
"Tiiittt...tiiiiittt...!!!, Ahhh.."Gadis imut itu masih bisa menyelamat kan nyawanya, Ketika sebuah mobil Hampir saja menabraknya di Saat dia ingin menyebrang jalan menuju sebuah restoran favorit maria dan Kalisa dulu.
"Gila ya nih mobil, gak liat apa ada orang nyebrang" gumam Maria sambil menyentuh dadanya karena sangat kaget.
"Sepertinya sudah menjadi kebiasaan mu nangkring di jalan, Mau minta di tabrak lalu minta ganti rugi.??" ucap seorang Pria tampan yang keluar dari mobil. dan menghampiri Maria.
"Haaahh...,ternyata mantan guru, yang baru saja hampir mengambil nyawa satu-satu milik ku. memang menyebal kan," ucap Maria, langsung masuk ke restoran, tidak mau memanjang kan masalah dengan sang mantan guru.
"Ternyata masih imut seperti dulu" gumam sang mantan guru dengan senyum samar, sambil memarkir kan mobil di depan restoran itu lalu ikut masuk ke restoran itu.
Maria menatap setiap kursi di dalam restoran itu, namun cukup rame dan tidak telihat meja kosong di sana.
" Ma'af mbak.. mbak nya cari kursi kosong ya.??" tanya pelayan restoran dengan sangat rama.
"Iya, jawab Maria cukup lembut dengan wajah imutnya.
"Mari ikut saya, masih ada meja kosong mbak" jawab sang pelayan, sambil mengajak Maria, ke arah meja di di sebut kan.
Maria mengikuti sang pelayan, dan cukup senang, Karena bangku tersebut sedikit jauh dari keramian, Maria pun langsung memesan makanan kesukaannya.
Sambil menungu makanan datang, Maria sibuk dengan HApe miliknya, kadang Maria sering membuka inboxnya kepada Kalisa, siapa tau Kalisa membuka inbox tersebut.
Namun Maria masih menerima kenyataan, bahwa sang sahabat belum ada tanda-tanda mengubungi dirinya.
"Hemmm...!!!" Maria cukup kaget, Karena ada suara seorang Pria di depan meja miliknya, sambil menggeser kursi untuk duduk semeja dengan Maria.
__ADS_1
Maria melepas tatapan dari layar Hape lalu meletak kan hape miliknya di atas meja dan berganti menatap pria tersebut.
Muka Maria pun, berubah sedikit tidak senang, Karena Pria yang duduk di meja milik maria, adalah sang mantan guru.
"Ma'af Pak, ini meja saya, dan sudah saya pesan" ucap Maria dengan wajah tidak bersahabat.
"Saya tidak peduli, Karena pelayan menunjuk kan bahwa hanya kursi ini yang kosong, dan saya sudah cukup lapar untuk mencari tempat lain dan bertengkar dengar bocah seperti mu" jawab sang guru, tanpa melihat muka Maria, yang sangat kesal dengan mantan gurunya.
Ingin rasanya Maria pergi dari meja itu, namun perutnya tidak mendukung hal itu, Maria pun merasa cukup lapar dan juga sudah terlanjur memesan makanan kesukaan nya, dan tidak mungkin untuk mengcancel pesanan milik nya.
"Tidak usah memasang muka seperti itu, aku bahkan tidak berniat untuk makan satu meja dengan mu" ucap sang mantan guru, sambil menatap tajam Maria.
Maria tidak lagi peduli dengan sang mantan guru, saat pesanan sudah mulai di hidang kan di meja itu, dan tanpa basa basi, Maria langsung melahap makanan di depan nya, tanpa rasa malu dan canggung.
"Gadis kecil yang rakus" gumam sang mantan guru, hal itu membuat Maria sedikit melirik, masih dengan makanan yang penuh di mulut nya.
"Kau bicara dengan ku" ucap Maria cukup kesal dengan ucapan itu"
Melihat Marcel yang tidak lagi mengulangi ucapan Maria, dia kembali menyantap makanan, yang masih cukup banyak yang di pesannya tadi.
