
Walau sangat sulit untuk bisa lolos namun sang gadis mungil itu tetap memberi semangat dan berusaha untuk terus menelusuri langit-langit kamar mandi demi nyawanya dan mempertahan kan harga diri yang tersisa saat ini.
Lelah dan kelelahan yang di rasakan karena tenaga yang mulai terkuras karena terus menelusuri langit-langit yang belum berujung dan juga hawa panas dari tempat sempit itu.
Di tambah lagi tubuhnya memang sudah mulai kelelahan karena laki-laki tadi cukup brutal mengasak seluruh tubuh dan menguras tenaganya, namun sang gadis tetap mempunyai harapan besar, walau belum terlihat tanda ada nya ujung dari tempat dia melarikan diri tersebut.
" Oh tuhan, ku Mohonnnnnn!!!!!.... selamat kan aku dan beri aku jalan untuk keluar dari tempat ini"
Gumam sang gadis dengan sisa tenaga dan peluh yang sudah bercucuran dan tenaga yang mulai melemah itu.
"Aku benar-benar sangat sial punya kakak yang tidak berguna itu, seandai nya saja dia tidak terlahir ke dunia ini, aku tidak akan mendapat kan kemalangan seperti ini"
Gumamnya dengan rasa kesal yang reramat besar di lubuk hati sang gadis, dengan seluruh tubuh yang sangat kotor dia masih beusaha terus merangkak di lorong kecil itu dan menyemangati diri sendiri, hampir satu jam berlalu semagat nya mulai menurut.
Namun setitik cahaya dadri ujung lorong kecil membuat mata dan tenaga sang gadis kembali penuh seperti mendapat kan asupan tenaga yang luar biasa.
Goresan-goresan kecil di tangan dan tubuhnya pun tidak terasa lagi dan dia semakiiin mempercepat lutut dan tangan dan kaki untuk terus mendorong seluruh tubuh untuk mencapai titik terang.
Hatinya sangat yakin itu adalah jalan keluar dari pada gedung tempat dia sekarang, walaupun di ujung sana ada resiko yang harus di Hadapinya namun dia tidak akan menyerah yang terpenting dalan dirinya menemukan ujung dan akhir dari lorong itu.
Ada atau tidak nya resiko akan terpikirkan belakangan.
"Tuhannnn, sunggguuh ini yang aku harap kan, semoga aku benar-benar bisa keluar, aku janji tidak akan kembali dan bertemu dengan kakak
__ADS_1
baj*gan itu, tolonggg kasih aku kesempatan sekali ini saja tuhan" Gumam sang gadis dengan sedikit senyum dan binar dari mata indahnya.
Ahir dari lorong itupun semakin dekat dan hampir bisa di gapai oleh sang gadis.
" Huuuuhh....""" Gadis itu menghirup udara secukupnya saat berada di ahir lorong itu dan mengapai pembatas dengan dunia luar yang akan di hadapi selanjut nya.
"Greegg,,," suara sang gadis berusaha menarik penutup lorong itu sekuat tenaga dan sedikit mengeluar kan suara.
Ahirnya penutup tersebut terbuka dan cukup membuat sang gadis lelah karena membutuh kan tenaga yang tersisa.
Gadis mungil itu mulai celingak celinguk dan perlahar mengeluar kan kepalanya dari lorong yang sudah terbuka itu, sedikit was-was memang, namun cuma cara ini yang harus dia lewati agar bisa keluar dari tempat terkut*k itu.
Sang gadis mulai merapikan pakian yang dia kakai agar tidak menyukit kan dia saat berusaha keluar dari sana
"Ya ampun kenapa tempat ini begitu tinggi, bagaimana aku turun" gumam sang gadis dan mulai mencari pijaakan yang tepat agar tidak terjatuh atau usaha dan tekadnya akan sia-sia dan berakhir di sini.
"Tempat terkut*k yang sesungguhnya" gumam gadis itu dan mulai perlahan mencari tempat kakinya memijak agar bisa turun perlahan dari tempat itu
Kalau di lihat tempat itu memang jauh dari pengawasan penjaga bahkan tidak satu pun manusia terlihat di sana, namun tempat itu cukup tinggi dan dan di bawah terlihat hutan yang cukup lebat.
"Walau aku harus mat* di sini pun, aku tetap harus turun dari sini dan keluar dari tempat ini, bahkan lebih baik mat* dari pada harus bertahan dan menjadi budah s*k oleh laki-laki tua itu"
ucapnya dan mulai berusaha turun.
Tempat itu memang cukup tinggi namun untuk turun masih bisa di akal akali walau nyawa taruhannya kalau sedikit saja salah pijakan dan pegangan. bukan berati tempat itu punya tangga tapi memang dinding-dinding itu ada bagian-bagian yang rusak dan berlubang.
__ADS_1
Sehingga bisa di jadikan pijakan dan pegangan, mungkin karena bagian gedung itu tidak terurus dan membuat bagian gedung itu rusak.
Pijakan demi pijakan ia lewati, walau sering kaki lelah sang gadis hampir tergelincir dari tempat itu, manun harga diri yang harus di pertahan kan lebih besar, membuat dia tetap semangat berusaha keras turun.
"Tuhan beri aku harapan dan jalan agar bisa melalui semua ini, dan akan ku tepati semua janji yang ku ucap kan tadi" gumam nya dengan buliran air bening yang jeluar dari pelupuk mata sang gadis, walau rasa takut teramat besar,nanun harga diri dalam dirinya lebih besar lagi.
Apalagi usahanya sudah sangat jauh dan sudah keluar dari gedung, memang belum sepenuhnya dan pasti akan selamat atau tidaknya, tapi tetap di lewati sang gadis.
sudah cukup lama gadis itu merangkak di antara tembok besar dari dinding gedung itu, sudah berapa kali kaki dan tangan mungilnya harus lepas dari pegangan, namun dengan sisa tenaga dia bertahan.
Kini sampailah dia di antara tinggi-tinggi nya pohon yang terlihat dari atas gedung tadi, walau belum sepenuhnya bisa turun smpai bawah tapi dia cukup tenang karena sudah melihat pohon-pohon yang tadi terlihat kecil.
"Sungguh kehidupan dan tempat yang mengerikan" ucap gadis itu dan kembali berkonsentrasi nemuruni tembok itu.
Beberapa menit kemudian, kakinya memijak sesuatu dan membuat dia kaget namun dia perlahan menoleh dengan pegangan yang masih bertahan.
"Ohhhh tuhannnn..... sukur lah" Teriak sang gadis dalam hati dan menampakkan senyum manis dari bibir tipis miliknya.
Tenyata pijakan tersebut ahir dari perjuangan dia menuruni tembok besar dan tinggi itu, dia berjingrak-jingrak kecil, merayakan keberhasilan dari usahanya.
Dia mulai menatap perlahan tembok yang dia lewati tadi dan hampir muntah seketika, Karena ternyata tempat itu ahir dari pembuangan sampah yang begitu memjijikkan, dia menatap dirinya yang sangat kotor, mulai dari tangan, kaki dan seluruhnya, dan dia baru menyadari itu semua saat sudah berada di bawah.
Gadis itu perlahan mudur dan membalik kan tubuhnya untuk tidak melihat tembok menjijik kan itu.
"Sunggu ini, yang tadi aku turunin, bukan kah ini cuma tembok lusuh dan rusak, tadi ku kira cuma air dan lumut dari bekas hujan, karena sudah sangat lama tidak di pergunakan.
__ADS_1