
Saat Farrel dan Bella tengah tertidur,jendela di kamar mereka terbuka sedikit dan ada sebuah belati yang mengarah pada Farrel.
Merasakan bahaya datang padanya,Farrel bangun dari tidurnya dan dengan cepat menangkap belati itu.
Orang yang melempar belati itu merasa gagal dalam melakukan pembunuhannya,dia segera berlari menjauh dari tempat itu.
Farrel yang sudah terprovokasi mana mungkin membiarkan orang itu melarikan diri,dia segera bangkit dari ranjangnya dan menuju jendela untuk mengejar orang itu.
Saat tengah mengejar orang itu,Farrel merasa aneh karena merasa orang itu tidak mencoba melarikan diri,dia merasa orang itu menuntunnya ke suatu tempat.
Saat orang itu berhenti,Farrel menyadari bahwa dia berada ditempat yang agak luas dan sangat sepi,sepertinya dia telah di jebak.
Orang yang dikejar Farrel berbalik dan menatap Farrel dengan senyuman,lalu dia bertepuk tangan dan sekitar 100 orang mulai bermunculan dari balik bayangan.
Farrel menatap keseratus orang itu dan tahu bahwa mereka adalah sekelompok pembunuh bayaran,yang terlemah adalah Rank B dan yang terkuat adalah Rank S yang terlihat seperti pemimpin mereka.
"Siapa yang mengirim kalian?"tanya Farrel.
Orang yang memiliki Rank S melangkah maju"Kau tidak perlu tahu siapa yang mengirim kami,yang perlu kau tahu bahwa dewa kematian telah menunggumu"jawab orang dengan Rank S.
Farrel menggelengkan kepalanya"Kurasa kalianlah yang ditunggu dewa kematian"balas Farrel"Oh ya,2 hari yang lalu aku juga bertemu kelompok pembunuh bayaran,mereka bilang mereka dikirim oleh seseorang bernama Gen,aku yakin kalian juga dikirim oleh dia,benarkan"lanjutnya.
Didalam sebuah ruangan tak jauh dari tempat Farrel,5 orang yang sedang duduk terkaget sebentar karena Farrel tahu bahwa merekalah yang mengirim pembunuh bayaran itu.
"Kak,bagaimana ini?Dia sudah tahu"Albert menjadi gugup.
"Diamlah kau"bentak Gen pada Albert,dia juga gugup.
"Hahaha,tuan muda Gen,kenapa kau gugup seperti itu?Farrel yang 1 orang apalagi tanpa pedangnya apakah bisa mengalahkan 100 pembunuh bayaran kita yang bahkan ada seseorang ber-Rank S"kata Julius sambil tertawa.
Gen memikirkan perkataan Julius,lalu dia tersenyum dingin
"Betul juga perkataan anda tuan muda Julius,lalu kenapa kalau dia tahu kita yang mengirim pembunuh bayaran?Apakah dia bisa mengalahkannya?kata Gen,lalu dia memiliki ide"Bagaimana kalau kita kesana saja untuk melihat kematian Farrel lebih dekat"saran Gen.
"Idemu bagus juga,ayo kesana"lalu mereka berlima menuju tempat Farrel.
Ditempat Farrel dan para pembunuh....
"Hahaha,kau begitu sombong nak,aku tahu kau sangat kuat sehingga bisa mengalahkan Ren,tapi apa?Sekarang kau tidak membawa pedang,seorang Swordman tanpa pedangnya hanyalah seperti anak kecil bagi kami"kata orang dengan Rank S itu.
"Begitukah?Kalau begitu kau bisa maju,kebetulan aku mau mencoba skill baruku"kata Farrel dengan santai.
__ADS_1
"Kau...."orang ber-Rank S itu marah karena diremehkan,tapi sebelum dia mulai menyerang,dia mendengar suara orang bertepuk tangan.
"Plak...plak....plak"lalu 5 orang berjalan mendekat ke tempat itu.
"Sungguh akting yang hebat Farrel,sudah mau mati masih begitu sombong"kata seseorang yang tak lain adalah Julius.
"Hahaha,hari ini kau tidak bisa kabur,aku akan membalas perbuatanmu tempo hari"Albert menimpali.
"Farrel,karena kau sudah menghina keluarga Stuart,hanya 1 akhir bagimu,kematian"kata Gen dengan dingin.
Farrel menatap Gen"Oh,ternyata kau Gen"lalu dia menatap Julius dan Albert"Ada Julius dan Babi juga disini"lanjutnya.
Albert yang mendengar itu menjadi marah"Kau...sudah mau mati masih berani menghinaku"lalu dia mengeluarkan pedang cambuknya dan menyerang Farrel.
Farrel dapat menghindarinya dengan mudah.
"Cepatlah,lebih baik kalian serang bersama-sama,aku masih harus menemani istriku tidur"kata Farrel dengan santai.
"Kalian semua,serang"perintah Gen.
