
"Rel..Farrel..Farrel...".
Farrel membuka mata saat seseorang memanggil namanya.
"Bella,kenapa kamu menangis?"tanya Farrel.
Bella yang mendengar suara Farrel mengangkat kepalanya, dia lalu memeluk Farrel sambil terus menangis.
"Sudah-sudah,tidak ada apa-apa,berhentilah menangis"kata Farrel sambil menepuk-nepuk punggung Bella.
"Aku khawatir sekali,saat aku bangun aku melihatmu tergeletak di tanah"kata Bella.
"Tidak apa-apa,aku hanya kehabisan mana saja"balas Farrel.
"Tak kusangka kau benar-benar bisa mengalahkan monster itu"suara tiba-tiba momen antara Farrel dan Bella.
Farrel menoleh kepadanya,itu adalah Yvonne.
"Bukankah sudah kubilang bahwa aku bisa mengalahkannya"balas Farrel.
"Hahaha,mungkin aku terlalu meremehkanmu tadi"kata Yvonne.
"Lalu,apakah kita akan lanjut ke lantai selanjutnya?"tanya Yvonne.
Farrel menoleh ke arah jalan menuju lantai selanjutnya yang baru terbuka,dia memang sedikit tergoda tapi dia segera menggelengkan kepalanya karena ada urusan dengan Rose,dia yakin bahwa orang yang memiliki masalah dengan Rose akan segera datang.
"Aku tidak naik,kalau kalian mau naik silahkan saja,aku masih ada urusan diluar"jawab Farrel.
"Baiklah,kami juga tidak akan naik,pertarungan barusan memberikan beberapa luka pada kami"balas Yvonne.
Mereka berempat kemudian turun dan keluar dari dungeon.
Farreel dan Bella langsung membuka pinntu lobby dan alangkah terkeejutnya mereka melihat pemandangan didalam.
"Apa-apaan ini?"teriak Farrel.
......................
"Dimana putri kita?"tanya seorang pria yang sedang duduk didepan wanita yang sedang berlutut.
Mereka adalah Tommy dan Rose,ayah dan ibu Orchid dan Jasmine.
"Siapa yang putri kita,mereka putriku,hanya aku orang tuanya"teriak Rose.
"Darah lebih kental dari air Rose,kau tidak akan bisa memisahkanku dengan mereka"kata Tommy.
"Kenapa tidak bisa,kau hampir membunuh kami bertiga pada hari itu,mulai saat itu kami sudah tidak ada hubungannya denganmu,berhentilah mencari kami"balas Rose.
"Baiklah,aku akan berhenti mencari kalian,tapi dengan 1 syarat..."kata Tommy sambil mengacungkan 1 jarinya.
"Aku akan mengambil Orchid"lanjut Tommy.
__ADS_1
Rose yang mendengar syarat itu menegang.
"Tidak,tidak boleh,mereka adalah putriku,aku tidak akan memberikannya pada siapapun"balas Rose.
"Alvonso.."Tommy menjentikan jari.
Alvonso yang telah menerima perintah tuannya,segera mencambuk Rose.
"Cras".
"Arghhhhh".
Rose menjerit kesakitan,dipunggungnya sudah ada sekitar 25 luka bekas cambukan.
"Dimana putri kita?"Tommy bertanya lagi.
Rose menatap tajam ke arahnya dan menggertakan giginya.
"Aku tidak akan pernah memberitahumu?"jawab Rose.
"Alvonso..."Tommy menjentikan jarinya lagi dan Alvonso mencambuk punggung Rose lagi,kali ini ada 26 luka bekas cambuk,setiap kali Rose menolak menjawab pertanyaan Tommy,dia akan dicambuk.
Setelah beberapa wamtu,kini terdapat 50 luka bekas cambuk, sekarang raut wajah Rose telah berubah,bukan karena dia tidak bisa menahan sakitnya lagi tetapi karena Orchid dan Jasmine akan pulang dari pasar sebentar lagi.
"Cepatlah kalian pergi dari sini,kalian tidak akan mendapat apa-apa dariku"kata Rose dengan panik.
Tommy menggelengkan kepalanya"Rose,Rose,Rose,
"Ibu,kami pulang"teriak 2 orang wanita dari lobby.
Wajah Rose pucat pasi saat mendengarnya.
"Hooh,sepertinya mereka telah kembali"kata Tommy lalu bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju lobby.
