
"Emmm..." suara seorang gadis yang berusaha melepas tubuhnya dari sentuhan-sentuhan Pria yang berada di atasnya.
dengan B***r mereka yang masih menyatu, Karena Pria itu saat ini cukup Berg***h.
Dia mulai semakin Tak terkendali, Saat menemukan Gadis mudah yang masih sangat Segar itu, Pria itu berusaha merobek Paksa, beberapa menutup yang melekat di tubuh sintal milik sang gadis.
Pria itu melepas kan bi**r mereka, Saat menyadari yang gadis mulai kebahisan Napas.
"Hos.. hos.." Gadis itu membuka mulutnya dan berusaha menghirup udara sebanyak mungkin, Saat sang Peia memberi dia jedah.
"Haiii Manis, ternyata kamu belum berpengalaman sedikit pun" ucap nya dengan tu**h yang Masih menempel, dan sama-sama sudah tidak mengunakan apapun, untuk menutup area terlarang mereka.
"T..tolong..., jangan lakukan ini pada ku Tuan, Aku mo..honn" ucap nya dengan wajah masih di penuhi air mata.
Namun sang Pria malah membuka P**h sang gadis cukup lebar, tanpa belas Kasih dia meraba daging Milik gadis mudah itu.
Dan mencoba memasuki Satu Jari miliknya ke sarang Sempit milik sang gadis mudah.
"Ahhhhh... ja..ngann.... Ahhhhhh" suara itu seakan membuat sang Pria semakin Berg***h saja.
Pria itu memaksa jarinya masuk ke sana....
"Akkkggg...!!! Sakitttt..." teriak gadis itu cukup keras dengan melengkung kan tubuh nya ke atas, hingga semakin membuat tubuh mereka menempel.
Pria tersebut, dengan pelan memasuki jarinya lalu mengeluarkan nya, dan terus melakukan itu, hingga terasa sebuah cairan pelincin menempel di jarinya.
"Clak.. clak..clak...Suaara hentakan jari Sang pria sang dengan bebas keluar masuk ke dalam sana.
__ADS_1
"Seperti tempat basah ini lebih jujur dari ucapan dan air mata mu. Apa kamu ingin mencoba rasanya Manis..???" ucap pria itu melepas jarinya lalu mulai mengarahkan barang pusaka milik nya ke area basah itu.
"Tidakkk..!!, jangannn... aku tidak mau.." ucap gadis itu kembali sekuat tenaga melepas diri dari pria yang sudah siap bertempur itu.
"Tapii sayang, kamu tidak ada kesempatan menolak barang ini yang sudah sangat siap..
Saat pusaka itu sudah mendekati pintu masuk, sebuah telpon dari Smith menjedah pusaka itu menerobos, membuat Pria tampan itu langsung mengangkat telpon dari Smith.
Namun iya tidak bangkit dari atas tubuh gadis itu.
"Iya boss.???
"Baik boss, segera saya lakukan" pria itu langsung mematikan telpon lalu menoleh kembali ke arah gadis itu.
"Kamu beruntung Saat ini manis, tapi untuk jam berikutnya belum tentu. kita akan merasakan Nikmat bsrsama nanti malam...!! Cupp.." Lalu pria itu bangkit dan kembali memakai pakian nya dengan rapi.
Pria itu keluar dari kamar lalu mengunci pintu kamar dari luar.
Gadis itu hanya Pasrah, Saat mencoba kabur, namun tidak ada sedikit pun celah.
Dia memungut kembali baju-baju milik nya, Namun tidak ada satu pun yang bisa dia pakai kembali, semua nya sudah koyak oleh tangan besar pria tadi.
"Huhhh, Apa yang harus ku pakai,??? kalau semua baju ku sudah tidak berbentuk lagi" gumam gadis mudah itu, lalu membuang asal baju milik nya.
Matanya fokus dengan sebuah lemari besar yang tedapat di pojokan Kamar.
Gadis itu berjalan ke arah sana lalu membuka lemari itu, yang berisikan semua baju Pria.
