Terlilit Takdir Cinta

Terlilit Takdir Cinta
Bersitatap


__ADS_3

Chelsea melepaskan cekikan di leher Nisita dan menoleh ke dokter wanita yang berlari menghampirinya untuk menggeram, "Kenapa kau bisa ada di sini?"


"Saya tadi ingin memberitahukan hasil tes wanita itu. Namun, saya melihat Anda membawanya keluar. Karena saya pikir hasil tes kehamilan wanita itu sangat penting, maka saya mengikuti Anda dan rombongan Anda sampai di sini. Maaf" Dokter wanita itu berkata dengan napas terngah-engah dan menyerahkan amplop yang ada di tangannya ke Chelsea.


Chelsea menerima amplop itu dan langsung menoleh ke anak buahnya, "Karena dia sudah lancang mengikuti kita ke sini dan dia melihat apa yang seharusnya tidak ia lihat, maka tembak dia!"


Sebelum dokter itu berbalik badan untuk berlari, anak buahnya Chelsea menembak jidat dokter tersebut.


Nisita sontak menjerit, "Aaaaaaa!" Dan memejamkan kedua matanya saat darah terciprat ke wajah Nisita.


Nisita membuka matanya kembali saat ia mendengar tawa mengerikannya Chelsea.


Nisita bergidik ngeri melihat dokter wanita yang menyelamatkan hidupnya di waktu yang tepat, kini terkapar di lantai dengan kening berlubang dan kepalanya tergenang darah. Nisita sontak terisak menangis melihat pemandangan mengerikan itu.


"Aku akan menyembunyikan kamu di tempat yang aman dan merawat kamu dan kandungan kamu dengan baik sampai anak kamu lahir. Lalu, setelah kamu melahirkan, maka kau pun akan berakhir sama seperti dokter itu, hahahahahaha!"


"Ba..... bagaimana dengan Mas Bisma?"


Plak! Chelsea menampar Nisita dan langsung menjerit, "Berani benar kau memanggil suamiku, Mas. Soal Bisma, kau tidak akan aku ijinkan lagi bertemu dengan Bisma karena kamu sudah hamil Kau tidak akan bertemu dengan Bisma lagi sampai anak kamu lahir dan kau mati, hahahahahaha"


Dengan isak tangis, Nisita menggeram, "Apa kau tidak takut karma, Chelsea? Dan bagaimana dengan kehidupan setelah ini? Kau tidak takut mendapatkan siksaan neraka?" Wajah Nisita yang penuh lebam dan sudut bibir berdarah, menatap Chelsea dengan tanpa henti.


"Karma? apa itu karma, cih! Dan neraka? Hahahahahaha. Kalau aku punya banyak uang di dunia ini maka Neraka pun bisa aku ubah menjadi Surga"


"Aku bersumpah! Sekali pun aku menjadi mayat hidup, aku akan mengejarmu dan menuntut balas. Camkan itu!" Nisita mendekap di tengah genangan air matanya.


Byar!!!!!!! Kedua kelopak mata Chelsea terbuka lebar dan wanita itu sontak duduk di tengah ranjang dengan napas terengah-engah.

__ADS_1


Pria yang memeluknya, ikutan terbangun, duduk di sebelahnya Chelsea, dan sambil merangkul bahu Chelsea, pria itu bertanya, "Ada apa? Kamu mimpi buruk lagi?"


"Iya. Aku mimpi buruk lagi dan mimpinya masih sama. Padahal aku tidak pernah bertemu dengan wanita manis berkabut pendek bergelombang yang ada di dalam mimpiku, tapi kenapa aku terus memimpikannya" Chelsea berucap dengan napas yang masih terngah-engah dan kening penuh keringat.


Pria itu mengusap kening Chelsea dengan bibirnya sambil berkata, "Tenanglah! Ada aku di sini" Kemudian pria itu mengambilkan air minum dan sambil menyodorkan gelas berisi air putih, pria itu berkata, "Minumlah dulu!"


Setelah minum, Chelsea melompat dari atas tempat tidur dan memakai kembali semua bajunya sambil berkata, "Aku harus pulang"


"Tepi, ini masih pagi, Sayang. Tinggallah beberapa jam lagi. Aku akan antar kamu pulang"


"Nggak! Bisma bisa curiga. Aku harus Kukang sekarang" Chelsea mengecup bibir pria itu dan berkata, "Aku pulang. Tunggu telepon dariku dan kita bisa bertemu lagi. Aku mencintaimu"


"Aku juga mencintaimu" Sahut pria itu.


