TETANGGA KU OM MAFIA TAMPAN

TETANGGA KU OM MAFIA TAMPAN
MENIKMATI KEBEBASAN


__ADS_3



Beberapa jam berlalu


"Brengs**......" Saat sang pria itu membuka pintu dengan binar mata bahagia, semuanya langsung berubah dalam sekejap, saat melihat tempat tidur tadi sudah kosong tanpa berpenghuni.


"Brakk.. brakkk.braaaakkk..." Suara beberapa benda yang di lempar dan di banting karena saat sudah mengecek semua sudut ruangan, gadis kecil itu memang sudah tidak terlihat lagi.


Dan parahnya sesuatu yang pria itu lihat di kamar mandi bagaimana usaha sang gadis mungil yang di kurung olehnya telah menemukan jalan untuk keluar dari tempat itu.


Pria itu mengerutkan kening dan suara mengeras kan rahangnya, pertanda betapa kesal dia kepada gadis mungil itu.


Dia berusaha menenangkan hati dan pikiran nya saat mangs* gagal di taklukkan.


Pria itu tidak berusaha mengejar atau mencari gadis itu karena dia sudah tidak ada harapan untuk mengejar karna sudah beberapa jam berlalu.


"Ahhh sudahlah besok-besok aku bisa mendapat kan yang lebih dari gadis kecil itu" gumam pria itu. sambil tidur terlentang memperlihat kan beberapa bagian tubuh yang tampak menonjol.


Pria itu pun tertidur cukup lelap karena baru saja pulang dari tugas dan perintah Smith yang bru saja dia selesai kan.


Sedang kan di luar sana sang gadis akhirnya bisa melewati cobaan hidup yang begitu sulit, barusan dia lewat jan dengan rasa takut, gadis itu melewati hutan yang cukup lebat dan akhirnya menemukan jalan raya yang bisa membuat dia sedikit lega lalu berpikir keras untuk bisa pulang kerumah miliknya.


Waktu pun berlalu, bulan pun terlewati, kini gadis mungil itu sudah merasakan tenang nya menghirup udara segar kembali dan menjauh dari gangguan sang kakak, yang dulu membuat dirinya hampir saja kehilangan harga diri.


Gadis itu sedang duduk dan sedikit melamun di taman, di situ banyak para remaja atau pun dewasa yang menikmati taman tersebut.


"Hemmmm... boleh aku duduk di sini," ucap seseorang yang mengaget kan dan membuyar kan manunan gadis itu.


"Ahh, iya... silakan saja mbak" ucap gadis itu tersenyum dan menatap seseorang yang dia panggil mbak tadi.

__ADS_1


Seseorang itu membalas menatap lalu duduk di sampingnya. tiba seorang itu mengulur kan tangan. gadis mungil berparas cantik itu pun membalas uluran tangan itu.


"Tidak enak bukan, duduk bareng tapi tidak tau nama mu.


"Kalisa...!! nama mu..???" Tanya kalisa kepada gadis yang baru saja ia kenal.


"Ulan.. mbak" jawabnya lembut dan tersenyum indah,


"kamu cantik, masa duduk sendiri, mana pacar mu,???" Tanya Kalisa membuat gadis itu tersenyum sipu.


"tidak punya pacar mbah" jawabnya sambil sedikit menunduk kan kepala.


"Pasti kamu belum siap pacaran, tidak mungkin gadis secantik kamu tidak punya seorang pacar" Sambung Kalisa mencair kan suasana. dan mereka pun melanjut kan obrolan yang buat mereka akrab walau baru saja kenal.


Ntah prasaan apa yang membuat Kalisa begitu nyaman dan ingin akrab dengan gadis yang bernama Ulan itu, Sampai-sampai dia meminta nomor Hp Ulan.


Kalisa berharap bisa akrab dan punya teman, karena selama ini dia jarang punya teman wanita, karena kemana-mana slalu bersama Smith.


Bukan Kalisa tidak mengajak Ulan, namun Ulan masih ingin di taman itu lebih lama lagi.


Saat Kalisa lumayan jauh, Ulan pun tersenyum senang karena ada wanita yang baik mau berteman kepada nya.


