
"S..smitthhh..!!!, jang...ngan seperti ini" ucap Kalisa terbata-bata dengan napas yang tersenggal-senggal akibat ulah Smith, yang mengaduk daging segar Kalisa dengan cepat.
"Emmmm..." Smith dengan Nakal nya menyatukan bibirr mereka cukup buas,, Karena melihat exspresi Kalisa yang begitu **** di mata Smith...
"Sayang..., seperti nya niat jalan-jalan kita hari ini, kita tunda dulu, Karena pusaka ku sudah tidak bisa diam di dalam sana," ucap Smith melepas bibir mereka, namun tangan Smith Masih sibuk mengaduk daging itu.
"Aku juga tidak kuat lagi untuk jalan-jalan sa..sayang" jawab Kalisa dengan Mata yang tidak jelas lagi menatap wajah tampan Smith.
"Aku juga begitu mengingin kan pusaka besar mu, tenggelam di dalam ku" sambung Kalisa dengan mendongak kan kepala, memberi akses kepada Smith untuk menguasai beberapa daging segar Kalisa.
Smith tanpa Berpikir lagi, mengeluar kan pUsaka itu dan mengarah kan ke arah daging segar Kalisa, Smith mulai perlahan mendorong benda panjang itu, dengan deruh napas yang tak beraturan.
"Ahhhhhggg" suara indah Smith, saat pusaka milik nya sudah tenggelam dan mulai membaring kan kembali tubuh Kalisa di ranjang luas. Smith mulai mendorong pelan... pelan... tapi pasti ke dalam sana.
Kalisa sudah tidak tau lagi harus bersikap bagai mana terhadap respon tubuh nya, yang begitu menerima dan Pasrah akan tenggelam nya pusaka besar Smith.
"Kenapa sangat nikmat" Racau bibir indah Kalisa, saat tusukan demi tusukan menyerang daging segar milik nya, dan perlahan Kalisa menatap wajah Tampan Smith yang berada di atas. dengan keringat yang mulai memenuhi setiap inci tubuh mereka, dengan gerakan gagah Smith yang sangat ****.
"Kenapa kita terlalu lama di pertemu kan" ucap Smith mulai mempercepat goyangan dan mempertemukan dua daging itu dengan sangat NIKMATT....
"Emmmmm" cuma itu ucapan yang keluar dari bibir Kalisa, saat Smith tak henti-hentikan bergoyang Nikmat di atas...
"Rasanya aku ingin melakukan nya kepada mu setiap jam" ucap Smith menatap mata sayu Kalisa yang menikmati penyatuan daging segar.
hampir satu jam bergoyang Nikmat, Akhir nya Sesuatu akan akan keluar dari pusaka Smith, dan Smith mulai menambah kan goyangan itu, Dannnn....
"Ahhhhhh" Smith memasukan sesuatu itu ke dalam tubuh Kalisa, namun belum sepenuh nya mengeluar kan barang besar dan panjang itu, dari daging segar milik Kalisa.
Sepertinya Smith memang belum berniat untuk mengeluar kan pusakan itu dari sarang nya yang sudah cukup Basah itu.
Smith tersenyum sambil membelai wajah cantik Kalisa yang penuh dengan Keringat.
"Smith, Kenapa kamu tidak mengeluar kan nya dari sana,??? Kaki ku capek" ucap Kalisa Manja.
Namun Smith belum ada Niat sedikit pun,
"Sayang, biar kan saja dulu dia di dalam sana, dia butuh kehangatan" jawab Smith menggerak kan pelan pusaka yang belum loyo itu.
"Smith, jangan minta tambah lagi, Aku capek" ucap Kalisa cemberut, melihat itu, Smith dengan berat hati mengeluar kan pusaka besarnya, dan tidak mau melihat Kalisa terlalu kecapean.
__ADS_1
"Ingat sayang, kalau kita sudah menikah besok, dan baby kita sudah lahir, aku minta Tiga kali sehari," ucap Smith menuju kamar mandi membersikan diri,
Kalisa yang mendengar itu, melempar bantal ke arah Smith yang mengila,
"Terdengar tawa bahagia Smith dari dalam kamar mandi, Saat mengetahui Kalisa melempar dirinya dengan bantal.
"Dasar Om.. om Gila..!!!!" Teriak Kalisa melihat Smith sudah berada di dalam kamar mandi.
mendengar kata Om..!! Smith sedikit mengintip dari pintu kamar mandi.
"Tapi walau pun Om..Om, tapi kamu suka kan...?? Buktinya kamu selalu kalah dan berada di bawah" ucap Smith dengan mengedip kan mata kepada Kalisa yang cemberut di atas ranjang luas milik nya.
