
"Siapa kau,beraninya kau mengganggu urusanku?"tanya Kemal dengan marah.
Farrel tidak menjawabnya,dia hanya menatapnya dengan dingin.
Farrel lalu mengeluarkan pisau lempar yang lain dan melemparkannya ke paha kemal.
"Argggh"kemal berteriak kesakitan saat pisau lempar menembus pahanya.
Orchid masuk kedalam kamar,dia berhasil mengalahkan pria di luar.
Saat masuk,dia melihat Kemal yang masih bertelanjang bulat sedang memegangi pahanya yang berlumuran darah,dia merasa familiar dengan kemal,lalu dia melihat ibu dan adiknya sedang berpelukan.
"Jasmine,apa kau tidak apa-apa?"tanya Orchid.
Jasmine yang mendengar suara kakaknya mendongak,dia kemudian menangis saat melihat kakaknya.
"Kakak,hiks,aku sangat takut".
Orchid kemudian ikut memeluk Jasmine bersama ibunya.
"Kakak dan ibu ada disini,jangan takut lagi"kata Orchid.
Farrel yang melihat ini menjadi terharu,ada rasa iri juga di hatinya,dia yatim piatu,tinggal bersama pamannya yang seorang pemabuk,jadi dia tidak bisa merasakan kasih sayang orang tua seperti anak-anak lainnya.
"Ada apa sayang?"tanya Bella saat melihat wajah muram Farrel.
Farrel segera tersadar dari lamunannya,dia kemudian menatap Bella"Tidak,tidak apa-apa,aku cuma tidak bisa membayangkan nasib Jasmine ketika orang mesum ini menodainya"jawab Farrel.
"Benar,kita harus menghukumnya"balas Bella,setuju.
"Permisi,kami dari penjaga kota,kami mendenggar ada kerusuhan disini"terdengar teriakan dari luar penginapan.
Mendengar itu,mata Kemal berbinar,dia kemudian berteriak sekeras-kerasnya.
"Tolong-tolong aku"teriak Kemal.
Penjaga diluar penginapan yang mendengar teriakan minta tolong segera masuk ke penginapan,mereka terkejut melihat banyak orang tak sadarkan diri,lalu mereka masuk ke kamar sumber suara.
"Ada apa ini?"tanya salah satu penjaga.
"Penjaga,penjaga,tolong aku"Kemal berteriak ketakutan.
Penjaga yang melihat keadaan Kemal segera menghampirinya"Tuan,apa yang terjadi padamu?"tanya penjaga itu meskipun merasa aneh kenapa kemal telanjang.
"Pria disana mencoba membunuhku"teriak Kemal sambil menunjuk Farrel.
__ADS_1
Penjaga itu menoleh ke arah yang ditunjuk Kemal.
"Apakah anda mencoba membunuhnya?"tanya penjaga itu.
"Tentu"jawab Farrel dengan tegas.
Bella,Rose,Orchid,dan juga Jasmine kaget mendengar jawaban Farrel,mereka tidak berpikir Farrel akan mengatakan itu didepan penjaga.
"Kalian,tangkap dia"perintah penjaga itu pada penjaga lain.
Para penjaga segera menghampiri Farrel.
"Tunggu dulu"teriakan Rose menghentikan para penjaga,dia kemudian berdiri di depan Farrel.
"Apa kalian tidak tahu apa alasan dia ingin membunuh pria disana?"tanya Rose.
"Karena pemuda dibelakangmu sudah mengakuinya,maka tidak dibutuhkan alasan lagi untuk menangkapnya"jawab penjaga.
"Pria disampingmu mencoba melecehkan putriku,apakah alasan itu tidak cukup"balas Rose.
"Bagaimana perasaanmu jika seseorang ingin melecehkan putrimu,apa kau akan diam saja?"tanya Rose.
Penjaga itu membulatkan matanya,dia juga mempunyai seorang putri yang masih kecil,dia tentu akan membunuh seseorang yang mencoba melecehkan putrinya,lalu penjaga itu kembali menatap Kemal,kemudian menatap penjaga yang lain.
"Kalian coba tanyakan apa yang telah terjadi disini tadi pada orang-orang diluar"kata penjaga itu.
"Apa yang dikatakan nona itu memang benar,pria disamping anda menerobos masuk kemari dan membuat kekacauan,lalu mencoba melecehkan putri nona itu"kata salah satu penjaga.
Penjaga yang berdiri disamping Kemal menjadi geram,dia kemudian menendang Kemal dengan keras.
"Seret dia ke markas"kata penjaga itu,lalu penjaga yang lain hendak membawa Kemal dan pria yang datang bersamanya pergi.
