagaimana dengan Nina Chelsea? Apakah bibir Nona Chelsea juga membuatmu kecanduan? Lalu, bagaimana dengan wajah cantiknya Nona Chelsea? Apa wajah cantiknya membuatmu merasa bosan?"


Bisma tersenyum geli lalu berkata, "Tunggu sebentar" Bisma menoel pucuk hidungnya Nisita, lalu bertanya, "Apa kau sedang cemburu saat ini?"


"Cem......cemburu? Entahlah" Nisita langsung memutar badan memunggungi Bisma


Bisma tergelak geli lalu memeluk tubuh ramping istri manisnya itu dari arah belakang, lalu menyusupkan bibirnya di leher Nisita dan berkata di sana, "Aku rasa aku berubah pikiran. Aku ingin bercinta denganmu saat ini juga" Bisma langsung membopong Nisita dan membawa istri manisnya itu ke ranjang. Tanpa menunggu berlama-lama, Bisma mencumbu mesra Nisita dan mengajak Nisita bercinta sebanyak tiga kali. Bisma mengajari Nisita berbagai gaya dan membuat Nisita beberapa kali merona malu.


Begitulah percintaan dua sejoli itu. Mereka terus melakukan pertemuan secara sembunyi-sembunyi dan pertemuan mereka itu berjalan lancar dan sukses. Namun, di bulan kedua pertemuan mereka yang mereka lakukan secara sembunyi-sembunyi, ketahuan oleh Chelsea.


Chelsea membuka lebar-lebar pintu paviliun belakang di saat Bisma tengah bercinta dengan Nisita di atas lantai.


Bisma dan Nisita sontak bangun, Bisma langsung melilitkan selimut ke tubuh polosnya Nisita dan dia sendiri bergegas memakai kembali celana kolornya saat Bisma dan Nisita mendengar suara melengking, "Tega sekali kalian melakukan semua ini di belakangku! Dasar menjijikkan!"


Bisma langsung memeluk Nisita dan mendelik ke Chelsea, "Kenapa menjijikkan? Sita adalah istri keduaku"


"Bukankah aku udah bilang ke kamu. Kamu hanya boleh bertemu dengan wanita itu dan menyatu dengan wanita itu sesuai jadwal yang aku berikan. Di luar jadwal itu kamu tidak boleh menemui wanita rendahan dan murahan itu, Bisma!!!!!" Chelsea kembali melengkingkan suaranya.


Nisita seketika bergetar sekujur tubuhnya dan Bisma yang memeluknya bisa merasakan getar ketakutannya Nisita.


"Jangan hina Sita! Sita adalah Istriku! Dia bukan wanita rendahan dan bukan wanita murahan!" Bisma yang masih memeluk erat tubuh rampingnya Nisita mendelik ke Chelsea dengan wajah merah padam penuh amarah.


Chelsea langsung memberikan perintah ke sepuluh anak buahnya yang ia bawa masuk ke paviliun, "Pisahkan Mereka berdua! Bawa Suamiku ke kamarku dan bawa wanita rendahan itu ke tempat biasa!"


Bisma langsung melepaskan Nisita dan menyembunyikan Nisita di balik tubuhnya sambil berkata, "Hadapi aku dulu! Ray! Bantu aku!"


"Ray sudah mati" Sahut Chelsea.


Nisita tersentak kaget mendengar bahwa Pak Ray sudah meninggal dunia.

__ADS_1


"Apa?! Nggak! Nggak mungkin!" Bisma membeliak kaget.


"Kau cek aja di depan pintu. Anak buah kesayangan kamu udah mati dan kalau kau ingin melawan anak buahku sendirian silakan aja. Aku akan menikmati pertunjukan seru sebentar. Aku rasa akan cukup menghibur setelah aku melihat pengkhianatan kamu Bisma"


Beberapa menit kemudian, Bisma berakhir penuh luka terlentang di atas lantai dan tidak bisa menolong Nisita uang dibawa pergi oleh kelima anak buahnya Chelsea.


