
"SMITHHHH..." ucap Kalisa, saat sadar dari beku mendaapat ci**** singkat dari Smith.
"Ya sayang, Ada pa,??" jawab Smith menoleh menatap kembali mata indah Kalisa.
"ti..tida..k apa" jawab Kalisa gugup sambil membuang tatapannya.
"Aku ingin menikahi mu Kalisa, mau kah kamu menjadi istri ku, dan menerima kekurangan ku ini" ucap Smith, merai tangan Kalisa dan menggenggam nya lembut.
Mendengar itu,membuat hati Kalisa berdegug lebih kencang.
dan terdiam, masih belum memberi Smith jawaban, Dan Smith masih sangat menunggu jawaban dari bibir Kalisa.
"Ma'af Smith, A..aku tidak bisa" jawab kalisa gugup, Mendegar itu Smith menatap Kalisa Sendu.
"Kalisa, aku memang bukan Pria yang baik untuk mu, tapi aku sunggu ingin, hidup dengan mu, dan membesar kan anak-anak kita bersama, hingga mereka besar" ucap Smith berkaca-kca dan sedikit menunduk, menyimpan rasa sedih itu.
Melihat itu, Kalisa tersenyum samar, lalu melepas genggaman Smith, lalu merai wajah Smith dan mengangkatnya, untuk saling bertatapan.
"Smith, Ma'af...!!, aku tidak bisa menolak mu, Tapi kamu harus dapat restu dulu dari mami, agar aku bisa menerima mu dengan tenang" jawab Kalisa.
"Sunggguhhhh.???" Tanya Smith memeluk cukup erat Kalisa, yang memberi jawaban, seperti yang dia tunggu.
"Smith, Apa kamu berniat menghentikan napas ku" ucap Kalisa, Karena merasa cukup sesak depan pelukan yang di berikan oleh tangan besar Smith.
"oh, ma'af sayang.!!!" ucap Smith yang langsung melepas pelukannya.
"Aku akan segera meminta ijin mami mu untuk menikahi mu, aku mau hidup bersama Kalian Kalisa.
"Smith, ini sudah sangat larut, apa kamu tidak pulang..??" tanya Kalisa.
Smith mendekat ke wajah Kalisa, seakan dia akan men**** Kalisa.
Kalisa pun, langsung menutup matanya, namuunn...
"Aku menginap di kamar mu, untuk menjaga Kalian, dan itu sudah dapat ijin dari calon mertua ku" bisik Smith sambil menatap lekat wajah Cantik yang menutup matanya.
Seketika Kalisa membuka mata, Karena sudah salah paham dengan sikap Smith.
Namun Smith masih lekat menatap Kalisa, walau saat Kalisa membuka mata sekali pun.
Kalisa dan Smith saling menatap, namun tatapan Smith sudah pindah ke bi*** indah Kalisa.
__ADS_1
Tanpa Kalisa duga, Smith menarik tengkuk Kalisa dan me***** bi*** indah Kalisa cukup dalam, dan mulai memanas.
"Emmm...!!!" De**h Kalisa, Saat Smith mulai bersikap Li*** terhadap gunung kembar miliknya, Smith mulai lepas kendali, dan meremas buah itu.
Ciuman Smith mulai turun ke leher jenjang Kalisa, dan mulai memberi tanda di sana.
"ahhhh.. S...mit..thh.." Suara **** Kalisa, kembali memenuhi telinga sensitif Smith, membuat sesuatu di bawah sana mulai membesar.
Saat Smith mulai mengelus perut Kalisa, dan bermaksud lebih dalam lagi.
Tiba-tiba Smith cukup kaget, dan segera sadar dan melepas ci**** dari leher jenjang Kalisa.
Terlihat Kalisa yang cukup ngos-ngosan dengan sikap Smith pada tubuhnya dan tiba-tiba berhenti.
Smith melepas tangannya dan menyatu kan kening kalisa dengannya lalu me***** kening Kalisa.
"Ma'af aku lepas kendali, sukur anak kita menyadar kan ku, mereka menendang tangan ayahnya, Mereka merespon ku Kalisa, aku sungguh dan sungguh bahagia." ucap Smith, menarik selimut dan menutup sebagian tubuh Kalisa.
"Istirahat lah sayang, aku akan menjaga mu di kamar ini, apa ada kasur santai di kamar ini, atau aku tidur si sofa mu saja.??" ucap Smith mulai turun dari ranjang milik Kalisa.
"Di sana" tunjuk Kalisa pada lemari besar di ujung ranjangnya.
