
"Yo,Josep,sepertinya kita bertemu lagi"sapa Ren sambil tersenyum.
"Jangan banyak bicara,mari kita mulai bertarung"raung Josep.
"Ting-ting"
Pertandingan dimulai,Josep berlari kedepan lalu melompat tinggi,dia mengangkat kapaknya di atas kepala.
"Matiiii"raung Josep lalu mengayunkan kapaknya ke arah Ren.
Ren tetap diam di tempat,Josep yang melihatnya menjadi lebih bersemangat karena mengira Ren tidak bisa menghindarinya,tapi pada detik-detik terakhir,Ren menggeser kaki kirinya ke belakang kaki kanannya.
"Boom".
Kapak Josep mengenai lantai,Ren berhasil menghindarinya.
"Lambat".
"Hah"Josep terkaget karena serangannya tidak mengenai Ren,lalu dia menoleh ke kiri,dia melihat Ren sedang mengangkat tinjunya.
"Buukk"
Ren meninju wajah Josep,Josep terpental,dia hampir saja jatuh,tapi dia menggunakan kapaknya untuk memperlambat kecepantan dirinya hingga dia berhenti di tepi panggung.
"Lumayan juga kau"Josep menyeka darah di mulutnya.
"Hah,dia bisa bertahan".
"Bisa bertahan saja sudah luar biasa".
"Bukankah Ren itu Rank S dengan level 200,hanya beberapa orang saja di kerajaan ini yang bisa mengalahkannya".
"Kutebak kekuatan si Josep ini sudah meningkat drastis".
"Benar,mungkin dia menemukan harta berharga di dungeon"bisik-bisik para penonton.
Di atas panggung...
"Akan kutunjukan kekuatan asliku padamu"raung Josep.
*Berserk*
"Hiaaaaaaaaaah".
Otot-otot milik Josep berkembang dengan cepat,lengannya membesar menjadi sebesar paha orang dewasa.
Namun,tak berapa lama kemudian tubuhnya kembali mengecil seperti semula, seperti tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.
"Apa yang terjadi?".
"Apakah jurusnya gagal?".
"Hei,lihat,apa yang terjadi pada tubuh Josep"para penonton
saling berkomentar.
Tubuh Josep diselimuti aura biru,sesekali terlihat kilatan-kilatan listrik kecil di sekitar tubuhnya.
"Aku juga akan mulai serius"lalu Ren mengambil pedangnya.
* Fire Enhancement : Purgatory*
Kali ini tubuh Ren yang diselimuti aura berwarna merah.
Setelah itu,tubuh Ren dan juga Josep melesat kedepan,saling menebaskan senjata mereka.
"Trang".
Lalu tubuh mereka sama-sama melesat ke udara dan lagi-lagi saling menebaskan senjata mereka.
"Trang".
Hal itu terus berlanjut,dengan kecepatan mereka saat ini, tidak banyak orang yang bisa melihat pertarungan yang sedang terjadi,kebanyakan dari mereka hanya melihat garis biru dan merah bergerak cepat dan saling bertabrakan.
"Sepertinya Josep ini sangat terobsesi untuk mengalahkan Ren"kata Farrel menarik minat Jessica.
"Apa maksudmu,guru?"tanya Jessica.
"Si Josep ini menggunakan Berserk"jawab Farrel"Apa kau tau apa itu?"tanya Farrel pada Jessica.
"Berserk dapat meningkatkan kekuatan,kan?"jawab Jessica.
"Betul,tapi efek samping dari berserk itu dapat membuat penggunanya menjadi lemah sampai waktu tertentu, tergantung peningkatan yang dia gunakan,semakin besar peningkatannya,semakin besar pula efek sampingnya" Farrel menjelaskan pada Jessica.
__ADS_1
"Itu berarti meskipun Josep menang dipertandingan kali ini, dia tidak akan bisa bertanding di pertandingan selanjutnya, itulah mengapa aku mengatakan bahwa Josep terobsesi untuk mengalahkan Ren,dia tak peduli menjadi pemenang"lanjut Farrel.
"Jadi begitu"Jessica mengangguk-anggukan kepal sebagai tanda mengerti.
Di atas panggung...
