Terlilit Takdir Cinta

Terlilit Takdir Cinta
Pesta Topeng


__ADS_3

Saat kembali duduk di kursinya, pendingin ruangan yang ada di ruang kerjanya Bisma yang sangat dingin langsung menusuk-nusuk kulitnya. Blus berwarna putih tipis berlengan pendek berkerah V membuat Nisita menyesal memakainya. Beberapa kali Nisita mengatupkan kedua telapak tangannya dan menggosoknya lalu menempelkan kedua telapak tangannya di kedua pipinya.


Bisma yang berdiri di belakang kursinya Nisita tanpa Nisita sadari, tersenyum melihat tingkah menggemaskan Nisita itu.


Kamu kedinginan, ya? Lucu banget tingkah kamu pas kedinginan seperti itu. Batin Bisma.


Bisma kemudian melangkah maju dengan pelan, menunduk dan memajukan wajah lalu berkata, "Apalagi yang kau temukan? Aku ingin tahu lebih banyak tentang Istriku" Pria tampan bercambang itu berkata dengan sengaja menempelkan pipinya di pipi Nisita dengan pelan.


Nisita yang tengah asyik memainkan jari jemarinya di atas keyboard terkejut bukan main saat kulit hangat Bisma menyentuh pipi dinginnya. Wanita berkulit sawo matang dengan rambut keriting bergelombang itu langsung menjauhkan pipinya dari pipi Bisma kemudian bangkit berdiri dan berkata, "Anda lihat saja sendiri! Saya harus pulang. Ini sudah jam sebelas. Jamnya tuan muda minum susu jam dua belas"


Bisma menegakkan wajahnya lalu berkata, "Mikha ada di kamar itu" Bisma menunjuk ke pintu berdaun dua.


Nisita mengikuti arah telunjuknya Bisma dengan wajah terkejut. Lalu, wanita berparas manis itu menoleh ke Bisma untuk bertanya, "Tuan muda ada di......."


"Iya. Aku menyuruh Ray membawa Mikha ke sini tadi. Aku pikir kamu akan lama meretas akun pribadinya Chelsea dan Mikha nggak bisa lepas dari ASI kamu. Jadi, anak tampanku itu aku bawa ke sini saja"


Nisita seketika tersentuh dengan perhatiannya Bisma itu. Namun, Nisita langsung berputar badan dan melangkah menuju ke pintu yang ditunjuk oleh Bisma.


Bisma menatap punggung Nisita sejenak dan setelah wanita manis itu masuk dan menutup pintu, Bisma duduk di depan meja untuk melihat hasil temuannya Nisita.


"Sial! Yang membunuh Deo ternyata Chelsea. Tapi, kenapa dia bilang ke aku kalau aku yang telah membunuh Deo dan memakai rekaman video pas aku memukul Deo sebagai senjata pas Chelsea meminta kebebasan dariku. Sial! Dasar wanita licik. Dia banyak membohongiku selama ini ternyata. Harusnya aku tetap membatasi kebebasannya seperti saat aku pertama kali menikahinya.


Bisma kemudian bangkit berdiri dan melangkah menuju ke kamar. Dia mengetuk pintu sebanyak tiga kali dan langsung membuka pintu itu tanpa menunggu sahutan dari dalam.


Nisita tersentak kaget dan sontak mendelik ke Bisma sambil merapikan blusnya, "Hei! saya sedang menyusui. Kenapa Anda nyelonong masuk tanpa ketuk pintu dulu!"


"Hei! aku udah ketuk pintu" Bisma tertegun melihat Nisita menyusui Mikha.


Pria super tampan itu belum pernah melihat pemandangan seorang ibu menyusui Mikha. Belum pernah melihat Chelsea menyusui Mikha. Untuk itulah ia menjadi tertegun dan menatap Nisita dengan sorot mata takjub.


"Turunkan kata Anda, Tuan! Atau balik badan! Saya sedang menyusui"


"Aku tidak ingin melepaskan pandangku dari kamu dan Mikha. Alih-alih berbalik badan dan keluar dari kamar itu, Bisma justru melangkah pelan menghampiri Nisita tanpa melepaskan tatapan sendunya.


Nisita tersentak kaget dan langsung mendelik ke Bisma, "Mau apa kau?!"


