TERPANGGIL SEBAGAI JOBLESS

TERPANGGIL SEBAGAI JOBLESS
Pertandingan Kualifikasi (2)


__ADS_3

"Hehe,kawan,bersiaplah menghadapi kematian"kata Max dingin.


"Bacot on,skill off"kalimat itu membuat Max marah,dia meraung mengangkat 2 kapak ditangannya lalu menyerbu kedepan.


"Mati kau bocah sialan"kata Max marah.


Farrel juga mengeluarkan 2 pedangnya dan maju kedepan.


"Trang"


Bunyi logam berbenturan.


Max kaget bahwa pria didepannya dapat menangkis serangannya"Lumayan juga kau bocah".


"Apa?Apakah hanya segini kemampuanmu?"Farrel mengejek membuat Max marah.


"Brengsek kau"Max menjadi lebih marah menjadikan serangan dan kecepatannya meningkat.


"Hoho,Berserk kah?"kata Farrel melihat kemampuan Max meningkat.


Max mengayunkan kapaknya kedepan untuk menebas Farrel,kali ini Farrel tidak menghindar.


Melihat Farrel tidak menghindar membuat Max senang dan berfikir bahwa lawannya tidak dapat melihat gerakannya"Mati kau bocah"raungnya sekali lagi.


*Shadow Step*


Saat jarak antara kapak dan kulit Farrel tinggal 1 cm,tiba-tiba tubuh Farrel berubah menjadi bayangan dan dengan cepat berlari menuju hadapan Max.


"Srat,srat,bruk"


Terdengar suara tebasan menembus armor dan orang yang menabrak tembok diluar arena,dia adalah Max yang kini terbaring ditembok itu karena terkena efek dari knockback.


"Dia menang?".


"Apakah ini nyata?".


"Anak baru itu menang melawan Max"


Terdengar para peserta lain berbisik-bisik.


"Pemenangnya adalah Farrel Syits"juri berteriak menandakan Farrel menang.


Setelah itu Farrel kembali ke tempat duduknya,tidak ada peserta lain yang berani menatapnya.


Melihat Farrel,mata Jessica berbinar"Tak kusangka kau sangat hebat Farrel".


"Bukankah sudah kubilang,aku lebih kuat dari kelihatannya"kata Farrel mengangkat bahu,lalu duduk disamping Jessica.


"Apa?Bagaimana dia bisa menang?"kata orang berambut pirang kaget setelah menonton pertandingan.


"Hehe bro,sepertinya kau harus turun tangan sendiri besok saat pertandingan utama"kata temannya.


Pria pirang menggertakan giginya"Apa dia pantas melawanku?Kalaupun dia akan melawanku,dia pasti kalah"katanya dengan nada bicara sombong.


Beberapa pertandingan selanjutnya dapat dimenangkan dengan mudah oleh Farrel dan Jessica.

__ADS_1


Di tempat Farrel dan Jessica duduk


"Sepertinya pertandinganku selanjutnya akan dimulai"kata Jessica.


"Jangan kalah"kata Farrel bercanda.


"Aku tidak akan kalah"jawab Jessica.


""Pertandingan selanjutnya,Jessica Fairwell melawan Orchid Blume "teriak juri lalu Jessica dan seorang wanita berambut dan bermata merah gelap naik keatas panggung.


"Kenapa dia terlihat sangat familiar"gumam Farrel lirih melihat penampilan Orchid.


"Pertandingan kali ini,tidak peduli menang atau kalah kalian tetap akan masuk pertandingan utama beberapa hari lagi,jadi main sportif dan usahakan menghindari cedera"teriak juri lagi,di pertandingan kali ini walau kalah,dia akan menjadi juara 8 dan mengikuti tournament utama.


"Baiklah,mulai..."


"Ting,ting,ting"


Jessica berlari maju setelah tanda pertandingan dimulai,dia menebaskan pedangnya ke arah pinggang Orchid,Orchid mundur untuk menghindarinya,dilihat dari penampilannya ,Orchid adalah seorang petarung beladiri.


Setelah menghindar,Orchid memasang posisi bertarungnya.


*Crushing Technique : Iron Fist*


Tangan Orchid berubah menjadi besi,lalu Orchid berlari dengan cepat menuju Jessica dan mengankat tinjunya.Jessica juga menebaskan pedangnya ke Orchid.


"Trang"


Tebasan Jessica dan tinju Orchid berbenturan,Jessica mundur beberapa langkah semetara Orchid tetap berdiri dengan mantap ditempatnya.


