TETANGGA KU OM MAFIA TAMPAN

TETANGGA KU OM MAFIA TAMPAN
SARAPAN DI RUMAH KALISA


__ADS_3



Dari kejauhan, Smith melihat gadis yang carinya, sedang melamun menyandar sebuah tiang, di dekat lampu hias, dan memegang sebuah gelas, berisikan minuman yang beralkohol cukup tinggi.


Mood Kalisa berubah, Saat kedatangan Smith tadi, rasanya dia benar-benar ingin menjauh dan melupakan Smith, karena pikiran Kalisa terlalu kacau, dia meneguk minuman itu sekali saja. tanpa berpikir Panjang tentang kandungan alkoholnya.


Smith perlahan mendekat, melihat sikap Kalisa, yang seperti gadis putus asa itu.


Karena Kalisa sudah meneguk minuman itu sekali, kepala Kalisa mulai pusing dan tubuhnya mulai sempoyongan, jalan Kalisa pun sudah tidak terlihat normal lagi, kini Smith mempercepat jalannya menuju Kalisa, dan langsung membantu Kalisa berdiri.


Kalisa masih cukup sadar, walau kepalanya pusing, melihat Smith yang membantunya, Kalisa berusaha mendorong tubuh Smith, namun tenaga Kalisa tidak lah seberapa di banding dengan tenaga seorang Pria gaga dan tinggi seperti Smith.


"Lepasin, aku bisa jalan sendiri," ucap Kalisa, saat Smith masih memegang bahu Kalisa untuk membantunya.


"Smith tidak peduli, dengan sigap, Smith menggendong tubuh langsing Kalisa, lalu membawa Kalisa menuju mobil miliknya.


Di dalam mobil, Kalisa membrontak tidak ingin di dalam mobil itu, Kalisa melapas sepatunya, lalu melempar asal di mobil itu, karena Smith tidak menbukakkan pintu, untuk Kalisa keluar dari sana.


Melihat itu, Smith mengambil sepatu Kalisa, menyimpan sepatu itu di kursi belakang.


Kalisa terus membrontak dan memaksa keluar dari mobil itu. Smith tidak Peduli lalu melajukan mobil, membawa Kalisa untuk pulang, karena melihat kondisi Kalisa itu.


Kini Smith sudah berada di depan rumah Kalisa, membuat penjaga rumah, langsung membuka gerbang, karena Smith membuka jendela mobil, memperlihat kan Agnes di sana.


Mereka pun mengijin Kan Smith untuk membawa Kalisa masuk ke kamar,


Smith membaring kan Kalisa di ranjang, luas milik Kalisa.


Kini Kalisa sudah tertidur, karena cukup lelah, melawan kepada Smith, namun gidak menghiraukannya.

__ADS_1


Smith menyelimuti tubuh Kalisa, dan merapikan rambut kalisa yang cukup berantakan, karena Kalisa cukup lama ingin keluar dari Mobil Smith, tapi Smith tidak menghirau kan.


Cukup lama menatap wajah cantik Kalisa, kini Smith berdiri dari ranjang itu, lalu keluar dari kamar Kalisa, Saat turun, Smith mengatakan kepada Art Kalisa, untuk mengatakan kepada maminya, bahwa Kalisa sudah di antar oleh Smith pulang. Art pun segera menelpon nyonya besar mereka.


Smith Kembali ke rumah miliknya, langsung memasuki kamar dan membersikan tubuhnya, yang cukup berkeringat, karena menahan Kalisa sepanjang jalan, yang meminta untuk keluar dari mobil Smith.


Keesokan hari, Agnes bangun dari ranjang miliknya, dengan pakian santai, yang sudah di gantikan oleh Art Kalisa.


Kalisa membuka selimut tebal itu, menatap tubuhnya, dengan pakian santai.


"Siapa yang sudah mengantar ku semalam" gumam Kalisa, Kalisa sedikit menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal, tiba-tiba ingatan tentang dirinya, yang di antar oleh Smith, namun Kalisa tidak terlalu yakin.


"Apa karena aku sudah berusaha keras, ingin melupakan dia ya, sampai-sampai ingatan ku semau tentang dia, Ahhh..!!, Sudah lah Kalisa, jangan ingat-ingat dia lagi, lupakan..!!!" ucap Kalisa, yang belum juga turun dari ranjang, untuk mencuci muka.


"Non..., sudah bangun belum..??, nyonya besar menunggu non untuk sarapan." ucap Art Kalisa.