"Drrrrttt..drrrttttt..."Sebuah telpon dengan nomor yang tidak di kenal menelpon ke nomor Smith.
HP Smith yang tergeletak di atas meja Kalisa, memudah kan Kalisa menggapai dan melihat nomor itu.
"Ada orang yang menelpon, Apa aku angkatt saja ya..??" Gumam Kalisa memegang HP Smith, dengan ragu untuk mengangkat, Namun Nomor itu terus menelpon.
Kalisa pun dengan berani mengangkat telpon tak di kenal itu, untuk menghilang kan rasa penasaran nya.
Kalisa mengangkat telpon itu dan menempel kan pada telinga nya, Namun tidak berniat untuk mengeluar kan suara.
"Hallo bos..." ucap suara seorang Pria di sebrang sana.
"Bos, Kenapa beberapa hari ini tidak ada kabar, ada beberapa orang yang berhianat..!! Tapi.." ucapan telpon di putus kan Sepihak Oleh Kalisa.
Saat melihat Smith Keluar dari kamar Mandi dengan segar.
Kalisa cepat-cepat menaruh HP Smith di atas meja tadi, seakan tidak terjadi apa-apa.
"Apa kamu mau kembali membersikan diri, biar ku gendong, Atau aku bersikan di atas ranjang Saja" ucap Smith dengan mata Genit.
"Tidak usah, Aku bisa sendiri, tapi kamu harus menjaga ku ke kamar Mandi" ucap Kalisa dan Langsung di Iya kan Oleh Om-om Tampan calon suami gagah Kalisa.
Smith memapah pelan Kalisa untuk membersikan diri. Saat Kalisa dan Smith berada di kamar Mandi, Klisa tiba-tiba bertanya.
"Smith, Apa kamu punya perusaan besar,??"
Smith yang mendengar pertanyaan Kalisa, menoleh dan sedikit mengernyit kan jidat nya.
"Ya tentu, Aku punya perusaan, Kalau tidak, dari mana aku bisa menjadi orang sukses" ucap Smith sambil tersenyum.
"Ohhhh..!!!"
__ADS_1
"Kenapa, Apa kamu takut saat kita menikah, aku tidak bisa menghidupi anak dan istri ku nanti" ucap Smith membantu membersikan tubuh Kalisa.
"Emm... Tidak juga" jawab Kalisa singkat.
"Lalu..???" ucap Smith tak kalah singkat.
"Tadi waktu kamu mandi, Ada seorang Pria yang menelpon ke HP mu, lalu aku mengangkat nya. dia bilang kalau kamu tidak memberi dia kabar, dan membahas seoarang penghianat" ucap Kalisa, membuat Smith sedikit kaget.
Namun Kaget nya Smith tidak di sadari oleh Kalisa,
"Ohhh, cuma itu.. biasa kalau di dalam perusaan ada penghianatan, Nanti akan ku atasi masalah itu." jawab Smith, lalu membantu Kalisa kembali ke kamar milik nya.
Kalisa sudsh rapi dengan pakian khusus ibu hamil, lalu di bantu oleh Smith untuk kembali bersantai di ranjang miliknya.
"Tok..tok.., Kalisa Sayang...!!?" Suara yang begitu di kenali oleh Kalisa, membuat Kalisa tersenyum.
Pintu pun terbuka, menampak kan Seorang ibu-ibu dengan paras yang Masih cantik menghampiri Kalisa dan Smith.
"Haiiii sayang..." ucap Mami Kalisa mencium kening Kalisa dengan lembut.
"Gimana baby nya, gak rewel kan,??" tanya Mami Kalisa sambil menatap Smith.
"Emmm tante..." ucap Smith dari samping Kalisa dengan senyum canggung.
"Kamu yakin ingin menikahi anak ku, kita tidak usah berbasa-basi tentang ini" ucap Mami Kalisa dengan tenang.
"Iya Tante, ingin segera, Kalau bisa hari ini tan.." jawab Smith tak kalah tenang, walau hati Smith sedikit gelisa, Takut sang mami Kalisa tidak mengizin kan.
"Baiklah, urus berkas dan nikahi Kalisa segera, Tapi... tunggu dulu," ucap Mami Kalisa membuat Kalisa dan Smith sedikit tegang.
"Ada apa mi,.??"
"Apa kamu mau menikah dengan dia, tanpa paksaan sayang..???" tanya Mami Kalisa.
dan di jawab dengan cukup cepat oleh Kalisa.
Kalisa langsung mengangguk tersenyum.
"Iya mi, Kalisa ingin menikah dengan Om-Om ini" jawab Kalisa tersenyum mengejek ke arah Smith.
Dan mereka bertiga pun tersenyum bersama....
VOTE...VOTE... LIKE... KOMENT YA TEMAN-TEMAN
__ADS_1