Terlilit Takdir Cinta

Terlilit Takdir Cinta
Degup Jantung


__ADS_3

"Kamu yang bernama Nista Ananta?"


Nisita menganggukkan kepalanya dengan wajah bingung.


Dia ternyata sama dengan Mawar dan Pak Ray. Dia tidak ingat sama aku. Batin Nisita.


"Kamu suka bekerja di sini?"


Nisita hanya menganggukkan kepalanya.


Syukurlah kamu sehat dan nggak ada cacat di wajah kamu, Mas. Terakhir kali aku bertemu denganmu di paviliun belakang rumah kamu ini. Sejak itu kita nggak pernah bertemu lagi sampai akhirnya aku melahirkan, diculik dan ditembak mati. Kata pembunuh itu, dia orang suruhan kamu. Tapi, kata Ibu Peri, aku harus membuatmu jatuh cinta padaku dan membalas dendam sama Chelsea. Pembunuh itu bukan hanya membunuhku, tapi juga membunuh Papaku dan apa benar kalau orang itu bukan orang suruhan kamu? Kamu bahkan seorang suami yang tidak bisa melindungi Istri dan anak kamu kala itu. Tapi, kenapa aku tidak bisa berhenti mencintai kamu dan merindukan kamu, Mas Bisma? Batin Nisita tanpa melepaskan pandangannya dari wajah tampan suaminya.


"Ehem!" Bisma berdeham cukup keras.


Nisita sontak mengangkat kedua bahunya karena kaget dan langsung menundukkan wajahnya.


"Aku tahu aku tampan. Bahkan kata orang aku ini sangat tampan. Tapi, aku sudah punya Istri dan anak. Aku melarang kamu untuk menatapku terus seperti yang kau lakukan barusan" Bisma berkata dengan nada tegas.


"Maafkan saya, Tuan. Saya hanya teringat akan pria yang meninggalkan saya. Pria itu mirip dengan Anda" Sahut Nisita dengan nada yang tidak kalah tegas.


"Apa?! Memangnya ada orang di dunia ini yang ketampanannya mirip denganku?"


"Ada, Tuan" Sahut Nisita.


"Di mana dia sekarang? Aku ingin bertemu dengannya"


Nisita mengangkat wajahnya dan berkata, "Dia sudah lama menghilang dari kehidupan saya, Tuan" Nisita berkata dengan wajah meredup dan layu.


Melihat wanita di depannya tampak sedih, entah kenapa Bisma ikut merasa sedih.


Pria tampan itu kemudian bertanya dengan nada Prihati, "Dia suami kamu atau kekasih kamu?"


"Dia suami saya" Sahut Nisita sambil menatap kedua bola mata Bisma.


Deg! Jantung Bisma seketika terasa sesak entah karena apa saat wanita yang berdiri di depannya berkata, dia suami saya.

__ADS_1


Bisma kemudian berdeham dan berkata, "Oke. Kita lupakan soal kisah cinta kamu. Maafkan aku kalau wajahku mirip dengan suami kamu, tapi aku tegaskan lagi ke kamu kalau aku sangat mencintai Istri dan anakku. Jadi, jangan coba-coba dekat denganku walaupun aku ini mirip dengan suami kamu yang menghilang itu"


"Baik, Tuan" Sahut Nisita dengan wajah datar.


Bisma kemudian berkata, "Aku sudah baca CV kamu. Kamu lulusan IT. Lulusan terbaik di universitas negeri ternama. Kenapa memilih bekerja menjadi pengasuh bayi?"


"Karena saya butuh uang dan saya suka anak kecil"


"Kenapa kau tidak mendaftar di perusahaanku saja? Menjadi chief engineer di perusahaanku. Gajinya lebih besar dan martabatnya lebih tinggi"


"Saya sudah bekerja di sebuah instansi dan maaf saya tidak bisa sebutkan nama instansinya. Saya bekerja freelance di instansi tersebut dan saya butuh kerja sampingan ini untuk menyembuhkan kejiwaan saya. Saya baru saja kehilangan anak saya" Ucap Nisita dengan nada datar.


"Oh" Sahut Bisma singkat.


Nisita diam mematung di depan Bisma.


Pria tampan itu kemudian berkata, "Aku akan mengaji kamu dobel kalau begitu. Kamu bekerja menjadi pengasuh bayiku sekaligus menjadi konsultan IT karena kebetulan, aku butuh bantuan kamu saat ini juga"


"Bantuan apa, Tuan?"


"Ada yang berhasil membobol data penting di perusahaanku. Ada hacker yang membobol data-dataku. Apa kamu bisa merebut kembali data-data itu, lalu melindungi data-data itu dari serangan hacker, dan menemukan hacker itu?"


Nisita terkejut dengan jawabannya. Dia belum pernah mempraktekkan keahliannya sejak ia bereinkarnasi. Kenapa dengan tegasnya ia menjawab seperti ini.