"Iya bik, sebentar lagi," Kalisa turun dari ranjang, menuju westafel, untuk mencuci muka. Kalisa hanya mengikat tinggi rambutnya, lalu turun, menemani sang mami sarapan.


"Mi, Kalisa..." ucapan Kalisa terhenti, karena kaget melihat tetangga tampannya, berada di rumahnya Pagi-pagi begini. sambil bercengkrama bersama mami kalisa, yang terlihat cukup akrab.


Smith cukup lama melihat Kalisa, tanpa memakai make-up apa pun, dan terlihat muka polos dan cantik Kalisa.


Kalisa dengan sedikit cemberut, ikut duduk bersama mami dan Smith.


Sebenarnya Kalisa ingin bertanya, maksud dari pria itu datang kerumah pagi-pagi.


Sebelum pertanyaan itu terucapkan, Smith sudah mengatakan duluan.


"Aku mau nupang sarapan di sini, Art ku kembali ke kampung, keluarganya sakit" ucap Smith.


"Tidak apa-apa Smith, kan kita tetangga, Kalisa juga sering bukan, mengantar makanan, dan Kalian juga cukup Akrab, dan juga, sebagai ucapan trimakasih tante, karena semalam sudah mengantar Kalisa" ucap mami Kalisa tersenyum ramah, namun halnya dengan Kalisa hanya diam dari tadi, "

__ADS_1


Ayo Smith di makan dulu." ajak mami Kalisa.


Smith pun tanda memikir kan ekspresi Kalisa, langsung saja melahap makan itu, tanpa Malu.


Kalisa cukup Kaget, dengan ucapan maminya, yang mengatakan bahwa Smith mengantarnya tadi malam, Kalisa kira dia hanya berhayal, karena berusaha melupakan seorang Smith.


"Jadi, beneran om yang mengantar Kalisa tadi malam" ucap Kalisa membuat Smith tersedak dengan makanan itu, begitu juga dengan mami Kalisa yang menoleh, mendengar Kalisa menyebut Smith, dengan panggilan om.


"Nak, Kenapa harus om sih, panggilannya, Kan Smith masih mudah."


"Tapi mi, Om Smith bilang Kalisa masih bocah" Balas Kalisa, tanpa menatap Smith, dengan raut muka yang sedikit berubah.


"Tidak apa-apa tante, Kan Kalisa masih bocah, masih Pantas Memanggil Smith dengan panggilan om" Sedikit menekan kata bocah, dan itu membuat Kalisa agak kesal.


"Iya Om" balas Kalisa, tak mau kalah, dengan menekan kata Om pada Smith.


Smith tersenyum, menandakan kan dia punya rencana untuk mengerjai Kalisa nantinya.


"Oh iya tante, Boleh gak, Smith ajak Kalisa ke rumah, untuk Bantu-bantu Smith masak nantinya, Sekalian Smith memasak untuk makan seharian, biar nanti bisa masak sendiri kalau Smith di tinggal Art pulang." Ucap Smith rama, dan langsung di iyakan oleh mami Kalisa, Karena merasa anaknya cukup Akrab dengan Kalisa.


Tidak mungkin juga, Smith berani macam-macam kepada Kalisa, karena rumah mereka sangat dekat.


Mi, Kalisa," jawab Kalisa langsung di potong oleh Smith.


"Gak apa-apa kalau tidak mau, biar nanti aku beli di luar saja makanan untuk beberapa hari, Smith malu tan, kalau harus numoang makan terus kesini" ucap Smith dengam muka di buat sok sedih.


Membuat Mami Kalisa jadi tidak enak hati.


"Gak kok, Kalisa Pasti bisa, Ya kan sayang," ucap mami Kalisa menandakan, tidak mau di tolak oleh Kalisa.


Kalisa yang melihat ekspresi maminya, mengiyakan itu, walau cukup terpaksa, karena sang Mami tidak mengetahui hubungann seperti apa yang Kalisa jalin bersama Smith, Ya.. hubungan seperti permusuhan, karena sakit hati oleh Ucapan Smith tempo hari.

__ADS_1


"Sayang, mami ada bisnis, keluar kota selama seminggu, nanti kalau ada apa-apa telpon mami ya, mami berangkat sore ini" ucap Mami Kalisa.


"Iya mi, Jawab singkat Kalisa dan menghabis kan makan miliknya.


__ADS_2