TETANGGA KU OM MAFIA TAMPAN

TETANGGA KU OM MAFIA TAMPAN
KALISA MERASA KEHILANGAN


__ADS_3


Berhari-hari berlalu sejak kejadian itu, Kalisa benar-benar tidak pernah melihat Smith lagi, dia merasa suasana Kalisa yang dulu kembali tenang, namun tidak dengan Hati Kalisa, walau pun dia sudah aman dari gangguan Smith, namun hati milik Kalisa tidak bisa di rubah seperti sebelum Smith datang ke kehidupannya dan mengganggu dirinya.


Walau pun dia kesal akan sikap Smith selama ini padanya, tapi rasa suka yang masih bersemayam di hatinya terus saja membayang kan dan memikir kan Smith.


"walaupun kamu bersikap cukup kasar pada ku, tapi kenapa hati ku tidak bisa berbohong dan tidak bisa membenci mu Smith" Gumam Kalisa di kamar mewah miliknya, sambil menatap halaman belakang rumah tetangga yang selama ini mengganggu hidupnya.


Kalisa termenung di sana menatap halaman belakang, yang kembali sepi seperti awal dulu, Kalisa berpikir, mungkin Smith sudah kembali lagi ke negara asalnya, dan tidak akan kembali lagi.


Hari mulai terhitung minggu, tetap saja rumah tetangganya tidak pernah terlihat Smith lagi di rumah itu, Pulang sekolah, Kalisa mencoba bertamu ke rumah itu, sambil membawa masakan rumahnya, untuk di berikan kepada sepasang suami istri yang bertahun-tahun tinggal di rumah itu.


Mereka masih sama, menyambut dengan senang, akan kedatangan Kalisa ke rumah itu.


Kalisa sedikit berbasa basi kepada mereka, dan sedikit mencari informasi tentang Smith, yang selama ini tidak pernah terlihat lagi di rumah itu.


"Emmm.. bik, Om kok gak pernah liat lagi ya, setiap Kalisa lewat" Ucap Kalisa sambil tersenyum ramah dan menunggu, cukup penasaran dengan jawaban yang keluar dari mulut Art Smith.


"Kurang tau juga non, memang sudah beberapa minggu ini Tuan Smith, tidak pernah kembali kerumah, dan juga tidak berpesan apa-apa kepada Kami, dan tuan juga tidak pernah seperti ini sebelumnya" Jawab Art Smith panjang lebar.


"Kenapa ya non??, apa ada perlu gitu sama tuan??" tanya balik Art Smith kepada Kalisa.


"Ehh.., tidak bik, cuma mau tanya aja kok, abis jarang liat Om lagi, kalau Kalisa pulang sekolah, kan biasanya, Om sering di depan rumah, dan sekali-kali bertamu ke rumah, saat mami di rumah" jawab Kalisa cukup gugup.


"ohh, begitu toh, kirain non ada perlu yang sangat penting, nanti kalau tuan kembali, bik sampai kan, kalau ada non Kalisa yang bertamu dan menanyakan keberadaan tuan" jawab bibik dengan sedikit senyum jahil kepada Kalisa.

__ADS_1


"Gak usah bik, tidak usah di sampai kan hal seperti itu, Kalisa cuma iseng bertanya saja" jawab Kalisa sedikit was-was, takut beneran akan di sampai kan kepada Smith, tentang dia bertanya tentang Smith, mau tarok di mana muka Kalisa nanti.


Tapi Kalisa cukup penasaran dengan ucapan bibik tadi, yang mengatakan Smith tidak perna seperti ini biasanya.


"Apa, karena kejadian waktu itu ya??, Smith tidak berada di rumahnya beberapa hari ini, Tapi kenapa, kan dia yang jahat pada ku, kenapa dia yang tidak kembali ke rumahnya lagi, aku juga tidak permasalah kan lagi kejadian itu," gumam Kalisa, yang masih duduk bertamu di rumah Mewah milik Smith itu.


"Non,??" panggil bibik yang melihat Kalisa seperti melamun, memikir kan sesuatu.


"Ah, iya bik, knpa ya,??"


" Non ada masalah ya, kok melamun begitu,??"