"Dari pada tidak mengunakan apa-apa, ini lebih dari cukup" gumamnya sambil mengambil sebuah baju yang cukup besar untuk ukuran tubuh mungilnya.
Dia pun melihat celana pendek, lalu gadis itu tanpa berpikir, langsung memakai celana itu, dengan sedikit mengikat bagian pinggang, karena kebesaran untuk pinggang ramping milik gadis itu.
__ADS_1
"Lumayan, aku harus mencari ide agar bisa keluar dari ruangan ini." Gadis itu sibuk mengelilingi kamar luas untuk mencari cara, dia mulai berpikir-pikir mungkin tuhan Masih memberi dia kesempatan untuk lepas dan tidak di hancur kan oleh Pria tadi.
Gadis mudah itu Hampir putus asa. namun dia tetap ingin mencari cara untuk kabur, walau kemungkinan sangat lah tidak mungkin.
"Tuhann...!! tolong beri aku jalan sekali ini saja, aku akan pergi jauh dan tidak akan mendekati kakak brengsek itu lagi," gumam nya masih dengan melihat-lihat jendela dan langit-langit kamar.
Gadis itu masuk ke kamar mandi, melihat celah di sana, gadis itu sedikit memperlihat kan senyum nya ketika ada pentilasi kamar mandi yang cukup luas namun juga tinggi untuk di gapai, Tapi itu jalan satu-satunya untuk dia lewaat kan.
hanya mencari jalan untuk mengapai pentilasi tinggi itu, dan kemungkinan dia bisa kabur, walaupun gadis itu belum mengetahui apa saja yang harus dia lewati, Saat dia keluar dari pentilasi itu nanti.
Gadis itu keluar dari kamar mandi mencari sesuatu yang bisa untuk dia panjat agar bisa keluar dari kamar tersebut.
Pertama gadis itu langsung melihat sebuah meja berukuran cukup tinggi, yang pastinya juga cukup berat, Tapi Kali ini dia memang tidak ingin putus asa, Karena sudah ada sebuah jalan untuk kabur walau cukup sulit.
Dia menarik sekuat tenaga meja tinggi itu menuju kamar mandi, dengan mengumpul kan semua tenaga miliknya, yang sudah lumayan terkuras.
"Apapun aku harus berusaha lebih dulu," gumam nya dengan semangat sambil menarik meja tersebut.
Hampir setengah jam, Akhirnya meja itu sampai juga di kamar mandi, dengan usaha yang cukup gigih.
"Dari pada di santap Pria tadi lebih baik Aku mati-matian berusaha mencari jalan untuk keluar." gumam gadis itu sambil memanjat meja tersebut.
Namun hasil nya masih belum bisa membuat gadis itu kembali tersenyum. dia harus lebih giat lagi mencari dan menumpuk sesuatu agar dia bisa menggapai pentilasi itu.
Gadis itu kembali turun mencari sesuatu untuk menambah tinggi tempat itu dan bisa menggapai nya.
"Bantal, Ya akan ku coba dengan itu," Gadis itu berlari mengambil bantal dan menumpuk bantal itu di atas Meja dan kembali naik ke sana.
"Sukur lah" ucap nya dengan senyum nya, dia bisa menggapai pentilasi yang sudah terbuka itu, dan mulai menggelantung tubuh mungil nya, dan berusaha terus untuk masuk kesana, mencakar, sana sini, dan menggapai benda yang bisa dia pengang untuk bisa terus naik.
Hampir kehabisan tenaga, Namun dia tidak menyerah, tekat besarnya, Membuat dia berhasil masuk ke sana dan menelusuri langit-langit kamar mandi.
__ADS_1
Walau tangan mungil milik nya banyak meninggal kan goresan-gorengan, tapi dia tidak peduli, tetap merangkak di sana mencari celah, agar bisa keluar dari tempat terkutuk itu.
VOTE... VOTE... LIKE DAN KOMENT YA TEMAN-TEMAN