
Di pagi buta,sebelum matahari terbit,ranjang dikamar Farrel dan Bella terlihat sangat berantakan dengan 4 orang berbaring lemas disana setelah mengalami pertempuran hebat di malam harinya.
Farrel bangun paling awal,dia kemudian melihat bahwa Bella ada di lengan kanannya dan Jessica serta Alicia ada di lengan kirinya.
Entah perasaan bahagia apa yang menghampiri Farrel saat dirinya memeluk ketiga wanita itu.
"Hoaam,apakah sudah pagi"Alicia terbagun karena pelukan Farrel,dia menguap sambil mengucek-ucek matanya.
"Selamat pagi Alicia"sapa Farrel.
"Selamat pagi"balas Alicia.
"Lebih baik kau bangunkan kakakmu dan cepat pergi dari sini"kata Farrel.
"Kenapa?"tanya Alicia.
"Huh,apa yang akan dipikirkan orang-orang saat melihat kau dan Jessica tidak ada di kamar kalian dan malah ada di kamarku"jawab Farrel.
Alicia berpikir sejenak lalu dia membangunkan kakaknya.
"Kak,ayo bangun,kita pergi dari sini"kata Alicia sambil menggoyang-goyangkan tubuh kakaknya.
"Pagi,Alicia,ada apa?"tanya Jessica.
"Bangun kak,ayo pergi dari sini"jawab Alicia.
"Kenapa pergi?Disini aku bisa lebih dekat dengan guru"kata Jessica masih berbaring sambil memeluk lengan Farrel.
Farrel melepaskan pelukan Jessica dan mendorong Jessica"Cepatlah pergi ke kamar kalian".
Jesaica terkejut"Guru,kau sudah bangun".
"Tentu saja,sekarang cepat pergi sebelum para pelayan menyadari kalian ada disini"kata Farrel.
"Baiklah guru"lalu Jessica turun dari ranjang dan merasakan sakit di goa bawahnya.
"Aduh guru,sakit sekali disini"Jessica duduk lagi diranjang.
"Benarkah?"Alicia juga mencoba berdiri"Aduh"dia juga merasa kesakitan di goa bawahnya.
Farrel memijat pelipisnya,dia lupa bahwa Jessica dan Alicia semalam masih perawan dan dirinya bermain sangat keras terhadap mereka,seharusnya dia bermain lembut sedikit.
"Bagaimana ini guru?"tanya Jessica.
"Aku akan mengantar kalian"Farrel lalu bangkit dan mengenakan pakaiannya lalu memapah kedua saudara kembar itu kekamarnya masing-masing dan menyuruh mereka agar tidak keluar sampai mereka merasa tidak sakit lagi di goa bawah mereka.
Setelah kembali kekamarnya,Farrel tidak tidur lagi,dia menunggu matahari terbit,lalu membangunkan Bella untuk sarapan bersama.
"Dimana Jessica dan Alicia?"tanya Roger saat mereka tengah sarapan bersama.
Mendengar itu,wajah Farrel dan Bella berubah sesaat lalu kembali normal,beruntungnya tidak ada yang menyadarinya.
"Pelayan,panggil mereka berdua"teriak Roger lalu 2 orang pelayan pergi kekamar mereka.
Setelah beberapa saat mereka berdua akhirnya tiba diruang makan dengan agak kesulitan berjalan lalu duduk di kursi mereka.
"Kenapa kalian telat sarapan?Apa kalian tidak mau mengantar Farrel dan Bella pergi?"tanya Roger.
"Tidak apa-apa ayah,kami hanya kesulitan tidur saja"jawab Alicia.
"Benar ayah,mana mungkin kami tidak mau mengantar guru dan Bella pergi"jawab Jessica.
"Kalau begitu cepatlah sarapan,mereka akan berangkat pagi ini"kata Roger.
__ADS_1
Setelah sarapan,mereka bertujuh menuju halaman mansion,disana sudah ada 1 kereta kuda biasa,itu adalah permintaan Farrel karena tidak mau menarik banyak perhatian dengan kereta kuda keluarga Fairwell,lagipula Farrel yang akan mengendarainya sendiri.
"Apa kalian tidak mau menyewa petualang untuk menemani masuk dungeon?"tanya Roger.
"Tidak perlu paman,aku cuma mau lihat-lihat sebentar,kalau aku merasa tidak sanggup maka aku akan langsung keluar"jawab Farrel.
"Bukankah kalian akan rugi jika tidak mengambil apapun disana?"tanya Roger.
Farrel menggelengkan kepala"Aku tidak akan merasa rugi,lagipula hadiah yang kuinginkan sejak awal adalah telur ini"jawab Farrel.
Setelah Farrel dan Bella naik,mereka pergi menuju kota Barom,kota paling dekat dengan lokasi dungeon.
Saat tengah hari,mereka berdua beristirahat,Farrel juga ingin melihat Cangkang Reingkarnasi Kaisar Naga Hitam yang dia dapatkan.
Saat melihatnya,Farrel mencoba menyentil telur itu dan membuat telur itu retak sedikit lalu mengeluarkan asap hitam yang menyelubungi tubuh Farrel.
Bella yang melihatnya menjadi panik dan segera menghampiri Farrel"Farrel,kenapa dengan tubuhmu?"tanya Bella.
Farrel segera mengangkat tangannya dan menyuruh Bella tetap di tempat"Bella,tetap disana,jangan mendekat,aku pasti kembali,kau jangan kemana-mana"lalu seluruh asap hitam itu membungkus Farrel hingga tidak bersisa.
...[Kaisar Naga Hitam mengundang anda untuk mengikuti ujiannya,apakah anda menerimanya]...
...[YES/NO]...
