TERPANGGIL SEBAGAI JOBLESS

TERPANGGIL SEBAGAI JOBLESS
Pembunuh Bayaran Keluarga Stuart


__ADS_3

"Siapa kalian?"tanya Bella.


Tapi sekelompok pria ini tak menjawabnya.


"Hehe,sepertinya ada yang menginginkan kematianku"Farrel terkekeh lalu memegang tangan Bella "Aku akan mengurus ini,kau tenang saja"katanya.


"Emm"Bella mengangguk.


Melihat jawaban Bella,Farrel maju kedepan"Siapa yang mengirim kalian?"tanya Farrel.


"Siapa yang mengirim kami tidaklah penting.Yang penting adalah dia mau membayar mahal untuk nyawamu"jawab salah satu orang itu.


"Aku tidak akan memaksa kalian menjawabnya,memang betul bahwa orang yang mengirim kalian tidaklah penting,terbukti bahwa dia tidak bisa menyewa pembunuh yang lebih terampil"kata Farrel dengan nada mengejek.


"Kau...."para pembunuh tahu maksud Farrel,maksud Farrel adalah mereka adalah pembunuh yang tidak terampil sama sekali.


"Saudaraku,serang dia,bunuh dia,kita bisa ambil wanita itu" perintah salah seorang yang terlihat seperti pemimpin.


"Wush,wush,wush".


Para pembunuh melesat kedepan"Matiii".


Farrel tetap diam ditempat,dia mengeluarkan salah satu pedangnya dan mulai bertarung dengan para pembunuh,tak sampai satu menit,hampir semua pembunuh telah mati,Farrel menyisakan 2 orang untuk di introgasi.


"Jadi,siapa yang mengirim kalian?"tanya Farrel lagi.


"Kau pikir bisa mendapatkan informasi dari kami?Pembunuh juga punya kebaggaan,kami tak akan membocorkan informasi tentang pelanggan kami meskipun kami harus mati"jawab pembunuh 1.


"Hoho,benarkah?"Farrel tertawa dingin"Beberapa hari yang lalu aku juga bertemu pembunuh,kau tahu,mereka memilih membocorkan informasi tentang pelanggan mereka daripada aku siksa"lanjutnya.


"Mereka pasti bukan profesional,membocorkan informasi tentang pelanggan adalah tabu bagi pembunuh"kata pembunuh 2.


"Kau sebentar lagi juga akan melakukan hal tabu itu"lalu Farrel mendekati pembunuh 1 dan meminumkan potion cinta kepadanya,lalu Farrel menoleh ke pembunuh 2 "Panggil aku jika kau sudah tidak tahan"Farrel kemudian berbalik pergi dan menggandeng tangan Bella,dia tidak mau Bella melihat kejadian mengerikan yang akan terjadi.


"Kenapa kita menjauh?"tanya Bella saat mereka sudah jauh dari tempat tadi.


"Mereka akan melakukan sesuatu yang menjijikan,aku tidak mau hal itu menodai matamu"jawab Farrel"Kita akan menunggu disini"mereka bedua duduk di salah satu bangku disana.


Bella yang tidak tahu apa maksud Farrel hanya mengikutinya.


Di tempat para pembunuh...


"Haha,dia sangat bodoh,dia melepaskan kita begitu saja,cepat,kita harus pergi dari sini"kata pembunuh 2,lalu dia menoleh ke arah pembunuh 1,dia melihat wajah pembunuh 1 telah berubah.


"Hei,kenapa wajahmu terlihat *****'?"tanya pembunuh 2,tapi pembunuh 1 tidak menjawab dan menerkam pembunuh 2.


"Hei,apa yang kau lakukan,arrgh,lepaskan aku bangsat"teriak pembunuh 2.


Di tempat Farrel dan Bella...


"Arrgh".


"Kenapa ada jeritan dari tempat tadi?Apa kau menyuruh orang untuk menyiksa mereka?"tanya Bella.

__ADS_1


"Mana mungkin aku menyuruh orang untuk menyiksa mereka,aku dari tadi bersamamu,mungkin saja mereka sedang bersenang-senang"Farrel menjawab sambil mengangkat bahu,Lalu mereka berdua melanjutkan mengobrol,setelah beberapa menit,Farrel hendak memeriksa para pembunuh.


"Aku akan melihat mereka dulu,kau tunggu disini,oke"lalu Farrel menuju tempat para pembunuh.


"Bagaimana?Apakah kau mau melakukan hal tabu bagi para pembunuh atau merasakan 'Siksaan' lagi"tanya Farrel pada pembunuh 2.


Pembunuh 2 menggertakan giginya,dia tak menyangka 'Siksaan' yang dimaksud Farrel adalah hal seperti ini,dia telah dinodai,telah kotor.


"Masih tidak mau bicara"lalu Farrel mendekati pembunuh 1 hendak meminumkan potion cinta lagi.


"Aku akan bicara,aku akan bicara"pembunuh 2 menyerah akan ancaman Farrel.


"Begini kan enak,kalau kau mau mengatakannya dari tadi kau akan terbebas dari 'Siksaan'tadi"kata Farrel lalu memasukan potion cinta kedalam bajunya.


"Siapa yang mengirim kalian?"tanya Farrel lagi.


