TETANGGA KU OM MAFIA TAMPAN

TETANGGA KU OM MAFIA TAMPAN
BERMUSUHAN DALAM DIAM


__ADS_3



Jam sudah menunjuk kan pukul sepuluh Pagi, Tapi Kalisa sudah di suruh sang mami untuk bertandang ke rumah Smith, guna membantu Smith untuk memasak, sekalian mengajari Smith, beberapa resep memasak lauk dan juga cara memasak Nasi, Karena selama ini Smith belum pernah menyentuh dapur, atau pun melihat Artnya memasak.


Yang Smith tau, dia tinggal makan saja, saat waktu makan tiba, semua sudah terhidang di meja makan.


Sebenarnya Smith sering Makan Roti, tapi sejak di rumah yang sekarang di indonesia, Smith mulai terbiasa dengan Nasi, makanan pokok indonesia, yang menurutnya enak, di Padu dengan beberapa lauk.


Kalisa mulai membuka kulkas di dapur Smith, Namun Kalisa tidak menemukan bahan makanan apa pun di dalam kulkas itu.


"Smith yang masih berada di kamar miliknya, belum juga menampakkan diri, sejak Kalisa datang, dari tadi Kalisa langsung masuk saja, Karena Smith sudah mengatakan untuk langsung masuk saja, saat datang ke rumah Smith.


Karena cukup Lama Kalisa menunggu di dapur, Smith masih juga belum keluar kamar, Kalisa pun berniat untuk mengetok pintu Smith.


"Tok.. tok.. tok.., Om...!" ucap kalisa cukup keras, karena cukup kesal dengan sikap Smith yang tak kunjung keluar.


Beberapa kali mengetok, barulah Smith membuka pintu kamar miliknya, hanya dengan memakai handuk saja, cuma menutup bagian bawah saja, karena Smith terlihat baru saja selesai mandi, dengan rambut yang masih menetes kan air, membuat Smith lebih terlihat **** dari biasanya, Kalisa menatap tubuh gaga Smith tak berkedip, dengan mulut Kalisa sedikit terbuka.


"Sudah Puas melihatnya bocah..??!" ucap Smith menyadar kan Kalisa, dan Kalisa langsung memerah sambil memaling kan muka ke samping. Melihat sikap Kalisa yang kelabakan sendiri, Smith tersenyum.


"Mau ngapain gedor-gedor pintu jam segini, Mau ikut mandi..?" Ucap Smith kembali membuat Kalisa langsung memunggungi Smith.


"Bahan Makanan di kulkas Om, tidak ada, aku gak tau mau masak apa." jawab Kalisa, membuat raut muka Smith sedikit kesal, dengan Panggilan om tersebut.


Smith langsung menutup Pintu kamar kembali, dan Kalisa pun beranjak dari depan pintu kamar Smith, untuk menunggu di ruang tamu.


Beberpa menit, barulah Smith keluar dari kamar, dengan Pakian santai, yang terlihat lebih mudah dari umurnya.

__ADS_1


"Ayo..!!" ucap Smith kepada Kalisa, dan Kalisa mengikuti saja dari belakang.


"Kita akan kemana..??" tanya Kalisa yang dari tadi hanya mengikuti Smith tanpa bertanya, mau kemana.


Smith menoleh,


"Jadi dari tadi kamu tidak tau kita mau kemana, jadi kalau seandainya aku akan menjual mu, kamu juga tidak akan curiga, dan hanya ikut saja," tanya Smith Panjang lebar.


"Jawab saja Om, kita mau kemana, tidak usah menceramahi aku" ucap Kalisa ketus, membuat Smith meminggirkan mobilnya, lalu berhenti di pinggir jalan.


Kalisa yang kaget, menoleh kepada Smith, dan Smith dengan cepat mendekat ke arah Kalisa, dan sangat dekat, hampir tidak ada jarak di antara mereka.


Membuat napas Kalisa tertahan, akan napas minth milik Smith.


"rubah Panggilan mu itu, kalau tidak mau hal terjadi pada mu" ucap Smith, lalu mengecup sekilas wajah Cantik Kalisa.


Kalisa yang di cium mendadak pun, melotot dan kaku, Lalu Smith dengan santai menjalan kan mobil itu kembali menuju super market terdekat.


Melihat Kalisa tak kunjung keluar, Smith membuka pintu Kalisa, lalu mengangkat tubuh Kalisa dari dalam mobil menuju keluar, itu membuat Kalisa kaget dan menepuk bahu Smith cukup keras.


