
Albert mengayunkan pedangnya yang seperti cambuk dengan cepat.
"Srat,srat,srat,srat".
Tebasan demi tebasan dia lakukan,tetapi tak satupun mengenai Farrel.
Farrel hanya menghidar dan tak menyerang balik.
"Jangan terus menghindar,ayo bertarung,apa kau pengecut?"teriak Albert karena kesal seranganya tidak ada yang kena.
"Kau yang memintanya"kata Farrel,lalu dia menebaskan pedang yang dia dapat dari Goblin King ke tanah,seketika tanah bergetar.
Albert yang sedang dalam posisi menyerang tak dapat menyeimbangkan diri,akhirnya dia terjatuh.
"Bukk"
Suaranya sangat keras saat dia terjatuh.
Albert mencoba berdiri tapi usahanya sia-sia,karena badannya yang gemuk ditambah baju besi full armornya yang sangat berat membuatnya tidak bisa berdiri lagi.
"Apa kau tidak bisa berdiri tuan babi besi?"tanya Farrel .
"Hahahahaha".
Sekali lagi,tawa penonton pecah melihat Albert yang mati-matian berusaha berdiri.
"Apa-apaan dia itu,kenapa malah tidur di panggung?Haha".
"Diamlah,kalau suaramu terdengar Bangsawan Stuart kau bisa dalam masalah".
"Maaf teman,hahaha,aku tak bisa menahan ini".
"Benar,hahaha,ini sangatlah lucu".
Para penonton tertawa terbahak-bahak,namun ditempat duduk Bangsawan Stuart udara terasa dingin.
"Bajingan ini,aku ingin dia mati"geram ayah Albert.
"Aku sudah menghubungi pembunuh bayaran ayah,dia pasti akan mati malam ini,ayah tenang saja"kata kakak Albert.
"Sebaiknya ucapanmu benar"kata ayah Albert.
Di atas panggung...
"Apa ini bisa jadi kemenanganku?"tanya Farrel pada pembawa acara.
"Eh..karena lawan anda belum menyerah,anda belum bisa dikatakan menang"jawab pembawa acara itu.
"Tapi sekarang dia dalam posisi tidak bisa melawan anda,setelah 30 detik,dia akan dinyatakan kalah"lanjut pembawa acar itu.
"1,2,3,4,5......26,27".
"Siaaaaaal"Albert yang masih berusaha berdiri berteriak yang malah terdengar seperti babi disembelih.
"28,29,30 peserta Albert Pinguis Stuart tidak dapat melanjutkan pertandingan,pemenangnya adalah Farrel Syits"teriak pembawa acara itu.
"Yeeee".
"Pertunjukan yang bagus nak".
"Kami menantikan penampilanmu selanjutnya".
Sorak sorai penonton terdengar karena penampilan tadi.
Farrel yang mendengarnya mengangguk lalu kembali ke ruangan peserta.
Lalu ada 2 orang yang naik kepanggung untuk membantu Albert berdiri,namun itu masih belum cukup dan mereka bertiga terjatuh lagi.
"Haahaha".
Lagi lagi penonton tertawa terbahak bahak,lalu 2 orang lagi naik ke panggung membantu rekannya,akhirnya Albert berhasil diberdirikan dan mereka berlima turun dari panggung.
Di ruang peserta...
"Hahaha,kau sangat kejam guru,bukan hanya mengalahkannya,kau juga mempermalukannya,hahaha"Jessica yang melihat Farrel segera mendekat dan tertawa terbahak-bahak.
"Itulah hukuman yang pantas karena pernah menghina Bella"kata Farrel.
Di atas panggung...
"Selanjutnya kita akan melihat pertandingan antara Orchid Blume melawan......"teriak pembawa acara itu.
"Kenapa wanita bernama Orchid ini terlihat familiar ya?"tanya seorang wanita,dia adalah Bella.
"Apa kau mengenalnya?"tanya Roger.
