
Saat tengah berbincang dengan Farrel,Jessica di hampiri oleh Julius dan temannya.
"Hai,Jessica"sapa Julius.
Jessica tidak membalasnya dan hanya menatapnya dengan dingin.
"Jangan dingin seperti itu donk,aku disini hanya menawarkan kesepakatan,bagaimana kalau kau menyerah dan menjadi wanitaku saja,aku akan menjamin kau hidup enak selama sisa hidupmu"kata Julius.
"Siapa yang mau jadi wanitamu?Lebih baik aku mati daripada menjadi seperti itu"jawab Jessica dengan dingin.
Mendengar jawaban Jessica,Julius tidak marah,dia tersenyum dan berkata"Jangan sepeŕti itu donk, kecantikanmu itu akan sia-sia kalau kau mati".
"Apa urusanmu?"tanya Jessica.
"Memang ini belum menjadi urusanku,tapi akan segera menjadi urusanku"lalu Julius pura-pura berpikir"Bagaimana kalau kita bertaruh?Kalau aku menang,kau menjadi wanitaku"Julius menantang Jessica.
"Aku tidak akan bertaruh denganmu,lagipula aku mempunyai seorang pria yang kucintai"jawab Jessica sambil melirik Farrel.
Melihat Jessica melirik ke Farrel,Julius menjadi geram "Kau Farrel,kan?Beraninya kau merebut wanitaku"kata Julius.
"Aku?"Farrel menunjuk dirinya sendiri"Mungkin kau salah orang,aku sudah mempunyai wanita jadi aku tidak akan merebut wanita orang lain"lanjut nya.
"Bagus,kau mencoba membodohiku ya"Julius kemudian hendak mengambil tombaknya sebelum kemudian temannya berbisik padanya.
"Bro,kau bisa memanfaatkannya untuk membuat Jessica menerima kesepakatanmu"bisik teman Julius di telingannya.
Julius tertegun"Kau memang pintar"lalu Julius menatap Farrel"Karena kau bilang kau sudah mempunyai wanita,bagaimana kalau kau membiarkan Jessica bertaruh denganku,karena kau gurunya,dia pasti akan mendengarkanmu,kan?"Julius mencoba memprovokasi Farrel.
Farrel tahu Julius memprovokasinya,tapi itu sama sekali tak berguna'Baiklah kalau kau ingin bermain-main,aku akan melayanimu dengan baik'pikir Farrel.
Farrel berpura-pura terprovokasi"Aku sih tidak ada masalah dengan itu,tapi bagaimana kalau Jessica menang?Apa yang dia dapatkan?".
Julius yang mengira Farrel telah masuk jebakannya membuat dia tersenyum dan berkata"Kau bisa meminta apa saja".
Farrel berpura-pura bodoh"Bagaimana kalau aku membuatmu tidak mempunyai keturunan"kata Farrel.
Julius tertegun sejenak'Itu terlalu kejam'pikirnya"Baiklah,kalau dia menang,aku akan menerima hukuman mu"kata Julius,lalu dia menatap Jessica"Jessica,gurumu telah menyepakati pertaruhan ini,kau tidak akan menolaknya,kan?".
Jessica terdiam,dia lalu melirik Farrel dan melihatnya mengangguk"Aku akan selalu mematuhi guruku,kalau dia telah menyepakati pertaruhan,berarti aku tidak bisa menolaknya"jawab Jessica.
"Hahaha,bagus kalau begitu,aku akan pergi dulu,kita akan bertemu di arena sebentar lagi,saat itu terjadi,bersiaplah kalah dan menjadi wanitaku"lalu Julius dan temannya pergi dari sana.
__ADS_1
"Apakah tidak apa-apa guru?Dia adalah petarung kuat"tanya Jessica dengan perasaan sedikit khawatir.
"Jangan khawatir,kau bisa mengalahkannya asalkan kau bisa mengikuti rencananya"jawab Farrel sambil mengelus kepala Jessica"Lagipula aku melakukan ini untuk sahabatmu,aku akan menghukum dia dengan membuatnya tidak bisa mempermainkan wanita lagi".
Jessica akhirnya mengerti ide gurunya"Guru,rencanamu sangat bagus"kata Jessica.
"Hahaha,rencana ini hanya bisa dijalankan apabila kau bisa mengalahkannya,maka dari itu berusahalah dengan keras"kata Farrel"Baiklah,sana pergi,kau sudah dipanggil"Farrel lalu mendorong Jessica.
Di atas arena...
"Mari kita saksikan,pertandingan ketiga antara Jessica Fairwell melawan Julius Amando Martis"teriak pembawa acara.
Kemudian,kedua orang itu naik ke arena,seperti biasa,para penonton wanita mulai menggila saat Julius akan bertanding.
"Peserta bersiap,pertandingan...
"Ting,ting"Bel dibunyikan tanda pertandingan telah dimulai.
