TERPANGGIL SEBAGAI JOBLESS

TERPANGGIL SEBAGAI JOBLESS
Tournament Tahunan


__ADS_3

Waktu berlalu dengan cepat...


Hari pertama tournament telah tiba...


"Kalian berdua bertandinglah dengan baik,jangan terlalu memaksakan diri"kata Roger kepada Farrel dan Jessica.


"Tidak perlu khawatir ayah,guru sudah mengajarkan banyak hal padaku,kali ini aku pasti akan masuk 5 besar" Jessica sangan bersemangat.


"Tenang saja paman,kau tidak perlu mengkhawatirkanku" Farrel membalas santai.


"Baikalah kalau begitu,kalian cepat masuk,kami akan menonton dan menyemangati kalian"kata Roger,lalu Farrel dan Jessica memasuki ruang peserta.


Diruang peserta,terpampang jadwal pertandingan,Farrel dan Jessica mendekatinya untuk mengetahui siapa lawan mereka.


"Sepertinya kau tidak bisa melawan Orchid"kata Farrel setelah melihat jadwal.


"Betul,guru duluan pasti akan mengalahkannya"Jessica tersenyum masam,dia ada di bagan kiri,sedangkan Orchid ada di bagan kanan bersama Farrel.


"Apa kau meremehkanku?"kata seseorang dipojok ruangan.


Farrel dan Jessica berbalik untuk melihat orang itu,dia adalah Orchid Blume.


"Tidak,aku sangat menantikan bertarung denganmu"jawab Farrel.


Orchid tidak membalasnya,dia menutup mata untuk mengistirahatkan diri.


Farrel tidak mempermasalahkannya,dia kembali melihat jadwal"Si gendut akan menjadi lawan pertamaku"kata Farrel.


"Kau pasti bisa mengalahkannya dengan mudah,guru"kata Jessica.


"Mudah saja,sekarang kita lihat lawan yang akan kau hadapi nanti"kata Farrel.


"Oh sial,kenapa aku harus dibagan yang sama dengan dua orang ini?"Jessica mengumpat melihat nama calon lawannya.


"Siapa mereka?"tanya Farrel.


"Itu si Julius,juara 2 di tahun lalu,dan si juara 1"jawab Jessica.


"Hahaha,sepertinya kita ditakdirkan berjodoh ya Jessica"kata seorang berambut pirang,dia adalah Julius Amando Martis.


"Cih,siapa yang mau berjodoh denganmu"balas Jessica.


"Jangan malu-malu seperti itu,kita sudah ditakdirkan berjodoh oleh para dewa"kata Julius maju hendak memegang tangan Jessica.


Jessica menepis tangan Julius dan mundur"Jangan tidak sopan,aku sudah punya kekasih"lalu dia memegang tangan Farrel.


Mendengar itu membuat Julius tertegun,lalu dia tersenyum"Kau sama sekali tidak pandai berbohong ya Jessica,semua orang disini mendengar kau memanggilnya guru,sekarang kau memanggilnya kekasih,mungkin nanti kau akan memanggilnya ayah,hahahaha"Julius tertawa terbahak-bahak.


Semua orang berusaha menahan tawa karena tahu identitas dari Jessica adalah putri Roger Fairwell,pedagang paling besar di kerajaan ini.


"Kau..."muka Jessica memerah,bukan hanya karena marah,tapi dia juga bersalah kepada Farrel karena menjadikannya kambing hitam.

__ADS_1


"Siapa bilang dia berbohong"terdengar suara seseorang,dia adalah Farrel,dia lalu menatap Jessica dan mencium bibirnya.


Muka Jessica semakin merah karena ciuman tiba-tiba dari Farrel.


"Apa itu cukup?"tanya Farrel pada Julius setelah melepas ciuman Jessica.


"Kau,kau...beraninya kau"Julius mengangkat tombaknya tapi dia dihentikan oleh temannya.


"Sabar bro,kau bisa membuat Tuan Raksha marah jika membuat keributan disini"kata Temannya sambil menahan Julius.


"Benar,jangan gegabah,kita masih bisa menghabisinya diluar nanti"kata temannya yang lain.


Julius berhenti setelah mendengar kata-kata temannya"Kau beruntung"Julius menatap Farrel dengan tajam"Berharap saja kau tidak bertemu aku diluar nanti"kata Julius lalu berbalik pergi.


Setelah Julius pergi,suasana disana menjadi canggung.


"Maaf ya Jessica,aku tiba-tiba menciummu"Farrel berkata dengan lirih.


Jessica tersadar setelah mendengar ucapan Farrel"Ti..tidak apa-apa guru,kau melakukan itu juga untukku"kata Jessica dengan muka merah.


'Kenapa aku tiba-tiba merasa bersalah terhadap Bella,dia datang kesini untuk menyemangatiku tapi aku malah mencium wanita lain,lagipula kenapa aku juga merasa aneh,di bumi dulu aku tidak mempunyai kekasih tapi sekarang aku malah berselingkuh'pikir Farrel sambil menggelengkan kepalanya.


"Selamat datang semuanya,di Tournament Tahunan Kerajaan Wallis"Teriak pembawa acara disana.


"Aaaaa"


"Yeeeeee"


Terdengar sorak sorai dari penonton.


