
"Trang"
"Trang"
"Trang"
Farrel terbangun di pagi buta karena sebuah suara,dia melepas pelukan Bella dan memakai pakaianya lalu mencari sumber suara.
Setelah beberapa saat mencari,dia akhirnya menemukan sumber suara itu,Jessica yang sedang mengayunkan sebuah pedang ke target pelatihan.
"Kukira suara gaduh apa ini?Ternyata kau sedang berlatih pedang"Farrel mengagetkan Jessica.
"Oh ternyata kamu,apakah aku membangunkanmu?Kalau iya aku minta maaf"kata Jessica setelah berbalik melihat Farrel.
"Tidak apa-apa,lalu kenapa kau berlatih sendirian di pagi buta begini?"tanya Farrel.
"Aku hanya kesal dan tidak puas akan pertandingan kemarin,aku ingin melampiaskannya"jawab Jessica.
"Lalu bagaimana kalau aku membantumu melampiaskannya"lalu Farrel berjalan mengambil sebuah pedang.
"Benarkah?"mata Jessica berbinar"Kalau begitu mohon bantuanya"lalu Jessica menerjang maju ke arah Farrel.
Farrel tetap diam ditempat,barulah saat Jeesica menebaskan pedang ke arahnya,dia mengangkat pedangnya dan menangkis serangan Jessica.
Jessica menyerang lagi dan lagi tetapi yang dilakukan Farrel hanya menangkis dan menghindarinya.
"Kenapa kau tidak menyerangku?Apa kau meremehkanku?"tanya Jessica karena mendapati serangannya tidak pernah mengenai Farrel dan Farrel tidak membalasnya.
Farrel hanya diam,dia mengangkat pedangnya dan bergegas maju dengan cepat dan menempelkan bilah pedangnya ke leher Jessica.
Jessica yang kaget membeku ditempat,lalu dia terjatuh.
Farrel mengulurkan tangannya untuk membantu Jessica berdiri dan Jessica menerima uluran tangan Farrel.
"Pantas saja kau mengatakan mendapat juara 1,dengan kekuatanmu ini kau pasti mendapatkannya"Jessica memuji Farrel"Sayang sekali aku pingsan waktu itu sehingga tidak dapat melihatmu bertarung"lanjutnya.
"Hehe,biasa saja,kau juga kuat,namun kau hanya bertemu lawan yang lebih kuat".
"Kau benar"kata Jessica menggelengkan kepala dan tersenyum masam.
"Bagaimana kalau aku melatihmu?Aku akan membuatmu menjadi lebih kuat"Farrel menatap Jessica.
"Benarkah?Ya,ya aku mau,ayo mulai berlatih"wajah Jessica mendekat ke wajah Farrel.
"Minggirlah,sekarang masih pagi buta,kau sudah berlatih semalaman,kau sebaiknya istirahat dulu,kita akan berlatih nanti setelah sarapan"kata Farrel sambil mendorong wajah Jessica menjauh.
"Oke,oke,janji ya Farrel,tidak,tidak..guru,aku akan memanggilmu guru mulai sekarang"kata Jessica dengan bersemangat.
Farrel tertegun"Mungkin guru terlalu berlebihan".
"Tidak,tidak,sudah seharusnya aku memanggilmu guru"kata Jessica sambil menggelengkan kepala.
Farrel tak tahu bagaimana harus menghadapi gadis keras kepala didepannya,dia hanya menggelengkan kepala"Baiklah,kau boleh memanggilku begitu,sekarang kau istirahat dulu"lalu Farrel pergi dari ruang latihan.
Setelah keluar dari ruang latihan,Farrel kembali menuju kamarnya,dia tidak tidur melainkan membuat pisau lempar sehingga exp gelar penempa pemulanya bertambah 400 point,sekarang dia mempunyai 800 point exp.
__ADS_1
'Sekarang aku tinggal 200 exp lagi,menggunakan mana berlebih memang menyakitkan'pikir Farrel karena dia baru menggunakan 2000 mana point.
"Aku tidak tahu tahu apa yang akan kulakukan terhadap 800 pisau lempar ini"gumam Farrel lagi setelah melihat 800 pisau lempar diinventorynya.
"Tok,tok,tok"
Terdengar pintu kamar diketuk.
"Tuan,sarapan sudah siap"terdengar suara pelayan dari luar pintu.
"Apakah sudah pagi"gumam Farrel yang baru menyadari bahwa sinar matahari sudah menerobos masuk kekamarnya"Mungkin aku terlalu fokus menambah exp" Farrel hanya menggelengkan kepala.
"Kami akan keluar sebentar lagi"kata Farrel.
"Ayo bangun"Farrel mengguncang tubuh Bella"Ayo bangun putri tidur yang malas"gerutu Farrel sambil terus menggoncangkan tubuh Bella.
"Iya,iya aku bangun"kata Bella sambil mengucek matanya.
"Apakah aku harus membangunkanmu setiap pagi?"gerutu Farrel.
"Tentu saja"jawab Bella santai.
"Huh,kenapa kau ini sulit bangun pagi?"Farrel masih menggerutu.
"Mau bagaimana lagi,itu selalu menyiksaku setiap malam" jawab Bella sambil menunjuk bagian bawah milik Fartel.
"Hehe"Farrel tidak tahu bagaimana harus bereaksi"Sudahlah,pakai bajumu lalu kita akan sarapan".
Setelah Bella memakai bajunya,mereka berdua menuju ruang makan.