"...Dimulai".
"Ingat perjanjian kita,kau tidak boleh mengingkarinya,setelah ini kau akan menjadi wanitaku" setelah mengatakan itu,Julius mulai berlari mendekati Jessica dengan tombaknya.
"Aku tidak berniat kalah,jadi kau bersiaplah untuk menjadi kasim"Jessica juga berlari menuju Julius.
Julius tak tinggal diam,dia menarik tombaknya dengan cepat dan menangkis tebasan Jessica lalu melompat mundur untuk memperlebar jaraknya lagi.
"Aku terkesan,kau hampir mengenaiku"lalu Julius berlari lagi mendekati Jessica
*Teknik Tombak Utara : Invisible Spear Trusht*
Serangan Julius hampir sama seperti sebelumnya,itulah yang dipikirkan Jessica sehingga membuatnya menghindari tusukan tombak Julius dengan gerakan yang sebelumnya dia pakai,namun dia terkejut karena menyadari bahwa saat dia menghindari tusukan pertama,armornya terkena goresan kecil,saat dia menghindari tusukan kedua,armornya menerima goresan yang lebih parah,hal itu terus terjadi sampai pada tusukan ke 20.
Jessica sekarang dalam keadaan yang tidak baik karena ada banyak luka ditubuhnya dan armornya sudah rusak parah,hal itu bisa terjadi karena setiap tusukan tombak Julius memberi kerusakan yang lebih besar dari tususkan sebelumnya.
Jessica lalu melompat mundur untuk menjaga jarak aman dari tombak Julius,dia mengangkat tangannya dan memutuskan untuk menggunakan sihir kabutnya.
*Mist Magic : Mist Illus...."
Sebelum mantra Jessica selesai,Julius segera menyerangnya dengan tombak ular.
*Teknik Tombak Utara : Tombak Ular*
__ADS_1
Tombak milik Julius memanjang dan berubah menjadi ular,kemudian bergerak cepat ke arah Jessica dan hendak menggigitnya.
Jessica segera membatalkan mantranya dan menyentuh lantai dibawahnya lalu melompat mundur untuk menghindari gigitan ular milik Julius sehingga ular milik Julius menggigit udara kosong,tetapi hal itu hanya berlangsung sementara karena ular milik Julius kembali mengejar Jessica,tapi Jessica kembali menghindarinya setela menyentuh lantai,hal itu terjadi berkali-kali sehingga menyebabkan Jessica kelelahan karena harus terus melompat.
"Sepertinya kau sudah kelelahan,bukankah ini berarti kemenanganku"setelah mengatakan itu,Julius kembali menyerang Jessica dengan ularnya.
*Water Magic : Water Fang Trap*
Tiba-tiba banyak lingkaran sihir yang terbentuk di lantai yang disentuh Jessica sebelumnya,dari lingkaran sihir tersebut,keluar banyak taring air yang langsung mengunci ular milik Julius sehingga ular itu tidak mampu bergerak lagi.
Julius tertegun melihat ular miliknya telah terkunci dan tidak bisa bergerak lagi mau bagaimanapun dia mencoba menggerakannya.
Jessica memanfaatkan kesempatan ini untuk mendekati Julius dan mengarahkan bilah pedangnya ke leher Julius.
"Kau sudah kalah"kata Jessica sambil menggoreskan pedangnya ke leher Julius sehingga keluar sedikit darah dari leher Julius.
Julius menggertakan giginya,dia kalah dengan cara yang memalukan,dia tidak menyadari bahwa dari tadi Jessica telah memasang jebakan sehingga membuatnya kalah.
Julius menatap tajam ke arah Jessica"Aku kalah".
"Peserta Julius Amando Martis mengaku kalah,pemenangnya Jessica Fairwell"teriak pembawa acara.
"Uwooo"
"Plak,plak,plak,plak,plak".
Teriakan penonton dan tepuk tangan terdengar dari para penonton.
Jessica sedikit mengangguk ke penonton lalu pergi menuju tempat para peserta meninggalkan Julius yang masih ada di arena.
"Tidak apa tuan Julius,kami akan selalu mendukungmu".
"Mau bagaimanapun hasilnya,kami akan tetap bersamamu" para penonton wanita sedang menyemangati Julius.
Tanpa memperdulikan mereka,Julius berlalu pergi dari arena.
"Sial,sial,sial,sial"umpat Julius lalu dia dihentikan sekelompok orang.
"Siapa kalian?"tanya Julius.
"Aku Gen Callidus Stuart,aku disini untuk mengajakmu bekerja sama denganku"kata orang itu yang tak lain adalah Gen,anak sulung keluarga Stuart.
__ADS_1
"Kerja sama apa?Dan kenapa aku harus bekerja sama denganmu?"tanya Julius.
"Kau pasti akan menerima kerja sama ini"kata Gen.