Terlilit Takdir Cinta

Terlilit Takdir Cinta
Pria Mencurigakan


__ADS_3

Setelah penyatuan raga yang sangat panas dan liar sebanyak dua ronde, Cantika merebahkan kepalanya di dada suaminya dan Dito Zeto langsung memeluk erat tubuh istrinya yang masih polos sambil menarik selimut tebal yang ada di bawah kakinya.


Cantika memainkan jari telunjuknya di dada Dito Zeto sambil berkata, "Sayang, terima kasih kau mau membantuku menangani kasusku besok"


Dito mencium pucuk kepalanya Cantika dan berkata, "Apapun akan aku lakukan kalau kamu memintanya apalagi kamu telah membayarku di muka barusan. Hahahaha"


Cantika langsung menepuk dada Dito Zeto dengan kesal.


Dito menggenggam tangan Cantika sambil menggemakan kembali tawa renyahnya. Kemudian komandan kepolisian yang sangat tampan, gagah, dan populer itu berkata, "Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu"


"Benarkah? Katanya kau mencintai Aurora putri kita"


"Hahahahahaha. Itu cinta yang lain, Sayang. Masak kamu cemburu sama putri kita sendiri"


"Iya aku cemburu" Cantika langsung memunggungi Dito.


Dito memeluk Cantika dari arah belakang sambil berkata, "Oke. Aku akan lakukan semua permintaan kamu asal kamu nggak ngambek lagi kayak gini. Kamu tahu, kan, kalau aku paling benci kamu kasih punggung kayak gini"


Cantika langung memutar badannya dan menghadap suaminya dengan senyum semringah lalu bertanya, "Benarkah?"


"Hmm" Sahut Dito dan setelah pria super gagah dan tampan itu mendaratkan kecupan di kening istrinya, ia berkata, "Tapi, jangan yang aneh-aneh mintanya. Kalau minta, Mas satu ronde lagi, aku langsung bilang, ayo! dengan sepenuh hati"


Cantika menepuk kesal bahu Dito sambil berkata, "Bukan itu!"


"Hahahahaha. Oke. Lalu kau mau minta apa?"


"Klienku, emm, temanku, mengidolakan kamu dan ingin minta tanda tangan kamu. Besok kamu kasih tanda tangan kamu ke dia ya?!"


"Hah?!"

__ADS_1


"Kalau nggak mau, aku kasih punggung lagi, nih"


"Iya, oke. Tapi, kasih ciuman dulu"


"Apa! Mana ada begitu?"


"Pokoknya kalau nggak kamu kasih cium, aku hanya mau kasih jabat tangan ke teman kamu" Dito mengerucutkan bibirnya.


"Apa! Kenapa jadi seperti ini!"


"Apa! Nggak mau?! Ya sudah"


"Dito!" Cantika menggeram kesal dan Dito kembali menggemakan tawa renyahnya ke udara bebas.


Nisita melajukan mobil mewahnya Bisma Mahesa selama dua jam dan dia meraba pinggangnya, "Syukurlah aku tidak lupa membawa tas pinggangku. Kalau nggak, aku bisa kelaparan saat ini" Wanita manis itu kemudian meminggirkan mobil yang ia Kendarai di depan restoran cepat saji di kala perutnya merintih perih dan akal sehatnya menjerit membutuhkan pertolongan kafein. Dia butuh burger dan satu cangkir besar es kopi.


Sambil mengunyah burger pesanannya, Nisita berkata di dalam hatinya, seharusnya aku tidak terlena dengan cintanya Bisma. Angan Nista kemudian melayang ke masa lalu. Masa sebelum ia mengalami reinkarnasi.


"Apa kau mencintainya?"


"Tentu saja aku mencintainya. Sejahat apa pun wanita itu, dia telah berada di sisiku selama lima tahun. Entah kenapa aku tidak sanggup membencinya" Sahut Bisma.


Nisita lalu mendorong dada Bisma dengan keras, "Kita baru saja bercinta dengan penuh perasaan. Aku pikir percintaan kita luar biasa bagi kita berdua. Ternyata hanya aku yang merasakan kalau percintaan kita........ hmmmppppt!"


Bisma langsung membungkam bibir Nisita kala itu dan Nisita langsung menggigit bibir Bisma. Bisma mengaduh keras, "Aduh! Kau sudah gila, ya?! Apa kau seekor anjing, hah?!"


"Iya. Aku ini seekor anjing dan jika aku dilahirkan kembali, aku akan mengigit Chelsea dan kamu juga atau siapa pun yang telah menyiksa aku secara lahir dan batin di masa ini. Camkan itu!" Nisita melotot ke Bisma.