"Bagus. Kemarilah! Duduk di kursiku dan mulai lacak data-dataku sekalian hackernya" Bisma bangkit berdiri lalu menatap Nisita.


Nisita melangkah pelan memutari meja kerjanya Bisma, kemudian ia duduk di kursi kerjanya Bisma.


Nisita tertegun dengan keahliannya sendiri saat ia melihat jari jemarinya bergerak lincah di atas keyboard dan layar di laptop menampilkan deretan angka-angka yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.


Aku benar-benar bisa meretas. Wow! Hebat! Batin Nisita mengagumi keahlian barunya itu.


Bisma sontak berdecak kagum lalu berkata, "Kau hebat banget" Dan tanpa Bisma sadari, ia terus memajukan wajahnya hingga pipinya bersentuhan dengan pipi Nisita.


Sekujur tubuh Nisita seketika membeku, namun tidak demikian dengan jantungnya. Jantungnya justru berdetak abnormal.

__ADS_1


Bisma menoleh ke Nisita, "Kenapa berhenti?"


Napas hangatnya Bisma mengenai pipi NIsita. Jantung Nisita berdegup semakin kencang.


"Kenapa kamu diam saja seperti patung? Apa yang salah?" Bisma menautkan kedua alisnya.


Nisita tersentak kaget dan refleks ia berdeham, kemudian segera berkata, "Maaf Tuan, jangan terlalu dekat! Saya tidak ingin


sedekat ini dengan pria yang sangat mencintai Istri dan anaknya"


Bisma tersentak kaget dan refleks ia menegakkan wajahnya dan berkata, "Hei! Aku nggak ada maksud apa-apa. Aku hanya kagum dengan hasil kerja kamu"


Nisita mengabaikan ucapannya Bisma dan memilih untuk kembali menggerakkan jari jemarinya di atas keyboard.


Bisma mendengus kesal, tapi tatapannya tidak bisa ia alihkan dari rambut pendek bergelombangnya Nisita.


Lima menit kemudian wanita berwajah manis dengan rambut pendek bergelombang itu berkata, "Saya sudah selamatkan semua data Anda dan hackernya sudah ketemu. Nama hacker itu Joseph Vincent. Anda mengenalnya?"


"Wah! Kau hebat sekali. Emm, Joseph Vincent. Aku tidak mengenalnya" Bisma laku menoleh ke Ray dan berkata, "Cari dia, Ray!"


"Baik, Tuan"


"Saya juga permisi, Tuan. Saya harus kembali ke kamar tuan muda. Sudah satu jam saya meninggalkannya. Tuan muda butuh minum susu"


"Baiklah. Kembalilah ke kamar anakku!"


"Saya permisi" Sahut Nisita sambil membungkukkan badannya kemudian ia bergegas pergi meninggalkan Bisma.


Kedua bola mata Bisma mengikuti arah perginya Nisita dan pria tampan itu langsung bergumam saat ia melihat punggung Nisita semakin menjauh, "Kenapa wangi rambut wanita itu terasa sangat familiar bagiku. Aku bahkan ingin mencium rambutnya sesaat tadi pas pipiku bersentuhan dengan pipinya. kegilaan macam apa ini? Aku sangat mencintai Chelsea. Kenapa ada pikiran gila semacam ini di benakku?"


Dan tanpa Bisma sadari, ia melangkah pelan mengikuti arah perginya Nisita.


Saat ia sampai di depan pintu kamar bayinya, Bisma membuka sedikit pintu itu dan melihat Nisita tengah menyusui putranya. Ada gelitikan perasaan asing di dalam hatinya dan seketika itu ia menutup pintu dengan pelan dan tertegun di depan pintu dengan tanya di hatinya, kenapa aku ingin terus menatap wanita itu dan ingin terus berada di sampingnya?


Peri baik hati kembali muncul di depan Nisita dan berkata, "Jangan ingat-ingat lagi kejadian di tahun 2003. Kerjakan saja misi kamu di dimensi waktu ini. Kamu harus membuat Bisma jatuh cinta padamu dan kamu harus mengungkap semua kejahatannya Chelsea. Kalau kamu berhasil mengungkap semua kejahatannya Chelsea, kamu tidak hanya bisa membalas dendam, tapi kamu juga akan menyelamatkan banyak nyawa"

__ADS_1


Nisita hanya bisa menjawab, "Bagaimana bisa saya membuatnya jatuh cinta pada saya kalau saya sendiri masih ragu padanya"


"Kamu mencintainya, kan? aku lihat di mata kamu tadi kalau kamu itu masih mencintainya. Dan kau tahu, di dalam cinta itu tidak ada keraguan. Bye, bye! Aku pergi dulu, ya. Nanti aku kembali lagi" Peri baik hari itu kembali menghilang.


__ADS_2