
Dengan gairah yang sudah menutupi akal sehat Smith, membuat dia langsung menggendong Kalisa menuju ranjang luas milik Kalisa.
Smith langsung menindih tubuh sintal Kalisa, dan merobek Paksa gaun biru yang masih menutupi tubuh Kalisa.
Kalisa yang merasa Smith sudah tidak bisa di kendali kan, berusaha menahan tangan besar itu, untuk masuk lebih dalam, ke bagian paha mulus miliknya.
Namun itu percuma, tenaga Smith yang tidak sebanding dengan Kalisa menguasai Kalisa dari atas tubuh nya, Smith melepas penyatuan bibir mereka, lalu turun ke leher jenjang Kalisa, dan memberi beberapa tanda di sana, Satu tangan Smith menahan dua tangan Kalisa dan di letak kan di atas kepala Kalisa.
ciuman itu membuat Kalisa juga menikmati nya, namun masih tetap tidak mengizin kan Smith untuk memasuki area yang paling di lindungi seorang gadis pe***** seperti Kalisa.
Tubuh Kalisa hanyak tertinggal penutup bagian bawah, dan Bra milik Kalisa, sudah di tarik Paksa oleh Smith. dan sudah di buangbke sembarang tempat.
Saat Smith ingin menyentuh bagian yang sangat di lindungin Kalisa, Kalisa sekuat tenaga berusaha melawan, dan tidak ingin terbuai dengan kenikmatan sementara yang di berikan Smith kepadanya.
"Agghhh.....!! ja..ngaann Smithh. Plisss" ucap Kalisa, merapat kan kedua paha nya, yang mulai di kuasai oleh Smith.
Sebenarnya, rasa itu hampir membuat Kalisa memberikan harta satu-satu nya kepada Smith, namun akal sehat Kalisa yang masih tertinggal itu, masih bisa membantu dirinya untuk tidak memberikan secara cuma-cuma kepada Smith, yang belum jelas Status mereka.
Smith yang gos-ngosan, karena naf** yang sudah di ubun-ubun Menatap Mata Kalisa yang sedikit mengeluar kan air matanya.
"Tapi aku benar-benar ingin memasuki mu sekarang, karena aku tidak suka saat kamu dengan dengan Pria lain, dan juga tidak suka melihat mu cuek terhadap ku, saat aku juga tidak peduli pada mu, aku mau kamu mengejar ku" ucap Smith yang mulai membuka celana Panjangnya dan mulai mengeluar kan benda Kramat itu.
"Kamu benar-benar harus jadi milik ku malam ini bocah" ucap Smith kembali dan memaksa Kalisa membuka Pahanya cukup lebar, lalu merobek penutup terakhir Kalisa.
"Tidakk...!!!?, aku tidak mau Smith, aku msih ingin bebas, kamu silakan cari perempuan lain, tapi tolong jangan diri ku," ucap Kalisa melawan dengan sisa tenaga dan berusaha mencari benda yang bisa di gapai, saat Smith mulai berusaha memasuki bagian Bawah nya, dan tidak lagi menahan tangan Kalisa.
Saat benda kramat itu mulai menyentuh dan Smith ingin mendorongnya.
__ADS_1
"Paaaakkkk..." Lampu tidur si samping ranjang Kalisa, menghantam kepala Smith dengan keras, sehingga membuat Smith merasa pusing dan menjatuh kan tubuhnya ke sampaing Kalisa, sambil meraba pelan kepala nya, yang sudah berlumuran darah itu.
Tanpa pikir panjang, Kalisa langsung mengapai selimut di sampingnya lalu membungkus tubuh telanjang, untuk keluar dan mengunci dari luar pintu kamarnya.
Kalisa Masuk ke kamar lain dan berganti pakian, lalu keluar rumah untuk memanggil Scurity.
"Pak..., cepat tangkap Smith di atas dan bawah di ke kantor polisi, dia sudah melecehkan saya." ucap Kalisa tanpa berpikir panjang.
Mendengar tentang nonanya di leceh kan, scurity rumah Kalisa membawa beberapa teman lainnya, untuk membantu menagkap sang pria tampan itu.