"Tidak paman,aku tidak mengenalnya,tapi aku merasa pernah melihatnya"jawab Bella.
__ADS_1
"Aku juga merasa pernah melihatnya"Alicia menimpali.
"Kau juga?"tanya Bella.
"Kurasa begitu".
"Ting,ting"
Bel tanda pertandingan dimulai dibunyikan.
Setelah pertandingan dimulai,Orchid bergerak maju dan mengangkat tinju ke lawannya.
*Crushing Technique : Iron Fist*
Lawannya mencoba menangkis,tapi karena perbedaan kekuatan,dia tak bisa menahannya dan terpental jatuh dari panggung.
Suasana menjadi hening.
"Uwooooo,itu satu pukulan".
"Benar,bukankah dia sangat kuat".
"Kenapa dia terlihat familiar?"
"Bukankah dia lulusan dari Akademi Royal".
"Benar,aku juga pernah melihatnya menggunakan seragam Akademi Royal".
Bisik-bisik para penonton terdengar setelah kemenangan Orchid.
"Orchid Blume menjadi pemenang pertandingan ini"teriak pembawa acara,setelah itu Orchid turun dari panggung dan menuju ruang peserta,dia melewati Farrel dan Jessica begitu saja.
"Sepertinya dia juga bertambah kuat"kata Farrel tersenyum masam.
"Tapi guru pasti bisa menanganinya,kaan?"goda Jessica.
"Tentu"jawab Farrel percaya diri.
Orchid yang mendengar percakan Farrel dan Jessica menjadi geram,dia berbalik lalu melotot kepada Farrel.
"Aku pasti akan mengalahkanmu nanti"katanya dengan nada dingin.
Setelah itu,pertandingan demi pertandingan dilakukan,hingga tiba giliran Jessica bertanding.
"Sekarang,mari kita saksikan pertandingan anrara Jessica Fairwell melawan Nino gander".
"Sekarang giliranmu"kata Farrel kepada Jessica.
"Jangan berlebihan"teriak Farrel pada Jessica.
Setelah naik kepanggung,Jessica menatap tajam ke arah Nino.
"Kau pernah menghina guru,tidak ada hukuman yang pantas untukmu kecuali kematian,tapi karena guru melarangku membunuhmu,maka kau tidak akan mati kali ini"kata Jessica dingin.
"Santai saja nona Jessica,pertandingan kali ini pasti kumenangkan"kata Nino dengan santai,itu karena tahun lalu dia adalah orang yang mengalahkan Jessica.
"Ting,ting"
Pertandingan dimulai...
Sekarang Jessica tidak gegabah,dia tahu bahwa Nino lebih kiat darinya,jadi,kalau dia menerjang seperti dahulu,dia pasti akan kalah.
"Ada apa nona Jessica?Tidak mau menyerang dulu?Kalau begitu aku akan menyerang terlebih dahulu"kata Nino,lalu dia berlari ke depan dengan pedang di tangannya.
"Trang".
Jessica mengangkat pedangnya dan menangkis pedang Nino.
Nino menggunakan Great Sword ,apa lagi itu adalah tingkat rare,jadi kekuatan yang dia punya juga besar,disisi lain,Jessica menggunakan Medium Sword,pedang miliknya juga tingkat rare.
Karena tekanan yang besar dari pedang Nino,Jessica terpental ke belakang.
"Apa kau mau mengaku kalah Nona Jessica?"tanya Nino sambil tersenyum dingin.
'Sepertinya aku harus menjaga jarak darinya,kekuatannya lebih besar dariku'pikir Jessica.
*Water Magic : Water Nedlee*
Puluhan jarum air terbentuk dan menembak kearah Nino.
*Earth Magic : Wall*
Sebuah dinding tanah terbentuk di depan Nino dan menahan jarum air milik Jessica.
Jessica berlari mengitari panggung dan terus menembakan jarum air,tapi Nino juga membuat dinding tanah disekitar nya.
