TERPANGGIL SEBAGAI JOBLESS

TERPANGGIL SEBAGAI JOBLESS
Pertandingan Kualifikasi (1)


__ADS_3

Setelah menemani 3 wanita yang bersamanya berbelanja,Farrel akhirnya bisa beristirahat disebuah taman.


"Huh,kalian sangat bersemangat,apa kalian tidak merasa lelah?"tanya Farrel.


"Tidak sama sekali"jawab Jessica.


"Bella,bella,ayo beli yang disana"Alicia menarik Bella menuju salah satu stand makanan.


"Oh iya Farrel,aku lupa memberitahumu,karena hari ini adalah pendaftaran,maka pertandingannya akan dimulai besok"lanjut Jessica.


"Besok?Bukannya masih beberapa hari lagi?"tanya Farrel.


"Itu pertandingan utama,besok adalah babak kualifikasi untuk memilih 128 peserta yang akan mengikuti babak utama"jawab Jessica.


"Oh begitu,terima kasih informasinya"kata Farrel.


"Sama-sama,semoga saja kita tidak bertemu saat kualifikasi,kalau tidak aku tidak akan berbelas kasih lho" kata Jessica mengedipkan mata.


"Tenang saja,aku lebih kuat dari yang terlihat"jawab Farrel santai.


"Apa yang kalian berdua bicarakan?"tanya Alicia setelah membeli 4 makanan bersama Bella dan memberikan 2 pada Farrel dan kakaknya.


"Tidak ada,cuma masalah pertandingan besok"jawab Jessica.


"Ayo pulang,aku akan sedikit pemanasan untuk besok"kata Farrel beranjak pergi menuju kereta kuda diikuti 3 wanita dibelakangnya.


Setelah sampai mansion milik Roger,Farrel turun dari kereta kuda dan sedikit pemanasan untuk besok.


Setelah malam,sama seperti malam sebelumnya,Farrel dan Bella melakukan hubungan badan namun kali ini Farrel sangat bersemangat menggedor goa Bella sehingga ranjang disana berdecit-decit,setelah 1 jam,Bella pingsan karena kelelahan dan Farrel membuat pisau lempar seperti kemarin lalu beranjak tidur disamping Bella.


Keesokan harinya Farrel dan Bella sudah bangun dan sarapan bersama diruang makan.


"Kalian berdua akan bertanding hari ini,kan?sayang sekali tidak boleh ada penonton saat babak kualifikasi"kata Roger memulai percakapan.


"Tenang saja ayah,aku pasti masuk babak utama seperti tahun lalu"Jessica menepuk dadanya dengan bangga.


"Tenang paman,aku akan menjaga Jessica disana"kalimat Farrel membuat Roger tersenyum.


"Terima kasih bantuanya Farrel"kata Roger.


"Hmmp,aku tidak butuh penjagaan"Jessica menggembungkan pipinya.


"Hahahaha kakak,kau sangat menggemaskan saat seperti ini"Alicia mencubit pipi Jessica.


"Oh iya Bella,apa yang akan kau lakukan hari ini?"tanya Farrel.


Bella yang dari tadi terdiam tertegun"Aku,aku,aku akan dirumah saja,tidak akan kemana-mana?"jawabnya gugup.


"Benarkah?"Farrel menyipitkan mata.

__ADS_1


"Iya,iya,betul,aku dan Alicia hanya akan dirumah"jawab Bella masih gugup.


"Baiklah"jawab Farrel santai.


Setelah sarapan selesai,Farrel dan Jessica masuk kereta kuda menuju tempat pertandingan.


"Apakah mereka sudah pergi?"tanya Alicia..


"Sudah,nona Alicia"jawab pelayan.


"Bagus,Bella ayo mulai pelajarannya"Alicia menarik Bella ke suatu ruangan.


Di tempat pertandingan


"Ckck,sepertinya kita bertemu lagi"suara orang itu menghampiri Farrel dan Jessica,dia adalah Albert.


"Oh babi,ada apa?"Farrel berkata dingin.


"Beraninya kau menghina tuan muda"kata seorang pria muda dibelakang Albert.


"Santai saja Nino,tidak perlu marah terhadap orang desa ini"meskipun begitu,nampak kemarahan diwajah Albert,tapi dia tahan karena peringatan tuan Raksha kemarin.


"Oh,sekarang kau menjadi babi pengecut ya?".


"Kau..."Albert tak bisa menahan marahnya lagi.


