TETANGGA KU OM MAFIA TAMPAN

TETANGGA KU OM MAFIA TAMPAN
USAHA KALISA UNTUK KABUR


__ADS_3


Kalisa sedikit mendekat kan diri pada mobil itu, lalu terbuka lah jendela mobil tersebut.


Kalisa cukup kaget, melihat siapa orang yang berhenti di depannya itu.


lalu pria itu tersenyum melihat Kalisa.


"Marcellll.!?" ucap Kalisa, tidak menyangka kalau orang yang berhenti adalah marcel.


"Naik lah, kenapa kamu berjalan kaki dengan seragam sekolah seperti ini," tanya marcel, cukup penasaran, karena bertemu Kalisa di jalan.


"Em, aku kecopetan, hp dan tas ku tidak bisa di selamat kan, aku minta tolong, tolong antar kan aku pulang ke komplek Taman niaga," ucap Kalisa, yang langsung menaiki mobil Marcel.


"Dengan senang hati, dulu aku juga pernah tinggal di komplek itu, karena cukup dekat dengan Smith, tapi sejak dia ke london, aku jarang berkomunikasi lagi," ucap Marcel tersenyum ramah.


Marcel cukup santai membawa mobil miliknya, dengan perasaan was-was, Kalisa sering melihat ke belakang.


"Marcel, apa bisa lebih cepat," ucap Kalisa dengan muka sedikit Panik Karena terlihat sebuah mobil yang mengikuti mereka dari tadi, marcel yang tidak mengetahui itu, tidak terlalu menghirau kan ucapan Kalisa.


"Tenang saja Kalisa, aku pasti mengantar mu sampai ke rumah mu" Ucap Marcel masih dengn pelan membawa mobil itu.


"Tammm...!!!!" suara tabrakan dari belakang mobil marcel, yang menandakan ada orang yang menabrak mobil itu cukup keras, Marcel yang tdiak siap dengan itu, hampir lepas kendali untuk menyetir, mobil nya cukup jauh bergeser dari jalan raya itu. marcel terpaksa berhenti, lalu turun dari mobil miliknya.


"Marcel Plisss..!!! jangan turun, bahaya..!" ucap Kalisa dengan sangat ketakutan.


"Tidak apa-apa kalisa, mereka yang menabrak kita, mereka harus bertanggung jawab" ucap Marcel yang tidak mendengar kan ucapan Kalisa.


Marcel turun dengan cukup tergesa-gesa dari mobil, menahan emosi, kepada yang penabrak mobilnya.

__ADS_1


Marcel langsung menghampiri mobil tersebut, lalu nampak lah seorang yang marcel kenal, juga turun dari mobil yang menabrak mobilnya.


"Smith..??! Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu menabrak mobil ku." tanya Marcel, dengan cukup emosi, namun berusaha meredah kan emosi itu, karena itu adalah Smith, teman lamanya.


Smith tidak peduli dengan Marcel, dia langsung menghampiri Kalisa yang berada di mobil itu.


Kalisa yang melihat Smith menuju arahnya, membuka pintu mobil, lalu berusaha lari dari sana, secepat dan sebisa mungkin.


Smith menyeringai, melihat Kalisa yang lari melihat dirinya. Smith mengejar dengan kekuatan larinya, dan dengan mudah menangkap Kalisa dan mengendongnya, Kalisa yang menolak, berontak dari gendongan Smith.


Marcel yang melihat sikap cukup memaksa Smith, mendekat lalu menarik Kalisa dari gendongan itu, Kalisa pun terlepas dan Marcel menyembunyikan Kalisa di belakang punggung Marcel.


"Apa yang Kamu lakukan Smith.!??" Jelas-jelas Kalisa menolak mu," ucap Smith menjadi penengah antara Smith dan Kalisa.


"Bukan urusan mu, serakan Kalisa pada ku, kalau tidak mau berurusan Lebih lanjut kepada ku" ucap Smith dengan mata tajamnya.


"Kamu dengar itu Smith, Kalisa dengan mulutnya sendiri, tidak mau ikut dengan mu, dan itu hak dia, Smith" jawab Marcel masih dengan menyembunyikan kalisa di belakang punggungnya.


