Terlilit Takdir Cinta

Terlilit Takdir Cinta
Bertemu Chelsea


__ADS_3

Bisma mencoba mengusir degup jantungnya yang abnormal dengan bertanya, "Kenapa kamu ke sini? Apa kamu pernah ke sini sebelumnya?"


Nisita terus memandangi wajah pria tampan di depannya yang masih berstatus suaminya dan menggelengkan kepalanya.


Kamu seksi, Mas. Kumis dan cambang tipis kamu itu bikin kamu lebih macho, tampan, dan seksi. Batin Nisita tanpa melepaskan pandangannya dari wajah suaminya yang sangat ia rindukan.


Kamu manis banget. Badan kamu tampak kurus, tapi memiliki lekuk menggoda di beberapa bagian. Kau sempurna dengan rambut pendek bergelombang kamu, Nisita Ananta. Batin Bisma tanpa melepaskan pandangannya dari wanita berwajah manis yang tampak sangat familiar baginya.


"Kenapa malah memandangiku terus? Kamu tahu tempat ini? Kenapa langkah kamu sangat mantap tadi saat kamu menuju ke tempat ini. Seolah kamu tahu benar tempat ini. Apa kamu pernah ke sini sebelumnya?" Bisma melangkah masuk dengan perlahan.


Nisita langsung memasang sikap waspada dan berkata, "Saya belum pernah ke sini Saya Saya butuh menghirup udara segar sejenak dan berjalan-jalan keluar dan tanpa sengaja menemukan tempat ini. Karena pintunya terbuka, saya masuk ke dalam"


Bisma menghentikan langkahnya di depan Nisita. Sangat dekat hingga membuat wanita itu merasa canggung dan melangkah mundur. Namun, tumit Nisita terantuk sesuatu dan saat Nisita hampir terjengkang ke belakang, Bisma refleks mengaitkan lengannya di pinggang ramping wanita itu dan menariknya sampai dada Nisita menempel di dada Bisma.


Jantung keduanya refleks berpacu kencang saat keduanya bersitatap dari jarak yang sangat dekat.


Deg, deg! Deg,deg,deg,deg!


Bisma menempelkan keningnya di kening Nisita dengan pelan dan berbisik di sana, "Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Kenapa aku sesak napas seperti ini saat aku mencium melihat wajah kamu dan mencium wangi tubuh kamu dari jarak sedekat ini.


Aku juga sesak napas saat ini, Mas. Aku rindu cumbuan, sentuhan, dan ciuman kamu. Batin Nisita.


Hawa di sekitar Bisma dan Nisita seketika terasa panas dan degup jantung keduanya semakin kencang beradu dan berpacu tak terkendali.


Nisita mendorong dada Bisma, membuang muka untuk menyembunyikan wajah merahnya. Kemudian wanita itu bergegas pergi meninggalkan Bisma sambil berkata, "Saya harus kembali ke kamar Tuan muda"


Tubuh Bisma refleks berputar mengikuti arah perginya Nisita dan saat punggung Nisita sudah menghilang dari pandangannya, Bisma bergumam, "Sial! Kenapa aku ingin mengejarnya, memeluknya dari belakang dan membenturkannya di tembok, lalu mengajaknya berciuman saat ini juga? Aku sudah gila atau apa? Bukankah aku sangat mencintai Chelsea Istri Cantikku yang sudah melahirkan anak yang sangat tampan untukku. Nggak! Aku nggak boleh memikirkan wanita lain selain Chelsea! Aku ini pria setia"


Bisma melangkah keluar dari dalam paviliun yang ada di halaman belakang rumahnya sambil mengangkat panggilan telepon dari Ray, "Ada apa, Ray?"

__ADS_1


"Hackernya sudah dibekuk pihak kepolisian, Tuan"


"Bagus. Ajak aku ke sana. Aku ingin bertemu dan mengobrol berdua dengan hacker itu"


"Baik, Tuan" Sahut Ray.


Nisita masuk ke kamar Mikha dan bergegas melangkah lebar ke box bayi. Ia langsung merengkuh Mikha yang masih memejamkan mata ke dalam pelukannya untuk curhat, kemudian wanita berwajah manis dengan rambut pendek bergelombang itu bergumam lirih, "Sayang, Mama jantung Mama masih berdegup kencang saat ini. Kau tahu kenapa? Karena, Mama baru saja dipeluk oleh Papa kamu. Tapi, Mama masih belum percaya sama Papa kamu, Nak


Tiba-tiba pintu kamar bayi terbuka dan Nisita refleks menegakkan badan lalu bersikap waspada saat ia melihat Chelsea melangkah masuk menghampirinya dengan perlahan.


Chelsea mengulas senyum dan berkata dengan ramah, "Kamu sudah akrab dengan bayiku, ya. Kata Mawar kamu bahkan mau menyusui Mikha. Terima kasih"



Chelsea memberikan senyum terbaiknya ke Nisita karena ia sungguh-sungguh berterima kasih kepada Nisita yang sudah bersedia memberikan ASI dan menyayangi Mikha.