"Tommy,kuperingatkan kau,jangan sentuh mereka atau kau akan mati"teriak Rose.
"Kau berisik sekali Rose,Alvonso tutup mulutnya"kata Tommy,lalu Alvonso menyumpal mulut Rose dengan kain.
"Ternyata kalian berdua sudah pulang"kata Tommy setelah keluar dari ruangan.
Orchid yang melihat orang asing keluar dari dalam langsung maju didepan Jasmine.
"Siapa anda?Kenapa anda bisa berada didalm?"tanya Orchid.
"Apakah kau tidak mengenali ku?"tanya Tommy pada Orchid.
Orchod menyipitkan mata melihat Tommy,dia memang merasa familar terhadap Tommy,tapi dia tidak tahu siapa Tommy.
"Kak,apa kau mengenalnya?"tanya Jasmine sambil menggenggam tangan kakaknya,dia masih trauma kejadian beberapa waktu lalu.
Orchid menggelengkan kepalanya"Kakak tidak kenal siapa dia"jawab Orchid.
__ADS_1
"Oh jadi begitu,tidak masalah juga"Tommy menanggapi dengan cuek.
"Langsung ke intinya saja,siapa diantara kalian berdua yang mempelajari buku 'Crushing Technique From Hell'?"Tommy bertanya to the point.
Orchid yang mendengar itu membulatkan mata,ibunya pernah bilang kalau ada lelaki yang bertanya tentang buku itu berarti dia adalah orang jahat.
"Siapa sebenarnya kau?"Orchid bertanya dengan nada tinggi,dia sudah memasang kuda-kudanya.
Melihat kuda-kuda Orchid,Tommy tersenyum"Sepertinya kau adalah orang yang mempelajarinya"kata Tommy.
"Lalu kau mau apa?"tanya Orchid.
"Aku mau kau memberikan buku itu padaku dan aku ingin kau mati"jawab Tommy.
"Beraninya kau"Orchid bergerak maju.
*Crushing Technique : Iron Fist*
Orchid hendak meninju Tommy tetapi dihalangi oleh pedang Alvonso yang tiba-tiba muncul.
"Trang".
Orchid melompat mundur.
"Hahaha,kau memang putri yang kasar,aku sudah tahu itu dari dulu"kata Tommy.
"Kau mengatakan hal itu seolah kau mengenalku dengan baik"balas Orchid.
"Hahaha,sepertinya perempuan ****** itu telah mencuci otakmu dengan baik,aku akan beritahu aku adalah ayahmu" kata Tommy.
"Dan untuk permintaanku tadi,kuharap kau melaksanakannya dengan baik-baik atau...."Tommy melangkah kesamping agar Orchid dan Jasmine melihat isi ruangan.
"Ibuuuu"teriak Orchid dan Jasmine saat melihat Rose sedang berlutut dan bersimbah darah.
"Apa yang kau lakukan pada ibuku?"teriak Orchid lalu hendak memukul Tommy lagi,tapi dia di halangi Alvonso lagi.
"Penuhi permintaanku lalu aku akan mepepaskan ibumu" kata Tommy.
Orchid menggertakan gigi,dia lalu menoleh ke ibunya dan melihat ibunya menggelengkan kepalanya sambil menangis.
Orchid mengepalkan jarinya sangat keras hingga kuku hampir menembus kulitnya,dia sangat menyayangi ibu dan adik kecilnya itu,dia akan melakukan apapun untuk keduanya, bahkan nyawa akan dia berikan.
"Baiklah,aku akan ambil buku itu"Orchid lalu pergi ke kamarnya,lalu keluar dengan membawa sebuah buku usang dan hendak memberikannya pada Tommy.
"Kakak,jangan lakukan permintaannya"Jasmine memeluk kakaknya tiba-tiba.
Orchid berhenti melangkah,dia menarik napas dalam-dalam lalu melepaskan pelukan Jasmine dan kembali melangkah menuju Tommy untuk menyeerahkan buku itu.
'Orchid,jangan lakukan itu,ibu tak bisa hidup tanpamu'batin Rose didalam hatinya.
'Farrel,dimana kamu sekarang?Kamu bilang akan membantuku jika sedang dalam masalah,aku sekarang dalam masalah'Rose kemudian memejamkan matanya saat dia mendengar pintu penginapan itu dibuka.
__ADS_1
"Apa-apaan ini?"teriak seseorang yang membuat mata Rose terbuka.