Terlilit Takdir Cinta

Terlilit Takdir Cinta
Pingsan


__ADS_3

Cantika ingin menelepon anak buahnya untuk menggerebek tempat penuh maksiat itu, namun ia urungkan saat ia melihat sekelebat wanita yang sosoknya sangat mirip dengan Nisita.


"Di mana dia?" Cantika berdiri di tengah pintu yang menghadap ke teras belakang rumah itu dan di saat wanita cantik itu hendak menelepon anaknya buahnya, ia jatuh terkapar di atas rumput. Kemudian orang yang menyuntikkan cairan bening ke Cantika berkata ke anak buahnya, "Bawa dia pergi bersama dengan mobilnya"


"Ke mana Bos? Kenapa tidak kita bunuh saja wanita ini?"


"Karena aku masih membutuhkannya nanti. Bawa dia pergi bersama mobilnya dan tinggalkan di di tempat yang sepi"


"Baik, Bos"


Chelsea keluar dari rumah bak benteng tempat pesta topeng panas diadakan itu, untuk menemui seseorang di halaman belakang rumah bak benteng megah itu, "Terima kasih kau sudah membantuku menyiapkan pesta ini. Aku menyukainya. Tapi, mana Suamiku? Kamu mengundangnya, kan?"


"Suami kamu langsung keluar saat ia tahu kalau pesta topeng ini bukan pesta topeng biasa. Suami kamu tipe setia. Selamat, Nona Chelsea. Kamu memilik suami yang setia"


"Benarkah? Syukurlah. Aku adakan pesta topeng ini dan menyuruh kamu membantuku hanya karena ingin menguji kesetiaan Suamiku"


"Kamu menguji kesetiaan suami kamu dengan cara tak lazim. Aku menyukainya"


"Tentu saja. Aku bukan orang biasa, jadi aku akan menguji suamiku dengan cara tak lazim.


"Tapi, kau justru berselingkuh dan menikmati pesta panas ini. Sudah brrapa pria yang sudah kau ajak bermain di sini"


"Cuma dua dan aku menikmatinya. Aku pulang dulu" Chelsea melangkah meninggalkan pria itu sambil melambaikan tangan.


Pria itu menyeringai dan berucap, "Kau salah memercayai orang, Nona. Aku menuruti semua keinginan kamu di dimensi waktu ini karena aku ingin membantu Sita membalaskan dendamnya padamu. Kita lihat saja apa yang akan kau dapatkan di akhir permainanku nanti"

__ADS_1


Bisma langsung berbisik lirih "Ternyata benar kamu"


Nisita melihat pria bertopeng di depannya dan langsung membuka topeng itu, "Tuan Bisma?" Gumam Nisita dengan suara yang hampir tidak terdengar.


"iya. Ini aku. Kita sembunyi dulu di sini sampai situasi di luar aman" Bisma tersenyum ke Nisita.


Namun, wanita itu justru mendorong Bisma dan menggeram lirih, "Kau pembunuhnya. Kau pakai topeng yang sama seperti kau pakai untuk membunuh.........."


"Membunuh siapa? Apa maksudmu?"Bisma mendelik ke Nisita.


"Wangi parfum kamu sama dan topeng kamu pun sama. Kau pembunuhnya" Nisita bergumam sembari melangkah mundur dengan tubuh gemetar dan wajah yang ketakutan.


Alih-alih menyerang Bisma, Nisita justru berbalik badan dengan cepat untuk berlari pergi meninggalkan Bisma.


Pria itu kemudian meninggalkan Nisita dan Bisma di kamar yang berbeda dengan seringai puas. Pria itu kemudian pergi meninggalkan vila dan sambil mengemudikan mobilnbya ia berkata, "Aku ikut bereinkarnasi Sita. Aku tahu semuanya. Aku ingat semuanya. Aku akan membuatmu menjadi satu-satunya milikku di dimensi waktu ini untuk selamanya-lamanya setelah semua permainan selesai. Aku tidak akan membunuh kamu untuk yang kedua kalinya. Jika aku bisa memilikimu selamanya, aku tidak akan membunuh kamu" Pria itu kemudian meninggalkan secarik kertas di samping Nisita dan Bisma.