"Itu..."Pembunuh 2 memggertakan gigi,hal ini sangat melukai kebaggaannya sebagai pembunuh,tapi disisi lain dia tak mau mendapatkan'Siksaan'dari Farrel lagi.


"Siapa?"Farrel menekankan suaranya.


"Itu adalah Gen Callidus "jawab pembunuh 2.


"Gen Callidus?"Farrel mengerutkan kening"Siapa dia?Aku tidak mengenalnya,jangan coba-coba berbohong"kata Farrel.


"Gen Callidus berasal dari keluarga Stuart,mereka ingin membalas dendam atas penghinaan yang kau lakukan hari ini"jawab pembunuh 2.


"Ternyata keluarga Stuart"Farrel bergumam sendiri.


"Tuan,saya sudah menjawab pertanyaan anda,bolehkah saya pergi?"tanya pembunuh 2.


"Tolong,ada orang mesum"teriak Farrel lalu dia berlari ke tempat Bella.


"Sudah selesai?"tanya Bella.


"Yups,ayo pulang"jawab Farrel.


"Tadi itu kau yang berteriak,kan?Kenapa?"tanya Bella lagi.


"Bukan apa-apa,hanya melihat 2 orang mesum saja"lalu Farrel menarik Bella pergi.


Di tempat 2 pembunuh...


"Berhenti,apa yang kalian lakukan ditempat umum"teriak para penjaga yang melihat 2 orang pria bermain pedang-pedangan.


"Penjaga,penjaga,tolong aku,tolong,arghh"pembunuh 2 melolong kesakitan akibat hentakan gila dari pembunuh 1.


Di tempat Farrel dan Bella...


"Cit,cit,cit"


Ranjang di kamar mereka terus berdecit.


"Ahhhhh"desah 2 orang di atas ranjang,setelah 1 jam,mereka mencapai ******* dan keluar bersama.

__ADS_1


Sambil membelai wajah wanita di bawahnya"Sayang,aku sangat berterima kasih pada ayahmu sehingga aku bisa memilikimu sebagi istriku"kata Farrel lalu mencium kening Bella.


"Aku juga merasa senang,aku bisa mempunyai suami yang hebat sepertimu"jawab Bella sambil tersenyum.


"Terima kasih sayang"lalu mereka tidur sambil berpelukan sampai pagi.


Saat sarapan di ruang makan,ada 7 orang duduk disana.


"Farrel,Jessica,kalian sudah masuk 8 besar,kalian harus berhati-hati,misalnya tidak bisa melanjutkan pertandingan,menyerah saja,utamakan keselamatan"Roger mengkhawatirkan Farrel dan Jessica.


"Meskipun biasanya dia berkata bodoh,tapi untuk hal ini aku setuju dengannya"Sarah menimpali.


"Jangan khawatir paman,bibi,aku pasti akan memenangkan pertandingan ini"jawan Farrel dengan santai.


"Betul ayah,ibu,jangan terlalu mengkhawatirkan kami"Jessica menimpali Farrel.


"Baiklah,kami tak akan mengkhawatirkan kalian kalau kalian berjanji untuk tidak memaksakan diri"jawab Roger.


"Kami janji"jawab Farrel dan Jessica bersama-sama.


"Cepatlah makan,kita akan segera berangkat"Sarah menyuruh agar semua orang disana segera menyantap makanan.


Saat tengah makan,Farrel menyela"Oh,iya,setelah ini aku akan menuju tempat Kakek Gunter"kata Farrel.


"Ada apa disana?"tanya Roger.


"Barangku sudah selesai diperbaiki,aku mau memakainya di pertandingan nanti"jawab Farrel.


"Baguslah kalau begitu,nanti kita pergi bersama"kata Roger.


"Tidak perlu paman,kau bisa langsung ke arena saja,aku tidak mau merepotkanmu"kata Farrel.


"Baiklah kalau begitu"jawab Roger,lalu mereka segera menghabiskan sarapan mereka dan pergi ke tujuan masing-masing.


Di tempat Blacksmith,Rombongan Farrel telah sampai disana,lalu mereka mencari Kakek Gunter.


"Oh,Farrel,ini barangmu sudah selesai"Kakek Gunter lalu menyerahkan bungkusan panjang milik Farrel.


"Sangat bagus,terima kasih ya Kakek Gunter"kata Farrel setelah menerima pedangnya.


"Tidak masalah,kudengar kau akan bertanding hari ini ya,aku pasti akan menonton untuk menyaksikan kehebatan pedang ini"kata Kakek Gunter.


"Terima kasih Kakek Gunter,kalau begitu kami akan pergi dulu,aku akan menunggumu menonton pertandinganku"lalu Farrel dan rombongannya pergi menuju arena.


Setelah sampai,Farrel dan Jessica pergi ke tempat para peserta sedamgkan Bella dan Alicia pergi menuju tempat Roger,Sarah dan Andrew duduk.


"Semuanya,selamat datang dipertandingan 8 besar Tournamet tahunan Kerajaan Wallis"pembawa acara membuka pertandingan.


"Uwooooooo".


"Aku sudah tidak sabar".


"Uwoooooo".

__ADS_1


"Pasti akan ada epic moment nich".


__ADS_2