"Sungguh nikmat makanan ini" gumam Maria, sambil membersi kan mulut nya dengan tisu, lagi-lagi dia melanjut kan makan.
Begitu juga dengan Marcel, mlanjut kan makan dengan elegan namun dalam diam, marcel menatap sekilas tingka lucu sang mantan murid, yang tanpa malu, makan dengan gaya nya sendiri.
Maria sebenar nya sedikit risih dengan ada nya orang lain di meja itu, Maria tidak tebiasa, namun demi perutnya, dia menahan rasa yang tidak nyaman itu.
Maria biasanya berlama-lama di restoran favoritnya, namun kali ini, Maria langsung beranjak dari sana, Saat selesai dengan makanan yang dia pesan, Pergi begitu saja, tanpa permisi, atau pun tersenyum rama.
"Apa perut kecil mu itu, masih mampu kau ajak berdiri, Saat semua makanan yang banyak tadi masuk ke dalam perut mu" ucap iseng sang guru.
__ADS_1
Ucapan itu membuat Maria sejenak berhenti, lalu menoleh.
"Tidak ada urusan dengan anda,Om. Apa peduli mu, sepertinya dari tadi selalu mencari celah untuk mengajak ku melayani obrolan tidak berguna mu itu. Apa kau menyukai ku" ucap Maria, membuat Marcel menghentikan makannya dan menoleh ke arah Maria.
Namun Maria dengan PEde nya langsung pergi dari sana, tanpa ingin mendengar jawaban yang akan di lontar kan oleh sang guru.
Keluar dari restoran Itu, maria meghentak-hentak kan kakinya dengan pelan, sambil bergumam kesal.
"Dasar orang tua gak tau diri, sudah numpang makan di meja ku, sibuk juga dengan urusan makan ku, Amittt...amittt... ketemu orang seperti itu lagi" ucap Maria melanjut kan jalan menuju mobil di sebrang jalan.
Di meja makan yang di tinggal kan Maria, Masih setia seorang pria tampan duduk di sana, sambil melanjut kan makanan miliknya.
"Drrrttt.. drrrrttt" Marcel menoleh ke arah meja tempat Maria duduk tadi, dsn melihat sebuah telpon masuk ke hape itu, Marcel sesikit tersenyum dan mengambil Hape milik Maria itu
Dia melihat sebuah pesan, Dari nomor tanpa nama, Marcel berniat membuka Pesan itu, namun Hape itu terkunci, membuat Marcel tidak bisa melihat pesan tersebut.
Marcel menatap Hape itu, dan mencari cara agar bisa bertemu kembali dengan Maria.
Niat Marcel sudah cukup mateng, bisa di pasti kan dia bisa kembali bertemu dengan sang mantan murid.
"Haaapp..!!!" sebuah tangan, merebut Hape di tangan marcel dengan cepat, membuat Marcel langsung berdiri dan membalik kan tubuhnya.
"Ap..." ucap Marcel tertahan, saat melihat seorang yang merebut paksa Hape dari tangan nya. dengan tatapan horor membuat Marcel terdiam.
"Kau diam-diam ingin melihat privasi milik orang lain" ucap Suara gadis imut di depannya.
"Tidak usah kepedean, Aku berniat mengembali kan Hape jelek milik mu itu, untuk apa aku berniat melihat tetntang privasi mu. Emang ada hal yang bisa membuat ku tertarik dengan Hape bocah seperti mu, Palingan, chat-chatan sesama cabe-cabean dan geng-gengan centil di sekolah mu aja" ucap Marcel berkilah, tidak ingin ketahuan, kalau tidak berniat membuka pesan di Hape Maria.
"Ohhh...!" ucap Maria singkat dan jutek. lalu beranjak dari tempat itu, tanpa berniat melanjut kan keributan di sana.
__ADS_1
VOTE..VOTE.. LIKE.. DAN KOMENT YA TEMAN-TEMAN...