Dan Scurity pun segera menuju kamar Kalisa dan mencari keberadaan Smith.
Tapi ternyata, Smith sudah tidak berada di dalam kamar itu lagi, dan hanya tertingga bekas darah di beberapa tempat di kamar Kalisa.
Kalisa yang takut, di temani oleh Artnya, untuk duduk dan di berikan minum, untuk menenang kan Kalisa.
"Non, tuan Smith tidak ada di kamar" ucap Scurity Kalisa. hal itu membuat Kalisa tambah takut dan Kaget.
"Bagai mana bisa di kabur begitu cepat, sedang kan dia terluka cukup parah di kepalanya, dan juga pintu Kamar terkunci dari luar," ucap Kalisa dengan perasaan was-was.
"Cek Cctv pak, biar bisa lihat dia keluar lewat mana" ucap Kalisa.
"Baik non,"
"Siapa Smith sebenarnya, bagaimna bisa dia pergi secepat itu. dengan keadaan terluka parah, dan sulit untuk pergi dengan tangan kosong menuruni rumah ini" gumam Kalisa.
beberapa menit, Scurity kembali menghadap Kalisa, dan lebih mengejut kan, adalah ucapan dari scurity itu.
"Ma'af non, kami tidak menemukan Tuan Smith keluar dari rumah ini, dan tidak terlihat di setiap Cctv yang terpasang ketat, bahwa tuan Smith melewati jalan yang mana."
__ADS_1
"Apa..???, bagaimana bisa, dan itu hal yang mustahil, sedang kan setiap sudut keluar dari kamar ku, semua terpantau Cctv" jawab Kalisa yang membuat dia tambah takut.
"Apa kita perlu lapor Polisi non,??" ucap Art Kalisa yang duduk menemani Kalisa.
"Tidak usah bik, Pasti kan untuk mengunci dan mengecek setiap ruangan rumah ini" ucap Kalisa menyuruh beberapa security mengecek setiap sudut rumah mewah dan luas itu.
Kalisa belum memberi tahu maminya tentang hal ini, karena takut mengganggu dan membuat mami Kalisa kepikiran,
Bik, temenin Kalisa ya, kita tidur di kamar bawah saja," ucap Kalisa dengan suara sedikit gementar, karena masih cukup takut.
"Baik non,"
"Non..!!, Semua sudah kami cek, dan tidak ada hal-hal yang aneh, tapi kalau masalah tuan Smith, sepertinya, dia memang keluar lewat jendela non, Apa perlu Kami ke rumah nya dan memeriksa taun Smith di sana,???" Tanya Scurity Kalisa.
"Tidak perlu, Kalian cukup berjaga di ruang tamu dan tidur di sini saja, karena aku dan bibik akan tidur di kamar bawah" jawab Kalisa lalu mengajak Art untuk masuk ke kamar.
Beberapa Scurity pun berjaga di luar.
Di dalam kamar, Kalisa cukup susah untuk tidur, Karena rasa takut yang masih menghantuinya.
Kalisa memang merasa cukup Aman di kamar itu, Karena tidak terdapat jendela dan langit-langit kamar pun terbuat dari lantai beton, Mustahil untuk orang bisa mengintip dari sana.
Kalisa menyuruh Art untuk mengecek, pintu kamar beberapa Kali, memastikan bahwa pintu sudah sangat aman dan terkunci dengan kuat.
"Non, apa nona tidak Bisa tidur.??" tanya Art, yang melihat Kalisa masih mondar-mandir di kamar itu.
"Iya bik, Kalisa masih takut, dan juga penasaran, lewat mana Smith keluar dari rumah ini, sedang kan rumah ini sangat ketat dengan Cctv yang terdapat di setiap Sudut rumah."
"Non, mnurut bibik, di selidiki aja, kan bagi orang biasa, mana bisa pergi dari rumah ini segampang itu, apa lagi kata non dia terluka cukup parah. untuk turun ndengan tangan kosong, itu sangat Mustahil."
__ADS_1
Kalisa Masih berpikir dan juga sangat penasaran, bagai mana Smith keluar dengan waktu yang cukup singkat dan tidak terekam Cctv rumahnya