"oh, tidak bik, tidak apa-apa, Kalisa hanya berpikir tentang PR di sekolah, yang belum sempat Kalisa kerja kan, kalau begitu, Kalisa Pamit pulang ya bik, lain kali Kalisa main lagi" ucap Kalisa sambil berdiri dari tempat duduknya, dan langsung berniat pulang ke rumahnya.


Saat di kamar, Kalisa masih juga memikir kan tentang Smith, yang tak pulang ke rumah, sudah beberapa minggu, apa lagi tidak memberikan kabar, kemana di pergi kepada Art yang sudah sangat mengenal Smith.


"drrrt.. drrrttt..drrrttt" getaran Hp Kalisa, sedikit mengagetkan nya, ternyata sebuah telpon masuk dari sahabat terbaiknya, Maria.


"Hallo mar, ada apa,??"


"Kalisa.... kita ke mall yuk, udah lama gak shooping nih," ucap Maria, yang langsung di iya kan Oleh Kalisa.


"Oke, loe jemput gue ya, gue ganti baju sebentar,"


"Sip... sekalian nanti kita nonton deh, bosan gue di rumah terus, gue yang traktir loe hari ini," ucap Maria, yang membuat Kalisa kegirangan dengan ucapan traktiran dari Maria.

__ADS_1


"Uhuuuu... Oke sayang, gue tunggu, cepetan datangnya" jawab Kalisa, yang membuat maria yang mendengar ucapan Kalisa sedikit memutar matanya.


"Giliran di traktir aja, cepet banget loe nyambetnya, Oke gue Otw rumah loe skarang" ucap Maria sambil sambil mematihan Hpnya, dan langsung pergi menjemput Kalisa.


"Gue pake baju apa ya" ucap Kalisa, sambil bolak-balik mencoba beberapa baju yang terdapat di lemari mahal miliknya. beberapa menit berpikir, barulah Kalisa mendapat kan baju yang cocok untuk di gunakan kan ke mall.


"Ini aja deh," sambil mengambil sebuah dress selutut dengan lengan pendek berwarna biru langit, membuat baju itu terlihat pas di tubuh putih mulus dan indah milik Kalisa.


Kalisa sudah siap, dan begitu sangat cantik, sambil menunggu maria di ruang tamu miliknya.


"tittt..tiitt" klakson Maria dari luar pagar rumah Kalisa, Kalisa pun bergegas keluar, dengan sedikit berlari kecil menuju mobil maria.


Kalisa pun langsung masuk ke mobil Maria, dan langsung berangkat menuju tempat yang sudah mereka rencana kan tadi.


"Loe bawak uang cukup kan mar,??" ucap Kalisa, sedikit menyindir Maria, yang konsen menyetir, dan dari tadi belum membuka mulutnya.


Maria pun menoleh sambil tersenyum.


"Ya iyalah.... masa mau traktir anak pengusaha kaya bwah uang secukupnya, untuk loe gue bawah duit banyak, untuk traktir loe sepuasnya, dan kita pulang, sampai mall tutup" ucap Maria dan mereka pun langsung tertawa bahagia di dalam mobil itu.


"Ehhh.. gue blum makan loe" ucap Kalisa.dan ucapan itu langsung di sambut maria dengan memutar matanya.


"Tenang, kita makan dulu, baru deh, kita shooping dan nontonnya, pokoknya loe harus puas gue traktir hari ini," jawab maria bahagia, melihat Kalisa yang begitu senang, saat di traktir oleh nya, sebenarnya, Kalisa tak kalah kaya, apa lagi masalah uang jajan, tapi kalau di traktir oleh sahabat itu, lebih bahagia rasanya.


Kini Maria dan Kalisa sudah sampai di mall dan langsung masuk kesana, mencari tempat makan terlebih dahulu, agar bisa berpikir dan dan shooping dengan tenang, karena perut memang harus di utama kan.

__ADS_1


Saat menemukan tempat yang cocok, mereka langsung masuk dan memesan makanan mereka. dari kejauhan Kalisa melihat seorang pria yang sangat di kenalnya, yang juga berada di tempat makan itu, membuat Kalisa sedikit menajam kan mata untuk melihat dengan Pasti, bahwa yang di lihatnya memang pria yang sangat dia kenal.


"Heii... cepet pesan.." ucap Maria, membuyar kan pandangan Kalisa, yang dari tadi menatap orang tersebut.


__ADS_2