Terlilit Takdir Cinta

Terlilit Takdir Cinta
Dijebak


__ADS_3

"Selamat datang di istana megahku. Aku banyak mendidik anak gadis yang manis kayak kamu untuk aku jadikan pelayan wanita yang diidam-idamkan pria kaya raya di luaran sana, hahahahahaha. Dan kamu akan aku jadian salah satunya di hari ini. Kamu akan bertemu gadis-gadis yang senasib dengan kamu sebentar lagi, hahahahahaha"


Nisita nyaris tercekik karena marah, "Brengsek!"


Lelaki itu mengangkat tangannya dan mengelus kepala Nisita lalu berkata, "Senang melihatmu masih hidup anakku"


Satu getaran halus terasa di leher Nisita, menjalar turun ke tulang belakangnya. Ia harus tetap tenang saat ini. Berhadapan dengan pria yang telah membohonginya selama belasan tahun ia harus tetap tangguh dan tenang secara bersamaan.


"Kau mengingatkanku sama anakku yang sudah mati. Nggak! Anakku jauh lebih manis dari kamu. Dia penurut dan lembut. Nggak pecicilan kayak kamu" Pria yang mirip sekali dengan papanya Nisita itu kembali mengusap rambut pendek bergelombangnya Nisita.


"Kenalkan namaku Andika Ananta dan kamu? Nama kamu siapa anak manis?" Pria yang mirip papanya Nisita yang mengaku bernama Andika itu masih mengusap rambut seksinya Nisita.


Nisita mendongak kaget dan langsung menyemburkan, "Tidak! Nama kamu bukan Andika, nama kamu ........."


"Hahahahahaha! Itu hanya nama samaran. Tidak semua orang aku kasih tahu nama asliku. Kau beruntung Nona karena aku, kasih tahu kamu nama asliku"


"Nisita meninggalkan surat itu dan di surat itu ia menitipkan Mikha ke kita untuk sementara waktu dan dia berjanji akan kembali dalam keadaan hidup demi Mikha" Bisma berucap sambil menatap satu per satu orang yang duduk mengelilinginya.


Cantika langsung bangkit berdiri, "Untuk apa kita masih duduk di sini dan loyo kayak gini. Ayo! Kita bangkit dan susul Sita!"


"Memangnya Anda tahu di mana Sita?" Tanya Bisma sambil bangkit berdiri.


"Tahu. Anak buahku terus mengikuti Nisita" Sahut Dito.


Sial! Pria ini emang sangat gagah dan tampan. Pantas saja kalau Sita mengidolakannya. Batin Bisma sambil menatap Dito dengan sorot mata penuh kecemburuan.

__ADS_1


"Kenapa Anda menatap saya seperti itu?" Tanya Dito.


Bisma tergagap kaget, "Ah! Tidak apa-apa. Ayo kita susul Sita! Tapi, bagaimana dengan Mikha?"


"Anak buahku akan membawa Mikha ke rumahku. Mikha akan aman. Aku jamin seratus persen lebih" Sahut Cantika.


Setelah menyerahkan Mikha ke anak buahnya Cantika, Bisma berlari menyusul Cantika, Dito, dan tim mereka.


Bisma meminta Ray untuk ikut ke rumahnya Cantika untuk ikut menjaga Mikha.


"Sial! Wanita itu pemberani dan tangguh sekali. Kenapa dia tidak menungguku dulu dan bertindak sendiri, nekat masuk ke sini sendirian, tzk! Kalau aku belum memiliki Istri, aku pasti naksir berat sama dia ucap Pramono setelah menapakkan kakinya di atas rumput halaman rumah megah bak istana itu. "Sekarang dia ada di mana?" Gumam Pramono sambil melangkah mengendap-endap.


Nisita menggenggam tangan pria yang mengaku bernama Bima itu lalu menarik dan meremas keras tangan itu, lalu wanita itu mendaratkan bogem mentahnya ke wajah pria itu sambil berteriak penuh amarah, "Jangan panggil aku anak manis dan berhenti menyentuhku, dasar brengsek!!!"


Seketika peri baik hati menghilang dari ruangan itu.


Andika mengusap hidungnya yang mengeluarkan darah sambil menyeringai penuh arti.


"Kau ingat semuanya? Kenapa kau bilang kalau nama kamu yang lama adalah nama samaran dan kamu punya anak yang mirip denganku. Apa kamu ingat siapa aku, hah?!"