"Kalian tidak bisa menahanku,aku adalah Kemal Jouka Blume dari keluarga Blume di Kerajaan Owen" teriak Kemal sebelum dirinya diseret pergi
'Keluarga Blume,bukankah itu nama keluarga milik Orchid' pikir Farrel,lalu dia memandang Rose,Orchid,dan Jamine.
"Terima kasih Farrel,kalau bukan karena dirimu,Jasmine pasti akan celaka"kata Rose sambil menundukan kepala.
Farrel melambaikan tangannya"Tidak perlu berterima kasih,Jasmine sudah kuanggap sebagai adikku sendiri, mana mungkin aku akan membiarkannya berada dalam bahaya"balas Farrel.
"Meskipun kau sudah menganggapnya sebagai adikmu sendiri,aku sebagai ibunya tetap harus berterima kasih" Rose masih kekeh berterima kasih pada Farrel.
Jasmine melepaskan pelukan dari Orchid lalu mendekat ke arah Farrel dan memeluknya.
"Terima kasih kak Farrel"kata Jasmine sambil membenamkan wajahnya pada Farrel.
__ADS_1
Farrel tersenyum lalu mengelus kepala Jasmine,tapi tiba-tiba wajahnya berubah dingin,dia bisa merasakan bahwa Jasmine masih gemetaran ketakutan akibat peristiwa yang menimpanya tadi.
Farrel lalu menoleh ke arah Rose"Sebaiknya bibi tutup saja penginapan untuk sementara waktu"kata Farrel.
Rose mengangguk"Aku memang berpikir untuk menutup penginapan ini sementara waktu,tidak munkinkan aku membukanya sedangakan keadaan lobby masih berantakan"balas Rose.
"Bolehkah kami membantumu membersihkan dan memperbaiki lobby,tentu saja kau butuh seorang laki-laki untuk membawa barang beratkan berat,kan"Bella menawarkan bantuan
"Tentu,terima kasih bantuannya"balas Rose.
"Ugh,aku ada urusan sebentar" Farrel mencoba melarikan diri,dia lalu mendorong Jasmine agar melepaskan diri darinya,tapi ada yang aneh,Jasmine seperti tidak sadarkan diri.
Saat Jasmine hampir jatuh,Farrel dengan cepat menangkap pinggangnya.
"Jasmine,apa yang terjadi padamu?"tanya Rose dengan panik.
"Farrel,ada apa dengan adikku?"Orchid juga bertanya dengan cemas.
"Biar aku periksa sebentar"lalu Farrel membaringkan Jasmine dan memeriksanya.
"Dia tidak apa-apa,mungkin dia masih syok dengan peristiwa tadi"jawab Farrel.
"Sebaiknya kita bawa ke kamarnya saja agar dia bisa beristirahat dengan baik"lalu Farrel menggendong Jasmine menuju kamarnya.
Setelah membaringkan Jasmine diranjang,mereka berempat menuju lobby dan mengembalikan uang milik para pelanggan yang masih menyewa sampai beberapa hari ke depan.
Setelah beberapa waktu,akhirnya lobby menjadi kosong menyisakan 4 orang yang sedang duduk disana.
"Huh,sangat berantakan sekali,akan memakan waktu lama untuk membersihkan dan memperbaiki tempat ini"kata Orchid sambil menghela napas.
"Tidak perlu lesu begitu,jika kita semangat,kita pasti bisa mengembalikan tempat ini seperti dulu"balas Rose sambil memamerkan otot lengannya.
"Baiklah bu"balas Orchid.
Farrel saat ini sedang menatap Rose ,walau diluar dia sedang tersenyum,tapi di dalam dia sedang ketakutan, Farrel bisa melihat dari getaran kecil dibibir Rose.
"Kalian berdua lanjutkan membersihkan tempat ini dulu,aku mau membicarakan sesuatu dengan Bibi Rose"kata Farrel lalu pergi"Ayo bibi".
Rose lalu pergi mengikuti Farrel,setelah berada di tempat sepi,Farrel berbalik untuk menatap Rose.
"Bibi Rose,apakah kau bisa menceritakan semuanya padaku"kata Farrel tiba-tiba.
"Menceritakan apa?Memangnya ada yang kusembunyikan darimu?"tanya Rose.
"Tidak perlu me'rahasia'kannya lagi bi,mungkin jika bibi menceritakannya,aku bisa membantu"jawab Farrel.
__ADS_1
"Aku sama sekali tidak mengerti apa yang kamu bicarakan Farrel"balas Rose.
.