TETANGGA KU OM MAFIA TAMPAN

TETANGGA KU OM MAFIA TAMPAN
HUBUNGAN MARIA BERAKHIR


__ADS_3


"


SMITH



KALISA



MARIA



MARCEL


"Ma'af..., Gue pacar Riko, bukan adiknya" Jawab Maria, membuat sang gadis itu, menurun kan kembali tangannya, yang tadi terulur untuk berkenalan.


Gadis itu langsung menatap lekat wajah Riko yang mulai nampak Gelisa itu.


"Beb.. tolong kamu jelasin, Gimna maksud cewek ini" Tunjuk sang gadis, sambil tetap menatap dan menunggu jawaban Riko.


Namun tak ada sepata kata pun yang terucap dari mulut Riko. dan Maria lah yang malah menjelas kan.


"Aku sudah delapan bulan pacaran sama Riko, tiap hari dia jemput gue Ke sekolah," Jawab Maria.


"Jadi loe jadiin Gue selingkuhan loe selama ini,??" Tanya sang Gadis yang mulai geram dengan sikap Diam Riko.


Maria yang juga geram, langsung menghadap ke arah Riko, seperti yang gadis itu lakukan.


"Jadi selama ini, loe manfaatin gue.??!" ucap gadis itu dan Maria berbarengan.


"Loe setiap kemana-mana minta di traktir, dengan Alasan selalu dompet loe ketinggalan, Dasar Cowok Ke..re, tidak tau malu" ucap Maria. Menunjuk Ke arah muka Riko yang sudah Malu dengan teriakan dua gadis di depannya.


"PLAAAAkKKK....!!!??" Satu tamparan keras mendarat di wajah beku Riko, yang menahan Malu dari tadi, Karena pengunjung Mall mulai menatap Mereka.


Riko Cukup Kaget dengan tamparan dari sang gadis itu, dan Maria masih berdiri di depannya.

__ADS_1


"Loe Gila ya..!!!" ucap Riko yang mulai menampakkan sikap kasar kepada sang gadis.


"Loe berani nyentu kita, loe Pasti nerurusan dengan Polisi," Ancam Maria, Saat Riko Hampir saja mendorong sang gadis tadi, yang telah menamparnya.


"Gue saranin sama loe Balikin duit gue, Kalau gak, gue beneran akan bawah loe ke kantor Polisi" Ancam Maria, yang sangat geram.


"Apa..??!, loe mau bawak gue ke kantor Polisi, Heeehh...!! gue gak nyuri duit loe ya Tapi loe sendiri yang bodoh, mau aja gue manfaatin, dasar wanita mudah di peralat" ucap Riko tak Kalah bengis.


"PLAAAAKKK....!!!" Satu tamparan lagi mendarat di muka Riko, itu Pastinya dari Maria, Karena masih ada Pria, yang sudah ketahuan salah, Tapi tidak merasa bersalah sama sekali.


"Tamparan itu, semoga bisa menyadar kan otak loe yang sudah beku dan tidak tau malu itu, mulai saat ini, jangan pernah muncul di depan ku lagi" ucap Maria, dsn langsung Keluar dari mall itu.


Maria mulai mencari dan memesan mobil untuk pulang, Karena tadi dia datang bersama pria yang tidak tau malu itu.


Cukup sudah Maria bertemu dengan Pria yang memanfaat kan dirinya. Maria sebenarnya sangat sayang dengan pacarnya itu, Namun sang Pacar begitu tega berkhianat kepadanya. sudah selingkuh tidak mengaku salah.


"Saat mobil sudah datang, Maria langsung masuk dan mulai menangis di dalam mobil itu, dia sangat menyesal, terlalu sering memberikan sang Pacar uang, dan sering membohongi Kalisa dulu, Saat Kalisa mengajak dia untuk main atau jalan-jalan berdua.


Sekarang, terlihat sudah belang sang Pria, saat sahabatnya tidak lagi bersama Maria, kalau masih ada Kalisa, Kalisa akan menenang kan dia, Karena Kalisa Wanita yang yang tangguh dan tidak cengeng seperti dirinya.


"Kalisa..., loe di mana sih??, gue butuh loe banget, cowok gue khianatin gue, Sorry, dulu gue sering bohong sama loe, demi bisa jalan sama tu brengsek.


"Kok lama banget si pak nyampainya..!??" ucap Maria dengan suasana hati yang Kalut dan sedih. Niat ingin menghibur diri dari kehilangan Kalisa, Tapi malah menambah luka yang begitu menyakit kan.


"Bapak sudah berusaha dek.., tapi kalau lihat dari arah jalan yang bapak lewati, memang cukup jauh" Jawab Sang bapak sopir, melanjut kan mobil dengan menambah sedikit kecepatan, Karena Melihat penumpang nya, yang sedang menangis, Takut di yang akan di salah kan.


Beberapa menit berlalu, Kini sampai lah di alamat yang di tujuh, Maria pun memberikan uang, tanpa meminta kembaliannya,


"Makasih pak" ucap Maria langsung memasuki Rumah mewah miliknya.