"Hahahahahaha! Aku tidak perlu menjawab pertanyaan kamu karena sebentar lagi kau bahkan tidak akan ingat sama diri kamu sendiri"


Permainan apa sebenarnya yang ia mainkan? Apa benar ini Papaku? Kalau dia sekaya ini, kenapa ia menjualku ke Bisma Mahesa dulu? Kenapa ia tidak bisa membayar hutangnya dan kenapa ia berhutang pada Bisma Mahesa? Batin Nisita sambil menatap nanar pria itu.


Tiba-tiba, ceklek!Terdengar suara pintu dibuka dan Nisita sontak menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang datang.

__ADS_1


Nisita sontak berputar badan saat ia melihat Chelsea melangkah masuk dan berkata, "Papa! Kenapa Papa biarkan wanita ini masuk ke sini?"


"Papa? Kenapa wanita busuk ini memanggil pria ini, Papa?" Nisita bergumam lirih dan refleks melangkah mundur beberapa langkah karena syok.


Chelsea kemudian merangkulkan kedua lengannya ke pria yang bernama Andika itu, lalu berkata sambil menjulurkan wajahnya, "Dia mirip dengan wanita bodoh itu! Anak bodohnya Papa. Anak bodoh dan lemah yang sudah membunuh Papa. Apa Papa mengijinkannya masuk ke sini karena Papa merasa bersalah ada anak Papa yang bodoh itu? Dia sudah mati, Pa, sadarlah! Wanita ini bukan Nisita-nya Papa. Dia hanya mirip Lagipula untuk apa Papa merasa bersalah? Nisita sudah membunuh Mama dan sudah sejak lama, Papa ingin membuang Nisita dari kehidupannya Papa, kan? Papa sudah berhasil melakukannya. Kita, sudah berhasil melakukannya"


"Anak angkat? Bodoh? Membunuh Mama? Bukankah Mamaku meninggal karena kecelakaan?Apa maksud semua ini?" Nisita bergumam lirih dan refleks mengepalkan kedua tinjunya.


"Kenapa kau bisa sampai di sini, hah?! Kenapa kamu bisa tahu tempat ini? Aku mengundang Bisma Mahesa, tapi kenapa justru kamu yang muncul di sini, hah?!" Chelsea memekik kesal ke Nisita.


Nisita sontak melotot penuh amarah, "Jelaskan apa yang sudah terjadi! Nisita yang mana yang kalian katakan bodoh, lemah, dan pembunuh itu?!"


"Gadis bodoh itu sudah mati. Dia bahkan mati tanpa sempat mengingat kalau dia adalah seorang pembunuh"


"Pembunuh?Apa maksud kamu?!" Nisita mulai gemetar saat ia mendapatkan kilasan-kilasan kejadian di masa lalu. Dia melihat dirinya mengupas apel di taman, lalu tanpa sengaja ia terpeleset dan pisau itu menusuk perut mamanya.


"Tidak! Bukan aku!" Nisita menggeleng-gelengkan kepalanya dan terus berkata, "Tidak! Itu kecelakaan! Tidak!"


"Hei! Kau kenapa, hah?! Kenapa kau berteriak seperti itu? Kau bukan Nisita kami. Nisita kami sudah mati. Kenapa kau berteriak seperti itu, hah?!" Chelsea mendelik kesal


"Apa mungkin dia Nisita kita? Apa mungkin Nisita hidup kembali?" Pria itu menatap Nisita dengan tubuh gemetar.


"Nggak mungkin! Mana ada orang yang sudah mati, hidup kembali" Pekik Chelsea kesal.


"Kenapa kalian lakukan itu pada Nisita kalian? Kenapa kalian bersandiwara? Lalu, apa hubungan kamu dengan Nisita yang sudah mati itu?" Nisita menatap tajam ke Chelsea.

__ADS_1


"Aku anak kandung Papaku. Aku dan Nisita tertukar di rumah sakit saat aku dan Nisita masih bayi. Aku dipertemukan lagi dengan Papa dan kami pun membuka bisnis bersama. Aku berhasil menjebak Bisma dan menguras uang Bisma untuk membuka bisnis ini bersama dengan Papa. Lalu, aku berniat menyingkirkan Nisita yang bodoh, hilang ingatan, dan lemah itu, namun sebelumnya aku menjebaknya dulu untuk melahirkan anaknya Bisma Mahesa. karena aku, ingin memiliki hak warisnya Mahesa Grup" Ucap Chelsea dengan santainya.


Nisita langsung mengambil pistol dari dalam tas pinggangnya dan mengarahkan pistol itu ke Chelsea dan pria yang sejatinya adalah papa yang selama ini ia hormati dan sayangi, namun pada akhirnya tega menjebak dan membuatnya mati.


__ADS_2