"Sungguh wanita yang baik dan ramah"ucap Ulan pelan.


"Drrrrttt...drrrrrttt... drrrrttt" getar Hp milik Ulan membuat dia dengan cepat menarik hp miliknya lalu melihat telpn masuk tersebut.


"Ternyata mbak Kalisa" gumamnya


"Ya, hallo mbak" ucap Ulan beremangat


"Y Ulan, mbah cuma mastiin aja kok, udah ya"Ucap Kalisa sambil tertawa bhagia

__ADS_1


"Ok mbak, krain ada apa tadi" balas nya dengan tertawa tak kalah bahagia.


Telpon itupun berakhir, dan membuat mereka semakin akrab dengan candaan-candaan Gar*ing mereka.


"Dasar mbak Kalisa ternyata cuma ngerjain kirain mau ngomong apa,Tapi asik si, gak bosen kalau ngobrol sama dia, semoga bisa akrab dan lebih akrab lagi" Ucap Ulan sambil menyimpan kembali Hp miliknya.


Ternyata berlama-lama di taman tanpa teman dan hanya melihat pasangan-pasangan bermesraan membuat Gadis itu mulai bosan,walaupun tadi dia memang berniat berlama-lama di situ, akhirnya sadar juga akan kejomloan yang dia rasakan sekarang.


"Mungkin memang aku harus pulang deh, sambil cari-cari makanan untuk aku bersantai dan makan di rumah, sepertinya itu lebih menyenang kan dari pada menyendiri di taman ini." ucap gadis itu yang mulai beranjak dan mencari makanan untuk persiaoan di rumah nantinya.


Hari-hari berlalu Kalisa dan Ulan semakin akrab, sering curhat-curhat dan bercanda layaknya sahabat sangat dekat, walau jarang bertemu karena status Kalisa, namun Smith tidak melarang Kalisa untuk bebas bergaul dengan sahabatnya itu.


Hari itu Kalisa menelpon Ulan, untuk mengundang Ulan ke pesta perayaan Ulang tahun Kalisa, Dan Ulan pun tanpa ragu langsung meniyakan undangan wanita yang di panggil mbak Kalisa itu.


Malam pun tiba acara akan segera di mulai, para tamu undangan yang di undang Smith dan Kalisa pun mulai berdatangan, dan begitu juga anak buah Smith yang slalau ada untuk penjagaan ketat Smith dan Kalisa.


Ulan juga datang tepat waktu dan ingin bertemu Kalisa lebih lama, karena mereka jarang bertemu.


Walau Kalisa dan ulan cukup akrab dan sering telponan namun Smith blum sekali pun melihat Ulan.


"Ulan.....!!!!" panggil Kalisa dn membuat Ulan menoleh dan langsung menghampiri Kalisa yang sangat cantik berdiri di dekat kue ulang tahun yang begitu indah dan mewah.


"Haiiiii mbak...!!!!!" balas Ulan ikut melambaikan tangan dan tersenyum dan tak kalah cantik dari Kalisa, Dan mendekat.


Kalisa langsung menarik lembut tangan Ulan dan memeluk lalu mulai mengenal kan kepada Smith, bahwa dia gadis yang di ceritakan Kalisa selama ini.


Smith tersenyum ramah dan Ulan membalasnya, namun di balik itu, mereka tidak tau saling mengetahui identis masing-masing, membuat pertemuan mereka cukup santai.


Para undangan sudah mulai memenuhi ruangan itu dan Smith pun mulai merintahkan anak buah nya untuk menjaga dengan cukup ketat, tak lipa Smith mendatang kan orang kepercayaan nya, dengan panggian Jho(Jhohan key)


Pria tampan dengan perawakan tinggi tegap dan tubuh kekar tak kalah jauh dari ketampanan Smith pun muncul ke hadapan Smith dan bertatapan langsung dengan Ulan, Dan mereka pun cukup Kaget.

__ADS_1


Teruntuk Ulan yang begitu sangat kaget sampai-sampai membuat muka Ukan pucat seketika, Namun lain dari exspresi pria itu, yang tersenyum devil walau hanya sekilas....


__ADS_2