Namun, senyum dan sapaan ramah itu membuat Nisita merasa mual. Segala rasa sakit baik psikis dan fisik yang pernah ia dapatkan dari Chelsea membuat Nisita tidak bisa membalas senyuman dan sapaan ramahnya Chelsea. Nisita menatap Chelsea dengan wajah datar dan dingin.


Nisita masih bergeming dan refleks mendekap Mikha lebih erat lagi.


Chelsea menekuk kedua alisnya lebih dalam lagi dan kembali bertanya, "Kau takut sama aku? Atau itu tatapan kebencian? Apa kau membenciku? Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Kenapa kau menatapku seolah kita sudah saling mengenal?"


"Maafkan saya" Nisita langsung menundukkan wajahnya dan berkata kembali, "Saya nggak terbiasa berbasa-basi dengan orang asing. Maafkan saya kalau saya bersikap tidak sopan pada Anda"


"Hahahahaha. Aku suka sama kamu. Aku langsung menyukaimu. Kamu lugas, apa adanya, dan baik. Mikha menyukai kamu. Jadi, aku rasa kita bisa berteman akrab saat ini" Sahut Chelsea.


Cih! berteman akrab apa? Tak sudi aku berteman akrab dengan iblis macam kamu. Batin Nisita.


"Tegakkan wajah kamu! Jangan takut sama aku. Aku sama seperti Mikha putraku. Aku menyukaimu"

__ADS_1


Nisita mempertahankan Mikha saat Chelsea meraih Mikha sambil menggeram, "Jangan sentuh bayiku!"


Chelsea sontak mengernyit dan menyemburkan, "Siapa yang kau sebut bayimu dan kenapa kau tidak mengijinkan aku menggendong bayiku?"


Nisita tesentak kaget dan langsung meletakkan Mikha dengan perlahan dan hati-hati ke dalam dekapannya Chelsea sambil berkata, "Maafkan saya. Saya merindukan bayi saya"


Chelsea mencium wajah Mikha dan membuat Nisita seketika mengepalkan kedua tinjunya untuk menahan rasa marah dan cemburu saat ia melihat Chelsea mencium Mikha. Dia tidak rela putranya dicium oleh wanita iblis macam Chelsea. Namun, dia harus menahan diri agar misinya bisa berjalan sukses.


Kau harus membusuk di penjara. Tamparan, siksaan fisik, dan makian tidak cukup untukmu. Kau harus membusuk di dalam penjara, Chelsea Maheswari. Tunggu saat itu tiba, Chelsea dan kau akan menangis pilu lebih pilu dari tangisanku di masa lalu. Batin Nisita geram.


Chelsea dan Nisita tersentak kaget saat kedua wanita berparas elok itu mendengar bunyi dering telepon genggam yang cukup nyaring. Mikha pun terkejut dan sontak membuka mata dan menangis kencang.


Chelsea langsung menyerahkan Mikha ke Nisita dan bergegas mengangkat panggilan telepon itu sambil berputar badan meninggalkan kamarnya Mikha.


Siapa yang meneleponnya? Kenapa ia tampak panik? Aku harus bisa mengambil telepon genggamnya nanti agar aku bisa mengambil semua data yang ada di dalam telpon genggam itu. Batin Nisita sambil menenangkan tangisannya Mikha dengan dekapan, buaian, dan ciuman.


"Aku ditangkap polisi. Semua data dan saham yang kau ambil dari Bisma berhasil Bisma dapatkan kembali. Dan aku ketahuan. Bisma tahu kalau aku adalah hackernya" Joseph Vincent kekasih gelapnya Chelsea langsung nyerocos tanpa henti.


"Apa?! Kenapa bisa begitu? Kenapa kau bodoh sekali, hah?!" Chelsea berteriak kesal.


"Jangan berteriak padaku. Keluarkan aku dari penjara dan bebaskan aku dari hukuman saat ini juga! Kalau nggak, aku bisa membongkar semuanya saat polisi melakukan penyiksaan fisik padaku. Sial! Aku sangat mencintaimu, Chelsea, tapi siksaan fisik lebih hebat dayanya daripada cinta dan kau tahu kalau aku ini model. Aku tidak tahan digigit nyamuk apalagi kalau aku harus menerima siksaan fisik"


Chelsea langsung berteriak kesal dan menutup panggilan telepon itu.


Bisma berhadapan dengan pria yang bernama Joseph dan langsung bertanya, "Siapa yang menyuruh kamu?"


Joseph menyeringai di depan Bisma dan memilih untuk tidak menjawab pertanyannya Bisma.


"Baiklah. Jadilah bisu selama kau bisa, tapi lihat sebentar lagi, kau akan berkeringat ketakutan dan membongkar semuanya tanpa kau sadari" Bisma memiringkan bibirnya.

__ADS_1


Joseph menatap saingannya itu dan bergumam di dalam hatinya, Bisma sangat tampan dan gagah. Apa Chelsea mencintainya?


__ADS_2