Nama : Orchid Blume


Ras  :  Manusia


Umur  :  20


Job  : Petarung Beladiri


Level  : 105


Power  : 1200 (1050+150)


Defense  :675(525+150)


Agility  :1095(945+150)


Stamina  :1725(1575+150)


HP  :1050/1050


MP  :0/0


Farrel mengerutkan kening melihat status Orchid"MPnya 0?Lalu bagaimana bisa dia menggunakan tehnik itu,apalagi itu menambahkan 150 poin untuk setiap status bahkan lebih kuat dari tehnik pedang bulan yang hanya menambahkan 100 poin disetiap status"lalu Farrel tersenyum"Dia menarik,aku ingin mencoba bertarung denganya".


"Tring,tring,trang,trang"

__ADS_1


Pertarungan sangat intens,banyak peserta kagum akan pertarungan ini.


"Apa-apaan pertarungan ini".


"Terlalu intens,sangat menarik".


"Beruntung aku tidak pulang setelah kalah tadi,kalau tidak, aku tidak akan melihat pertarungan ini".


Para peserta lain sangat bersemangat melihatnya.Sedikit yang menyadari bahwa Jessica saat ini sedang terdesak,dia berada dilevel 95 sedangkan Lisa di level 105.


*water magic : water lily*


Jessica menggunakan sihirnya,sebuah lily air keluar dari bawah Orchid dan menangkapnya,Jessica maju dan menebaskan pedangnya.


*Crushing Technique : Iron Kick*


Saat pedang hendak mengenai tubuh Orchid,tiba-tiba lily air milik Jessica hancur,Orchid lalu melompat ke udara untuk menghindari pedang tersebut dan melancarkan tendangan kearah kepala Jessica.


Menyadari dia dalam bahaya,Jessica menarik pedangnya untuk menangkis tendangan Orchid.Walaupun dapat menahan serangan Orchid,tapi karena kekuatan Orchid lebih besar,Jessica terpental setelah menangkisnya.


"Wuuush......Bukk"


"Jesss"Teriakku lalu berlari menghampiri tubuh Jessica.


"Jess,apa kau baik baik saja?"tanyaku sambil mengguncang tubuhnya"Dimana medis?"teriakku pada juri disana,lalu para medis datang.


Aku melihat tajam ke arah Orchid"Orchid Blume,kan?Akan ku ingat namamu".Setalah itu dia mengikuti Jessica saat dibawa keruang perawatan.


Lalu nama Farrel disebut di arena 10,karena ingin menemani Jessica lagi,Farrel menyelesaikan pertandingan dengan cepat,setelah itu dia menemani Jessica,lalu saat namanya dipanggil lagi dia akan menyelesaikannya dengan cepat begitu terus diulang sampai dia juara 1 di arena 10.


Setelah menang,Farrel kembali ke ruang rawat Jessica,saat masuk dia melihat Jessica sedang duduk.


"Kau sudah bangun?"tanya Farrel.


"Iya"jawabnya seperti tidak bersemangat"Maaf ya,aku kalah tadi"lanjutnya.


"Tidak masalah,yang penting kau selamat,kalau tidak,entah apa yang akan kuberitahu pada Paman Roger.Lagipula kau masih bisa mengikuti pertandingan utama besok,kan?"kata Farrel.


"Iya,lain kali akan kubalas dia kalau bertemu dia lagi"kata Jessica mengepalkan tinjunya diudara.


"Bagus,itulah semangat"kataku melihat Jessica sudah bersemangat kembali.


"Ngomong-ngomong kau dapat juara berapa?"tanya Jessica.


"Coba tebak?"Farrel balas bertanya.


"Tidak mungkin juara 1 kan?"tanya Jessica penasaran.


Farrel hanya tersenyum"Ayo pulang,aku yakin Paman Roger dan Bibi Sarah akan senang mengetahui kita bisa mengikuti pertandingan utama besok"lalu pergi meninggalkan ruangan.


"Hei,jangan pergi,hei jawab aku,kau dapat juara berapa?"Jessica kekeh dengan pertanyaannya"Aduh"Jessica berteriak kesakitan,Farrel yang mendengarnya kembali ke ruangan Jessica.


"Kenapa kau bisa jatuh?"tanya Farrel mendekati Jessica.


"Aku masih lemas karena pertarungan tadi,eh..eh,apa yang kau lakukan,turunkan aku"kata Jessica memukul-mukul dada Farrel saat dirinya digendong Farrel.

__ADS_1


"Kamu bilang masih lemas,tentu saja aku akan menggendongmu menuju kereta kuda"Farrel tetap menggendong Jessica dan membawanya ke kerreta kuda.


__ADS_2