Bisma menghentikan langkahnya di depan Nisita kemudian pria tampan itu berjongkok lalu berkata, "Aku ingin melihat wajah putraku dari jarak dekat saat ia menerima ASI dari kamu"


"Kau......." Nisita sontak menutupi Mikha dengan selimut dan mendelik, "Kau gila atau apa, hah?! Kau........."


Bisma mendarat kecupan di kening Nisita sambil berkata, "Tak lupa, aku ucapkan terima kasih pada ibu yang sudah berjuang untuk memberikan ASI pada Putraku. Padahal kamu bukan ibu kandungnya Mikha"


"Kau......" Nisita tersentak kaget dan langsung mengusap keningnya dengan kesal.

__ADS_1


Bisma kemudian bngkit berdiri, tersenyum penuh arti ke Nisita kemudian berbalik dan dan melesat keluar dari kamar. Pria tampan dan gagah itu meninggalkan Nisita di kamar bersama dengan putra kesayangannya dengan rasa tenang.


"Hei! Kembali!" Nisita berteriak kesal dan saat ia melihat Mikha membeliak kaget dan melepas ASI, Nisita langsung mendekap Mikha sambil berkata, "Ah! Sayang. Maafkan Mama. Mama tidak membentak kamu. Mama cuma kesal sama Papa kamu. Maafkan Mama, ya. Ayo minum lagi, Sayang"


Di jam tujuh malam, Nisita berangkat ke undangan pesta topeng setelah ia menitipkan Mikha ke Mawar dan setelah ia menelepon Cantika.


"Kita bertemu di sana, ya. Aku memakai baju hitam dan topeng bulu warna hitam juga. Kamu pakai topeng apa?" Tanya Cantika.


"Saya pakai topeng buku warna putih dan dress warna putih pula" Sahut Nisita.


"Oke. Aku akan cari kamu. Aku hapal rambut seksi kamu. Kita bertemu di depan. pintu masuk. Tunggu aku! jangan masuk sebelum aku datang, oke?!" Ucap Cantika penuh dengan ketegasan.


"Oke" Sahut Nisita.


Sementara itu Bisma dan Ray memakai setelan yang sama. Kemeja dan celana kain berwarna hitam. Dia pria tampan itu memakai topeng yang penuh menutupi wajah berwarna hitam.


Di dalam mobil, Bisma bertanya ke Ray, "Apa kau punya pacar, Ray? Selama ini kamu nggak pernah cerita kalau kamu punya pacar"


"Punya, Tuan. Tapi, baru saja. Saya belum lama berpacaran. Baru tiga bulan jadian"


"Wah! Masih hangat-hangatnya tuh. Lalu, apa yang kau rasakan saat jatuh cinta?"


"Lho! Kok nanya sama saya, Tuan? Tuan, kan, sudah menikah selama lima tahun dan sudah punya anak. Harusnya Tuan lebih tahu soal cinta daripada saya" Sahut Ray.


"Apanya, Tuan?"


"Jatuh cinta pada pandangan pertama sama pacar kamu"


"Ah! iya Tuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama" Sahut Ray.


"Apa yang kau rasakan?" Cecar Bisma yang saat ini kebingungan dengan perasaannya sendiri. Kenapa dia selalu ingin melihat Nisita dan berada di dekat Nisita.


"Saya merasa gugup yang berdebar-debar dalam hati setiap kali saya berpapasan dengannya dan mengobrol dengannya. Saya juga selalu mencuri-curi pandang kalau berdiri di dekat dia. Selalu ingin mendengar suaranya dan melihat wajahnya"


"Begitu, ya?" Sahut Bisma.


"Benar, Tuan. Itu yang saya rasakan"


Bisma kemudian bergumam di dalam hatinya, Sepetinya aku juga merasakan hal itu kalau aku bersitatap dengan Nisita. Tapi, mana mungkin aku jatuh cinta lagi. Mana mungkin aku mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama sama Nisita.


Beberapa jam kemudian, Bisma dan Ray telah sampai di tempat pesta topeng penuh misterius diadakan. Pesta itu diadakan di sebuah rumah yang terletak di kaki gunung. Tempatnya sepi dan terasing. Rumah itu sangat besar dan megah dikelilingi pagar tinggi dengan kemanan di atas rata-rata.


"Milik siapa rumah ini" Gumam Bisma.