"Oh nak Farrel,kemarilah,Paman Roger ini dengar kau akan melatih Jessica nanti"kata Roger melihat kedatangan Farrel.
"Haha,betul,betul,ku harap kau mengajarinya dengan baik".
"Ayo sudahi topik ini,makanannya sudah siap"Sarah menyela saat makanan sudah dihidangkan.
Mereka bertujuh memakan sarapan bersama,setelah sarapan,Farrel dan Jessica menuju ruang latihan.
"Guru,aku sudah tidak sabar untuk berlatih denganmu"kata Jessica yang menantikan latihan apa yang akan dia lakukan.
"Baikalah,sekarang kita mulai latihannya".
Farrel lalu menyuruh Jessica memperagakan tehnik pedang miliknya.
"Gurumu terdahulu pasti sangat hebat"kata Farrel setelah melihat tehnik pedang milik Jessica.
"Benar,dia adalah seorang elf yang hebat"balas Jessica.
"Elf?"Farrel mengerutkan kening.
"Ya,dia adalah elf"jawab Jessica"Apakah ada masalah guru?"kali ini Jessica yang bertanya.
"Pantas saja aku melihat banyak celah dari gerakanmu,ternyata gurumu adalah seorang elf"jawab Farrel"Manusia dan elf memang sangat mirip,baik itu secara fisik maupun kemampuan,tapi mau semirip apapun itu tetap saja akan ada bedanya,seperti dirimu dan Alicia,meakipun kalian kembar tetapi masih ada sesuatu yang berbeda dari kalian"lanjut Farrel.
"Mohon beritahu murid ini guru"Jessica tidak mengerti maksud Farrel.
__ADS_1
"Maksudku adalah,meskipun teknik ini sangat kuat bila digunakan gurumu yang seorang elf,tapi teknik ini kurang cocok apabila digunakan olehmu yang seorang manusia"Farrel menjelaskan semua pada Jessica.
"Lalu apa yang harus kulakukan,guru?Apakah aku harus mempelajari teknik lain"tanya Jessica.
"Itu akan merepotkan apabila kau mempelajari teknik lain"jawab Farrel"Aku akan merubahnya sedikit,coba tunjukan gerakan pertamamu"lanjut Farrel.
Setelah Jessica memperagakan gerakan pertamanya, Farrre mendekati Jessica dan memegang pahanya.
"Guru,apa yang kau lakukan?"tanya Jessica dengan muka merah karena pahanya dipegang Farrel"Kalau kau mau.. emm,murid bisa melakukannya,tapi jangan disini"kata Jessica lirih dengan muka semakin merah.
"Apa yang kau katakan?Aku hanya mencoba merubah gerakanmu,jangan berpikir kemana-mana"kata Farrel santai.
"Ingat gerakan yang kurubah ini,selanjutnya tunjukan gerakan yang kedua"perintah Farrel.
Lalu Jessica menunjukan gerakan keduanya dan Farrel merubahnya terus sampai gerakan akhirnya.
Setelah 6 jam merubah teknik pedang Jessica dan membiasakannya,Farrel dan Jessica akhirnya selesai berlatih.
"Baiklah,kita selesai sampai disini,ingat semua gerakannya,jangan melupakannya satupun" Farrel mengingatkan Jessica.
"Siap guru,aku akan mengingat semuanya,terima kasih latihan hari ini"Jessica lalu membungkuk.
"Tidak masalah,ayo kita keluar,kurasa makan siang sudah siap"kata Farrel lalu pergi keruang makan.
"Oh,kalian sudah selesai berlatih?"tanya Roger melihat Farrel dan Jessica masuk ruang makan.
"Sudah ayah,guru sangat hebat melatihku"jawab Jessica bersemangat.
"Paman Roger,aku mau bertanya,apakah paman punya kenalan seorang blacksmith atau alchemist?"tanya Farrel.
"Aku punya,memang apa yang akan kau lakukan?"tanya Roger.
"Aku mau memesan sesuatu"jawab Farrel.
"Nanti aku akan menyuruh kusir mengantarmu kesetiap tempat"kata Roger.
"Aku ikut"kata Bella ingin ikut
"Aku juga ikut"Alicia juga mau ikut.
"Sebagai seorang murid,aku harus menjaga keselamatan guru,jadi aku harus ikut"kata Jessica.
"Kenapa kalian semua ikut?Tidak ada yang menyenangkan disana".
"Tidak ada alasan,berdiam diri dirumah juga tidak menyenangkan"jawab Alicia.
"Hei,kalau kalian pergi,tugas kalian siapa yang akan melakukannya,tidak mungkin aku,kan?"terdengar suara protes dari sisi lain meja.
"Apa yang kau katakan Kak Andrew?Kau adalah calon kepala keluarga selanjutnya,kalau kau tidak ditempa mulai sekarang,kau akan kesusahan nantinya,benarkan dik?"tanya Jessica.
"Betul,ini akan melatihmu menjadi kepala keluarga yang kuat"timpal Alicia.
"Betul juga kata kedua adikmu"Roger juga menimpali "Baiklah,sekarang tugas Andrew menjadi 2 kali lipat".
"Tidaaaakkk"Andrew berteriak frustasi,dia lalu menoleh ke arah Sarah"Ibu,tolong aku".
__ADS_1
"Kurasa ini yang terbaik anakku"kata Sarah.
"Hahahahahaha"semua orang disana tertawa kecuali Andrew.