"Yes"jawab Farrel,lalu dia dibawa ke suatu tempat dan disana terlihat sosok naga yang amat besar dan hitam legam.
{Jadi kau adalah orang yang akan mengikuti ujianku selanjutnya}kata Kaisar Naga Hitam itu.
"Cepatlah mulai ujiannya,istriku sedang menunggu"Farrel berkata dengan santai.
{Oh,kau begitu sombong ya,kalau begitu aku akan katakan peraturannya,pertama kau....}sebelum ucapannya selesai,dia sudah disela oleh Farrel.
"Cepatlah,kalau tidak aku akan langsung menyerangmu"lalu Farrel mengangkat tangan kanannya.
Aura hitam keluar dari tangan Farrel dan menyelubungi Kaisar Naga Hitam tersebut.
{Apa yang kau lakukan padaku?}tanya Kaisar Naga Hitam.
"Itu salahmu karena tidak mau cepat,Glutonny,serap dia" Glutonny mulai menyerap Kaisar Naga Hitam saat aura hitam sudah sepenuhnya menutupi tubuhnya.
{Arghhh,ini menyakitkan}raung Kaisar Naga Hitam.
"Uhuk"Farrel batuk darah karena menggunakan terlalu banyak mana saat menyerap Kaisar Naga Hitam yang mempunyai level tinggi.
...[Memperoleh jutaan exp dari Noir,Kaisar Naga Hitam]...
...[Level Up 401》505]...
...[Memperoleh Familiar : Noir,Kaisar Naga Hitam]...
...~Dapat melakukan summoning terhadap Noir...
...[Memperoleh Skill : Black Dragon Mode]...
...~Dapat meminjam kekuatan Kaisar Naga Hitam untuk bertarung...
~Terdapat 3 Form :
-Form 1 : Nadi Naga
-Form 2 : Setengah Naga (Locked)
-Form 3 : Naga Sejati (Locked)
__ADS_1
...[Pembukaan Form tergantung jumlah kebencian terhadap musuhnya,semakin besar rasa benci pengguna terhadap musuhnya,maka pengguna dapat membuka Form yang lebih kuat]...
...[Memperoleh afinitas terhadap atribut kegelapan]...
...[Mata ke 5 dari 9 mata dewa di buka]...
...[Mata Ruang diperoleh]...
...~Dapat bertukar tempat dengan segala sesuatu dalam jarak 10 meter (Mana : 100/Skill)...
...~Jarak dapat meningkat sesuai jumlah penggunaan mana....
"Luar biasa,sudah lama aku tidak merasakan peningkatan seperti ini"kata Farrel,lalu tubuhnya diselubungi asap hitam yang mengembalikannya ke tempat awal.
Bella yang melihat Farrel telah kembali segera menghampirinya dan memeluknya.
"Kau tidak apa-apakan?"tanya Bella sambil memeriksa tubuh Farrel.
"Tidak apa-apa kok"jawab Farrel"Apakah kau sudah cukup istirahat?Kalau sudah ayo kita lanjutkan perjalanan".
"Emm"Bella menganggukan kepalanya.
Lalu mereka berdua melanjutkan perjalanan dan sampai di kota Barom saat sore hari.
"Lebih baik kita cari penginapan dulu,kita masuk dungeon besok pagi"kata Farrel.
"Oke,tidak masalah"jawab Bella.
Lalu mereka mencari penginapan dan beristirahat di kamar.
Saat berbaring,Farrel mengobrol ringan dengan Bella "Tebak,aku sudah level berapa?"tanya Farrel.
Bella mengerutkan kening lalu menggelengkan kepalanya "Jarak level kita terlalu besar,aku tidak bisa menebaknya"jawab Bella.
"Hehe,sekarang aku sudah level 500 lebih,sebentar lagi aku bisa membalaskan dendamku"kata Farrel,saat memikirkan dendamnya,dia selalu membuat raut muka marah.
"Benarkah?Aku akan selalu mendukungmu,tidak peduli meski harus mengorbankan nyawa,aku akan membantumu membalas dendam"kata Bella.
Mendengar perkataan Bella membuat Farrel menjadi senang,dia menarik Bella kedalam pelukannya.
"Aku senang kau mau mendukungku,tapi tenang saja,kau tidak perlu mengorbankan nyawa,kau hanya perlu selalu berada disisiku selamanya"kata Farrel.
"Mengerti"jawab Bella.
Disaat mereka berdua berpelukan,terdapat 5 orang yang sedang duduk bersama di bangunan lain.
"Bagaimana rencananya tuan muda Gen"tanya Julius.
"Tenang saja tuan muda Julius,semua berjalan mulus,nanti malam Farrel pasti mati"jawab Gen.
"Kak,kau boleh membunuh Farrel,tapi wanita itu serahkan padaku ya"pinta Albert pada Gen.
"Kau ini,kalau bukan karena kau keluarga kita tidak akan menjadi bahan tertawaan"teriak Gen pada Albert dengan marah.
Albert yang dimarahi kakaknya hanya bisa menggertakan gigi.
"Hahaha,santai saja tuan muda Gen,turuti saja adikmu,itu akan memotivasinya untuk lebih semangat membunuh Farrel nantinya"kata Julius.
"Baiklah tuan muda Julius,idemu bagus juga"kata Gen.
Saat mereka mengobrol tentang rencananya,seseorang tiba-tiba muncul dan berbisik pada Gen,lalu orang itu pergi.
Mendengar laporan orang itu membua Gen tertawa "Hahaha,tuan muda Julius,rencananya sudah dimulai,mari kita berpindah ke tempat akhir"Gen mengajak pergi Julius ke tempat bertarung nantinya.
__ADS_1