Smith langsung menuju lemari yang di tunjuk Kalisa dan mencari kasur santai yang di maksud.
"Slimut dan bantal juga berada di pintu sebelahnya" sambung Kalisa, Smith kembali menuju lemari, mencari sesuatu yang sangat penting, untuk kenyamanan tidurnya nanti
Apalagi, masalah besar yang ada di pikiran Smith sudah tidak ada lagi, Karena sudah bertemu langsung dengan Kalisa.
"Kalisa..!!!"
"huhh" jawab Kalisa dengan gumaman,
"Istrhat dengan nyenyak sayang. dan ini tidur paling nyaman untuk ku, selama kamu meninggal kan ku sejak itu" ucap Smith tersenyum bahagia,
" Iya..!!" jawab Kalisa dan mulai menutup seluruh tubuhnya kecuali kepala. dengan posisi melentang.
"Kalau ada yang tidak nyaman, Panggil aku, jangan sungkan, mulai malam ini, aku ingin ikut mengurus anak kita" ucap Smith, hanya di balas senyuman oleh Kalisa dan mulai menatap matanya.
"Trimakasih tuhan, sudah memberi ku kesempatan untuk bertemu mereka lagi, Aku benar-benar akan Keluar dari kelompok mafia, dan ingin melindungi keluarga ku.
Aku tidak ingin anak-anak dan istri ku, mengetahui kalau ayah mereka seorang mafia nantinya.
Aku ingin mereka tumbuh dengan layak, tanpa ada tekanan dan gangguan dari mana pun." Gumam Smith dan ikut menutup mata meyambut mimpi indahnya....
__ADS_1
kriring.... kriringgg..!!!! Alarm Kalisa berbunyi, baisaa nya Kalisa bangun untuk sedikit berolahraga ringan, Namun Kali ini, Kalisa merasa kurang cukup tidur, mungkin Karena semalam.
"Pagi sayang..," ucap Smith masuk ke kamar Kalisa dengan nampan yang berisi makanan sehat khusus Kalisa.
"Smith, Aku kira kamu sudah pulang." ucap Kalisa dengan muka bantalnya, dan duduk.
"Sarapann dulu ya, nanti baru tidur lagi, Pasti kamu lelah, gara-gara semalam." ucap Smith meletak kan nampan itu di atas meja Kalisa.
Smith mengambil salah satu sup kesukaan Kalisa dan berniat menyuapinya.
"Aku sendiri saja" ucap Kalisa yang ingin meraih mangkok berisi sup tersebut.
"Tapi aku ingin menyuapi mu, Apa kamu tidak ingin bermanja dengan suami mu,??" ucap Smith tanpa berpikir dulu dengan ucapannya.
"Uhuk uhuk..." Kalisa terbatuk dengan napasnya sendiri, mendengar ucapan Smith.
"Kenapa sayang,??"ucap Smith sambil memberikan minum kepada Kalisa.
Kalisa pun menerima minuman itu dengan muka yang memerah.
"Bukannya kamu belum makan apa-apa sayang, Kenapa kamu sampai batuk" tanya penasaran Smith sambil menatap muka memerah Kalisa.
"Ucapan mu membuat ku batuk" jawab Kalisa singkat.
Barulah Smith menyadari, alasan Kalisa Batuk adalah mendengar ucapannya,
"Sebentar lagi aku memang akan menjadi suami mu sayang, Dan aku akan minta jatah seperti dulu lagi" ucap Smith menjahili Kalisa.
"Awww" teriak Smith, Karena Kalisa mencubit lengannya cukup keras, tanpa kasih sayang sama sekali.
"Sakit sayang, Nanti aku balas loh, sampai kamu lemas" ucap Smith dengan ucapan yang ambigu itu.
Tapi memang itu maksud ucapan Smith sebenarnya. dan Kalisa melotot kan mata indahnya, membuat Smith mendekat.
"Cuuup" Smith mencuri sedikit dari bi*** Kalisa.
"morning kiss sayang" hal itu membuat muka Kalisa bertambah merah saja.
"Smithhhh..." teriak Kalisa dan Mulai mencari tubuh Smith untuk Kalisa cubit kembali, Namun dengan cepat Smith menghindar.
"Oke.. oke..!!!, Ma'af sayang, Ayo aku suapin makannya ya" bujuk Smith, mulai menyuapi sup itu ke mulut Kalisa, dan Kalisa menerima dengan cemberut. Karena belum membalas Smith dengan cubitan kepiting miliknya.
*VOTE...VOTE.. LIKE... KOMENT... YA TEMAN-TEMAN*
__ADS_1