Ren dan Josep masih bertarung dengan intens .
"Trang,klang,klang"
"Kau sudah banyak bertambah kuat,kau mengejutkanku" kata Ren dengan santai.
"Aku masih mempunyai banyak kejutan"jawab Josep.
*Lightning Magic : Lightning Axe*
Kapak yang dibawa Josep diselimuti listrik biru,lalu dia menerjang maju.
"Hoho"lalu Ren juga melakukan hal yang sama.
"Wind Enhancement : Enhancement Armament*
Pedang milik Ren juga diselimuti angin,dia juga maju mendekati Josep.
"Hiaaaaaaah"teriak Josep.
"Hiaaaah"teriak Ren.
Lalu kedua senjata mereka saling berbenturan.
"Booooom".
Ledakan terjadi akibat benturan senjata mereka,Ren masih berdiri ditempat sedangkan Josep mundur beberapa langkah lalu memuntahkan seteguk darah dan jatuh ke tanah,tidak dapat melanjutkan pertandingan.
"Pemenangnya adalah Ren Dario"teriak pembawa acara mengumumkan kemenangan Ren.
"Uwoooo".
"Pertandingan yang hebat".
"Plak,plak,plak,plak,plak".
Berbagai komentar dan tepuk tangan dilakukan para penonton.
"Dia masih menyembunyikan kekuatannya"kata Farrel sambil tersenyum.
"Apa maksudmu,guru?"tanya Jessica.
"Dia belum menggunakan semua kemampuannya,tadi hanyalah sebagian kecil dari kemampuannya"jawab Farrel.
"Benarkah?"Jessica terkejut"Kemampuan yang dia tunjukan tadi bukanlah kemampuan yang sebenarnya".
"Benar"jawab Farrel.
"Kalau begitu aku pasti tidak akan bisa mengalahkannya"kata Jessica dengan wajah sedih"Tak apa,setidaknya aku bisa mendapatkan juara 3 atau 4"Jessica kembali bersemangat.
"Sudahlah,lebih baik kau fokus dulu untuk pertandingan setelah ini,tidak lucukan jika kau mengatakan akan mendapat juara 3 atau 4 tapi kau kalah disini,Hahaha".
"Jangan menggodaku guru"Jessica menggembungkan pipinya.
Lalu,pertandingan demi-demi pertandingan telah usai,hingga menyisakan 8 peserta.
"Mohon maaf para penonton sekalian,karena hari mulai gelap,maka pertandingan hari ini akan selesai sampai disini,pertandingan per-empat final akan dilaksanakan esok hari".pembawa acara mengumumkan usainya pertandingan hari ini.
Semua penonton pulang ke rumah.
Paman Roger beserta rombongan sedang menunggu didepan pintu gerbang,dia menyapa Farrel dan Jessica saat melihat mereka berdua keluar.
"Hei kalian"dia melambaikan tangan.
Farrel dan Jessica yang melihatnya segera menghampiri rombongan.
"Kakak,kau sangat luar biasa"Alicia memeluk Jessica.
"Betul,sejak kapan kau belajar sihir kabut?"tanya Roger.
"Itu,guru yang mengajarinya"jawab Jessica.
"Benarkah?Hahaha,terima kasih ya Farrel"Roger menepuk-nepuk pundak Farrel.
"Hehe,itu bukan sesuatau yang sulit,Jessica memang mudah belajar"kata Farrel.
"Sudahlah,kau jangan mengganggu mereka,mereka pasti lelah,ayo kita pulang dulu,lalu makan malam"Sarah menjewer telinga Roger.
__ADS_1
"Aduh,aduh,iya,iya,ayo kita pulang"kata Roger.
"Hahahaha"yang lain tertawa melihat tingkah pasangan tua itu.
Lalu mereka masuk kereta kuda dan kembali ke mansion,Roger,Sarah,dan Andrew masuk kereta kuda pertama,sedangkan Farrel,Bella, Jessica,dan Alicia masuk kereta kuda ke dua.
Sampai di mansion,Rombongan itu pergi ke ruang makan dan makan malam bersama.
Setelah makan malam,Farrel membersihkan dirinya,lalu mengajak Bella jalan-jalan di luar.