Nisita meletakan putra tampannya ke dalam box bayi setelah putra tampannya itu puas meminum ASI. Kemudian, Nista makan makanan yang sudah disediakan untuknya.


Seorang pelayan membukanya pintu dan langsung bertanya, "Ada apa Nona?"


"Saya sudah selesai makan. Di mana saya harus taruh troli ini?"


"Biarkan saya yang membawanya" Sahut pelayan itu.


"Terima kasih" Sahut Nisita dengan senyum manis di bibirnya.


Nisita kemudian menutup pintu dan kembali duduk di tepi ranjang. "Aku harus ngapain? Mikha kalau tidur lama. Apa aku jalan-jalan saja sebentar di taman. Aku ingin melihat apakah paviliun di belakang rumah ini, tempat di mana dulu aku disekap, masih ada" Nisita kemudian keluar dari dalam kamar dan berkata ke pelayan yang berjaga di depan pintu kamarnya Mikha, "Tuan muda sudah tidur lelap. Saya keluar jalan-jalan sebentar untuk meluruskan kaki. Nggak lama, kok"


"Baik, Nona" Sahut pelayan itu.

__ADS_1


Sepuluh menit kemudian, Nisita sampai di paviliun tempat dulu ia disekap. Wanita manis berambut pendek bergelombang itu berdiri di depan pintu paviliun itu dan bergumam, "Masih ada ternyata. Apakah pintunya dikunci saat ini?" Nisita memegang pegangan pintu paviliun itu dan terkejut saat ia bisa membuka pintu itu, "Tidak dikunci saat ini. Tapi, kenapa? Apa paviliun ini sudah tidak pernah dipakai seorang ini, jadi tidak dikunci lagi?" Gumamnya.


Nisita masuk ke dalam dengan pelan. Lalu, ia berdiri di depan jendela yang anehnya tidak berbentuk segitiga lagi. Nisita berdiri di jendela untuk melihat pemandangan yang nampak dari jendela itu sambil mengenang kisah indah kebersamaannya bersama dengan Bisma dulu.



"Di tempat ini pertama kali Mas Bisma menyatakan perasaannya padaku dan di tempat ini pula aku dipisahkan selamanya dari Mas Bisma"


Nisita yang masih melamun dan lupa merapikan blusnya setelah ia menyusui bayinya, tidak menyadari kalau Bisma berdiri di depan pintu, tidak jauh darinya, dan tengah memandanginya dengan penuh kekaguman.


Dia manis dan seksi sekali. Aku benci wanita berambut pendek dan bergelombang, tapi kenapa aku selalu ingin melihatnya dan aku bahkan mengikuti langkahnya secara diam-diam sampai ke sini? Dia melamun saat ini? Dia tidak menyadari keberadaanku. Apa yang ia lakukan? Batin Bisma.



Sial! Kenapa dia lupa merapikan blusnya? Apa dia ingin menggodaku saat ini? Ah! Mana mungkin. Dia sepertinya wanita baik-baik. Apa dia habis menyusui anakku dan lupa merapikan blusnya? Sial! sinar matahari dari jendela membuat dia tampak semakin manis dan seksi. Bisma bergumam di dalam hatinya dan tiba-tiba pria gagah dan tampan itu menggelengkan kepalanya dengan cepat sambil bergumam lirih, "Kenapa aku ingin menghampirinya, menyentuh rambutnya, menciumi rambutnya, lalu mendekapnya dan mengajaknya saat ini juga? Pikiran apa ini?" Bisma memukul pelan pelipisnya dengan kesal. Ia kesal kepada dirinya sendiri yang dengan bebasnya memiliki fantasi liar terhadap pengasuh bayinya.


Nisita terlonjak kaget dan sontak menegakkan kepalanya saat ia mendengar ada gumaman.


Nisita sontak membungkukkan badannya dan seketika itu, Nisita kembali menegakkan badannya sambil berbisik pada dirinya sendiri, "Sial! Kenapa aku lupa merapikan blusku?" Nisita langsung merapikan blusnya dan sontak menundukkan kepala saat ia melihat Bisma telah berdiri di depannya.


Bisma berkata, "Nggak papa. Apa kamu habis menyusui anakku?"


Anak kita, Mas. Batin Nisita.


Lalu, Nisita hanya menganggukkan kepalanya.


"Tegakkan kepala kamu dan lihat aku!"

__ADS_1


Nisita menegakkan kepalanya dan seketika itu, jantung Bisma dan Nisita berdegup abnormal saat kedua bola mata mereka bersitatap.


__ADS_2