Bisma dimasukkan ke dalam kamar dan langsung disuntik sampai Bisma pingsan saat pria itu terus bergumam dengan suara lemas, "Jangan bawa Sita! Aku mohon! Jangan sakiti Sita!"


Sedangkan Nisita dibawa ke sebuah rumah tua yang letaknya cukup jauh dari rumah megahnya Bisma. Di sana, Nisita didudukan di atas bangku, kemudian diikat tangan dan kakinya lalu Chelsea menampar Nisita berulangkali dengan brutal karena Chelsea terbakar cemburu. Kemudian, dia menyuruh salah satu anak buahnya untuk melepas ikat lalu Chelsea memakai ikat pinggang itu untuk memukuli tubuh Nisita.


"Ampun! Maafkan saya! Ampuni saya, Aaaaaa! Sakit! Aaaaaa!" Teriakan kesakitan dan memelasnya Nisita tidak membuat Chelsea mengentikan cambukan ikat pinggang di tubuh Nisita.


Di saat Chelsea sedang mencekik Nisita karena ia ingin melenyapkan gadis itu, seorang wanita berbaju putih langsung berteriak, "Hentikan! Wanita itu hamil. Dia mengandung darah dagingnya Tuan Bisma Mahesa"


...-------------------------------------------...


Tahun 2023


Di sebuah kamar mewah di yang berada di dekat pantai, terdengar pekik kepuasan dari dua pasang anak manusia.


Sang pria yang bernama Joseph, roboh di sebelah wanita cantik yang bernama Chelsea. Dia kemudian merengkuh tubuh Chelsea sambil berkata, "Kapan aku bisa memiliki Kamu seutuhnya tanpa sembunyi-sembunyi seperti ini"


Chelsea merebahkan kepalanya di dada seorang pria yang sangat tampan dan sambil memainkan jari jemarinya di sana, Chelsea berkata, "Sebentar lagi aku udah bisa mengeruk harta Mahesa Grup sepenuhnya karena aku udah berhasil menipu Bisma suamiku dan berhasil menemukan anak yang bisa aku akui sebagai anak kandungku"


"Aku menunggu saat itu tiba, Sayang. Lalu, kita bisa menikah, pergi jauh dari sini dan menikmati harta kekayaan Mahesa Grup sepuasnya" Sahut pria yang bernama Joseph itu.


"Udah, Tuan. Tuan sudah pulang?"


"Hmm. Aku merindukan Mikha. Apa Mikha ada di kamar dengan Chelsea?"


"Nona Chelsea belum pulang, Tuan"


Bisma menghela napas panjang mendengar istrinya yang baru saja melahirkan sudah sibuk bekerja dan mengabaikan bayinya. Lalu Bisma bertanya kembali, "Apa bayiku sudah tidur?"


"Sudah, Tuan. Emm, ada yang ingin saya sampaikan"


"Ada apa?"


"Tadi, pengasuh bayinya menyusui tuan muda apakah diijinkan untuk selanjutnya pengasuh tuan muda menyusui tuan muda, Tuan?"


"Bukankah bagi seorang bayi yang paling baik adalah ASI. Kalau Istriku tidak mau menyusui Mikha, maka aku ijinkan pengasuh itu menyusui Mikha. Aku justru akan berterima kasih padanya besok. Besok pagi ajak dia menemuiku. Aku mau ke kamar sekarang"


"Baik, Tuan"


Sementara itu, Nisita tertidur lelap sambil memeluk putranya Setelah bertahun-tahun lamanya, akhirnya Nisita bisa tidur lelap penuh damai di malam ini.

__ADS_1


Keesokan harinya, Nisita bangun tepat jam lima pagi. Dia bangun untuk menaruh Mikha dengan tenang di dalam box, lalu ia bergegas mandi. Saat ia kembali ke box, ia melihat putra tampannya telah bangun.