"Bella,ayo kita jalan-jalan sebentar"ajak Farrel pada Bella.
"Boleh,kemana?"tanya Bella.
"Ada,nanti kau tahu"jawab Farrel lalu menarik tangan Bella.
"Aku ikut,aku ikut"teriak Alicia.
"Aku juga ikut"teriak Jessica.
Lalu mereka menghampiri Farrel dan Bella,tapi sebelum mereka sampai,tangan mereka di pegang dan ditarik oleh seseorang.
"Kemarilah kalian,kalian melupakan tugas kalian,banyak dokumen yang harus diurus"Andrew adalah orang yang menarik mereka.
"Itu urusan kakak,lepaskan aku".
"Betul,cepat lepaskan aku juga".
"Enak saja,kalian juga bertanggung jawab untuk keluarga kita"Andrew lalu menyeret Jessica dan Alicia menjauh,sebelum berbalik,dia mengedipkan mata pada Farrel.
Farrel tersenyum pada Andrew.
"Kenapa Jessica dan Alicia tidak ikut?"tanya Bella.
"Kau tidak dengar,mereka punya tugas"jawab Farrel "Ayolah,cepat kita pergi"Farrel kembali menarik tangan Bella.
\=\=\=\=
"Kemana kita akan pergi?"tanya Bella pada Farrel saat dijalan.
"Tidak ada tujuan khusus,aku hanya merasa kita sudah lama tidak berduaan seperti ini"jawab Farrel sambil memegang tangan Bella.
"Emm,betul juga"Bella mengangguk dan tertawa kecil"Kita hanya bisa berduaan dikamar,saat diluar,mereka berdua selalu menempel"Bella merujuk pada Jessica dam Farrel.
"Hahaha"Farrel juga tertawa lalu mengelus kepala Jessica.
"Kebetulan sekali,bukankah ini orang yang bersama Nona Jessica dan Nona Alicia tempo hari"ada suara seseorang yang terdengar dari belakang Farrel dan Bella.
Farrel dan Bella berbalik dan melihat sekelompok orang tua.
"Oh,Kakek Gunter,kan?"Farrel bertanya.
"Hahaha,benar sekali,oh ya,aku belum tahu namamu?"tanya Kakek Gunter.
"Oh,perkenalkan,nama saya Farrel Syits,dia adalah Bella Syits"Farrel memperkenalkan dirinya dan Bella,Bella juga mengangguk pada Kakek Gunter.
"Farrel dan Bella ya"Kakek Gunter menganggukan kapala"Ngomong-ngomong kebetulan sekali kita bertemu disini,padahal aku mau mengunjungimu besok"kata Kakek Gunter.
"Oh,ada keperluan apa anda hendak mengunjungi saya?"tanya Farrel.
"Aku mau mengantarkan pedangmu,itu sudah selesai"jawab Kakek Gunter.
"Benarkah?Bukankah anda bilang butuh seminggu,kenapa cepat sekali selesai?".
"Hahaha,bukankah itu bagus?Kebetulan sekali aku bisa menemukan materialnya dengan mudah,kau sedang beruntung nak"kata Kakek Gunter.
"Begitu ya,baiklah,aku akan mengambilnya besok"jawab Farrel.
"Hei,Gunter,cepatlah,jangan bilang kau hanya bercanda untuk mentraktir kami"kata seseorang yang bersama Kakek Gunter.
"Diamlah,aku sedang bertemu pelanggan besar"bentak Kakek Gunter pada temannya.
"Maaf ya Farrel,aku tak mau mengganggumu lagi,kami pergi dulu"lalu Kakek Gunter pergi bersama teman-temannya.
"Pedangmu sudah jadi,kau bisa menggunakannya untuk tournament besok"kata Bella.
"Ya"kata Farrel,lalu mereka melanjutkan jalan-jalan mereka.
Setelah agak larut,Farrel dan Bella memutuskan pulang,tapi ditengah jalan,mereka dihadang oleh sekelompok orang,kebetulan jalan itu sedang sepi,jadi tak ada orang lain disana.
"Siapa kalian?"tanya Bella.
Tapi sekelompok orang ini tak menjawabnya.
__ADS_1