Bisma menampar Nisita lagi dan wanita berparas manis itu menangis. Menangis bukan karena perih yang ia rasakan di pipi akibat dari tamparannya Bisma. Namun, ia menangis karena perih di hati yang dilahap api kecemburuan dan dendam.

__ADS_1


"Pergi! Jangan temui aku lagi!"


Bisma bangun, melompat dari tempat tidur, dan memakai semua bajunya kemudian berkata, "Aku akan kembali lagi saat Chelsea lengah. Aku akan meminta maaf dengan benar padamu, Sita. Aku mencintaimu"


Dengan derai air mata dan isak tangis memilukan, Nisita berteriak, "Pergi dan jangan kembali lagi!"


Namun, pada akhirnya Nisita merentangkan kembali tangan dan hatinya saat Bisma kembali datang mengunjunginya di vila yang ada di halaman belakang rumahnya Bisma Mahesa kala itu. Dan hari itu adalah pertemuan mereka untuk yang terakhir kalinya.


Angan Nisita kembali ke masa sekarang saat salah satu pramusaji di restoran cepat saji yang ia kunjungi, berkata, "Maaf Nona, ada seseorang mengenal Anda dan ingin berbicara berdua dengan Anda sekarang juga?"


"Siapa dan di mana dia?" Nisita tesentak kaget dan langsung mengedarkan pandangannya ke segala penjuru lantai satu restoran cepat saji itu.


"Beliau ada di lantai dua. Anda bisa ke sana lewat lift itu, Nona. Mau saya antarkan?"" Sahut pramusaji dengan nametag July.


"Tidak usah dan terima kasih banyak" Sahut Nisita sambil mendorong kursinya ke belakang dengan pantatnya, lalu ia bangkit berdiri.


"Wanita atau pria?" Tanya Nisita sebelum ia melangkah pergi menuju ke lift yang ditunjuk oleh pramusaji yang bernama July itu.


"Apa Nona?"


"Yang ingin bertemu denganku, wanita atau pria?"


"Pria. Beliau sangat tampan dan sepertinya orang kaya. Beliau bahkan memberikan saya tip cukup banyak hanya untuk mengatakan kalau beliau ingin berbicara dengan Anda, Nona" Sahut Pramusaji yang bernama July itu.


"Baiklah. Terima kasih banyak. Anda boleh kembali bertugas, Nona July"


"Sama-sama, Nona" Sahut wanita yang dipanggil July oleh Nisita.


Angan Nisita kembali menari-nari di masa lalu saat ia melangkah ke lift. Angannya berhenti di memori kala dia dibawa ke tempat antah berantah dengan mata ditutup rapat mengunakan sapu tangan besar. Dia dibawa ke rumah besar itu, rumah yang mirip seperti bekas garasi yang sangat besar itu sangatlah pengap dan sepertinya tempat ia disekap di kelilingi kebun kosong karena sering kemasukan ular. Bahkan ia pernah hampir digigit ular. Beruntungnya ia kalau itu karena anak buahnya Chelsea yang baik hati membunuh ular itu demi keselamatan ibu yang tengah mengandung. Iya, dia tengah mengandung tiga bulan saat ular berbisa hampir menggigitnya. Lalu, benarkah tempat ia disekap selama ia hamil, dikelilingi kebun kosong? Entahlah. Ia tidak bisa memastikan dugaannya itu karena ia belum pernah keluar dari tempat mengerikan itu. Dia pernah hampir bisa melarikan diri dari tempat pengap dan mengerikan itu, namun saat ia baru menaikkan kaki kanannya di jendela ia sudah ketahuan. Alhasil setelah itu, ia mendapatkan siksaan fisik dan mental dari Chelsea. Siksaan fisik dan mental yang bisa membuat orang waras berubah menjadi gila. Untungnya Nisita bisa bertahan untuk tetap waras dan hidup demi anaknya. Anak dari pria yang ia benci karena pria itu tidak pernah datang ke tempat ia disekap. Tidak pernah mencarinya dan membebaskan dirinya hingga pada akhirnya ia melahirkan kemudian dibunuh oleh pembunuh bertopeng.

__ADS_1


Ting! Suara itu terdengar saat lift datang di depannya dan pintunya menggeser terbuka, pikiran Nisita kembali terseret ke masa kini. Mau tidak mau wanita manis itu melemparkan pandangannya ke pria yang sedang menunggu memasuki lift bersama dengannya.


Siapa pria ini? Kenapa sepertinya dia dari tadi memandangi dan mengawasi aku? Dia mencurigakan. Dia akan satu lift denganku. Aku harus waspada. Batin Nisita.


__ADS_2