"Ah, tampan sekali! Sayangnya Mama udah bangun. Ayo mandi dulu, ya"


Mikha Mahesa menatap Nisita dengan wajah damai. Saat baru lahir, kemampuan bayi untuk menunjukkan emosi positifnya hanya berupa menatap wajah orangtuanya dengan damai. Cara bayi berkomunikasi hanyalah menangis saat ia merasa panik atau tidak nyaman atau diam dan menatap dengan damai saat ia merasa bahagia.


"Kamu menatap Mama terus. Kamu kangen, ya, sama Mama. Kamu bahagia, ya, akhirnya Mama datang, menyusui kamu dan memeluk kamu semalaman.


Mikha masih menatap Nisita dengan wajah damai.


Nisita memandikan bayinya dengan hati-hati karena tali pusat atau tali pusarnya belum lepas. Nisita tiada henti bersyukur, dia dihidupkan kembali, bereinkarnasi, sehingga ia bisa bertemu dengan bayinya, menyusui, dan mengasuhnya.


"Sayangku, Mikha, kamu tampan sekali. Wajah kamu mirip Papa kamu, tapi rambut kamu berombak kayak Mama. Ah! Sayangku! Kamu menggemaskan sekali" Nisita menciumi wajah Bayinya dengan rasa cinta dan sayang yang membuncah.


Nisita kemudian merengkuh bayinya untuk ia pangku dan ia susui.


Mawar mengetuk pintu, "Boleh saya masuk, Nona Nisita?"


"Silakan Bu Mawar. Maaf saya tidak bisa membuka pintu. Saya sedang menyusui tuan muda" Sahut Nisita dari dalam.


Mawar membuka pintu lebar-lebar, lalu mendorong troli makanan ke dalam kamarnya Nisita. Setelah menghentikan troli yang berisi penuh makanan dan minuman, Mawar berkata, "Ini sarapan Anda, Nona Nisita. Setelah Anda sarapan, saya akan mengajak Anda menemui Tuan Bisma"


Deg! Mendengar nama Bisma dan mendengar nama Bisma, membuat jantung Nisita seketika berdebar kencang.


Aku merindukan kamu, Mas. Sangat merindukan kamu. Batin Nisita.


Melihat Nisita tidak menyahut, Mawar langsung berpikiran kalau diamnya Nisita karena Nisita mengkhawatirkan Mikha Mahesa. Untuk itu Mawar langsung berkata, "Salah satu pelayan yang berjaga di depan kamar akan masuk dan menjaga Tuan muda. Anda, Nona"


Nisita tersenyum dan menganggukkan kepalanya, lalu berkata, "Baiklah Bu Mawar. Saya sudah selesai menyusui tuan muda. Kita menemui Tuan Bisma sekarang saja. Saya akan sarapan setelah menemui beliau. Lagipula saya belum lapar"


"Baiklah, mari saya antarkan Nona" Mawar tersenyum ke Nisita.


"Terima kasih banyak" Sahut Nisita dengan senyum tulus.


Untuk semua yang kamu lakukan di masa lalu dan sekarang ini. Kamu tetap baik sama aku, Mawar. Nisita melanjutkan ucapannya di dalam hati.


Mawar memimpin langkah Nisita keluar dari dalam kamar dan langsung memberikan perintah ke salah satu pelayan yang berjaga di depan kamar Mikha Mahesa, "Kamu masuklah! Jaga tuan muda dengan baik"


Pelayan tersebut menganggukkan kepala dan bergegas masuk ke dalam kamarnya Mikha Mahesa.


Nisita rasanya ingin berlari menuju ke ruang kerjanya Bisma Mahesa karena ia sangat merindukan suaminya. Dia ingin berlari, melompat ke pelukan suaminya, dan menciumi wajah tampan suaminya.


Pintu ruang kerjanya Bisma dibuka dari dalam dan Nisita sontak tersenyum senang melihat Ray berdiri di depannya dalam keadaan segar bugar.


Syukurlah di dimensi waktu ini Anda masih hidup dan sehat, Pak Ray. Nisita menghela napas lega.

__ADS_1


Kemudian dia melangkah masuk dan akhirnya ia berdiri di depan pria tampan yang sangat ia rindukan selama ini. Suami tercintanya.


__ADS_2