Lalu keseratus pembunuh bayaran maju bersama,melihat itu Farrel hanya tersenyum dingin.
Ini adalah pertama kalinya Farrel menggunakan mode ini, tubuhnya mengeluarkan garis-garis berwarna hitam dan garis itu ada diseluruh nadinya,dia merasakan kekuatan yang besar mengalir dalam dirinya.
"Haaaah,kekuatan yang besar"gumam Farrel,lalu dia maju kedepan dan meninju siapapun yang ada didepannya.
Orang pertama yang terkena tinjuan Farrel langsung terpental mundur dan menabrak dinding dibelakangnya lalu memuntahkan seteguk darah kemudian mati,hal itu juga terjadi pada orang selanjutnya,dan orang selanjutnya.
Hanya membutuhkan 5 menit bagi Farrel untuk membunuh keseratus pembunuh itu,Gen,Albert,Julius,serta 2 temannya merasa ngeri melihatnya'Ini adalah 100 orang,apalagi ada seseorang Rank S,dan hanya butuh 5 menit baginya untuk membunuh semuanya'pikir mereka berlima.
"Umm,Farrel,ini hanya salah paham,oke"kata Gen dengan gugup.
"Betul,betul,kita hanya bercanda"Albert menimpali kakaknya.
"Oh,kalian hanya bercanda ya,kalau begitu aku akan serius"kata Farrel sambil mendekat ke arah mereka berlima.
"Farrel..."karena putus asa,Albert menyerang Farrel dengan pedang cambuknya.
Kali ini Farrel tidak menghindar,dia menangkap pedang cambuk itu dan menarik Albert mendekat,lalu memukul kepalanya hingga meledak tak bersisa.
Melihat itu,Gen menjadi lebih ketakutan,dia kemudian berlutut dihadapan Farrel.
__ADS_1
"Farrel,Farrel,aku mohon ampuni aku,aku..aku adalah pewaris utama Keluarga Stuart,jika kau mengampuniku,aku akan membantumu di masa depan jika kau kesusahan"lalu Gen bersujud,dia menggertakan giginya dan bersumpah akan membalas Farrel jika dia bisa lolos kali ini.
"Apa aku terlihat seperti perlu bantuanmu?"tanya Farrel, kemudian dia mengangkat tinjunya dan memukul kepala Gen yang sedang bersujud hingga hancur.
Malam ini,Keluarga Stuart telah kehilangan pewaris mereka.
Tiga orang yang tersisa bergidik ngeri saat menatap Farrel.
2 orang yang mengikuti Julius ketakutan,mereka tidak bisa kabur,mereka juga tidak bisa melawan,mereka cuma bisa memohon ampun berharap diberi kesempatan,mereka berdua juga sujud dihadapan Farrel dan memohon.
"Tuan...tuan Farrel,ampuni kami,kami hanya mengikuti Julius,aku tidak bermaksud menyerangmu"kata salah satu teman Julius.
"Benar,benar,tuan Farrel,kami tidak ada niatan menjadikan anda musuh"timpal yang lain.
Farrel menatap mereka berdua,dia paling benci dengan orang yang membuang teman mereka untuk bertahan hidup saat mereka dalam bahaya,dia mengingat bahwa dirinya juga dibuang oleh teman-temannya.
Tanpa basa-basi,Farrel langsung meninju kepala mereka hingga hancur juga.
Farrel lalu terus berjalan mendekat ke arah Julius.
Julius yang sangat ketakutan terus mundur hingga di menabrak dinding.
"Farrel,Farrel,tunggu sebentar,aku mohon padamu ampuni aku,tolong lepaskan aku"pinta Julius,dia menangis bahkan mengeluarkan kotoran di celananya.
"Apa kau tahu orang bernama Gisella Jones?"tanya Farrel.
Julius tertegun,dia berpikir sejenak untuk mengingat nama itu dan dia tahu bahwa itu adalah nama mantan tunangannya.
"Ya,ya,ya,aku tahu,dia adalah mantan tunanganku,dia dibunuh oleh saingan bisnis keluarganya"jawab Julius.
"Dia dibunuh oleh saingan bisnis keluarganya ya,lalu sebagai tunangan,apa kau mencari keadilan untuknya,apa kau menangkap saingan bisnis yang membunuhnya"kata Farrel.
Julius terdiam'Bagaimana aku bisa menangkap saingan bisnis Keluarga Jones yang aslinya tidak nyata dan dibuat-buat ayah,itu mustahil'pikir Julius.
"Atau...,sebenarnya dia mati di tanganmu?"tanya Farrel dengan dingin.
Mata Julius membulat'Bagaimana dia bisa tahu?'pikir Julius.
"Sepertinya memang benar"lalu Farrel memukul kepala Julius seperti yang lainnya,hingga hamcur tak bersisa.
Setelah melakukan 100+ pembunuhan, Farrel membersihkan diri lalu kembali kekamarnya dan memeluk Bella dari belakang dan tidur sampai pagi.
__ADS_1