__ADS_1


"Saya sudah periksa dan tidak menemukan siapa pemilik rumah ini. Identitasnya tersembunyi dengan baik. Sepertinya ia ahli IT sama seperti Nona Nisita.


"Aku akan minta Nisita menyelidik soal tempat ini besok" Sahut Bisma sambil melangkah masuk.


Sebelum masuk ke pintu utama, Bisma dan Ray disemprot parfum khusus dengan alasan agar wangi parfum di dalam ruangan aromanya sama.


Bisma dan Ray menurut saja dan membiarkan dirinya disemprot wangi parfum yang menurutnya berbau sensual dan liar.


Nisita keluar dari dalam mobil dan menunggu Cantika di depan gerbang masuk rumah yang mirip seperti benteng di jaman kerjaan Romawi itu. Namun, tiba-tiba Nisita mencium aroma parfum yang sama dengan yang ada di tubuh pembunuh bertopeng yang telah membunuhnya di masa lalu. Wangi parfum itu membuat Nisita memilih mengikuti pria dengan topeng elang berwarna hitam alih-alih menunggu Letnan Cantika.


Pria itu masuk ke dalam bangunan utama dan saat Nisita pun masuk ke dalam, wanita berparas manis itu kehilangan jejak pria itu.


Nisita sontak menghentikan langkahnya dan mengernyit saat ia melihat pemandangan yang tidak biasa. Pria bercinta dengan lebih dari satu wanita dan di tengah-tengah banyak orang.


"Pesta macam ini?" Gumam Nisita. Lalu, wanita manis itu kembali menerjang kerumunan pria dan wanita yang melakukan aktivitas liar dan panas itu saat ia melihat sosok pria yang ia cari. Nisita menepis kasar tangan pria yang menyentuh tubuhnya dan berkata, "Ayo bermain denganku, Nona!"


"Parfum model apa ini?" Gumam Bisma.


"Iya. Menurut saya wanginya aneh dan kenapa harus disemprotkan dari ujung rambut sampai ke bawah kaki kita" Sahut Ray.


"Iya, benar kata kamu. Ini aneh"


Beberapa menit kemudian, Ray dan Bisma menghentikan langkah mereka secara bersamaan saat mereka melihat banyak adegan panas yang hanya diperbolehkan dilihat oleh pria dan wanita berumur dua puluh satu tahun ke atas.


"Sial! Ini pesta panas dan liar. Kita balik saja Ray. Aku nggak mau tubuhku disentuh wanita bertopeng yang nggak asal usulnya dan aku nggak mau bercinta seperti mereka itu. Bercinta diliatin banyak orang kayak gitu. Sial! Siapa sebenarnya yang mengundang kita ke sini?" Bisma menggeram kesal.


"Saya setuju, Tuan" Sahut Ray.


Bisma dan Ray langsung berbalik badan dan berjalan dengan menghindari kerumunan orang dan sentuhan tangan wanita-wanita bertopeng membuat kedua pria tampan itu berjalan sampai ke halaman belakang rumah bak benteng itu.


"Sial! Apa itu Sita?" Bisma menggeram kesal saya ia melihat wanita yang sosoknya mirip dengan Nisita, dikepung banyak pria memakai topeng bermacam-macam bentuk dan warna.


"Sepertinya iya, Tuan. Itu Nona Nisita" Sahut Ray.


"Kamu siapkan mobil, Ray. Aku akan bantu Sita" Sahut Bisma sambil melesat maju untuk membantu wanita yang rambut dan sosoknya mirip dengan Nisita.


Cantika masuk ke dalam sambil celingukan dan bergumam, "Kok, Sita nekat masuk dan nggak nunggu aku, sih" Cantika berkata sambil memasukkan telepon genggamnya ke dalam saku dressnya.


Cantika langsung memekik kaget saat ia masuk ke bangunan utama rumah itu, "Astaga! Pesta macam apa ini!"


Bisma berhasil menarik keluar wanita yang mirip dengan Nisita dari kerumunan pria bertopeng dengan aneka bentuk dan rupa.


Bisma kemudian membenturkan punggung wanita yang sosoknya mirip Nisita ke tembok, mengungkung wanita yang mirip Nisita dan membuka topeng wanita itu sambil tersenyum penuh arti.

__ADS_1


.


__ADS_2