"Hahaha,berdoa saja tidak bertemu aku nanti,kalau tidak kau akan kupermalukan"Farrel lalu pergi setelah mengatakan itu.


"Apa yang harus kutakutkan melawan dari babi itu?"tanya Farrel tidak peduli.


"Dia memang bukan ancaman,tapi orang disebut Nino itu masalahnya,ditahun lalu dia menjadi juara 6,kau seharusnya tidak memprovokasi dia'"Jessica mengkhawatirkan Farrel.


"Bukankah sudah kubilang,aku lebih kuat dari kelihatannya" kata Farrel santai"Lebih baik kita duduk dulu,sepertinya disini tempatnya bagus untuk menonton,semoga kita tidak bertemu kali ini"Farrel kemudian duduk


"Benar"Jessica duduk disebelah Farrel.


Tak lama,jadwal pertandingan ditempel,ada enam belas lembar jadwal,dan masing masing jadwal menentukan arena yang dipakai,setelah melihat jadwal,Farrel dan Bella kembali ke tempat duduk.


"Aku ada di arena 10,kau ada dimana?"tanya Farrel.


"Aku di arena 5,beruntung kita tidak ketemu ya"jawab Jessica.


Pertandingan-demi pertandingan dilakukan di setiap arena,hingga tiba giliran Jessica.


"Sekarang giliranku,kau lihat aku beraksi"kata Jessica lalu pergi menuju arena 5.


"Semangat,jangan kalah"Farrel memberikan semangat.


Diarena,Jessica sudah mengambil posisi bertarung,dia mengenakan armor biru dan pedang bermata 2 berwarna biru juga serasi dengan armornya.Setelah pertandingan dimulai,Jessica menyerang maju,musuhnya adalah pengguna tombak,maka dari itu Jessica harus sebisa mungkin memperpendek jarak,tak lama,pertandingan sudah selesai dengan kemenangan Jessica.

__ADS_1


"Kau terlihat luar biasa"puji Farrel setelah Jessica kembali.


"Musuhya terlalu lemah"jawab Jessica tidak puas dengan pertandingan.


"Hahaha,kalau begitu kau bisa mencoba melawanku setelah aku menjadi juara 1 nanti"kalimat Farrel jelas memancing perhatian semua orang.


"Apa yang dia katakan?Apakah dia terlalu meremehkan kita".


"Apa kau mengenalnya?Kurasa dia baru di tournament ini".


"Kalau yang pria aku tidak tahu,tapi kalau yang wanita aku tahu,dia Jessica Fairwell,anak pedagang terkaya di negeri ini dan juara 10 tahun lalu".


"Benarkah?Kenapa dia menemani pria itu?"banyak peseta lain berbisik-bisik.


"Kenapa Jesaica bersama seorang pria?"kata salah seorang dari peserta,seorang pria berambut pirang.


"Bos,sepertinya kau dikalah,hahaha"yang lain menertawakan pria rambut pirang tersebut.


"Dimataku dia sudah mati"kata pria berambut pirang.


Kembali ke Farrel,dia didatangi oleh kelompok Albert.


"Hahaha,kau hanya otang lemah berharap bisa menjadi juara 1"kata Albert menhina.


"Tuan muda,aku akan mengalahkannya nanti,kebetulan kami bertanding di arena yang sama"kata salah satu orang yang mengikutinya,dia adalah Max.


"Pemuda ini akan melawan Max,habis sudah dia".


"Betul,jika saja Max tidak didiskualifikasi karena membunuh ditahun lalu,dia akan masuk 10 besar,tidak,mungkin 5 besar".


"Semoga saja Nona Jessica bisa membujuk pria itu agar mengundurkan diri"para peserta lain berbisik-bisik kembali.


"Selanjutnya pertandingan di arena 10,Max Donell melawan Farrel Syits"kata juri yang mengawasi arena 10 berteriak.


Farrel dan Max melangkah maju menuju arena.


"Terlambat sudah,aku tak tahu apa yang akan terjadi nanti".


"Mungkin akan terjadi pertumpahan darah disini".


Disisi lain,ditempat orang berambut pirang dan kelompoknya duduk.


"Hahaha bro,sepertinya kau tidak bisa melawannya,kau didahului oleh si Max itu".


"Itu lebih baik,aku tidak perlu merendah untuk melawan pria seperti itu"jawab pria berambut pirang.


"Ting,ting"


Bel dibunyikan tanda pertandingan sudah dimulai.

__ADS_1


"Hehe,kawan,bersiaplah menghadapi kematian"kata Max dingin.


__ADS_2