Pria itu kemudian menyusuri jalan raya dengan angan yang kembali ke masa lalu. Dia teringat akan tindakan nekatnya membunuh Nisita di saat ia tidak bisa memiliki Nisita dan di saat ia mengetahui Nisita melahirkan anaknya Bisma Mahesa dan setelah menculik dan membunuh Nisita, pria itu bunuh diri. Dia dan Nisita kemudian mengalami reinkarnasi secara bersamaan dan terlempar ke dimensi waktu yang sama dengan Nisita.


"Aku akan susul Chelsea ke rumahnya dulu dan membantunya membawa pergi anaknya Bisma" Human pria misterius itu.


Chelsea sampai di rumah dan dia langsung mengangkat Mikha dari dalam box dan membawa Mikha pergi dari kediamannya Bisma saat ia tahu dari detektif sewaannya kalau Bisma melakukan tes DNA atas Mikha.


"Aku akan membawa Mikha jauh dari kamu Bisma. Aku juga nggak akan kasih tahu di mana aku menyembunyikan Bisma"


Mawar memergoki Chelsea dan langsung bertanya, "Tuan muda akan dibawa ke mana, Nona?"

__ADS_1


"Ini anakku. Mau ku bawa ke mana, terserah aku"


"Tapi, ini sudah larut malam. Kalau dibawa keluar selarut ini, Tuan muda bisa jatuh sakit, Nona"


"Aku akan tetap membawanya. Ini anakku. Minggir!" Chelsea.melotot ke Mawar.


"Apa Nona sudah memberitahu Tuan kalau Nona akan membawa tuan muda pergi malam ini?"


"Sial! Kenapa kau banyak nanya?! Minggir!"


"Saya nggak akan minggir. Saya nggak akan biarkan Anda membawa pergi tuan muda tanpa sepengetahuannya Tuan Bisma" Mawar langsung merentangkan kedua tangannya untuk menghalangi langkah Chelsea.


"Kalau kamu tidak minggir, aku dengan terpaksa akan membunuh kamu"


"Saya yakin Anda tidak akan berani menuntun saya di rumah ini. Di rumah ini banyak saksi mata dan banyak kamera CCTV"


"Sial!" Chelsea lalu menoleh ke pria yang ada di sampingnya, "Akhirnya kau sampai juga di sini dan tepat waktu. Bawa dia pergi bersama dengan kita" Lalu, Chelsea berbalik badan dan pergi dengan berlari kencang sambil mendekap Mikha.


Mawar langsung berteriak, "Jangan bawa pergi tuan muda, Nona! Berhenti, Nona!"


Pria yang berdiri di sampingnya Chelsea tadi langsung menahan tubuh Mawar saat Mawar ingin mengejar Chelsea dan pria itu langsung membungkam mulut Mawar sampai Mawar jatuh pingsan di dalam pelukannya.


Di tengah jalan yang sepi, Mawar yang belum bangun dari pintasnya disuntik cairan berwarna kuning cerah dan hanya di dalam hitungan detik, Mawar mengembuskan napasnya, lalu pria itu menyeringai dan membawa Mawar ke vila di mana ia menyekap Nisita dan Bisma. Sesampainya di vila, pria misterius itu Kemudian melangkah lebar ke kolam renang sembari bersiul riang, lalu dengan entengnya ia menceburkan tubuh Mawar yang sudah tidak bernyawa di kolam renang.


Chelsea telah sampai di tempat persembunyiannya. Hanya dia, Joseph kekasih gelapnya dan pria misterius yang selalu menuruti kemauannya. Wanita cantik itu Kemudian meletakkan Mikha ke dalam box sambil berkata, "Mama akan membuatmu nyaman di sini sampai Mama mendapatkan semua yang Mama mau. Kalau Mama sudah dapatkan semuanya, Mama akan menyingkirkan kamu karena Mama tidak bisa merawat dan membesarkan seorang bayi apalagi kamu bukan anak kandungnya Mama"

__ADS_1


__ADS_2