
"Siapa kalian?"tanya Julius pada sekelompok orang yang menghadangnya.
Seseorang yang memimpin kelompok itu maju kedepan "Aku Gen Callidus Stuart,aku disini untuk mengajakmu bekerja sama denganku"kata orang itu yang tak lain adalah Gen,anak sulung keluarga Stuart.
"Kerja sama apa?Dan kenapa aku harus bekerja sama denganmu?"tanya Julius.
"Kau pasti akan menerima kerja sama ini"kata Gen"Karena kita punya musuh yang sama"lanjutnya.
Julius mengerutkan kening"Apa maksudmu?".
Gen menjelaskan semua pada Julius."Aku tahu kau sangat membenci Farrel karena merebut wanita yang kau sukai,aku juga membencinya karena berani menghina keluargaku,jadi aku mau mengajakmu bekerja sama untuk membunuhnya"ajak Gen.
Setelah mendengar penjelasan Gen,Julius mengerti apa yang diingkan Gen,lalu dia tersenyum dingin.
"Baiklah,aku akan bekerja sama denganmu,tapi apa rencanamu untuk membunuhnya?"tanya Julius.
Gen memeriksa sekeliling sebentar "Tidak baik membicarakannya disini,aku sudah memilih tempat,kita akan membicarakannya disana"lalu rombongan mereka beranjak pergi,Julius juga mengajak teman-temannya untuk ikut dengannya.
Di atas arena...
"Kita akan memasuki pertandingan terakhir di babak 8 besar,untuk peserta Ren Dario dan Theo Laker di persilahkan untuk naik ke arena"teriak pembawa acara.
Lalu 2 orang naik ke arena dari tempat para peserta.
"Para peserta bersiap.."
__ADS_1
"Ting,ting"bel dibunyikan tanda pertandongan di mulai.
"...mulai".
Theo berlari dengan cepat menuju Ren dengan mengayunkan pedangnya.
Ren dapat menangkisnya dengan mudah.
"Trang".
Setelah pedang saling berbenturan,Theo mundur ke belakang"Whooooaa,sungguh kehormatan bagiku bisa bertarung dengan petualang nomor 1 di kota ini"kata Theo dengan nada agak gila.
Lalu dia berlari lagi ke arah Ren dengan nada gila.
*Ice Sword*
Setelah itu,Ren melihat tempat dia berdiri tadi sudah ditutupi lapisan es dengan 5 duri es berukuran besar keluar dari tanah dan siap menusuk siapa saja yang ada disana.
"Lho,kenapa tidak menangkisnya?"tanya Theo.
'Menangkis,dasar gila'pikir Ren.
"Wind Enhancement : Enhancement Armament*
Pedang Ren diselimuti angin.
__ADS_1
*Wind Slash*
Ren berkali-kali menebaskan angin dari pedangnya ke arah Theo.
Theo membulatkan matanya,darahnya mendidih,sambil tersenyum lebar,dia berlari menghindari tebasan angin milik Ren,dia berlari mengitari arena lalu berlari mendekat ke arah Ren dan hendak menebasnya,Ren yang melihat Theo ingin menebasnya segera menghindar dan menjauh dari sana dan pada saat pedang Theo menyentuh lantai,muncul beberapa duri es berukuran besar muncul dari tanah lagi.
Kali ini Theo tak berhenti dan terus mengejar Ren dan hendak menebas lagi.
Ren menebaskan pedang anginya juga ke arah Theo yang membuat Theo memperlambat kecepatannya dan menebas angin dengan pedang es nya.
Setelah menebas angin,Theo menatap tajam ke arah Ren "Tidak asik,kau selalu kabur"lalu dia menusukan pedangnya ke lantai.
*Frozen Forest*
Batang-batang es besar muncul di lantai arena,Ren berusaha menghindarinya tapi batang es itu terus bermunculan dan hampir memenuhi seluruh arena.
Saat Ren hampir keluar arena,dia mengarahkan pedangmya ke batang-batang es.
*Lightning Enhancement : Lightning Spread*
Kilatan-kilatan petir keluar dari pedang Ren dan menghancurkan batang-batang es Theo,lalu Ren dengan cepat mendekati Theo dan meninjunya,Theo yang tidak sempat bereaksi terpental ke luar arena.
"Peserta Theo Laker keluar arena,pemenangnya Ren Dario" pembawa acara mengumumkan kemenangan Ren.
"Uwoooo".
__ADS_1
"Plak,plak,plak,pak".
Ren mengangguk ke arah penonton lalu pergi menuju tempat para peserta.