"Dek.. kembaliannya." Teriak sang supir, Karena Maria tidak mengambil kembalian uang Seratus ribu itu.


"Ambil saja pak" ucap Art Maria yang berada di taman depan rumah mewah itu, Karena sang nona sudah Masuk ke rumah.


"Makasih buk" jawab sang sopir Lalu melenjutkan laju mobil itu.


DI KEDIAMAN KALISA*


"Mi..??," panggil Kalisa, mencari sang mami sambil keluar dari kamar miliknya, dengan perut yang sudah sangat nampak membuncit.

__ADS_1


"Ya sayang, Ada apa,??" jawab sang Mami, yang membantu Art di dapur, membuat kan sarapan Khusus untuk Kalisa dan sang baby kembar.


"Mi Kalisa pengen makan Sate" ucap Kalisa mengerucut kan bibirnya, sambil menghampiri sang mami menuju dapur, dengan berjalan cukup Pelan.


"Nanti kita bikin ya sayang, Kan susah mau cari orang jual sate di luar negri, kita gak lagi di indo Sayang" jawab sang Mami memeluk Kalisa, Lalu mengajak sang putri untuk duduk di meja makan.


"Oke deh mi," Jawab Kalisa yang duduk di kursi meja makan mereka.


"Mi, Semalam Kalisa mimpiin Maria, sepertinya Maria lagi kangen dan nyari-nyari Kalisa deh, kan udah lama gak pernah kontak lagi" ucap Kalisa sambil menoleh Kepada maminya, yang membawa sarapan untuk Kalisa.


"Tunggu waktu yang tepat ya sayang, Kita akan hubungi Maria lagi, Sekarang kita masih butuh waktu, untuk memberi tau tentang di mana kita" jawab mami Kalisa yang kini mulai ikut duduk di dekat Kalisa.


"Mami, Kalisa juga Kangen negara kita, Apa kita ada harapan untuk kembali mi, dengan si kembar nanti" tanya Kalisa, dengan muka sedikit murung.


"Ada sayang, kita tunggu waktu yang tepat ya, dan kita juga akan secepatnya memberi kabar kepada sahabat mu, agar Bisa dekat kembali sama Maria" jawab Mami menenang kan Kalisa, yang mulai terlihat sendu.


Waktu cukup cepat berlalu, Namun sakit hati yang di toreh kan oleh Pria yang kita suka dan sayangi, sangat sulit untuk di lupakan, Karena mereka cukup berarti di hati para gadis-gadis cantik itu, Ntah siapa kah yang bisa menjadi pengganti dan mengobati luka hati Mereka nantinya.


Adakah orang lain yang akan hadir atau Pria yang sama yang akan mengobati luka yang sulit untuk di sembuhkan.


Maria masih dengan Luka penghianatan sang kekasih yang sudah di perjuang kan.


Dan Kalisa dengan luka batin, Karena Paksaan dari Smith, yang di kaguminya itu, dan lebih tidak bisa di lupakan kan, Karena Kalisa membawa dua malaikat kecil yang Masih di dalam perutnya, Hasil dari perbuatan Smith.


Kalisa, sebenarnya cukup Yakin, kalau Smith akan bertanggung jawab, Namun yang membuat Kalisa tidak ingin bertahan, Karena Smith, orang yang cukup keras, mengurungi Kalisa di rumah yang jauh dari kata ramai, menculiknya, dan selalu melakukan hu..bu..ng..an ba..dan.. dengan Jalisa setiap saat.


Sampai saat ini pun, Kalisa selalu ingat, Bagai mana seorang Smith yang selalu menguasai tubuhnya, kapan saja dia mau.


Dulu Kalisa hanya mengagumi tubuh indah Smith dari jauh, dan menghayal tentang hal Ko..tor.. bersama Smith, Namun saat Kalisa sudah benar-benar sudah berada di bawah tubuh Smith, Kalisa kewalahan.


Kalisa kadang tersenyum mengingat, Saat Smith begitu Agresif terhadap tubuhnya, dan begitu menikmati penyatuan mereka, tubuh mengoda Smith, Kadang membuat Kalisa tidak kuat menolak kenikmatan itu.


Yang dulu sebatas hayalan, namun sekarang Kalisa sudah mengetahui, betapa kuat dan gaganya seorang Smith, Ayah dari anak-anak yang dia kandung.


Saat hormon ibu hamil muncul, Kadang memang membuat Kalisa cukup bodoh di kamarnya, dengan memejam kan mata dan mengingat kembali, hal-hal yang sudah Smith lakukan Pada tubuhnya,


Kalisa mulai merindukan Seorang Smith, walau dengan sikap Agresif yang di miliki seorang Smith, yang selalu ingin menguasai tubuh indahnya.


*VOTE... VOTE... VOTE.. VOTE, YA TEMAN-TEMAN...

__ADS_1



__ADS_2