"Percuma Nona Jessica,seperti biasa,sihirmu sangat lemah"ejek Nino,lalu dia berlari mendekat kearah Jessica,dia tahu bahwa Jessica sengaja menjaga jarak
__ADS_1
"Water Magic : Water Bullet"
Muncul 2 lingkaran sihir dari belakang Jessica,lingkaran sihir itu menembakan puluhan peluru air .
Nino berhenti berlari dan mengangkat pedangnya lalu menebas peluru air yang mengarah kepadanya.
"Sres,sres,sres,sres,sres.....sres,sres".
"Apa-apaan sihir lemah ini?Menggunakan sihir lemah lagi, kau meremehkanku ya?"tanya Nino dengan jengkel dan hendak maju lagi.
*Mist Magic : Illusion Mist*
Percikan air yang ditebas Nino tiba-tiba berubah menjadi kabut,lingkungan sekitar panggung menjadi sangat berkabut.
"Apa?Kenapa di atas panggung tiba-tiba ada kabut?".
"Kita tidak bisa melihat pertandingannya donk".
Penonton terlihat kecewa dan saling berbisik.
"Bukankah itu sihir kabut?"
Sebuah suara memecah keramaian menjadikan suasana menjadi hening,semua mata tertuju padanya.
"Apa benar itu sihir kabut?Bukankah sihir kabut itu adalah sihir tingkat ke-2 dari sihir air".
"Benar,dan juga sulit sekali mendapatkan sihir kabut itu, karena kebanyakan sihir air tingkat ke-2 adalah sihir es".
"Sihir ini milik Nona Jessica bukan?Dia sangat luar biasa karena bisa mendapatkannya di usia yang sangat muda".
"Benar,dia adalah seorang jenius".
Kali ini penonton sangat bersemangat,walaupun mereka tidak dapat melihat pertarungan,tetapi mereka dapat melihat pengguna sihir kabut yang langka.
Di atas panggung...
"Dimana kau Jessica?Jangan bersembunyi"teriak Nino sambil menebaskan pedangnya kesegala arah.
Jessica tiba-tiba muncul dihadapannya"Menyerahlah,kau sudah kalah".
"Siaaal"Nino meraung dan menebas Jessica,namun Nino seperti tidak menebas apa-apa.
Tiba-tiba tubuh Jessica berubah menjadi kabut dan menguap.
Jessica muncul lagi dibelakang Nino,dia menebas punggung Nino
"Arghhh"
"Menyerahlah,guruku bilang bahwa aku tak boleh membunuhmu"kata Jeaaica.
"Sialan"Nino menebas tubuh Jessica lagi,dan lagi-lagi tubuh Jessica berubah menjadi kabut,hal itu terus terjadi berulang kali sampai tubuh Nino terluka sangat parah.
*Water Magic : Water Blast*
Jessica menembakan air bertekanan tinggi,air itu mengenai tubuh Nino dan membuatnya terpental keluar dari panggung dan menabrak tembok.
"Duuuk"
"Arggh".
Nino memuntahkan seteguk darah lalu pingsan.
Penonton yang dari tadi menatap panggung tiba-tiba terkejut karena ada seseorang yang terpental keluar dari panggung.
"Bukankah itu Nino?".
"Betul,itu Nino".
Teriak para penonton.
Tiba-tiba kabut di atas panggung perlahan menghilang,terlihat sosok Jessica berdiri disana.
"Nino Gander tidak bisa menlanjutkan pertanding,pemenangnya adalah Jesaica Fairwell"Teriakan pembawa acara menyadarkan para penonton.
"Uwoooo".
"Pertandingan yang hebat".
"Well Played".
"GGWP".
Teriak para penonton karena kemenangan Jessica.
Jessica mengangguk lalu turun panggung menuju tempat peserta.
"Bagaimana penampilanku guru?"tanya Jessica pada Farrel.
__ADS_1
"Kau melakukannya dengan baik"jawab Farrel sambil mengelus kepala Jessica.
"Hehe".