"Bugghhh..!!" satu pukulan keras, menghantam muka marcel, dan marcel tersungkur cukup jauh,


"Aku melarang mu ikut campur, tapi kamu tidak mendengar kan, itu yang harus kamu trimah," ucap Smith sambil mengejar kembali Kalisa yang sudah lari, saat pemukulan itu, jangan kan untuk menolong marcel, menolong diri saja, Kalisa yakin tidak mampu.


"Happp.." Kalisa langsung tertangkap dengan mudah oleh Smith, dan kembali di gendong oleh Smith di bahu kekar miliknya.


"Lepas kan aku Smith, lepas...!!!" ucap Kalisa berontak sambil meninju-ninju punggung Smith dengan tangan mungil miliknya. Smith sama sekali tidak merasakan itu. dia terus saja membawa Kalisa menuju mobil.


Marcel yang tersungkur, berusaha bangun dari sana, dan mengambil sesuatu dari dalam mobil miliknya. kemudian lari mengejar Smith yang membawa Kalisa.


"Berhenti..!" ucap Marcel sambil menodong kan Pistol ke kepala Smith, Smith yang sangat cepat sadar, akan sikap Marcel menodong kan Pistol ke arahnya, langsung berbalik dan melupuhkan Marcel, tapi ternyata marcel, juga punya Ilmu belah diri, yang cukup untuk menghindari, tangkisan Smith yang tanggap itu, walau Pistol miliknya Marcel tidak lagi di tangan, namun bisa menghindar dari serangan balasan Smith itu.

__ADS_1


Smith juga mengeluar kan hal yang sama dari belakang punggung lalu menodong kan ke arah marcel yang cukup jauh.


"Kau ingin bermain-main dengan ku" ucap Smith tersenyum devil.


Marcel mengangkat tangan karena sudah terpojok akan Smith, yang Pasti akan menembak Marcel, kalau tetap melawan Smith.


"Kalau tidak mau ku lumpuhkan kaki mu itu, menyingkir lah dari sini secepatnya." ucap Smith, mulai ingin menarik pelatuk pistol itu.


"Oke aku tidak akan ikut campur," lalu marcel pergi dari sana, menuju mobil miliknya yang cukup rusak bagian belakang, karena tabrakan dari Mobil Smith yang cukup keras tadi.


Kalisa yang masih berusaha untuk kabur dari Smith, berusaha membuka pintu mobil Smith. ternyata usaha Kalisa tidak sia-sia pintu mobil itu terbuka, Kalisa yang melihat Smith masih di luar, perlahan keluar dari mobil itu.


Kalisa sudah keluar dari mobil itu,tiba-tiba


Todongan Pistol di dekat wajah Kalisa, di lakukan oleh Smith.


Membuat Kalisa kaku dan lemas Karena Kalisa memang sangat takut dengan itu.


Karena sudah terlalu takut, Kalisa langsung jatuh di sana, dan di tangkap dengan sigap Oleh Smith, lalu menggendong Kalisa kembali ke dalam mobil.


Lalu Smith membawa kembali, Kalisa ke tempat yang di ingin kan oleh Smith.


Orang-orang yang tadi ikut menyaksikan sekilas kejadian antara Smith, Marcel dan Kalisa, hanya melihat saat di dalam mobil saja, mereka sama sekali tidak berani ikut campur akan hal itu, mareka takut akan menjadi sasaran mereka.


Satu jam berlalu, helikopter Milik Smith sudah berada di tempat yang dia ingin kan, yaitu Rumah mewah di tengah hutan yang di pagari oleh tembok tinggi, yang Pasti tidak bisa di lewati orang-orang biasa, walau dengan bantuan alat sekali pun, di luar pagar tembok itu, terdapat hutan liar yang lebat, masih dengan penunggu alami hutan liar itu. masih banyak binatang buas yang berkeliaran di tempat itu.


Kalisa yang di baring kan oleh Smith di ranjang miliknya Masih belum sadar kan diri dari pingsan, karena ketakutan tadi.


Smith menyuruh pelayan di sana untuk mengambil kan minyak angin, untuk menyadar kan Kalisa, agar bisa melihat, di mana diri Kalisa di bawa oleh Smith sekarang.

__ADS_1


__ADS_2