TETANGGA KU OM MAFIA TAMPAN

TETANGGA KU OM MAFIA TAMPAN
BERTEMU SMITH


__ADS_3


Kalisa yang kaget akan suara dari Maria pun, menoleh dan langsung memesan makanan, karena Kalisa merasa cukup lapar.


Selesai dengan memesan, Kalisa kembali menoleh ke tempat tadi, untuk lebih memastikan, namun orang yang Kalisa lihat tadi, tidak lagi berada di sana.


"Apa gue salah liat ya??, tapi tadi sepertinya memang dia," gumam Kalisa sambil menunggu pesanan mereka datang.


"Hallo...." ucap maria sambil melambaikan tangan di depan muka Kalisa.


"Apaan si loe" jawab Kalisa sambil menepis pelan tangan Maria.


"Loe tu yang apaan, dari tadi kayak mikirin masalah besar aja, kadang melamun, kadang celingak-celinguk, loe kenapa sih?? nyari suami hilang,??" Ucap maria.


"Gue tadi lihat seorang yang gue kenal, tapi sekarang udah gak nampak lagi, apa gue salah liat kali ya."


Memangnya siapa orang itu, siapa tau gue juga kenal," jawab maria.


"Itu... emmm" ucap Kalisa sedikit gugup, dan Maria konsen ingin mendengar jawaban Kalisa.


"Itu apa sih, Kalisa, ngomong yang jelas dong," ucap Maria yang mulai kesal dengan jawaban Kalisa yang bertele-tele.


"Mbak, makanannya." ucap seorang pelayan yang datang mengantar pesanan mereka, dan itu membuat Maria mengalih kan ucapan mereka, dan mulai menata makanan di atas meja dan mulai bersiap untuk menyantap makanan yang sudah terhidang itu.


Melihat maria yang melupakan pokok pembahasan mereka, Kalisa cukup tenang, dan mulai ikut makan, satu jam berlalu, Maria dan Kalisa selesai dengan Makan mereka, lalu beranjak dari sana, berkeliling.


Kalisa dan Maria, masuk ke pusat belanja, khusus pakian wanita. mulai berkeliling di sana.


Kalisa melihat sebuah dress cantik lalu mengambilnya, berbarengan dengan seorang gadis mudah, yang juga ingin mengambil dress itu.


"Ehhh... gue duluan ya yang ambil" ucap Kalisa, karena merasa dia yang melihat pertama kali dan juga memegang dress itu.


"Heeeeh, ini blom loe beli ya, dan gue juga suka yang ini, ngpain loe nyolot-nyolot gitu, loe kira toko punya bapak loe apa" Balas cewek itu tak kalah sengit dan menarik cukup kasar dres itu dari tangan Kalisa.

__ADS_1


Membuat dress itu sedikit robek, dan dan gadis itu langsung melepas dress dari tangan nya.


"Noh loe ambil..., gak butuh gue" ucap Gadis itu, dan membuat jiwa bar-bar Kalisa muncul.


Kalisa langsung melempar dress itu ke muka gadis itu.


"Heehhh... brani-brani nya loe nglempar kesalahan loe sama gue ya, jelas-jelas dress ini sudah sobek, bru loe kasih gue, ya ogah lah, loe tanggung jawab sendiri," jawab Kalisa sambil menunjuk muka gadis itu.


Enak aja loe nyalahin gue, kan loe yang megang duluan." jawab gadis itu dan kembali melempar dress tersebut kepada Kalisa.


Membuat pengunjung di sana, mulai menoleh kepada Kalisa dan gadis itu, seorang penjaga yang melihat pun langsung mendatangi mereka berdua.


"Ma'af mbak, ada apa ya ribut-ribut" tanya penjaga toko itu.


"Ini mbak, dia ngrusakin dress nya, gue tegur, eh malah marah-marah sama gue" ucap Gadis itu menyalah kan Kalisa.


Kalisa terseyum sinis kepada gadis itu,


"Loe brani nuduh gue dengan kesalahan loe, Ok kita buktiin aja langsung, siapa yang ngerusak dress itu, ucap Kalisa sambil memegang dress itu.


"Baik mbak, ayo Kalian ikut saya," ucap penjaga toko, dan membuat muka gadis itu langsung memucat takut,


dan mereka pun langsung ikut ke tempat ruangan Cctv untuk lebih membuktikan pelaku sebenarnya.