"Turun kan, Cepat..!!" ucap Kalisa cukup kesal dengan sikap semena-mena Smith terhadap dirinya.


Smith pun menurun kan Kalisa, yang masih berdiri di sana. Karena Smith ingin segera masuk ke super market, dia memegang tangan ,Kalisa, menarik pelan untuk masuk ke dalam. Kalisa yang memang cukup gondok dengan Sikap Smith, Kalisa Menarik Paksa tangannya dari genggaman Smith, membuat Smith menoleh dan ingin mengucap kan sesuatu.


Sebelum ucapan itu keluar dari mulut Smith, sebuah tamparan mendarat Di wajah Smith.


Ya.. Kalisa menampar wajah Smith, karena kesal, Saat Smith menciumnya di mobil, tanpa meminta maaf, merasa Kalisa sangat Mudah untuk di permain kan.


Smith menyentuh wajahnya yang di tampar Kalisa tadi, Lalu menatap cukup horor kepada Kalisa. Karena Smith merasa belum ada orang yang berani menamparnya apa lagi di tempat umum.

__ADS_1


"Kau berani menampar ku," ucap Smith kasar sambil mengeras kan rahangnya menatap Kalisa.


"Kenapa aku tidak berani menampar mu, atas kelancangan mu melakukan hal seenak hati mu pada ku, kamu anggap aku sangat mudah di permain kan, begitu..!!!" Jawab Kalisa tak kalah sengit sambil menatap mata Smith, dengan mata Kalisa yang mulai berkaca-kaca.


Smith mengangkat tangannya berniat untuk menampar balik Kalisa, namun Kalisa malah mendekat ke arah Smith.


"Kau ingin menampar ku juga, nih.. tampar lah, kalau memang kau merasa diri mu benar," ucap Kalisa sambil menunjuk dan menekan-nekan dada Smith, melihat itu Smith lalu menurun kan tangannya. tapi masih dengan muka kesal.


Melihat Smith mengurung kan Niat untuk menampar Kalisa, Kalisa beranjak dari tempat itu, dan ingin pulang dengan berjalan kaki.


Cukup jauh Kalisa Berjalan, Smith pun mengikuti Kalisa, dengan sigap mengendong tubuh langsing Kalisa, memasukakan Ke dalam mobil.


Kalisa berontak di dalam mobil, ingin keluar dari sana, namun Smith tidak menghirau kan itu.


"Keluar kan aku sekarang" ucap Kalisa, kepada Smith yang memutar balik mobil, ke arah jalan pulang.


Hentikan Smitttt...!!!!" teriak kalisa sekencang-kencangnya di dalam mobil itu, melihat sikap Kalisa yang semakin menjadi, membuat Smith menambah kecepatan mobilnya dengan sangat cepat, hingga memotong setiap mobil di jalan itu.


Hal itu membuat Kalisa terdiam pucat Sambil berpegangan cukup erat. Smith sedikit melirik Kalisa yang terdiam itu.


Melihat Kalisa yang terdiam dan memucat membuat Smith memelan kan mobil itu, kini sampai lah mereka kembali di rumah Smith, Smith tidak menurun kan Kalisa di depan rumah Kalisa, Karena cukup takut akan pikiran Art Kalisa, dan tidak ingin di ketahui oleh mami Kalisa yang baik itu.


Smith menghentikan Mobil di depan rumah miliknya dan membawa Kalisa kembali kedalam.


Smith mengendong Kalisa yang memucat itu, seperti tak berdaya, saat Smith ingin meletak kan Kalisa di sofa, Kalisa memuntahkan isi perutnya ke baju Smith. membuat Smith memjam kan sedikit matanya, untuk meredam Emosi yang memuncak karena Kalisa.


Smith meletak kan Kalisa lalu melepas baju di sana, langsung membuang ke tong sampah, Smith pun masuk ke kamar, membersikan tubuh yang terkena muntahan Kalisa Tadi.


Kalisa yang tak berdaya, merasa kepalanya juga cukup pusing Karena ulah Smith membaring kan tubuhnya di sofa luas milik Smith.

__ADS_1


Sekarang Smith dan Kalisa, bermusuhan dalam diam, namun Smith masih peduli akan Kalisa, Karena ulahnya, membuat Kalisa menjadi sakit.


__ADS_2