"Mohon para penonton tenang sebentar"suara pambawa acara membuat para penonton terdiam.


"Tahun ini,jumlah peserta naik menjadi 2 kali lipat,setelah melakukan kualifikasi,sekarang kita mempunyai 128 peserta"kata pembawa acara.


"Waah,banyak sekali".


"Betul,akan membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan pemenangnya kali ini"


Para penonton berbisik-bisik setelah mendengar pembawa acara.


"Tanpa berlama-lama,mari kita mulai pertandingan pertama"kata pembawa acara.


Lalu,2 orang naik ke panggung,setelah bel dibunyikan, mereka maju untuk menyerang lawan,mereka terlihat sama-sama kuat,tapi pada akhirnya,salah satu dari mereka jatuh.


Pertandingan terus berlanjut ke peserta selanjutnya,lagi dan lagi hingga tiba Giliran Farrel.


"Baiklah,mari kita sambut,peserta selanjutnya 'Albert Pinguis Stuart' melawan 'Farrel Syits"Kedua orang itu naik ke panggung setelah namanya disebut pembawa acara.


"Bukankah itu tuan Albert dan satunya lagi adalah orang yang mengalahkan Max"kata salah seorang penonton yang menjadi peserta kualifikasi.


"Bemarkah,si Max itu dikalahkan bocah ini".

__ADS_1


"Kurasa kau berbohong bro,mana mungkin Max dikalahkan bocah kecil seperti itu".


"Dia tidak berbohong,aku juga disana saat dia mengalahkan Max".


"Bukankah ini berarti Tuan Albert akan membalaskan dendam anak buahnya".


Para penonton saling berdiskusi dengan panas.


"Baguslah Max itu tidak masuk ke pertandingan ini"kata seorang pria yang memiliki umur sebaya dengan Roger.


"Betul suamiku,terakhir kali dia membunuh peserta lain dengan kejam, benar-benar tidak manusiawi"balas seorang wanita yang sepertinya adalah istrinya.


"Kita lihat bagaimana penampilan orang yang mengalahkan Max,kudengar dia juga tamu Roger"kata pria itu.


"Kudengar dia juga seumuran dengan anaknya,bagaimana menurutmu Leticia?"tanya wanita itu.


Orang yang bernama Leticia hanya diam mengamati arena.


Kedua suami istri itu hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya.


Di atas panggung...


"Sungguh sial nasibmu bertemu denganku,kali ini kau tidak bisa lolos lagi"teriak Albert pada Farrel.


"Bagaimana kabarmu babi pengecut"sapa Farrel lalu dia pura-pura mengamati tubuh Albert dari atas kebawah "Kenapa kau menggunakan baju besi full armor,kau mau berperang atau apa,atau haruskah aku memanggilmu babi besi mulai sekarang"Farrel memprovokasi Albert.


"Ha ha ha ha ha".


"Ha ha ha ha ha"


Para penonton dipodium tertawa terbahak-bahak,bukan berarti mereka tidak menghormati bangsawan Stuart,tapi sebutan Babi Besi itu terlalu lucu.Bahkan Roger dan keluarganya juga tertawa,pria dan wanita yang seumuran dengan Roger juga tertawa,sudut mulut Leticia melengkung berubah menjadi senyuman.


Namun ada sekelompok orang yang berwajah muram"Siapa?Siapa dia?Beraninya dia menghina anakku" kata seorang pria paruh baya dengan geram.


"Ayah,dia adalah orang yang mengalahkan Max,dia juga adalah tamu dari Roger Fairwell"jawab seorang pria muda,anaknya.


Pria paruh baya itu tertegun sejenak,lalu wajahnya berubah mengerikan"Lalu kenapa kalau dia adalah tamu dari Roger Fairwell,dia telah menghina anakku,dia menghina keluargaku,si Roger itu tidak mungkin membela anak itu dan menjadi musuh dari keluarga kita,kan?"kata pria paruh baya.


"Tidak peduli bagaimanapun,aku ingin dia mati malam ini"lanjutnya dengan wajah dingin.


"Baik ayah"jawab anaknya.


\=\=\=\=\=


"Sialan kau"teriak Albert,lalu dia berlari kedepan,tapi pada dasarnya dia gemuk sehingga tidak bisa berlari cepat,ditambah dengan baju besi full armornya,itu membuatnya semakin lambat.


"Kenapa kau sangat lambat"kata Farrel santai,menutup mata dan mengangkat bahu,lalu tiba-tiba dia mundur kebelakang dengan cepat dan kaget melihat kedepan dengan Alber yang memegang pedang yang seperti cambuk.


"Hahaha,kau cukup cepat ya"Alberr tertawa melihat reaksi Farrel"Alasanku memakai baju besi full armor adalah karena aku tidak mengandalkan kecepatanku,aku bisa menyerang dari jauh,kalau musuh mendekat mereka tidak bisa menembus armorku ini,Hahaha"lanjutnya.


"Tak kusangka kau cukup pintar,aku terlalu meremehkanmu babi besi"lalu Farrel mengeluarkan 2 pedangnya yang ada dipunggung.

__ADS_1


"Mati kauuuuu....."teriak Albert sambil mengayunkan pedangnya dari jauh.


__ADS_2