"Tunggu, biar saya bayar dres yang rusak tadi dan jangan di perpanjang lagi" ucap seorang Pria yang suaranya sangat di kenal oleh Kalisa.


Kalisa menoleh, dan mereka saling tatap, namun Pria itu seperti tidak mengenal Kalisa sama Sekali.


"Om... ucap Gadis itu dan langsung memeluk lengan kekar pria itu, membuat Kalisa yang melihat langsung sedikit kaget, namun itu hanya beberapa detik saja.


"Smith,"ucap dalam hati Kalisa dan membuang Pandangannya.


"Baik lah, mari ke kasir untuk membayar nya tuan" Jawab penjaga toko itu, dan mereka pun langsung kesana, namun tidak dengan Kalisa, yang masih mematung di sana, karena tadi sedikit kaget, melihat Smith yang dekat dengan gadis mudah tadi.

__ADS_1


"Ternyata dia masih di negara ini, tapi kenapa dia tidak kembali ke rumahnya, apa dia tinggal bersama gadis itu," gumam Kalisa yang masih betah berdiri di sana.


"heeeiii" kaget Maria, menyadar kan Kalisa dari tempat itu.


"Loe ngpain sih ngagetin gue mulu dari tadi" ucap Kalisa cukup kesal.


"Siapa yang ngagetin sih, loe tuh melamun sambil berdiri di sini dari tadi, gue panggil-panggil, loe gak noleh, ya udah gue samperin." jawab Maria, yang sudah membawa beberapa baju yang sudah di ambilnya.


"Mana belanjaan loe?? kok blum ada sih??, cepetan dong, kan kita mau nonton, keburu malem nih" ucap Maria sambil menarik tangan Kalisa dari sana, agar memilih baju di toko itu dengan cepat.


Kalisa berusaha melupakan kejadian tadi, dan mulai bersenang-senang kembali dengan sahabatnya.


Kalisa mulai membeli beberapa baju lalu mereka bergegas untuk menonton film kesukaan mereka.


Kalisa dan Maria menunggu antrian pembelian tiket nonton, yang cukup rame, kerena film yang mereka tonton, film romantic, dan banyak peminatnya.


"Gilaaa, rame banget ya mar, apa kita kebagian kursih nanti" ucap Kalisa, yang berada di blakang punggung Maria, menunggu pembelian tiket mereka.


"Pasti dapat kok, kan kita gak dapat urutan paling belakang," jawab Maria yang mulai berjalan ke depan untuk mengikuti antrian yang mulai berkurang itu.


Tiba lah saatnya, giliran Maria dan Kalisa, mereka sangat bahagia, karena sudah mendapat kan tiket, dan mendapat urutan kursi paling belakang dan pojok, karena Kalisa dan maria tidak suka duduk di tengah dan paling depan.


Mereka menunggu langsung masuk ke dalam bioskop itu dan langsung buru-buru ke belakang mencari kursih mereka.


"Maria yang duluan menuju kursihnya, melupakan Kalisa yang masih di belakang, kalisa yang sibuk celingak-celinguk menabrak seorang Pria, dan hampir menjatuh kan Kalisa.


"Aggghhh..!" kalisa kehilangan keseimbangan tubuhnya, namun itu tidak sempat terjadi, karena Pria tadi menarik pinggang Kalisa dengan cepat.


"Tolong jalan pake mata jangan pake jidat" ucap Pria itu, sambil melepas pelan pinggang Kalisa, yang sudah menyeimbang kan tubuhnya.


Kalisa langsung menatap suara pria yang sangat di kenalnya itu.


"Trimakasih, sudah menolong saya om" jawab Kalisa, dan Kalisa langsung beranjak dari tempat itu, tanpa mau memperpanjang omongan mereka.

__ADS_1


Smith yang mendengar ucapan Kalisa yang ketus, mengerutkan keningnya, lalu ikut beranjak dari tempat itu, mencari kursih antrian miliknya.


Namun dari jauh Kalisa masih menatap Smith, sampai Smith duduk di kursi antriannya, namun Kalisa tidak melihat lagi, gadis yang tadi bersama Smith di dalam toko.


__ADS_2